penyusup masuk ke kastil

Saat malam nya sela duduk diranjang dengan membaca buku mengenai naga penjaga wilayah quers.

"Nyonya anda sudah sibuk sejak pagi tadi jadi beristirahatlah sekarang jangan sampai saya marah karena anda tidak mendengarkan saya".gerutu nia sambil mengambil buku yang digenggam sela lalu menyelimuti sela.

"Nia aku tidak apa apa,aku tidak lelah".

"Tidak,nanti anda akan sakit anda butuh istirahat yang cukup.baiklah saya akan pergi dan mematikan lampunya ya".ujar nia mematikan lampu dan melangkah keluar dari kamar.

'Aku merasa senang berada disini,semua orang sangat baik padaku'.pikir sela kemudian memejam kan matanya.

Keesokan paginya sela pergi kepertanian untuk melihat lihat.beberapa tanaman tampaknya berhasil di tanam dengan baik dan berkembang.

"Nyonya quers,ini untuk anda".ucap seorang anak sambil memberikan apel berwarna merah yang diambil setelah panen.sela pun mengambil itu sambil tersenyum.

"Terima kasih nak".ujarnya kemudian anak itu berlari pergi kearah perkebunan

"Nyonya saya sangat berterima kasih pada anda karena telah menjaga wilayah quers menjadi baik setelah grand duke pergi berperang".kata hans  yang merupakan butler yang sedari tadi berdiri disamping sela.

"Itu semua adalah kewajibanku sebagai duches yang menjaga wilayah quers dan orang yang tinggal diwilayah quers".ucapnya

"Kapan grand duke akan pulang?".lanjut sela.

"Saya juga tidak tahu nyonya,namun saya harap tuan dapat pulang dengan selamat".

"Saya dengar keluarga quers memiliki batu permata yang merupakan hati naga penjaga quers ya,apa itu semua benar?".

"Benar nyonya,namun saya belum pernah melihatnya mereka bilang batu pemata itu memiliki semacam kekuatan".

"Kekuatan?saya tidak pernah mendengar itu".

"Itu karena,hanya keluarga quers saja yang mengetahui ini".

Mendengar hal itu sela terdiam sejenak, ia berpikir mungkin saja kakak nya mengincar batu permata itu hanya karena kekuatan yang ada dibatu permata tersebut.

Saat malam hari sela tampak tertidur lelap dikamar nya.dengan cahaya remang remang dari lilin yang dinyalakan oleh pelayan nya.

PRANG!!

sela terkejut mendengar suara itu,hati nya berdegup kencang ia terbangun dari tidurnya. ternyata seorang penyusup masuk dari jendela kamar.dia tidak mengetahui siapa penyusup itu.dengan gerakan yang gesit penyusup itu mengarahkan pedang nya keleher sela.melihat itu sela menelan ludahnya dengan kasar hatinya semakin berdetak lebih kencang ia merasakan ketakutan sehingga tubuhnya gemetar.ia melihat penyusup itu menggunakan topeng.

"Sudah ku katakan jika kau tidak memberikan ku batu permata itu,maka aku tidak akan tinggal diam saja".ucap penyusup itu dengan suara yang familiar.

"Kau sungguh tidak sabaran ya lion".ucap sela menatap nya dengan tatapan tajam.

"Kesabaran ku ada batas nya,kau tidak mengirim balasan surat dariku jadi aku harus melakukan ini".

"Tapi aku peringatkan padamu lion,kau tidak akan mendapatkan apa yang kau mau karena batu itu berada dengan duke sekarang".ucap sela menyeringai sehingga membuat lion menjadi kesal dan mencengkram leher sela dengan kuat.sela terus berontak tapi kekuatan lion semakin kuat.

"berani berani nya kau meremehkan ku sela!".teriak lion menggema diruangan itu.akan tetapi sela tetap mencoba berontak,namun prajurit masuk secara paksa kekamar sela.lion yang melihat itu dengan gesit bergerak keluar dari jendela.sela bernapas tersengal sengal sembari memegang lehernya.

"Duches apa anda tidak apa apa?".ucap kapten prajurit padanya.

"Saya sudah tidak apa apa,tapi saya ingin anda menguatkan keamanan dikastil setelah kejadian ini".pinta sela masih terkejut dengan kejadian yang dialami nya barusan.

"Baik nyonya,semua nya cari penyusup itu disekitar kastil sekarang cepat!".kata kapten prajurit kemudian pergi dari kamar itu.

'Lion, aku tidak akan membiarkanmu begitu saja'.batin sela dengan marah.

Keesokan harinya terlihat beberapa prajurit berjaga jaga disekitar kastil memastikan bahwa penyusup tidak akan datang lagi.sela masih terbaring diranjangnya dengan nia yang mengoleskan salep ke leher sela.beberapa luka lebam dileher sela akibat kejadian semalam.

'Hiks...hiks...'

"Nyonya jika saja saya tahu akan terjadi seperti ini maka saya tidak akan meninggalkan anda sendirian dikamar." Nia menangis tersedu sedu merasa ini adalah kesalahan nya.

"Nia berhentilah menangis, ini bukan salah kamu jadi jangan merasa bersalah atas kejadian ini."

'Ini semua adalah salah lion,lion yang bertanggung jawab atas kejadian malam tadi.' Batin sela masih meringis kesakitan pada bekas lebam dilehernya.

"Anda tidak perlu khawatir nyonya,kapten telah meningkatkan keamanan disekitar kastil jadi mungkin ia tidak akan bisa menerobos masuk lagi." Ujar butler kepada sela.

"Kalau begitu saya serahkan tugas lahan pertanian padamu butler,aku tidak bisa pergi kesana dalam kondisi seperti ini."

"Baiklah nyonya, serahkan saja pada saya."

"Tuan butler, saya rasa nyonya butuh seorang pengawal yang siap melindungi nyonya.bagaimanapun kita harus melindungi nyonya kita dari penjahat itu." Saran nia meyakinkan butler tentang idenya itu.

"Nia,itu tidaklah perlu." Sela Menolak ide yang diberikan nia karena menurutnya itu terlalu berlebihan.

"Yang dikatakan nia benar nyonya, saya juga berpikir akan mencari pengawal bagi nyonya."

"T-tapi butler say-"

"Nyonya harus menerima keputusan kami untuk melindungi anda!." Omel nia agar sela menyetujui hal tersebut.

Sela menghela napas sejenak dan memijit pelipisnya.

"Baiklah aku setuju."

"Kalau begitu saya akan siapkan pengawal untuk nyonya." Kata butler lalu pergi dari kamar sela.

"Nyonya,apa anda melihat wajah penyusup yang menerobos masuk kekamar anda semalam?" Tanya nia penasaran, nia tahu bahwa sela seperti menyembunyikan sesuatu padanya.

"entahlah aku juga tidak yakin,tapi kurasa mungkin itu lion."

Nia terkejut ketika mendengarnya,tentu saja lion akan melakukan segala hal untuk mendapatkan apapun yang ia inginkan tapi bagaimanapun menerobos masuk ke ke kediaman seorang duke yang memiliki pendukung kaisar merupakan perbuatan yang tidak bisa dimaafkan.

"Saya terkejut tuan muda bisa menerobos masuk kedalam,bagaimana pun kita harus mengatakannya pada duke."

"Tidak nia,duke sekarang sedang berperang diperbatasan melawan orang bar-bar, jadi saya tidak ingin lebih merepotkan nya."

"Jangan biarkan seluruh orang dikastil tahu mengenai ini," lanjut sela menatap nia dengan serius.

Sela masih merasa sakit dibagian lehernya dan perasaan kesal pada lion membuatnya ingin sekali membunuh sang kakak.namun niatan itu diabaikan karena ia tahu bahwa ia tidak akan bisa melakukan itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!