kedatangan kembalinya duke

"Saya duches sela quers, senang bertemu dengan anda."

"Nyonya," ujar kapten marco menghampiri duches sambil menahan luka dilengan nya dengan satu tangan lainnya.

"Kapten marco! apa anda baik baik saja," ucap sela dengan rasa khawatir pada kapten marco, namun kapten marco terlihat tidak senang menatap marques nuel oliver. Marques yang menyadari tatapan kapten marco hanya membalas nya dengan senyuman, sehingga membuat kapten marco semakin curiga padanya.

"Sepertinya anda harus segera pulang duches, saya khawatir luka di kesatria anda bisa terinsfeksi," Kata marques nuel oliver kepada sela. Sebenarnya ia menyadari bahwa kapten marco tidak senang padanya.

"Baiklah, terimakasih karena telah menolong saya."

"Sama-sama, kalau begitu saya pergi dulu." Marques naik ke kudanya dan pergi bersama kesatria nya membawa kelompok perampok itu.

Sela pun segera melanjutkan perjalanan nya pulang ke kastil, ia tidak ingin luka kapten marco bertambah buruk. Dikereta terlihat kapten marco seperti menahan sakit pada lukanya.

"Nyonya, saya harap anda tidak akan melakukan hal berbahaya seperti itu lagi," gerutu kapten marco dengan perasaan khawatir jika duches terluka karena perampok itu.

"Saya tidak bisa membiarkan orang saya terluka begitu saja, kapten marco."

"Tapi nyonya! Yang dikatakan kapten marco benar. Apalagi anda sedang mengandung bagaimana anda bisa melakukan hal itu," timpal nia yang sedari tadi mengkhawatirkan majikannya, namun ia tidak bisa melakukan apa pun karena perintah duches untuk tidak keluar dari kereta.

"Baiklah, ini yang terakhir kalinya," jawab sela menghela napasnya. Ia tidak bisa menang melawan nia dan kapten marco, mereka adalah orang yang terpenting bagi sela karena mereka peduli padanya.

Kereta terus berjalan menuju kastil duke quers. Sela merasa lega setelah selamat dari kelompok perampok itu. Ia menatap cincin pernikahan di jari manis nya dengan tersenyum lebar.

"Ekhm nyonya, seperti nya anda harus menjaga jarak dengan marques," ujar kapten marco kepada sela sehingga membuat majikan nya itu bingung.

"Kenapa begitu, bukan kah marques adalah orang yang baik."

Sela tahu bahwa kapten marco adalah orang yang berhati hati dalam segala hal. namun ia berpikir kenapa kapten marco seperti sedang waspada pada marques, padahal marques adalah orang yang baik.

"Saya dengar ada rumor tentang marques yang sering menggoda Lady Lady bangsawan bahkan nyonya bangsawan yang sudah menikah," tutur kapten marco menatap duches dengan serius. Namun sela  terkekeh dengan perkataan kapten marco.

"Kapten marco anda tidak bisa percaya pada rumor itu," sela tertawa kecil setelah mendengar perkataan kapten marco mengenai rumor marques.

"Nyonya saya serius, anda harus berhati hati pada marques. " Kapten marco menatap sela dengan serius, ia ingin sela mempercayai nya.

"Baiklah kapten marco." Sela menuruti perkataan kapten marco, ia tahu bahwa kapten marco hanya khawatir padanya. Sebenarnya ia ingin mengundang marques untuk mengucapkan terima kasih setelah tiba dikastil namun setelah mendengar perkataan kapten marco, seperti nya sela hanya akan mengirim surat dan hadiah sebagai tanda terima kasih padanya.

Sudah beberapa hari setelah kejadian itu, sela juga mendapat surat balasan dari marques tentang perampok yang sudah dihukum. Ia merasa lega mendengar bahwa perampok nya sudah dijatuhkan hukuman.

"Nia, bagaimana dengan keadaan kapten marco?"  Tanya sela pada pelayan nia.

"Kapten marco baik baik saja, mungkin besok sudah bisa beraktivitas seperti biasanya lagi," jawab nia pada sela. Sebelumnya kapten marco menjalani pemulihan di klinik kastil akibat luka yang diterimanya ketika melawan perampok itu.

"Syukurlah aku senang bisa mendengar nya baik baik saja, " ucapnya sambil membaca buku novel dikamarnya. Ia tidak pernah keluar dari kastil lagi setelah kejadian itu, karena hans tidak memberi izin pada nya untuk keluar karena khawatir jika terjadi sesuatu lagi pada sela.

Tidak lama kemudian

Brak!

 

Suara pintu terbuka dengan keras membuat sela terkejut. Ia melihat hans dengan napas tersengal sengal membuka pintu kamarnya.

"Nyonya! Duke telah kembali!" Teriak hans dengan terkejut. Sebelum nya ia telah melihat bendera keluarga quers dari jendela yang mendekati kastil. itu artinya pasukan kesatria quers telah kembali.

Mendengar hal itu membuat sela terkejut dan gugup, ia tidak pernah bicara pada duke atau pun bertemu dengan duke setelah menikah. Ia tidak tahu pasti wajah duke karena saat malam pertama ia tidak bisa melihat wajah duke karena kamar yang begitu gelap.

"Apa!." Sela berdiri dari duduk nya. Ia pun melangkah keluar kastil untuk menyambut kedatangan kembalinya pasukan quers.

Jalan nya tergesa gesa dan hati nya berdegup dengan kencang. Kini sela berdiri di depan gerbang kastil menyambut kedatangan duke kembali ke kastil.

Pasukan kesatria quers datang membawa bendera quers yang dipimpin oleh duke. Tubuh duke yang kekar dengan baju zirahnya membuat nya tampan dan semua orang memberi hormat padanya ketika ia melintasi jalan. Duke adalah orang yang dingin dan cuek namun ia memiliki rasa peduli yang tinggi pada rakyatnya sehingga ia sangat dihormati dan disegani oleh rakyat nya dan bangsawan lainnya.

Ia turun dari kudanya menatap sela yang berada di depannya, sela berniat untuk menyambut kedatangan kembalinya duke.

"Selamat kembali ke kastil duke," ujar sela memberi hormat pada duke lalu mendongak menatap duke.

"Ya terimakasih telah menyambut saya serta pasukan quers yang telah kembali," tukas duke dengan sorot mata yang tajam menatap sela. Sela tidak tahu kenapa duke menatap nya seperti itu, tubuhnya gemetar tidak karuan namun ia mencoba menahan nya.

"Untuk merayakan kembalinya pasukan quers minum dan makan lah sepuas kalian!"  Teriak duke pada rakyat serta kesatria nya. Mereka terlihat senang mendengar pesta perayaan itu.

Namun tidak begitu dengan sela, duke mendekati telinga sela.

"Datang lah ke ruang kerja ku nanti," bisik duke lalu pergi memasuki kastil meninggal kan sela. Perasaan sela tidak enak ketika duke mengatakan itu seperti hal buruk akan terjadi padanya.

Malam hari sela berniat pergi ke ruang kerja duke walaupun ia merasa malas namun ia harus segera pergi kesana. Entah apa yang ingin dikatakan duke ia sama sekali tidak tahu hanya rasa takut yang kini ia rasakan.

Tok tok...

Sela mengetuk pintu ruang kerja duke, ruangan yang tidak pernah dimasuki oleh siapa pun. saat duke pergi ruangan itu dikunci dan tidak pernah terlihat ada pelayan yang membersihkan ruangan itu, mungkin karena disana ada sesuatu yang berharga sehingga dikunci.

"Masuk lah," sahut duke dari dalam ruangan kerja. Sela membuka pintu itu dan melangkah masuk kedalam ruangan itu, ruangan itu terlihat rapi dan bersih walaupun tidak ada yang membersihkan ruangan itu. Mungkin hans yang telah membersihkan nya ketika duke kembali, pikir sela kemudian duduk dikursi dihadapan duke.

"Apa yang ingin anda katakan duke?" Tanya sela merasa penasaran kenapa duke memanggil nya.

"Duches, katakan pada saya anak siapa yang ada didalam kandungan anda," jawab duke menatap tajam pada sela. Sela yang mendengar itu terkejut bagaimana duke tidak tahu bahwa yang dikandungnya adalah anak nya duke.

"Apa yang anda katakan duke! Ini adalah anak anda apa anda lupa," ujar sela dengan kesal pada duke. Sela berpikir mungkin duke lupa saat malam pertama itu karena mabuk berat.

"Tentu saja saya ingat, tapi jika benar anda mengandung anak saya pasti akan ada tanda naga di leher anda namun saya tidak melihatnya." Duke terlihat dingin, ia tidak menyangka jika duches melakukan perselingkuhan darinya, padahal ia telah mengawasi duches dengan menaruh prajurit bayangan padanya. Namun ia berpikir jika duches melakukan itu sebelum menikah dengannya.

"Hanya garis keturunan quers yang bisa melihat tanda itu, jadi katakan siapa anak itu duches." Lanjut duke dengan memaksa duches untuk mengatakan nya.

"Duke, kenapa anda mengatakan itu, saya tidak pernah berhubungan dengan pria lain duke. Percaya lah pada saya," tukas sela ia tidak percaya jika duke mengatakan itu padanya. Ia yakin jika anak itu adalah garis keturunan keluarga quers.

"Jika anda tidak ingin mengatakan nya sekarang Baiklah, saya akan menunggu hingga anda mengatakan nya," sahut duke beranjak dari duduk nya dan melangkah pergi dari ruang kerja nya, sedangkan sela masih merasa bingung akan situasi ini. Bagaimana bisa itu bukan lah anak duke, ia tidak pernah berhubungan dengan pria lain dan ia yakin jika yang dikandungnya itu adalah anak duke. Ia merasa sedih karena duke tidak percaya bahwa anak yang dikandungnya adalah anaknya duke.

Beberapa hari setelah kejadian itu, duke selalu menghindari duches dan tidak mau mendengar penjelasan dari sela. Itu membuat nya sedih, ia tidak tahu lagi untuk menjelaskan nya pada duke.

"Nyonya, apa anda baik baik saja?" Tanya nia sambil menaruh piring berisi mangga muda yang sela inginkan.

"Aku tidak apa-apa, emang nya aku kenapa," balas sela mencoba menyembunyikan nya dari nia. Ia tidak ingin nia mengetahui masalah nya.

"Anda terlihat murung sejak tadi, anda tidak boleh terlalu stres nyonya, itu tidak baik untuk kandungan anda. "

"Saya baik-baik saja, nia tolong panggil kan hans kemari ya," pinta sela kepada nia untuk segera memanggil hans.

"Baik nyonya."

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!