kedatangan tamu

Keesokan harinya dikediaman quers, dua wanita sedang asik berbincang bincang diruang tamu.ternyata beliau adalah nyonya lorens yang datang berkunjung ke kediaman sang duches.

"Bagaimana pembangunan yayasan yang akan kita bangun, duches ," tanya nyonya lorens penasaran akan yayasan yang dibangun beberapa bulan lalu.

"Yayasan nya belum selesai,mungkin butuh beberapa bulan lagi akan selesai nyonya lorens."

"Itu bagus, saya harap pembangunannya berjalan lancar."

"Benar saya berharap juga begitu, ini juga semua berkat nyonya." Puji duches dengan tersenyum lebar merasa senang.

"Terima kasih duches,"

"ngomong ngomong saya akan jarang datang berkunjung untuk beberapa waktu,karena perut saya semakin membesar dan suami saya terus khawatir tentang itu," ujar nyonya lorens dengan raut wajah yang kecewa bahwa ia tidak akan datang menemui duches untuk beberapa waktu.

"Tidak masalah,saya mengerti ke khawatiran tuan count anda bisa mengirim surat pada saya,"

"Baiklah duches,"

"Saya berharap saya bisa melahirkan anak laki laki yang sehat ," nyonya lorens menatap perutnya dan membelai perutnya yang semakin membesar.

"Bagaimana dengan anda duches?" Tanya nyonya lorens.

"Saya tidak peduli dengan jenis kelaminnya,saya hanya berharap dia akan menjadi anak yang kuat," sela tersenyum dan berharap agar ia melahirkan anak yang kuat seperti duke sehingga ia tidak akan merasakan hal yang sama seperti duches.

"Tentu saja dia akan kuat,seperti halnya duke yang kuat keturunannya pasti akan kuat juga,"

Mereka melanjutkan berbincang bincang mengenai pembangunan yayasan.waktu terus berlalu hingga malam dan countes lorens telah pulang dari kediaman duches.

Sela terbaring dikasur dan menghilangkan semua masalah sejenak.namun rasa gelisah tak kunjung hilang,ia masih khawatir jikalau lion datang lagi ke kastil dan mengancam nya lagi.walaupun keamanan sudah ditingkatkan. Ia tidak bisa tidur dan bangkit dari posisinya dari terbaring tadi menjadi posisi duduk bersandar diranjang dengan selimut putih yang menyelimuti setengah badannya.

'Lion,akan aku pastikan kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan.' Rutuk sela dengan kesal.

Ditempat lain.

"duke saya sudah mengambil persediahan makanan orang bar bar tersebut," ucap salah satu prajurit yang mengikuti duke berperang melawan orang bar-bar diperbatasan.

"Itu bagus." Jawab duke dengan tegas sambil mengikat perban ke lengan nya yang terluka akibat tebasan pedang dari musuh.tubuhnya tampak memiliki bekas luka yang banyak namun ia masih terlihat begitu kuat.ada beberapa rakyat quers dan prajurit yang ikut dalam melawan orang bar-bar diperbatasan.

"Apa ada berita tentang duches?". Tanya duke pada seorang laki laki berjubah hitam,mungkin ia bertugas sebagai mata mata yang dikirimkan duke untuk mengawasi duches.

"Saya dengar duches akan mendirikan pusat yayasan bagi anak yatim piatu dan orang lanjut usia, namun tidak sendiri nyonya lorens juga ikut dalam proses pembangunan nya duke," jawab pria itu.

"Baiklah terus awasi dia," pinta duke dengan nada yang tegas dan tatapan yang tajam seperti elang.sebelum pria itu memberi hormat dan pergi meninggalkan tempat itu.

'Wanita yang menarik'. Gumam duke dalam hati sambil menyeringai merasa penasaran dengan duches

Hari demi hari perut duches semakin besar dan rasa gelisah juga cemas semakin kuat.beberapa hari yang lalu penyusup berusaha masuk ke kastil lagi namun berhasil ditangkap oleh kapten marco yang bertugas menjaga keamanan kastil.sela tak perna meninggalkan kastil setelah kejadian yang dialaminya,ia banyak menghabiskan waktu dikastil.

"Nyonya, ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan nyonya," ujar pelayan itu menunduk memberi hormat lalu mendongak berdiri didepan pintu.

Sela yang sedang duduk bersantai dikamar merasa sedikit terganggu akan hal itu, namun ia sedikit penasaran siapa yang datang kemari.

"Beritahu dia untuk menunggu sebentar lagi,"

"Baik nyonya," pelayan itu memberi hormat lalu pergi menjalan kan perintah duches.

Tap

Tap

Tap

Sela berjalan menghampiri tamu yang ingin menemui dirinya.diruang tamu ia melihat sesosok pria muda duduk disofa ketika ia membuka pintu.pria itu memalingkan wajahnya menatap duches lalu berdiri memberi hormat.sela terlihat begitu terkejut pada pria yang dikenal sebagai anak pertama count greas ia adalah andrew greas dan kakak pertama sela.

Kini mereka duduk berhadapan disofa ruang tamu.sejak kecil andrew juga membenci sela seperti lion namun berbeda, andrew hanya bersikap dingin dan mengabaikan sela sejak kecil.ia tidak pernah mengganggu sela seperti hal nya lion.

"Ada apa kau datang kemari," tukas sela dengan acuh pada pria didepan nya.tatapan kebencian terlihat dari matanya.ia merasa curiga pada andrew karena datang menemuinya, mungkin karena sejak kecil andrew terus mengabaikan sela membuat sela menjadi sedikit curiga padanya.

"Aku ingin memberikan mu ini," andrew memberikan sekotak perhiasan dari sakunya lalu meletakannya diatas meja.ia membuka kotak itu dan terlihat sebuah kalung permata ruby berbentuk hati.rasa curiga yang dirasakan sela menjadi kuat,ia berpikir mungkin andrew menginginkan sesuatu darinya seperti hal nya lion.

"Apa yang kau inginkan?," tanya sela dengan rasa penuh curiga.alisnya mengeryit dan matanya menatap tajam.sejenak ia mengingat bahwa andrew lah alasan kenapa ia dijual kepada duke quers, karena duke quers akan memberikan beberapa prajurit untuk membantu andrew berperang merebut wilayah oteroy.

Sebenarnya ia bermaksud untuk meminta maaf atas semua perbuatannya kepada sela dengan memberikannya hadiah.namun ia hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan sela,ia merasa berat sekali untuk mengatakannya.ia sadar bahwa semua perbuatannya tidak bisa dimaafkan.saat usianya tujuh belas tahun andrew telah mendapat misi menjaga diwilayah lain dan andrew tidak pernah pulang ke kediaman greas.mungkin ada beberapa alasan kenapa andrew pulang ke kediaman greas,pikir sela dalam benaknya.

"kalau sudah selesai kau boleh pulang." Imbuh sela berdiri lalu melangkah pergi namun sejenak langkahnya terhenti.

"Katakan pada lion untuk tidak mengganggu ku lagi," lanjutnya dengan tegas,terlihat betapa raut wajah sela tampak marah. Kemudian pergi keluar ruangan.

"Kapten marco,tolong antarkan tuan muda greas,saya lelah jadi saya akan istirahat dulu," titah sela berdiri didepan pintu diikuti marco yang memberi hormat pada majikan nya.

"Baik nyonya," jawab Marco kapten prajurit serta pengawal pribadi duches.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!