Keesokan harinya saat sarapan pagi dikastil quers. Diruang perjamuan terlihat duches dan duke sedang menikmati sarapan paginya.
"Duches, saya rasa kita harus menyelenggarakan pesta untuk merayakan kehamilan anda," ucap duke menatap sela dengan senyuman.
"Apa kita harus melakukan nya duke?" Tanya sela menghentikan gerakan tangannya yang ingin memotong makanan nya.
"Tentu saja, semenjak aku kembali dari pembasmian orang bar-bar, kita tidak menyelenggarakan pesta atas kehamilan mu." Ujar duke.
"Bagaimana pun kita harus melakukan nya, ini sudah sebagian adat wilayah kami," sambungnya.
"Baiklah aku,nia dan hans akan mengurus nya."
"Baiklah tapi jangan terlalu memaksa kan diri duches."
"Baik."
Setelah sarapan sela sibuk menyiapkan pesta perayaan kehamilan nya dan kan mengundang beberapa bangsawan untuk hadir dipesta itu termasuk count greas dan anak pertamanya andrew greas. Walaupun sebenarnya sela enggan mengundang mereka namun hal itu akan mengundang rumor bahwa duches tidak rukun dengan keluarga nya dan sela tidak ingin semua orang tahu akan hal itu.
"Nyonya, bagaimana dengan bunga mawar ini nyonya?" Tanya nia sembari memegang banyak tangkai bunga mawar merah yang segar.
"Itu letakan saja divas disetiap sudut kastil," jawab sela.
"Baik nyonya."
"Hans, tolong kirimkan undangan pesta ini," ujar sela menatap hans sambil memberikan beberapa surat undangan pesta itu.
"Baik nyonya, saya akan kirimkan ini segera."
"Ini sangat melelahkan," gumam sela menghela napas perlahan.
"Aku kan sudah bilang jangan memaksakan diri mu, Serahkan saja pada pelayan," sahut duke yang tiba tiba muncul dibelakang sela.
"Tidak, ini sudah seperti kewajiban ku sebagai duches," ujar sela menatap duke.
"Beristirahat lah sebentar."
"Ya kau benar, kalau begitu aku akan istirahat sebentar saja," ucap sela melangkah pergi kekamar nya.
Keesokan harinya pada pukul delapan malam pesta perayaan kehamilan duches telah tiba. Semua orang yang diundang turut hadir memeriahkan pesta itu termasuk keluarga greas. Setelah mendapat surat undangan pesta dari anak perempuan nya sela dan duke ia tidak bisa menolak undangan itu.
Alunan musik serta hura-hari dari tamu begitu terdengar. Semua orang tampak senang karena mendapat undangan perayaan kehamilan sang duches, dan pada akhirnya duke akan mendapatkan keturunan nya.
Duke dan duches turun dari tangga dengan bergandengan seperti pasangan yang serasi. Semua mata tertuju pada mereka dan sela tampak tersipu malu ketika telah tiba di lantai bawah.
"Terima kasih karena telah datang ke pesta perayaan kehamilan duches, saya sangat senang dengan berita ini sehingga saya membuat pesta perayaan ini," ucap duke tersenyum.
"Jadi saya harap semua nya dapat bersenang senang dipesta saya," sambungnya bersamaan dengan tepuk tangan meriah dari para tamu yang hadir.
Alunan musik terdengar lebih keras dan semua pasangan melangkah menuju lantai dansa. Mereka menari dengan alunan dibawah sinar lampu kastil yang terang.
"Aku berharap kalau aku bisa berdansa dengan mu, tapi dokter itu bilang kondisi janin mu sedang lemah dan tidak bisa berdansa," gerutu duke dengan wajah kecewa. Membuat sela hampir tertawa saat melihat tingkah laku nya yang seperti anak kecil.
"Kau benar-benar ayah yang baik, aku beruntung memiliki mu," ujar sela memeluk lengan duke sambil memejamkan matanya.
"Aku juga beruntung."
"Halo duke, bagaimana kabar anda?" Ucap count greas yang tiba-tiba ada dihadapan mereka sambil memberi hormat.
"Saya baik-baik saja." Jawab duke menganggukan kepalanya.
"Sela, sudah lama tidak bertemu dengan mu, bagaimana kabar mu?"Tanya count greas tersenyum paksa menatap sela.
Rasa takut menggerogoti tubuhnya hingga tangan nya gemetar dan mempererat genggaman tangannya pada lengan duke. Rasa nya ia tidak ingin bertemu dengan ayahnya itu.
"Sa-saya baik-baik saja," balas nya terbata-bata.
"Duke, bisakah kami bicara berdua saja?"
"Ta-tapi-"
"Tidak apa-apa duke, saya akan menyusul anda nanti," ucap sela tersenyum paksa.
"Baiklah kalau begitu mari ikuti saya duches," ujar count greas mengulurkan tangannya.
Dengan gemetar sela menerima uluran tangan itu.
"Ayo."
Mereka pun melangkah menuju balkon kastil dan meninggal duke sendirian. Balkon kastil merupakan tempat yang sepi dan cocok untuk membicarakan sesuatu.
"Apa yang kau inginkan?" Tanya sela tanpa basa-basi. Ia tahu betul bahwa count mencoba meminta sesuatu darinya.
"Kau sungguh peka ya," balas count greas menyeringai.
"Mintalah pada duke untuk membebaskan lion dari hukuman nya," sambung count greas.
Sela mengeryit kan alisnya dengan perasaan kesal. Ia merasa tidak adil akan perilaku count pada anak-anak nya, ia terlalu pilih kasih.
"Tidak, aku tidak akan melakukan nya."
"Apa?!" Count terkejut mendengar jawaban sela. "Dasar anak pembangkang! Bagaimana bisa kau bersikap sombong seperti itu."
"Ayah, hukuman lion itu sudah cukup ringan bagi seseorang yang telah berani mengambil kedudukan duke," timpal sela dengan geram.
"Dasar jalang! Kau seharusnya akan posisimu, jika bukan karena aku kau tidak akan sampai diposisi ini!" Teriak count greas.
"Benar, kau lah yang menjual ku untuk dapat menyelamatkan anak kesayangan mu dari perang itu." Sela menyeringai menatap tajam count greas.
"Jika saja aku tahu kau akan seperti ini, maka aku akan mem-"
"Membunuhku? Kau selalu mengatakan hal itu lalu kenapa kau tidak melakukan nya!" Pekik sela dengan napas tersengal sengal, ia merasa muak sangat muak dengan perkataan ayahnya itu.
"Kenapa kau tidak membunuhku sejak aku lahir kenapa? Apa karena aku mirip dengan ibu ku, jadi kau tidak bisa membunuhku begitukah."
Count greas hanya menatap sela dengan terkejut.
"Aku hanya ingin kasih sayang dari mu saja sebagai seorang ayah tapi kau terus mengabaikan aku seolah olah aku tidak ada, hanya itu, hanya kasih sayang darimu," ucap sela membasahi kedua pipinya.
"Dan tentang kematian ibu, itu bukan lah kesalahan ku tapi kau terus membuat itu adalah kesalahan ku," sambungnya.
"Sela kau-" Ucapan count greas terhenti dengan perasaan menyesal.
"Ayah aku tidak ingin membicarakan hal ini lagi, aku akan pergi." Sela berlari meninggalkan tempat itu sambil mengusap air matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments