Sela pergi menuju taman kastil untuk menenangkan pikirannya.
"Sela."
'Andrew."
Mereka tak sengaja bertemu ditaman kastil dan mereka sama-sama terkejut. Andrew menyadari jika sela baru saja menangis karena matanya terlihat sedikit sembab.
"Sela, ada apa dengan mu?" Tanya andrew mendekati sela dan memegang wajah sela.
"Lepasin!" Teriak sela kesal lalu menepis kedua tangan andrew.
"Jangan berpura-pura baik pada ku! Kalian hanya ingin memperalat ku saja kan," pekik sela kesal.
"Sela, apa yang kau katakan," ucap andrew terkejut setelah mendengar perkataan sela.
"Jangan berpura-pura tidak tahu, jujur saja aku tidak akan membebaskan lion dari hukuman nya."
"Sela tenang lah aku tidak bermaksud seperti itu," ujar andrew memegang pundak sela.
"Apa ini semua ulah ayah?" Tanya andrew mengeryit kan alisnya.
"Kau benar."
Andrew mendengus kesal, "Aku akan mencoba mengatakan pada ayah untuk tidak melakukan nya lagi."
"Dan disini dingin, kita harus masuk ke dalam," ajak andrew.
"Tidak, kau pergilah aku ingin disini sebentar."
"Tapi sela."
"Aku mohon pergilah!" Gertak sela dengan sorot mata tajam menatap andrew.
"Baiklah." Andrew melepaskan jas nya lalu menutupi tubuh sela dengan jas hitam milik nya.
"Aku akan pergi kalau begitu."
Tak lama setelah andrew pergi, sela duduk di bangku taman sendiri sesekali menghirup udara malam yang dingin. Samar-samar ia mendengar alunan musik dari dalam kastil.
"Duches,"
Sela mendengar suara duke yang sedang memanggil nya dan menoleh ke arah suara itu.
"Duke, saya disini," sahut sela hingga terdengar oleh duke.
"Duches, kenapa anda disini?" Tanya duke mendekati sela.
"Saya sedang mencari udara segar," balas sela.
"Disini dingin duches ayo kita masuk ada seseorang yang ingin saya kenalkan pada anda." Duke mengulurkan tangannya dengan tersenyum.
"Baiklah."
Mereka pun melangkah menuju kastil. Namun pandangan duke teralihkan oleh jas hitam yang menutupi pundak istri nya.
"Jas siapa itu duches?"
"Ouh ini jas kakak saya andrew, tadi saya tidak sengaja bertemu dengan nya ditaman."
Duke menghela napas lega, ia tidak mengira jika dia akan marah pada sela hanya karena sebuah jas. Mereka masuk ke dalam kastil yang melihat semua tamu sedang bersenang senang dipesta itu.
"Duke, sudah lama tidak bertemu dengan anda," ucap seorang wanita yang menghampiri mereka berdua. Wanita itu terlihat begitu anggun dan sangat cantik.
"Senang bertemu dengan anda putri thedore." Ucap duke memberi hormat.
"Jangan terlalu canggung duke, kita kan sudah dekat dari lama." Ucap wanita itu tersenyum. Ternyata ia adalah putri frisilia thedore yang dikenal sebagai wanita paling anggun dikekaisaran dan semua orang terpikat oleh kecantikan nya.
"Apa ini putri dari keluarga greas?" Tanya wanita itu tersenyum menatap sela.
"Sebuah kehormatan bisa bertemu dengan anda tuan putri." Ujar sela memberi hormat.
"Ya saya sela greas."
"Kau sangat cantik ya, pantas saja duke sangat terpikat oleh kecantikan mu."
"Terimakasih atas pujian anda tuan putri, dan anda juga sangat cantik malam ini."
"Kau bisa saja ya."
"Putri thedore, saya dengar anda telah menikah ya selamat atas pernikahan mu, maafkan aku karena tidak bisa hadir dipernikahan mu," timpal duke.
"Ya tidak apa-apa, aku mengerti kalau kau sangat sibuk membasmi monster diwilayah lain."
"Terima kasih, kalau begitu saya undur diri dulu tuan putri. Nikmati lah pesta nya." Ucap duke menggandeng sela lalu pergi dari tempat itu.
Putri thedore hanya tersenyum melihat mereka pergi sambil mengerutkan gaun nya dengan erat di genggaman nya.
Flasback
"Ayah! Aku tidak ingin menikah dengan pangeran itu, aku hanya ingin menikahi duke saja!," teriak Putri thedore dengan tegas.
"Dasar anak kurang ajar! Aku telah membesarkan mu untuk menjadi seorang putri tapi kau malah ingin menikahi duke itu," tukas raja thedore pada putrinya.
"Ayah, kenapa kau melakukan ini! Kau tahu kalau aku sangat mencintai duke, tapi kenapa kau malah menginginkan ku untuk menikahi pangeran yang sama sekali tidak aku kenal." Putri thedore menangis tersedu-sedu dan perasaan kesal yang tergejolak didalam tubuhnya. Ia sungguh tidak ingin menikah bersama pangeran dari negara asing.
"Cukup!" Pekik raja thedore dengan nada lantang.
"Pengawal, kurung putri thedore dipenjara! Ini adalah hukuman untuk nya," pinta raja thedore.
"Baik yang mulia."
Pengawal mendekati putri thedore dan memegangi nya dengan erat.
"Ayah! Kumohon ayah!" Teriak putri thedore sambil menangis dan memberontak dari genggaman pengawal itu. Namun ia tidak berhasil dan teriakan nya terus diabaikan oleh raja.
"Sela, kau tidak boleh menjadi duches dari duke quers," gumamnya dengan marah.
********
"Saya tidak pernah bertemu dengan putri thedore, dan saat saya melihat nya dia sungguh cantik seperti rumornya."
"Entah lah, menurut ku dia biasa saja."
"Apa? Kenapa mengatakan nya seperti itu, bagaimana jika seseorang mendengar nya," ujar sela dengan gelisah. Ia sungguh terkejut dengan jawaban duke yang tidak terduga itu.
"Menurut ku, kau lah yang paling cantik malam ini," bisik duke membuat sela tersipu malu.
"Jangan mencoba menggoda ku." Sela cemberut dengan tersipu malu.
"Ngomong ngomong putri mengatakan jika kau sangat dekat dengan nya, apa kalian memiliki hubungan sebelumnya?"
"Apa!?" Duke terkejut menatap sela.
"Aku pikir kau dan putri adalah mantan kekasih."
"Tentu saja tidak,kami tidak memiliki hubungan seperti itu."
"Lalu?"
"Ya saat kecil kau tahu, ayah ku sering pergi ke istana untuk menyelesaikan beberapa urusan dan dia sering membawa ku kesana, itu lah pertama kali aku bertemu dengan nya."
"Dia anak yang lucu tapi dia sering menangis, dan karena dia tidak memiliki teman dia selalu mengikuti ku kemana pun aku pergi dan itu cukup menjengkelkan. Dan saat aku pergi pembasmian monster diwilayah lain aku mendengar jika dia sudah menikah dengan pangeran negara asing," sambung duke.
"Jadi kalian adalah teman masa kecil ya."
"Ya seperti itulah, aku tidak pernah bertemu dengan nya lagi setelah ia menikah."
Duke menatap sela lalu menyeringai.
"Apa kau cemburu?" Tanya duke dengan berbisik ditelinga sela.
"Ti-tidak, untuk apa cemburu."
Duke terkekeh melihat ekspresi sela yang sangat lucu.
"Kau sangat lucu ya ketika cemburu."
"Duke, saya tidak cemburu."
"Benarkah?" Tanya duke mendekat kewajah sela dengan menyeringai lalu mencium kening sela dengan lembut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments