Tidak bisa membantu

Malam ini Fera akan bertemu Milani,ia mau minta tolong pada dia untuk mencari Winda. Tapi ia harus menghadapi papanya dulu sebelum pergi pasti akan berujung perdebatan. Dalam hatinya dia berharap semoga saja kali ini papanya mengizinkan.

"Mau kemana kamu?" Tanya papanya ternyata dia berada di ruang tamu bersama Reza, ternyata lelaki itu masih belum pulang.

"Mau ketemu sama Milani," jawab Fera.

"Mau ngapain, apa kamu mau berbohong lagi sama papa. Lagipula Papa sudah bilang jangan bertemu siapapun apalagi saat sudah malam," ucap pak Hamdani.

"Pa, Fera ini sudah besar jadi terserah Fera mau kemana saja, sudah cukup Papa menekan Fera kali ini," ucap Fera.

"Kamu ini apa-apaan sih Mas, lagian Fera hanya bertemu sama Milani masih saja kamu larang-larang," ucap bu Hamdani.

"Apa kamu tau kejadian waktu itu terulang lagi," ucap pak Hamdani.

"Pa Fera kan keluarnya_"

"Diam!

"Maaf pak biar saya saja yang akan menemani putri bapak malam ini keluar, in sya Allah jika bersama saya dia akan aman dan saya yakin kalau dia tidak berbohong," ucap Reza, semua orang di sana tertuju pada Reza yang sudah berdiri dari tempat duduknya.

Pak Hamdani kemudian menoleh ke arah Fera, kemudian ia diam sejenak seperti sedang berpikir. Sementara Fera terlihat kesal dengan Reza, karena pria itu menawarkan diri untuk mengantarnya.

"Baiklah Papa akan izinkan kamu tapi kamu harus bareng Reza, agar Papa yakin kalau kamu tidak bertemu dengan teman-teman kamu itu," ucap pak Hamdani.

"Pa tidak bisa begitulah, masa iya dia laki-laki sendiri diantara aku dan Milani," ucap Fera.

"Oke kalau begitu balik ke kamar," ucap pak Hamdani.

"Hah, Papa_"

"Kamu turutin kemauan Papa kamu ya, Mama tidak mau mendengar perdebatan lagi," ucap bu Hamdani, akhirnya gadis itu pun kembali menurut untuk diantar oleh Reza.

"Oke Fera akan pergi dengan Reza," ucapnya.

"Yaudah sana Papa izinkan kamu pergi," ucap Pak Hamdani.

Fera pun keluar menuju mobil milik Reza.

"Kamu ini cari kesempatan kan supaya bisa dekat sama aku, ingat ya aku tidak akan pernah mau sama kamu," ucap Fera.

"Ingat ya kalau bukan karena aku, apakah kamu akan diizinkan keluar rumah. Tidak ada yang cari kesempatan aku tuh cuma mau membantu kamu," ucap Reza.

"Aku pernah bilang sama kamu,jangan sok baik sama aku apalagi sok banget mau ngebantu," ucap Fera.

Mereka pun sampai disebuah cafe tempat Milani dan dirinya janjian untuk bertemu.

"Kamu tunggu sini, jangan ikut awas aja kalau aku sampai lihat kamu," ucap Fera, namun Reza akan hanya diam.

Fera kemudian masuk ke dalam cafe itu dan menemui Milani yang sudah sejak tadi.

"Assalamualaikum Mil, udah sedari tadi ya," ucap Fera.

"Waalaikumsalam, iya gak papa soalnya aku tau pasti kamu sedang ada drama sama Papa kamu," ucap Milani.

"Kamu kayak tidak tau Papa saja," ucap Fera.

"Terus sekarang kenapa kamu bisa diizinkan," ucap Milani.

"Ya pasti ada keinginannya yang harus aku turuti," ucapnya.

"Memangnya kamu kenapa dan mau cerita apa," ucap Milani.

"Itu Mil, kamu mau kan bantuin aku cari Winda," ucap Fera.

"Winda, siapa?" Tanya Milani, akhirnya Fera menceritakan semuanya dari awal.

Fera pun menceritakan semuanya dari awal, hingga Milani tidak menyangka jika ucapannya tentang teman Fera itu menjadi kenyataan.

"Tuh kan apa aku bilang, kamu sih tidak bisa di bilangin kalau sudah kejadian kayak gini siapa yang di rugikan. Kamu tau kan kalau semua orang itu baik di mata kita,kadang mereka hanya menggunakan topeng untuk mengelabuhi kita," ucap Milani.

"Mil kamu bisa kan bantu aku, aku tidak akan mengambil uang itu. Aku hanya ingin tau apa alasan Winda berbuat seperti itu," ucap Fera.

"Hanya itu? Itu artinya kamu masih ingin berteman sama dia, padahal jelas-jelas di belakang kamu dia sudah memfitnah kamu," ucap Milani.

"Mil kamu tau sejak aku menjalani karir ini, aku sudah kehilangan teman-teman. Aku ingin minta maaf sama mereka dan_"

"Kamu ingin hubungan kamu sama mereka baik lagi," ucap Milani memotong ucapan Fera.

"Iya,"

"Kamu ini Fer, seharusnya kamu belajar dari kejadian ini kalau teman kamu itu tidak baik. Sekali pengkhianat dia tetap pengkhianat, Baik sama orang lain boleh Fer tapi bodoh jangan. Apapun alasannya sekali orang itu jahat dia akan tetap jahat," ucap Milani.

"Tapi_"

"Yang Milani ucapkan itu benar, semua orang bisa baik tapi kadang ada yang memanfaatkan kebaikan orang lain hanya saat butuh saja," ucap seseorang.

Milani dan Fera menoleh ke sumber suara, ternyata itu suara dari Reza.

"Kamu ngapain sih ngikutin aku, bukannya aku bilang tunggu di mobil," ucap Fera yang sangat kesal dengan Reza.

"Aku lapar lagian kamu lama banget," ucap Reza.

"Kenapa kamu bisa bareng dia?" Tanya Milani.

"Iya karena Papa," jawab Fera.

"Iya kalau bukan karena aku, apa Papa kamu akan mengizinkan kamu keluar," ucap Reza.

"Kamu bisa diam tidak sih," ucap Fera.

"Fer tidak usah ribut malu banyak orang, oh ya kamu boleh duduk di sini," ucap Milani pada Fera lalu beralih berbicara kepada Reza.

"Mil, bagaimana apa kamu bisa bantu aku," ucap Fera.

"Maaf Fer, aku bukan tidak mau tapi sudahlah kalau kamu benar-benar ikhlas sama uang itu lebih baik kamu tidak usah berhubungan sama mereka," ucap Milani.

Fera menghela nafas berat, kenapa begitu susah meminta Milani untuk membantunya. Memang benar dia bilang kalau pengkhianat itu tidak pantas untuk di maafkan.

"Iya benar kata Milani, kamu buka mata hati kamu dan terima kenyataan kalau teman yang selama ini kamu sanjung, kamu jadikan priotitas ternyata mereka mengkhianati kamu," ucap Reza.

"Tidak usah ikut campur, kamu hanya orang lain di sini," ucap Fera.

"Fer jaga sikap banyak orang," ucap Milani.

"Kamu yakin tidak mau bantu," ucap Fera sekali lagi.

"Aku udah bilang Fer, melacak orang yang tidak aku kenal itu susah mending kamu cari bantuan kepada yang lainnya," ucap Milani.

Tak lama mereka pun pulang, di sepanjang perjalanan Fera hanya diam saja karena ia sangat kesal dengan lelaki di sampingnya.

"Besok jangan pernah tampakkan wajah kamu di hadapanku lagi," ucap Fera.

"Mulai besok pak Hamdani bilang dia akan ke kantor jadi aku harus ke kantor karena perintah dia," ucap Reza.

Fera hanya diam tak membalas ucapan Reza, karena menurutnya kenapa papanya harus mengizinkan Reza seharian ini untuk mengantarkan padahal dia hanya rekan bisnis saja bukan siapa-siapa.

Bukan hanya itu saja, ia harus selalu baik pada Reza. Apakah sesayang itu papanya pada Reza padahal dia bukan anaknya.

Episodes
1 Wanita keras kepala
2 kabur
3 Terpaksa berangkat ke kantor
4 kedatangan teman
5 Fitnah dari Winda
6 Bertemu laki-laki menyebalkan
7 sosok Reza
8 Minta maaf
9 kedatangan Milani
10 Bertemu Winda
11 kedatangan Clara
12 kemana Winda ?
13 Tidak bisa membantu
14 Semakin bikin kesal
15 perjodohan
16 Bertemu Reza
17 Alasan
18 haruskah mengalah
19 terlalu sunyi
20 Keinginan Reza
21 pertemuan
22 pertemuan keluarga
23 Dia orang baik
24 Rumah sakit
25 berdebat lagi?
26 Di antar pulang
27 Rencana Milani dan Reza
28 pergi berlibur
29 perjalanan yang indah
30 Tiba di sebuah Rumah
31 Jalan berdua
32 kapan akurnya
33 jangan ganggu
34 Ada apa dengan hati.
35 Rasa yang tersimpan
36 Saling memendam rasa
37 janji
38 Arti sebuah cinta menurut Fera
39 Bingung
40 Firasat buruk
41 Terjatuh
42 tersesat
43 Mencari keberadaan Fera
44 Di temukan
45 Sadarkan diri
46 Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47 Surat dari sosok misterius
48 Bunga dari seseorang
49 kembali
50 Mengungkapkan Rasa
51 Bab 51
52 Bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 part 65
66 part 66
67 part 67
68 part 68
69 part 69
70 part 70
71 Bab 71
72 Bab 72
73 Bab 73
74 Bab 74
75 Bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 Bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 Episode 87
88 Bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 Bab 93
94 Bab 94
95 Bab 95
96 Bab 96
97 Bab 97
98 Bab 98
99 Bab 99
100 Bab 100
101 bab 101
102 bab 102
103 bab 103
104 Bab 104
105 Bab 105
106 Bab 106
107 Bab 107
108 Bab 108
Episodes

Updated 108 Episodes

1
Wanita keras kepala
2
kabur
3
Terpaksa berangkat ke kantor
4
kedatangan teman
5
Fitnah dari Winda
6
Bertemu laki-laki menyebalkan
7
sosok Reza
8
Minta maaf
9
kedatangan Milani
10
Bertemu Winda
11
kedatangan Clara
12
kemana Winda ?
13
Tidak bisa membantu
14
Semakin bikin kesal
15
perjodohan
16
Bertemu Reza
17
Alasan
18
haruskah mengalah
19
terlalu sunyi
20
Keinginan Reza
21
pertemuan
22
pertemuan keluarga
23
Dia orang baik
24
Rumah sakit
25
berdebat lagi?
26
Di antar pulang
27
Rencana Milani dan Reza
28
pergi berlibur
29
perjalanan yang indah
30
Tiba di sebuah Rumah
31
Jalan berdua
32
kapan akurnya
33
jangan ganggu
34
Ada apa dengan hati.
35
Rasa yang tersimpan
36
Saling memendam rasa
37
janji
38
Arti sebuah cinta menurut Fera
39
Bingung
40
Firasat buruk
41
Terjatuh
42
tersesat
43
Mencari keberadaan Fera
44
Di temukan
45
Sadarkan diri
46
Bertemu Danu dan sikap yang aneh
47
Surat dari sosok misterius
48
Bunga dari seseorang
49
kembali
50
Mengungkapkan Rasa
51
Bab 51
52
Bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
part 65
66
part 66
67
part 67
68
part 68
69
part 69
70
part 70
71
Bab 71
72
Bab 72
73
Bab 73
74
Bab 74
75
Bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
Bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
Episode 87
88
Bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
Bab 93
94
Bab 94
95
Bab 95
96
Bab 96
97
Bab 97
98
Bab 98
99
Bab 99
100
Bab 100
101
bab 101
102
bab 102
103
bab 103
104
Bab 104
105
Bab 105
106
Bab 106
107
Bab 107
108
Bab 108

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!