penculikan

"Kapten marco apa anda bisa menemani saya keperpustakaan karena pelayan saya sedang sibuk sekarang," tanya sela.

"Tentu saja nyonya."

Mereka pun pergi keperpustakaan kastil. Kini mereka berada di perpustakaan kastil, perpustakaan nya tampak begitu rapih dan bersih. Semua buku tersusun rapih di raknya.

"Selamat pagi nyonya," Seorang pelayan memberi hormat pada sela.

"Selamat pagi." Balas sela mengangguk, ia melihat kesegala  rak buku di sekeliling nya.

"Apa anda ingin mencari buku nyonya?" Tanya pelayan itu. Seperti nya dia memang bekerja di perpustakaan itu.

"Benar, saya ngin mencari buku."

"Baiklah saya akan membantu anda," ujarnya berniat membantu sela. Namun ia tidak ingin dibantu oleh nya karena ia ingin mencari buku legenda naga penjaga quers.

"Tidak perlu, saya bisa mencari sendiri."

"Baik nyonya. "

Sela pun berjalan menyusuri lorong yang disekat oleh rak buku yang begitu tinggi. Beberapa lorong rak buku telah ditelusuri olehnya namun ia tidak mendapatkan buku tersebut. Ia mencoba menyelusuri lorong rak buku lainnya namun ia terkejut melihat duke berada disana yang sedang membaca sebuah buku.

"Duke," ujar sela menatap nya. Duke pun menoleh kearah asal suara itu.

"Duches, apa yang anda lakukan disini?," duke penasaran mengapa sela datang ke perpustakaan. Apakah sela membuntutinya pikir duke. Tapi melihat raut wajahnya yang terkejut sepertinya tidak begitu.

"Saya ingin mencari sebuah buku, " jawab sela.

"Buku apa? Saya bisa membantu duches,"

"Tidak perlu, itu hanya buku novel biasa," jawab sela. Ia tidak ingin duke mengetahui bahwa ia sedang mencari buku legenda keluarga quers, jika duke tahu mungkin dia akan curiga pada nya.

"Duke, saya ingin mengatakan sesuatu," sambungnya.

Duke menatap kapten marco yang berada dibelakang sela.

"Marco bisakah kami bicara berdua saja," pinta duke kepada kapten marco untuk pergi.

"Tentu tuan." Kapten marco pun pergi meninggalkan mereka berdua.

"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya duke pada sela.

"Duke, apa anda akan mencerai kan saya," tukas sela membuat duke terkejut. Duke sama sekali tidak berniat akan mencerai kan nya, walaupun sela tidak mengandung anaknya ia tetap tidak akan melakukan hal itu. Beberapa bangsawan juga memiliki anak haram dan duke berpikir tidak masalah tentang hal itu. Ia akan mengangap anak itu seperti anaknya kandung nya sendiri, dan masalah pria lain yang disembunyikan sela ia juga tidak masalah asal tidak merusak nama baiknya saja. Walaupun perasaan nya seperti tercabik carik namun ia sadar bahwa pernikahan ini adalah pernikahan kontrak.

"Kenapa anda berpikiran seperti itu, saya tidak akan melakukan nya jika anda tidak menginginkan nya."

"Kalau begitu saya pergi dulu, saya tidak ingin membicarakan hal ini," sambungnya melangkah melewati sela.

"Duke, kenapa anda tidak percaya pada saya," tanya sela dengan raut wajah sedih pada duke, namun ia mencoba untuk tidak menunjukkan nya dan ia mencoba menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan segala perasaan itu.

Duke sejenak terdiam dari langkahnya ketika mendengar hal itu.

"Duches, sudah saya bilang saya tidak ingin membicarakan nya. Saya tidak masalah dengan anak itu dan pria anda toh kita juga nikah kontrak," balas nya lalu melanjutkan langkah nya pergi meninggalkan sela yang sedang menangis. Bagaimana ia tidak sedih, jika anak yang ia kandung selama ini tidak diakui oleh ayahnya sendiri.

Ketika malam tiba sela tidak datang makan malam bersama duke, ia tidak ingin menemui duke untuk sekarang. Matanya tampak bengkak karena habis menangis. Ia mengurung dirinya didalam kamar yang gelap sendirian, ia tidak ingin bertemu dengan siapa pun apa lagi duke. Ia mengelus perutnya perlahan.

'Nak tidak perlu khawatir, ibu selalu ada untuk mu'  batin sela sambil membasahi pipinya dengan air mata. Ia duduk dibalkon kamarnya meratapi nasibnya yang malang.

Tiba tiba sesosok bayangan hitam tinggi berdiri dibelakang nya dengan sorot matanya yang tajam. Sela masih tidak menyadari sesosok bayangan itu. Bayangan itu terus mendekati sela hingga membekap hidung sela dengan sebuah sapu tangan.

"Hm...to-,"

Sela yang merasa kan itu terkejut matanya membulat mencoba untuk berteriak dan berontak namun sialnya sela pingsan. Seperti nya ia menghirup obat tidur yang ada di sapu tangan itu. Bayangan itu pun membawanya melalui balkon pergi entah kemana membawa sela.

Keesokan paginya...

"Arghh!," teriak pelayan nia yang berada dikamar duches sela hingga terdengar dikastil.

"Nona nia ada apa," tanya butler bersama duke dan kapten marco yang menghampiri asal suara itu.

"Nyo-nyonya dia diculik tuan," jawab nia menangis setelah mendapati sebuah surat yang berada diatas meja rias majikannya.

"Apa! Bagaimana bisa," jawab duke. Semua orang terkejut mendengar bahwa duches telah diculik.

"Ini tuan saya menemukan surat ini." Suara nia gemetar sambil memberikan surat itu kepada duke.

Duke membaca surat itu, ternyata surat itu berisi ancaman pada duke. Jika duke tidak memberikan batu permata quers maka ia akan mencelakai duches sela serta anak yang dikandungnya. Duke tahu bahwa lion lah dalang dibalik ini karena lion sangat terobsesi dengan permata itu hingga mencoba menyusup kastil. Dan bagaimana duke tahu, itu karena kesatria bayangan yang mengawasi duches telah memberi tahunya.

"Si*Alan! " Pekik duke dengan kesal dan merobek surat itu.

"Aku akan pergi menyelamatkan duches, semua nya tolong jaga kastil. Jangan biarkan seseorang masuk tanpa izin dariku," pinta duke kepada butler agar ia memberi tahu perintah itu pada semua pelayan kastil.

"Duke, saya juga ingin pergi bersama anda untuk menyelamatkan nyonya," sahut kapten marco. Ia terlihat begitu khawatir dan ia merasa bersalah karena tidak menjaga nyonya dengan baik.

"Tidak marco, dia meminta ku untuk pergi sendiri saja dan memberi permata quers padanya."

"Tapi tuan, sa-."

"Marco, aku tidak ingin mengambil resiko yang akan membahayakan duches, kau tetap lah disini menjaga kastil," sela duke pada kapten marco. Setelah mendengar perkataan duke dia mengerti jika itu bisa saja membahayakan duches karena duke tidak mengikuti perkataan penculik itu.

"Baik duke, saya akan menjaga kastil dengan baik."

"Tapi duke bagaimana anda bisa memberikan permata tersebut pada penculik itu," timpal butler. Sangat jelas jika duke memberikan itu maka duke bukan lah penguasa wilayah quers lagi.

"Aku akan memberikan tiruan permata itu, jadi kau tidak perlu khawatir karena tidak ada siapa pun yang tahu bagaimana bentuk asli permata itu kecuali keluarga quers," tukasnya kemudian pergi mengambil tiruan batu permata itu yang berada diruang kerjanya. Ia membungkus batu permata itu dengan sebuah kain berwarna coklat lalu pergi untuk menyelamatkan duches sela. Saat ini ia merasa kesal pada lion karena telah bertindak kelewatan.

Duke pergi sendirian seperti permintaan penculik itu dengan menunggangi kudanya. Ia menuju sebuah hutan terlarang yang telah diberi tahu oleh penculik itu melalui surat yang ditemukan oleh pelayan nia pagi ini. Hutan itu sangat berbahaya karena beberapa monster hidup dihutan itu. Duke begitu khawatir sambil menunggangi  kudanya dengan cepat, ia tidak ingin sela terluka.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!