menangkap lion

Sela membuka mata nya terbangun di gua gelap, ia duduk bersandar di dinding gua. Ia tidak melihat duke didalam gua tersebut.

'Dimana duke?' Sela bertanya tanya dibenaknya sambil berdiri mencoba keluar dari gua untuk mencari duke.

Namun tak lama kemudian duke menghampiri nya sambil membawa dua buah apel ditangannya.

"Kau sudah bangun rupanya, aku membawa apel untuk mu," ujar nya memberikan satu apel pada sela dan memapahnya untuk duduk.

"Makan lah dulu," sambungnya tersenyum. Sela sekilas menatap pria itu lalu memakan buah apel yang diberikan oleh duke.

"Sela aku sungguh minta maaf karena tidak percaya bahwa anak itu adalah anak ku," sesal duke menatap ke bawah. Ia sungguh menyesal setelah melihat bukti tanda dipunggung sela.

"Apa dipunggung saya benar-benar ada tanda naga duke?" Tanya sela penasaran. Sebelumnya duke mengatakan jika tanda itu hanya terletak dileher namun apa kah tandanya memang terletak di bagian mana saja.

"Ya, bahkan tanda itu berada dipunggung dengan naga berkepala dua. Itu artinya bahwa anak ini merupakan penguasa hebat yang akan memiliki kekuatan yang luar biasa," jawab duke.

"Kejadian ini hanya terjadi pada nenek moyang kami dan aku cukup terkejut bahwa kau mendapat kan nya," sambungnya.

Sela menghela napas lega sambil tersenyum, ia merasa senang karena duke akhirnya percaya bahwa anak itu adalah anaknya.

"Maafkan aku duches," ucapnya sekali lagi dengan rasa menyesal.

"Tidak masalah duke, yang terpenting sekarang anda tahu kebenaran nya." Sela membelai wajah duke sambil tersenyum hangat. Rasa yang tidak pernah duke rasakan yaitu kasih sayang.

"Duke kita harus segera keluar dari tempat ini, mungkin kakak saya akan segera menangkap kita jika kita tidak bergegas keluar," sambungnya.

Duke mengangguk menyetujui perkataan sela. Ia segera membantu sela untuk naik ke kudanya dan segera pergi dari gua itu. Kuda terus berjalan menyusuri hutan menuju wilayah quers. Hingga di ujung hutan mereka berhasil mengepung duke dan duches. Sela merasa ketakutan ketika mendapati kakaknya berdiri didepan nya.

"Jangan khawatir duches, bantuan akan segera tiba karena saya telah memberi sinyal bagi prajurit quers. " bisik duke menenangkan sela agar tidak takut apa pun yang terjadi.

"Duke kau tidak bisa kemana lagi sekarang, jadi menyerah lah!" Teriak lion mengepung tempat itu.

"Aku sudah memberikan apa yang kau mau jadi biarkan kami pergi!" Pekik duke mengibaskan pedangnya.

"Kau pikir aku sebodoh itu, aku ingin nyawa mu supaya aku bisa menjadi penguasa wilayah quers. " ujar lion tersenyum lebar dengan mata yang melotot. Dia sudah seperti orang gila,pikir sela.

Duke terkekeh mendengar perkataan lion, ya itu cukup membuatnya kesal dan memberi waktu bagi prajurit quers untuk datang membantu duke.

"Kau! Apa yang kau tertawakan!" Pekik lion kesal sembari mengarahkan pedang nya ke arah duke.

"Tuan muda lion sadarlah, wilayah quers bukan lah milik mu," duke menyeringai.

"Kau!" Geram lion mengatupkan giginya. Namun terlambat prajurit quers datang tepat pada waktunya dan segera menyerang prajurit lion dengan gerakan gesit.

Lion yang mencoba menghindari perlawanan kapten marco terjatuh dari kudanya cukup keras, ia menahan bahu kanannya akibat sayatan pedang dari kapten marco. Dengan gerakan gesit kapten marco langsung menangkapnya hingga tidak bisa terlepas.

"Baj*ngan kau duke rayen! " Pekik lion berontak namun kapten marco terus menahan nya.

Sela yang melihat itu cukup terkejut namun itu semua adalah salah lion. Dan ia beruntung karena telah memilih pilihan yang tepat untuk tidak memberikan batu permata itu pada lion.

"Kau itu bodoh lion, kau bahkan tidak tahu permata yang asli dan yang palsu, bagaimana kau bisa menjadi penguasa wilayah quers," tukas duke meremehkan lion. Ia tahu betul bahwa lion hanya terobsesi untuk menjadi penguasa wilayah.

"Jadi batu ini palsu," lion terkejut. Siapa yang tahu bahwa batu itu palsu.

"Tentu saja, untuk apa aku memberikan nya padamu,"

"Kapten marco bawa dia ke kastil," Perintah duke lalu pergi berjalan menuju kastil quers. Ia sangat mengkhawatirkan duches yang terlihat kelelahan.

"Duches kita akan pulang ke kastil segera," duke mempercepat langkah kudanya. Hari itu sangat lah melelahkan untuk sela, ia tidak ingin memikirkan apa pun sekarang.

Setelah kejadian itu duke memerintahkan kapten marco membawa lion pada keluarga nya untuk segera mendapat hukuman karena merencanakan pembunuhan terhadap duke. Ia di beri hukuman pengasingan di wilayah lain, dan andrew terus mengirim surat meminta maaf atas nama lion pada sela dan duke.

"Duches anda harus beristirahat," ucap duke mengambil buku novel yang dipegang oleh duches.

"Saya belum lelah duke," balas sela. Namun duke tidak menghiraukan perkataan nya dan segera menyelimuti sela dengan lembut.

"Tidurlah duches, ini sudah malam."

Setelah kejadian itu duke bersikap sangat lembut pada sela. Ia selalu mengkhawatirkan hal kecil pada sela, mungkin ia tidak ingin terjadi apa apa pada kandungan sela.

"Baiklah, bagaimana kabar lion apa dia baik-baik saja?"

"Ya dia baik baik saja, kau tidak perlu khawatir tentang nya," ucap duke duduk ditepi ranjang.

"Ya saya harap dia baik-baik saja dan sadar akan kesalahan nya."

"Besok aku akan mengajak mu piknik di tepi danau, bagaimana apa kau ingin ikut bersama ku?" Tanya duke segera mengalihkan topik pembicaraan nya.

"Piknik? Itu ide yang bagus aku akan ikut bersama mu duke," balas sela tersenyum pada duke.

Keesokan harinya setelah sarapan pagi duke dan duches pergi ke sebuah desa terpencil di sebuah ibu kota. Desa yang indah dan mereka sampai disebuah danau yang airnya sangat jernih dan terlihat beberapa angsa bermain di danau itu.

Sela menghirup udara sejuk itu sesekali memejamkan matanya.

"Ini tempat yang indah duke," ujar sela senang.

Duke meletakkan karpet di tepi danau itu sebagai alas tempat duduk mereka,tak lupa duke juga menaruh beberapa cemilan.

"Iya aku tahu kau akan menyukainya duches."

Sela pun duduk diatas karpet yang telah disediakan oleh duke dan menatap danau dihadapan nya.

"Bagaimana kau tahu tempat ini?" Tanya sela penasaran sambil menatap duke. Tentu saja ia penasaran karena sepertinya tidak banyak orang yang tahu tentang danau ini karena tempat nya ditengah hutan.

"Ya aku tahu sejak kecil, ayah dan ibu ku sering mengajak ku kemari untuk bersantai. Kami akan memancing dan piknik di tempat ini." Ucap duke menatap danau dengan menyinggung kan senyuman yang tidak pernah sela lihat. Senyuman yang menawan, pikir sela.

"Apa kau merindukan mendiang duke dan duches?" Tanya sela.

"Ya sangat rindu."

"Bagaimana besok kita ke pemakaman mendiang? Sejak saya menikah dengan anda kita tidak pernah menemui mendiang dipemakaman."

"Tentu kita akan pergi kesana besok," ujar duke menatap sela dengan penuh kehangatan.

Sela merasa bahwa duke adalah orang yang menyedihkan karena beliau kehilangan sesosok orang tua yang sangat ia sayangi. Duke pasti memiliki beban yang besar yang telah ditanggung nya selama ini,pikir sela.

"Duches maafkan saya karena tidak mempercayai anda, saya sangat menyesal dengan hal itu. Seharusnya sa-"

"Duke saya sudah memaafkan anda, lagipula sekarang anda telah tahu kebenaran nya itu saja sudah cukup duke," potong sela tersenyum menatap duke sambil memegang erat tangan duke.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!