Kini sela duduk ditepi ranjang bersama pelayan nia yang berada disampingnya,sedangkan kapten marco berjaga jaga diluar pintu kamar.nia merasa kasian pada duches karena mendapat perilaku buruk dari keluarganya.sejak sela kecil, nia selalu berada disisinya hingga sekarang nia masih berada disisi sela jadi tentu saja ikatan yang erat terjalin terhadap mereka berdua.
"Nyonya,ini sungguh keterlaluan.sebagai seorang duches tentu saja anda harus dihormati namun tuan muda lion malah bersikap tidak sopan pada anda dan berteriak dikastil anda," gerutu nia kesal pada lion. Ia berharap jika duches akan memberikan lion hukuman karena ketidak sopannya itu terhadap duches.
"Itu tidak perlu,namun aku sedikit curiga kepada Andrew.bisakah kau membantu ku?"
Alis nia mengeryit,ia bingung ada apa dengan tuan muda Andrew kenapa nyonya begitu penasaran pada tuan muda andrew.
"Tentu saja saya akan membantu anda,tapi apa itu."
"Tolong cari kan seseorang untuk mengawasi Andrew.aku sedikit curiga pada Andrew kenapa ia berubah," sela menatap pada pelayan nia dengan keyakinan,ia berharap bisa menemukan sesuatu nanti.
"Baik nyonya,"
'Aku tidak akan membiarkan permata itu jatuh ke tangan keluarga greas,' batin sela dengan tekadnya yang bulat.
Kini angin malam berhembus dingin sehingga terasa ditubuh sela yang sedang berdiri dibalkon kamarnya,ia menatap bintang bintang yang berhamburan dilangit dan terlihat begitu indah dari bawah.ia tidak bisa tidur karena masih teringat mimpi nya tentang duke yang tertusuk pedang dihadapan nya.sela berharap jika duke membalas suratnya segera, tak lama kemudian seekor burung merpati terbang dari barat dan hinggap di pagar balkon.sela melihat sebuah surat dikaki burung tersebut lalu mengambil nya dan melepaskan burung itu lagi, ia berpikir mungkin lion yang mengirimkan nya namun tebakan nya itu salah.ternyata itu balasan surat dari duke.
Surat itu berisi bahwa duke baik baik saja dan mungkin akan pulang beberapa hari lagi.sela senang mendapat surat itu walaupun surat yang singkat, namun ia merasa lega mendengar bahwa duke baik baik saja.
"Syukurlah duke baik baik saja," ujarnya sambil memeluk surat itu dengan perasaan senang.
Sela melangkah masuk kedalaman kamarnya dan duduk di tepi ranjangnya,kini rasa khawatir nya telah menghilang.ia meletakkan surat itu didalam laci meja disamping ranjang nya.kini ia bisa tidur dengan tenang tanpa rasa cemas pada keadaan duke.
Ditempat lain
Terlihat duke rayen quers duduk ditepi danau dengan burung merpati yang bertengger dibahunya.ia menatap bintang bintang dilangit yang indah diperbatasan.tak beberapa lama seseorang berjuba hitam bak seperti kesatria bayangan menghampiri duke dari arah belakang. Ia memberi hormat lalu mendongak menatap duke yang duduk membelakaginya.
"Bagaimana dengan duches?," tanya duke masih menatap langit seperti nya ia takjub pada bintang bintang dilangit.
"Duches baik baik saja tuan,namun siang tadi tuan muda lion mengunjungi duches.ia sepertinya marah lalu berteriak pada duches," jawab kesatria itu.
"Bagaimana pria itu bisa bersikap tidak sopan pada duches diwilayah ku," gerutu duke menggepal kan tangannya menahan kekesalan setelah mendengar bahwa seseorang telah berani berteriak pada istrinya.
"Saya tidak tahu apa yang mereka bicara kan duke,namun duches bersikap begitu tenang ketika tuan muda lion berteriak dihadapan nya."
Duke menyeringai ketika mendengarkan perkataan dari kesatria itu.
"Wanita yang menarik,dia memang pantas menjadi duches ku,"
"Terus awasi dia jangan biarkan lion datang lagi kekastil," pinta duke kepada kesatria itu.ia terlihat kesal pada sikap lion karena tidak menghormati duches,sebenarnya duke tahu bahwa hubungan sela dan keluarganya tidak lah bagus makanya ia dijual oleh count greas kepada duke demi menyelamatkan anak pertamanya dari perang untuk memperebutkan wilayah.
'Apa dia sudah tidur,apa dia membaca balasan surat dari ku?' Pertanyaan demi Pertanyaan terlintas dibenak duke. Seperti nya ia mengkhawatirkan sela yang berada di kastil yang memiliki tanggung jawab mengurus kastil sebesar itu dengan tubuh kecil yang lemah.
Keesokan harinya
"Nyonya,ayo bangun saya akan membantu anda bersiap siap," ujar nia membuka tirai jendela kamar sehingga cahaya matahari memantulkan cahaya nya.
"Uhm..sebentar lagi nia," jawab sela menarik selimutnya hingga menutup kepalanya.ia masih ingin tidur lebih lama hari ini, namun sela lupa bahwa ia sudah berjanji untuk mengunjungi toko pakaian. karena bajunya sudah tidak muat lagi untuk seorang ibu hamil.
"Nyonya, apa anda lupa untuk mengunjungi toko baju hari ini," nia menarik selimut majikannya itu mencoba mengingat kan majikan nya bahwa sela sudah ada janji hari ini.
"Benar! aku hampir lupa," teriak sela beringsut duduk dan terkejut bahwa ia sudah melupakan janjinya.ia tidak ingin melupakan janjinya dan ingin melihat bajunya.sebelumnya ia telah meminta seorang penjahit untuk membuatkan nya baju sesuai dengan ukuran nya sekarang dan juga pakaian tidur anak bayi,ia tidak sabar melihat itu.
Ia pun bersiap siap untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pergi ke toko pakaian dikota.terlihat beberapa makanan telah disajikan.
"Selamat pagi nyonya, saya harap makanan nya sesuai dengan selera anda," tukas hans memberi hormat. Hans telah bekerja keras untuk menghidangkan makanan hari ini.karena koki kastil jatuh sakit sehingga membuat hans bekerja untuk menghidangkan makanan untuk sela. Walaupun hans terlihat sudah tua namun ia masih begitu kuat mengurus kastil sebesar ini.
"Terima kasih hans, aku beruntung karena kau telah bekerja keras disisiku," puji sela dengan tersenyum pada hans.
Hans terlihat begitu senang ketika mendapat pujian kecil dari duches,wajahnya terlihat berseri seri.semenjak mendiang duke dan duches meninggal, ia tidak pernah mendapatkan pujian lagi karena duke rayen adalah orang yang dingin dan cuek, jadi hans merasa begitu senang jika mendapat pujian dari majikannya itu.
"Sama sama duches, itu sudah kewajiban saya dan jika duches ingin sesuatu katakan saja pada saya maka saya akan membantu anda."
"Um..aku ingin makan mangga muda nanti siang."
"Tentu saja,saya akan memberikan nya pada anda nanti," jawab hans dengan tersenyum senang pada duches.
"Baiklah setelah saya sarapan saya akan pergi jadi saya minta pada mu untuk menjaga kastil selagi aku pergi,"
"Baik nyonya, saya akan mengatakan kepada kapten marco untuk pergi mengawal anda," ujar hans pada duches. Sebenarnya sela tidak begitu senang kalau dikawal kemana pun.
"Itu tidak perlu hans, aku akan pergi bersama nia saja."
"Nyonya itu berbahaya, jika nanti ada penjahat atau penyusup yang bisa membahayakan anda bagaimana," ucap hans mengkhawatirkan majikannya, ia tidak bisa membiarkan duches pergi sendiri karena bisa bahaya bagi anak yang kandung ataupun duches sendiri.
"Itu benar nyonya, jadi mohon bawah kapten marco bersama kita," timpal nia setuju dengan ide hans.
Tentu saja setelah mendengar itu sela tidak bisa menolak usulan mereka, Karena mereka lah yang sangat peduli pada nya dikastil ini. Di kediaman greas sela tidak pernah mendapatkan rasa peduli serta kasih sayang untuk nya, kecuali nia yang selalu berada disisinya dari usianya 10 tahun hingga sekarang.
"Baiklah sesuai permintaan Kalian."
"Kalau begitu saya akan menyiapkan keretanya nyonya," Lanjut nia lalu pergi dari ruang jamuan. Sela pun melanjutkan makanan nya dengan santai.
Kapten marco adalah salah satu kesatria naga quers yang kehebatannya sudah diakui oleh kaisar. Ada 4 kesatria naga dan ketiganya sedang mengikuti duke untuk menjaga perbatasan, dan kapten marco ditugaskan untuk menjaga kastil dan wilayah quers dari serangan monster.
Kereta kuda berlambang naga berkepala dua atau disebut lambang keluarga quers, sedang terparkir disalah satu toko pakaian terkenal di ibu kota. Duches turun dari kereta itu dengan pelayan nia dan kapten marco yang ikut mengawal sang majikan. Mereka masuk ke toko itu dan melihat betapa cantiknya gaun sutra berenda dipajang ditoko itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments