Bertemu Winda

Sepulang dari kantor ia bertemu dengan Winda di pinggir jalan, ia kemudian menepikan mobilnya dekat dengan Winda. Namun gadis itu tak menyadari jika ada mobil berhenti di dekatnya.

"Winda," ucapnya, lalu Winda menoleh ke arah Fera.

"Fera!" Serunya pelan dengan wajah yang terkejut, karena dirinya bertemu dengan Fera di waktu yang tidak tepat. Dalam hatinya Winda menggerutu kenapa dia bisa bertemu dengan Fera padahal dia ingin menghindar dari Fera.

"Win, kamu kemana aja sih. Kenapa dihubungi tidak aktif nomornya," ucap Fera.

"I..itu karena aku sedang sibuk," ucap Winda dengan perasaan yang gugup.

"Ngapain sih aku harus ketemu sama dia sekarang," ucap Winda dalam hati.

"Bagaimana acara ulang tahun Clara, apa semuanya berjalan lancar terus kamu ngasih amanahku ke dia kan," ucap Fera.

"E...i..itu pasti Fer, yaudah ya aku mau pulang dulu," ucap Winda.

"Kalau begitu aku antar, soalnya banyak yang ingin aku tanyakan sama kamu. Mau kan?"

Winda terlihat bingung mendengar tawaran Fera, ia terus berpikir bagaimana caranya agar bisa pergi dari hadapan Fera sekarang atau beralasan agar Fera tidak menawarkan untuk mengantarnya pulang.

"Tidak usah Fer, aku naik taksi aja," ucapnya.

"Naik taksi kan harus bayar, ikut aja tidak apa-apa kok," ujar Fera.

"Udahlah Fer tidak usah memaksaku terus, apa kamu mau kalau aku terus-terusan menjadi sasaran amarah Papa kamu. Lebih baik kamu fokus saja sama kesibukan kamu, aku_" Winda menjeda kalimatnya.

"Apa? Win aku minta maaf atas nama Papaku tapi aku beneran mau mengantarmu pulang," ucap Fera.

"Tidak usah, itu taksinya udah ada!" Serunya, Fera pun tidak bisa memaksa Winda untuk ikut dengannya.

Fera merasa aneh dengan sika Winda, tidak seperti biasanya dia bersikap seperti tadi.

Dia tidak tau harus berbuat apa, sekarang dia mulai bingung dengan sikap Winda dan teman-temannya, masa karena hanya tidak datang ke acara ulang tahun Clara semuanya seakan menjauhi dirinya. Dia harus cari tau apa yang terjadi pada teman-temannya.

"Ngapain kamu berhenti di sini, apa karena mobil kamu tidak hidup lagi?" Tanya Reza yang ternyata menghampirinya.

"Kamu ngapain ngikutin aku, memangnya tidak puas apa seharian ini kita bertemu," ucap Fera.

"Bukan begitu, bukankah ini jalan umum lagian setiap aku pulang kantor aku selalu lewat sini," ucap Reza.

Fera kemudian menuju mobilnya tanpa memperdulikan Reza, ia melajukan mobilnya dengan cepat untuk sampai ke rumahnya.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Di tempat lain Winda menemui Clara, ia bercerita jika barusan bertemu dengan Fera, tapi ia sengaja bercerita buruk soal Fera agar Clara semakin membenci wanita itu.

"Fera sudah mulai sombong sekarang, karena Papanya seorang bos dia seenaknya memperlakukan kita seperti ini," ucap Clara.

"Iya aku juga tidak menyangka jika ia menghinaku tadi," ucap Winda.

"Menghina?"

"Iya, dia menghinaku padahal dulu dia sangat denganku ternyata cepat banget dia berubah," ucap Winda.

"Keterlaluan banget sih tuh anak, kita harus bikin dia celaka, biar dia menanggung akibatnya." Clara berdiri dari tempat duduknya.

Winda sangat terkejut saat Clara berucap seperti itu, ternyata Clara memiliki rencana untuk mencelakai Fera.

"Apa kamu punya rencana itu, lagian kalau kita mau mencelakai wanita itu resikonya besar Clara. Kamu tau kan dia itu siapa," ucap Winda.

Kedua perempuan itu diam seperti sedang berpikir, mereka memang tau siapa Fera tapi jika Clara terus mendiami Fera maka wanita itu akan semakin menjadi-jadi untuk menghina.

"Besok aku akan menemuinya dan menanyakan semuanya," ucap Clara.

"Apa? Kamu yakin,"

"Iya, biar dia sadar kalau kita itu bukan orang yang lemah yang bisa ia hina seenaknya. Mentang-mentang punya rumah mewah dia membuang kita layaknya benda tak berharga," ucap Clara pada Winda.

"Iya, aku setuju tapi besok aku ada urusan jadi tidak bisa menemani kamu bertemu Fera," ucap Winda.

"Iya tidak apa-apa, terimakasih sudah memberitahuku tentang kelicikan Fera yang aku tidak ketahui," ucap Clara.

Winda tersenyum sinis, dia harus menghindari Fera untuk masuk ke grup pertemanannya kembali. Dia memang sengaja membuat cerita seolah-olah Fera sudah benci dengan dirinya dan teman-teman yang lain.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Pada malam hari Fera duduk di teras rumahnya, memandang langit yang gelap gulita tanpa adanya bulan dan bintang yang biasanya bersinar menyinari langit di malam hari. Berulang kali ia melihat ponselnya tapi tidak ada apa-apa, biasanya banyak sekali notifikasi masuk disana.

"Fer, kok masih belum tidur," ucap bu Hamdani karena melihat putrinya yang masih berada di luar.

"Masih belum ngantuk Ma," ujarnya.

"Apa kamu ada masalah,kok dari tadi mukanya kayak sedih begitu," ucap bu Hamdani.

"Tidak ada Ma, Fera lagi_" ucapnya menjeda kalimatnya karena ia bingung harus bicara apa.

"Tidak ada apa-apa, Mama kenapa belum tidur," ucap Fera.

"Belum ngantuk!"

"Jika kamu ada masalah tidak ada apa-apa tidak cerita tapi kamu harus ingat tidak ada masalah tanpa bisa dilalui, jangan sampai kamu menyerah hanya karena ada satu masalah yang menyerang tapi hadapi masalah itu dengan tenang," ucap bu Hamdani. Fera tersenyum ke arah mamanya, sejak ia kecil sosok Mamalah yang selalu mendukung apa yang ia mau tanpa protes sedikitpun begitupun saat papanya yang selalu suka mengatur hidupnya, Mamanya lah yang selalu menyuruhnya untuk terus bersabar.

"Iya Ma, apapun yang Mama ucapkan pasti Fera akan ikuti," ucap gadis itu menatap ke arah mamanya.

"Kalau kamu sudah mengantuk lebih baik tidur jangan di paksakan begadang," ucap bu Hamdani.

"Iya nanti Fera masuk kok ke dalam, Mama masuk aja dulu Fera masih mau di sini," ucap Fera.

"Yasudah Mama ke dalam ya," ucap bu Hamdani ia pun mengangguk.

Walaupun matanya sudah terlihat mengantuk namun ia tidak bisa tidur, karena pikirannya selalu mengarah pada teman-temannya. Sebelumnya ia tidak pernah seperti ini.

"Kemana Fera?" Tanya pak

Hamdani.

"Diluar!" Jawab bu Hamdani.

"Ngapain dia diluar," ucap pak Hamdani.

"Aku tidak tau Mas, mending kamu jangan ganggu dia tidak baik berdebat pada waktu malam begini," ucap bu Hamdani.

Namun pak Hamdani tidak mendengarkan ucapan istrinya, dia menyusul Fera di depan. Rupanya Fera masih betah duduk di kursi seraya memandang langit.

"Kamu ngapain sih melamun, ingat melamun itu tidak gunanya hanya membuang-buang waktu. Udah sana ke kamar apa mau tidur diluar," ucap pak Hamdani. Fera menoleh ke arah Papanya kemudian dia beranjak masuk ke dalam rumah melewati Papanya menuju kamar.

Pak Hamdani pun mengunci pintu utama.

"Kamu bisa tidak sehari saja jangan terlalu keras sama anak kamu, kasihan dia," ucap bu Hamdani.

"Lalu aku harus bagaimana? Membiarkan dia kemanapun dia pergi begitu, kamu kan tau kalau aku ingin anakku meneruskan bisnisku," ucap pak Hamdani.

Bu Hamdani hanya menggelengkan kepalanya, tidak tau lagi harus bersikap bagaimana pada suaminya.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!