Ditempat lain
Sela terbangun dari pingsan nya menahan segala rasa sakit dikepalanya. Tubuhnya terikat di sebuah gubuk kecil yang kumuh dan gelap karena tidak ada secercah penerangan apa pun, bahkan sela tidak tahu itu malam atau pagi.
"Ukh dimana aku?" Tanya sela mengerjap kan matanya, ia melihat sekeliling gubuk yang kumuh itu. Tidak ada seorang pun di dalam itu namun ia mendengar beberapa orang sedang berbicara diluar.
"Hei! Lepaskan aku!" Teriak sela mencoba melepaskan ikatan nya, namun itu tidak berhasil.
Seorang pria berjubah hitam masuk ke gubuk itu, ia mendekat kearah sela dan menjongkok menatap sela dengan perasaan senang.
"Lion!" Pekik sela terkejut. Tubuhnya gemetar tak karuan karena rasa takut yang menyelimuti dirinya.
"Adik ku tersayang, apa kau baik baik saja," tutur nya dengan lembut sambil tersenyum.
"Lion lepaskan aku!" Pinta sela berontak dengan perasaan marah.
Ia menduga jika lion lah yang melakukan hal ini karena ia tahu betul bagaimana sifat lion.
"Tentu saja setelah duke memberikan permata itu padaku," ujar nya dengan mata melotot menyeringai. Ekspresi yang sungguh menakutkan, siapa pun yang melihat nya tentu saja akan takut begitu juga dengan sela, namun ia tidak ingin menunjukkan nya pada lion. Ia tidak ingin lion melihat sisi lemahnya.
"Kau sudah gila lion, sadarlah!" Pekik sela kesal. Namun hal itu membuat lion terkekeh, ia merasa perkataan sela sangat lucu.
"Ya benar, aku sudah gila." Sambil tertawa, namun suara tawa itu membuat sela ngeri.
"Ini semua karena kau, jika kau menuruti perkataan ku dan mengambil permata itu untuk ku, maka aku tidak akan melakukan hal ini," sambungnya dengan kesal.
Glek
Seketika sela menelan ludahnya, ia tahu jika dia telah melanggar janjinya pada lion. Namun ia tidak bisa memberikan nya begitu saja pada lion karena permata itu sangat berharga bagi keluarga quers.
"Lion, walaupun kau mendapat kan permata itu kau tetap tidak akan menjadi penguasa yang hebat," cibir sela menyeringai. Hal itu tentu saja membuat lion marah hingga ke Ubun-Ubun.
"Apa kau meremehkan ku! Dasar jalang." Lion meraih kepala sela dan menjambak rambut wanita itu hingga terpaksa mendongak. Sela menahan rasa sakit itu, ia telah terbiasa menahan hal itu sejak kecil.
"Jangan pernah meremehkan ku jika kau ingin tetap hidup," sergah lion dengan kesal dan terus menjambak rambut sela.
Terdengar suara kuda dari luar, lion melemparkan pandangan ke arah pintu luar kemudian kembali menatap sela dengan menyeringai.
"Lihat! Pahlawan mu telah tiba, mari kita sambut sela," dengan lembut lalu melepaskan ikatan kaki sela dan mendorong nya keluar sambil mengarahkan pedang keleher sela.
"Halo tuan duke! Bagaimana? Apa kau terkejut,? Tanya lion dengan tersenyum.
"Lion lepaskan dia," pinta duke dengan tegas. Duke dengan jelas melihat sela gemetar ketakutan karena pedang yang mengarah ke leher sela.
"Tentu aku akan melepaskan nya, tapi apakah kau membawa syaratnya duke?"
"Ya aku membawanya," jawab duke melemparkan permata itu yang dibungkus oleh kain berwarna coklat.
"Baiklah ambil ini," tukas lion mendorong sela kearah duke dan segera mengambil bungkusan itu.
Duke segera turun dari kudanya mendekati sela dan menangkap nya yang hampir saja jatuh. Ia menggendong sela dengan rasa khawatir pada sela.
"Apa kau baik baik saja?" Tanya duke.
Sela sungguh terkejut dengan tindakan duke itu, hampir saja ia terjatuh dan membahayakan kandungan nya.
"Ya saya baik baik saja," balas nya dengan lega.
"Hahah.... akhirnya aku mendapatkan permata ini, aku akan menjadi penguasa wilayah quers selanjutnya," Seru lion menatap batu permata itu dengan perasaan senang.
"Dan kau, aku akan menghabisimu. Prajurit!" Teriak lion menunjuk pasa duke.
"Habisi dia!" Perintah lion pada Prajurit yang mengepung tempat itu. Sela terkejut dan begitu takut kini ia tidak bisa melakukan apa pun. Duke segera menaiki kudanya bersama sela. Sebelumnya ia sudah menyadari bahwa beberapa Prajurit telah bersembunyi dibalik semak semak dan ini adalah perangkap baginya namun itu bukanlah masalah besar bagi duke.
Beberapa prajurit mendekati nya sambil mengarahkan pedang pada duke bersiap untuk membunuh duke namun duke dengan gesit menangkis perlawanan itu dan ketika ada celah ia melarikan diri dari tempat itu.
"Si*lan! Cepat kejar dia!" Teriak lion dengan kesal.
Prajurit itu menuruti perintah lion dan berlari mengejar duke, namun duke terus mempercepat langkah kudanya terus berjalan menyusuri hutan hutan. Sela begitu panik, namun ia terus percaya pada duke jika mereka akan selamat.
"Apa anda benar benar memberikan permata itu pada lion?" Tanya sela.
"Tidak itu hanya tiruan saja," jawab duke membuat sela lega.
Tiba tiba hujan turun begitu deras dan merasa terus berkurang menyusuri gelap nya hutan. Tak lama kemudian duke melihat sebuah gua yang tak jauh dari tempat nya, ia berpikir jika sela dan kuda nya harus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan nya lagi.
"Ini sudah cukup jauh jadi mereka tidak akan menemukan nya, kita harus segera beristirahat di gua itu," ujar duke menunjuk ke arah gua itu.
"Benar kau harus beristirahat duke, kau terlihat lelah."
Mereka pun berjalan mendekati gua itu, gua itu begitu gelap. Duke turun dari kudanya dan tak lupa membantu sela untuk turun juga. Beberapa ranting pohon tergeletak di gua itu, duke mendekati itu dan memberi korek api yang menyala setelah menyusun ranting itu.
Hari ternyata sudah mau malam dan hujan tak kunjung berhenti. Sela terlihat kedinginan karena bajunya yang tipis telah basah karena hujan tadi. Duke yang menyadari hal itu melepaskan kemejanya.
"Duke apa yang anda lakukan?" Teriak sela terkejut.
"Pakailah ini dan keringkan bajumu itu di dekat api unggun," pinta duke memberikan kemejanya pada sela.
"Tidak perlu duke."
Duke mengeryit kan alisnya "Apa kau tidak beduli pada kesehatan janinmu." Ucapannya membuat sela menuruti perkataan duke.
"Duke bisakah anda berbalik," pinta sela yang akan mengganti pakaian nya. Ia sangat malu kepada duke.
"Abaikan saja aku, anggap aku tidak ada ,"
Duches begitu kesal dengan ucapan duke, ia berbalik dan membuka gaunnya. Namun duke tidak sengaja mengintip sela dan melihat tanda naga berkepala dua di punggung sela dan ia sungguh terkejut.
"Tunggu," ujar duke ketika sela hampir melepaskan gaunnya.
"Ada apa duke?" Tanya sela curiga
Duke mendekati sela dan mengusap punggung wanita itu.
"D-duke apa yang anda lakukan?" Tanya sela terbata bata.
"Dia anak ku," balas duke hingga membuat sela memutarkan kepalanya kebelakang.
"D-duke bisa anda biarkan saya untuk mengganti pakaian dulu."
Duke membalikan tubuhnya dengan tersipu malu dan merasa senang jika itu adalah anaknya.
"Aku minta maaf."
Dengan cepat sela mengganti pakaian nya dan menaruh gaunnya di dekat api unggun agar segera kering. Ia pun menghampiri duke yang sedang memejamkan matanya. sepertinya ia tertidur, pikir sela.
'Akhirnya duke percaya bahwa anak ini adalah anaknya,' batin sela dengan senang menatap duke.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments