haruskah mengalah

Fera keluar dari kantornya ia tau kalah Semua pasti ada hikmahnya, jangan larut dalam hidupnya maka dia terus mencoba tenang karena itu akan membuat keadaan lebih baik, tapi pikirannya selalu mengulang hal tentang perjodohan.

"Fer, kamu sudah pulang," ucap bu Hamdani.

"Iya Ma,"

Fera masuk ke dalam rumahnya, ia melihat papanya sedang duduk santai di kursi tamu.

"Pa, Apa benar kalau perusahaan yang papa dirikan itu ada campur tangan dari keluarganya Reza, kalau begitu Papa berikan saja perusahaan itu keluarganya Reza," ucap Fera.

"Tidak semua itu Fera, janji tetap janji tidak bisa di ganggu gugat lagi," ucap pak Hamdani.

Fera bingung haruskah ia mengalah dengan semuanya ini, tapi dia tidak mungkin harus hidup dengan cara keterpaksaan seperti ini.

"Mama tau kamu bingung mengambil keputusan tentang rencana ini, tapi Mama yakin kamu pasti bisa menentukan mana yang terbaik," ucap bu Hamdani.

"Itu berat Ma buat aku, apalagi impianku masih belum terwujud," ucap Fera.

"Mama tau soal impian kamu, tapi tidak semua yang kamu impikan bisa terwujud," ucap bu Hamdani.

Memang semua impian tidak semua harus terwujud, tapi dia juga tidak mungkin terus mengalah hanya karena memenuhi keinginan ayahnya.

"Ma pokoknya aku tidak mau menikah sampai semua apa yang aku harapkan itu tercapai, Mama lihat teman-teman yang dulunya satu sekolah, satu kampus sekarang mereka mau meniti karir yang mereka inginkan," ucap Fera.

"Jangan memaksa sesuatu yang menurut kamu itu mustahil," ucap bu Hamdani.

"Itu tidak akan menjadi mustahil jika Papa tidak merusaknya, Papa merusak segalanya Ma," ucap Fera.

"Tapi kan Papa kamu sudah janji sama keluarga Reza dan kamu tau sendiri jika mengingkari janji itu tidak baik. Papa tidak mau mengecewakan keluarga Reza," ucap bu Hamdani.

"Kenapa? Karena perusahaan, Ma apa segitu pentingnya perusahaan itu daripada keinginan aku," ucap Fera.

"Fera berhenti jadi anak yang keras kepala, semuanya kamu inginkan padahal sudah jelas itu tidak bisa kamu raih. Kamu juga jangan selalu menyalahkan papa kamu kalau bukan karena dia siapa yang memberi kamu makan, siapa yang rela setiap hari bangun pagi untuk kerja sampai malam pun masih ada pekerjaan bahkan sampai berhari-hari dia begadang, Apa kamu tidak kasihan sama papa kamu jangan hanya kamu tidak mau di jodohkan kamu benci sama orang tua kamu," ucap bu Hamdani.

"Ma aku_"

"Jangan hanya kamu hari ini sial kamu menyalahkan papa kamu penyebabnya," ucap bu Hamdani.

Fera menghela nafas, sebenarnya kisah hidupnya sama seperti seorang yang tak punya tujuan.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Di sisi lain Reza menemui Milani, dia tau rumahnya karena ia mengikuti gadis itu saat melihatnya di depan supermarket tadi.

"Ada apa kamu mengikuti sampai ke rumah?" Tanya Milani pada Reza, pria itu terdiam masih berpikir mau memulainya darimana.

"Aku mau kamu menceritakan sedikit tentang Fera menurut versi kamu," ucapnya kemudian. Milani mengernyitkan dahi mungkin bingung dengan ucapannya.

"Memangnya kenapa?" Tanyanya lagi.

"Aku ingin tau aja, memangnya dia itu ingin jadi wanita karir dalam bidang apa sih sampai dia rela berdebat sama Papanya sendiri," ucap Reza.

"Fera itu sosok yang keras kepala, dia hanya ingin menjadi beda saja dari orang tuanya. Dia suka sekali berpetualang dan menjadi fotografer sesuai bakatnya suka memfoto apa saja yang dia lihat, katanya dia mau jadi jurnalis dan vlogger tapi semua keinginannya di tentang keras oleh Papanya makanya dia terus memberontak seperti itu, dia tidak berubah waktu Sma juga pernah dia berdebat sampai kabur dari rumahnya," ucap Milani menceritakan satu hal tentang Fera.

Menurut Milani, Reza sebenarnya tertarik dengan gadis seperti Fera walaupun mereka hanya di jodohkan dan setiap hari bertengkar dengan Fera.

"Jadi seperti itu, dia mempunya kemauan yang kuat," ucap Reza, dia semakin kagum dengan Fera.

Menurutnya tidak salah iya menerima perjodohan ini walaupun Fera masih belum menerimanya.

"Kamu tau dimana tempat favorit gadis itu," ucap Reza.

"Maksudnya?"

"Iya tempat mana yang pengen dia kunjungi," ucap Reza.

"Dia suka dengan alam, karena dulu setiap kali ada camping di alam bebas dia menyambutnya dengan senang," ucap Milani.

"Apakah dia pernah pacaran?" Tanya Reza.

"Setau ku sih tidak, memangnya mengapa," ucap Milani.

"Tadi dia cerita kalau semua laki-laki itu sama," ucap Reza.

"Aku tidak tau soal itu,"

"Yaudah terimakasih ya dan maaf tadi membuat kamu kaget," ucap Reza.

"Iya tidak apa-apa,"

"Kalau begitu saya pamit ada urusan," ucap Reza yang kemudian bangkit dari tempat duduknya lalu menuju mobilnya.

"Fera kamu beruntung tau gak di jodohkan dengan laki-laki yang sangat baik tapi kamu malah ingin menolaknya," ucap Milani dalam hati.

Milani kemudian masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintu.

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Makan malam hari ini terasa berbeda, tidak ada pembicaraan di antar Fera dan kedua orang tuanya.

"Fer kamu mau kan menerima perjodohan ini," ucap pak Hamdani.

"Pa, kenapa sih itu terus yang mau Papa bahas, pokoknya Fera tidak mau walaupun papa terus memaksa Fera," ucap Fera.

"Kenapa? Karena kamu masih berhubungan sama teman kamu yang pergaulannya tidak jelas itu, hingga mereka menghasut kamu untuk melakukan hal yang tidak benar," ucap pak Hamdani.

"Papa tidak usah mengaitkan semua keputusanku dengan teman-temanku karena Papa saja tidak mau siapa mereka," ucap Fera.

"Kamu memang tidak berubah terus saja membela mereka," ucap pak Hamdani.

"Lagian kenapa sih Papa selalu saja menuduh yang bukan-bukan terhadap mereka," ucap Fera.

"Hentikan! Kenapa satu hari saja tidak usah membahas hal yang berujung perdebatan," ucap bu Hamdani.

"Anak kamu ini semakin hari tidak bisa di atur," ucap pak Hamdani.

"Bukannya Papa yang setiap hari aturannya selalu tidak jelas," ucap Fera.

"Fera tolong bersikap sopan dengan Papa kamu, biar bagaimana pun dia itu orang tua kamu," ucap bu Hamdani.

Fera pun terdiam, dia tau harus bagaimana terhadap orang tuanya tapi baginya Papanya sudah keterlaluan bahkan kepada anaknya sendiri.

"Mas sudahlah kita kasih Fera waktu untuk berpikir, jangan terus kamu kekang dia," ucap bu Hamdani pada suaminya.

"Aku mau yang terbaik buat dia tapi dia semakin membangkang saja," ucap pak Hamdani.

"Iya aku tau, tapi Fera sudah dewasa biarkan dia berpikir dan melakukan semua apa yang dia mau, jangan terlalu menbatasi semua hidupnya," ucap bu Hamdani.

"Dengan cara membiarkan dia bergaul sama temannya yang jelas-jelas gak benar," ucap pak Hamdani.

Fera pun masuk ke dalam kamarnya membiarkan semuanya.

"Kenapa sih Papa tidak mau mengerti tentang inginku yang ada semua keinginan dia harus di penuhi," ucap Fera.

Dia bingung haruskah mengalah demi membuat papanya bahagia, atau tetap pada keputusannya hingga membuat papanya menyerah dengan apa yang menjadi keputusannya.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!