tidak percaya

Nia pun pergi dari kamar duches untuk memanggil hans. Nia tahu jika duches sedang menyembunyikan sesuatu darinya namun ia tidak akan memaksa duches untuk mengatakan nya. Sedangkan sela masih terlihat murung mengenai duke yang terlihat tidak percaya padanya.

Ditempat lain.

Andrew, lion dan count greas sedang sarapan pagi bersama pagi itu. Sebenarnya mereka jarang sekali berkumpul seperti itu. Karena semuanya sibuk dengan dunia nya masing-masing.

"Ekhem andrew, ayah ingin mengatakan ini pada mu," ujar count greas pada Andrew.

"Apa itu ayah? Katakan saja padaku," balas andrew menatap count greas.

"Ayah ingin memberikan tambang emas di sefran."

Ucapan itu membuat lion terkejut, ia tidak menyangka jika ayahnya memberikan tambang emas yang sudah lama ia kelola.

"Ayah! Bagaimana anda bisa memberikan itu pada kakak, selama ini saya lah yang telah menjaga tambang itu," selah lion merasa kesal jika miliknya diambil oleh orang lain. Sebenarnya lion dan sela memiliki nasib yang sama, mereka tidak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ayah karena count greas hanya menyayangi andrew. Namun berbeda dengan sela, lion masih mendapatkan kehidupan yang inginkan serta kehormatan dari keluarga greas.

"Diam! Baj*ngan ini, untuk apa aku memberikan tambang itu pada pembuat onar seperti mu!"  Gertak count greas kepada lion.

Lion terlihat begitu sedih mendengar hal itu dari ayahnya. Andrew menyadari perasaan lion, sebagai orang yang telah lama menjaga tambang itu lalu mendengar bahwa tambang itu akan di ambil alih oleh orang lain tentu saja membuat nya sedih.

"Ayah saya tidak menginginkan tambang itu," balas andrew sambil menyantap makanannya.

"Apa! Tapi kenapa, tambang itu bisa menghasilkan uang untuk mu," tukas count greas dengan terkejut mendengar bahwa andrew tidak menginginkan itu.

"Saya baru pulang dan saya tidak ingin menyibukkan diri saya, lagipula saya tidak ahli dalam hal seperti itu."

"Jika anda tidak bisa maka anda bisa belajar," jawab count greas memaksa andrew untuk mengambil alih tambang emas miliknya.

"Sebenarnya saya memiliki rencana lain, jadi saya harap ayah bisa mendukung saya," balas andrew menatap lion yang tengah bingung kenapa kakaknya tidak menginginkan hal itu namun ia merasa lega jika kakaknya benar benar tidak menginginkan tambang emas yang telah ia kelola sejak lama.

"Baiklah jika itu yang kau mau, aku akan terus mendukung nak." Count greas tersenyum pada Andrew. Semenjak ibu dan kakaknya pergi lion tidak pernah melihat ayahnya tersenyum , jadi itu kali pertama nya ia melihat count tersenyum. Namun bukan kepada nya melainkan tersenyum kepada kakak nya. Sebenarnya lion adalah orang yang haus kasih sayang sehingga ia membuat onar untuk mendapat perhatian dari count, sungguh anak yang malang.

Setelah selesai sarapan lion kembali ke kamar nya.

Brak!

Ia menutup pintu kamar dengan begitu keras, ia begitu kesal pada ayahnya karena ingin memberikan tambang emas miliknya kepada kakaknya andrew. Lion mengepal kan tangannya menahan segala kekesalan nya itu, ia melihat vas bunga yang berada disamping pintu dan mengambilnya.

Prang!

Ia melemparkan vas itu kelantai sehingga pecahan kaca vas berserakan dilantai. Ia tidak menyangka ayahnya sangat begitu menyayangi andrew daripada dirinya. Selama ini ia selalu berusaha patuh kepada ayahnya namun ayahnya tidak pernah menoleh kepada lion sedikit pun. Hal itu lah membuat lion menjadi orang yang membuat onar karena hanya ingin mendapatkan perhatian ayahnya, hanya itu. Namun apa yang ia dapatkan tidak ada.

"Lihat saja! Aku akan mengambil permata itu dan menjadi penguasa wilayah quers!" Pekik lion dengan perasaan marah yang menyelimuti dirinya.

Saat malam harinya

Sela tidak bisa tidur malam itu, ia berjalan jalan menuju taman kastil untuk menghirup udara malam hari. Ia duduk dibangku taman sendirian sambil menghirup udara malam yang dingin. Sebenarnya sela masih memikirkan kejadian saat duke memanggil nya ke ruang kerja duke. Sela menghela napas sambil menutup matanya.

"Duches, apa yang anda lakukan disini," sahut duke berdiri dihadapan sela, ia tidak menyadari saat duke menghampiri nya.

"D-duke," jawab sela terkejut ketika melihat pria itu dihadapan nya. Grand duke duduk disamping sela.

"Apa yang sedang anda lakukan disini?."

"S-saya tidak bisa tidur jadi saya berjalan jalan menghirup udara," jawab sela terbata bata. Ia merasa gugup saat berada disamping duke.

"Tapi ini sangat dingin, tidak baik untuk kandungan anda." Duke terlihat khawatir pada sela.

"Duke apa anda menghindari saya?" Tanya sela menatap duke sehingga mereka saling menatap.

"Saya tidak menghindari anda, saya hanya sibuk saja," tutur duke berbohong kepada sela. Sebenarnya ia memang sedang menghindari sela beberapa hari yang lalu. Ia merasa kecewa jika melihat duches sela karena ia tahu bahwa sela tidak mengandung anaknya.

"Jadi begitu ya." Sela merasa lega ketika duke mengatakan itu. Semenjak kejadian sela merasa sedih karena duke selalu menghindari nya.

"Duke, saya tidak pernah memiliki hubungan dengan siapa pun sebelum menikah dan setelah menikah." Sela mencoba menjelaskan nya pada duke dan ia berharap jika duke percaya padanya. Memang benar sela tidak pernah memiliki hubungan dengan pria lain sebelum menikah karena count greas melarang sela untuk keluar sehingga ia tidak memiliki teman kecuali Tina. Karena ayah Tina dan count greas adalah teman yang akrab.

"Maaf duches, saya tidak percaya begitu saja, buktinya sudah jelas jika itu bukan darah quers," tukas duke merasa ragu dengan ucapan sela. Sebenarnya ia tahu jika sela tidak pernah memiliki hubungan dengan pria lain namun ia masih merasa ragu untuk percaya pada sela karena buktinya sudah jelas jika tidak ada tanda naga dileher sela, dan itu berarti bahwa anak yang dikandungan nya bukan lah darah quers.

"Jika duches tidak ingin mengatakan nya Baiklah saya tidak akan memaksa duches untuk mengatakan nya," Lanjut duke lalu bangkit dari duduknya.

"Duke percayalah pada saya, say-."

"Duches ini sudah malam, kembali lah ke kamar anda." Selah duke melangkah pergi meninggalkan sela yang masih duduk dibangku taman sendirian.

'Duke kenapa anda tidak percaya pada saya' batin sela merasa sedih hingga membasahi pipinya dengan air mata nya jatuh.

Keesokan harinya Sela duduk bersantai dikamar nya, ia tidak ingin memikirkan masalah apapun karena ia tidak ingin begitu stres sehingga membahayakan kesehatan nya. Hari itu cuaca tidak begitu bagus, angin berhembus dengan kencang dan awan hitam tampak dilangit langit, mungkin hari ini akan turun hujan.

"Selamat pagi nyonya," sapa kapten marco memberi hormat lalu mendongak.

"Apa anda sudah pulih kapten marco?." Tanya sela menatap kapten marco dengan senyuman.

"Iya saya sudah pulih beberapa hari yang lalu nyonya, karena ada beberapa tugas yang harus saya kerjakan, jadi saya tidak menemui anda. Maafkan saya nyonya," ujar kapten marco. Sebelumnya ia diberi pelatihan tambahan karena tidak menjaga nyonya dengan baik ketika sedang dirampok. Jadi beberapa hari yang lalu kapten marco telah diganti oleh kesatria lain untuk mengawal duches. Namun ia tetap ingin menjaga duches sehingga ia meminta duke untuk membiarkan nya berada disisi duches Untuk menebus kesalahannya.

"Anda tidak perlu meminta maaf, seharusnya saya lah yang mengucapkan terima kasih karena telah menolong saya," ucap sela membuat kapten marco tersentuh dengan ucapan majikannya itu.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!