Keesokan harinya duches sibuk menanam beberapa bunga di green House milik mendiang duches terdahulu. Mending sangat menyukai mawar putih dan green house ini di penuhi mawar putih. Namun semenjak beliau meninggal hanya tukang kebun yang menjaganya agar Duke rayen quers dapat mengingat kenangan yang ia miliki bersama ibunya. Namun beberapa hari ini mawar itu terlihat layu dan duches mencoba untuk menanam nya kembali.ia tak pernah melihat mendiang duches, sela hanya melihat mendiang pada lukisan yang dipajang di kastil quers.
"Hans, bagaimana pembangunan nya, " Tanya sela sembari memasukan tanah kedalam pot berukuran kecil.
Hans adalah Butler atau kepala pelayan yang sudah lama bekerja di kastil Duke dan ia kini diberi tugas mengenai pembangunan yayasan yang akan dibangun duches sela.
"Semua nya berjalan dengan lancar nyonya, " Jawabnya sambil membantu sang duches menanam bunga.
Sebenarnya Hans dulu tidak menyukai sela karena count greas terus mengancam duke kalau tidak menikahi putri nya.namun sekarang ia berpikir mungkin sela tidak buruk juga untuk menjadi duches.
"Baguslah, aku akan segera memberi tahu nyonya lorens nanti, "
Hans merasa bahwa sela seperti mendiang duches terdahulu. Matanya seakan berkaca kaca mengingat kenangan nya bersama mendiang, mungkin karena hans adalah pelayan yang sudah lama bekerja melayani keluarga quers sehingga rasa sayang pada keluarga quers timbul dihatinya. Ia merasa bahwa keluarga quers juga adalah keluarga nya dan ia merasa berterimakasih pada keluarga quers.
Sejenak ia mengusap air matanya yang akan jatuh.
"Ketika saya melihat anda saya jadi teringat mendiang duches, "
Sela sejenak diam dan memalingkan wajahnya menatap hans dengan raut wajah yang sedih.
"Benarkah, saya tidak pernah bertemu dengan mendiang. Bisa kau cerita kan tentang mendiang duches, " Sela sedikit penasaran pada mendiang.
"Beliau adalah orang yang baik dan peduli pada rakyatnya. Tidak hanya itu dia selalu bersikap adil pada rakyat nya, begitu lah mendiang, "
"Seperti nya beliau adalah wanita yang baik ya, lalu bagaimana beliau bisa meninggal, " perkataan sela berhasil membuat hans terdiam, mungkin ia tidak ingin mengatakan nya. Pikir sela sejenak.
" Seperti nya kau tidak ingin mengatakan nya, baiklah aku mengerti Maaf kan aku karena telah menanyakan nya, "
"T-tidak nyonya bukan begitu, saya hanya terkejut mendengar duches mengatakan itu, "
"Sebenarnya mendiang meninggal karena kecelakaan saat akan pergi ke ibu kota, tidak hanya duches mendiang Duke juga ikut wafat akibat kecelakaan itu, "
Sela terkejut mendengar penuturan hans, ia tidak menyangka Duke dan duches terdahulu meninggal akibat kecelakaan. Duke rayen pasti sangat sedih karena telah mengalami hal seperti ini, pikir sela.
"Saya tidak menyangka duke akan mengalami hal seperti itu, " Ujar sela menunjukkan raut wajah yang kasian pada duke.
"Benar, semenjak itu Duke terus bekerja keras agar peninggalan mendiang orang tuanya tidak direnggut oleh orang lain, "
Glek
Sela menelan air ludahnya, tampaknya ia sedikit takut jika Duke tahu bahwa lion sangat menginginkan permata bliars milik keluarga quers.
"Apa sampai sekarang Duke tidak memberi balasan surat atau mengirim surat ke kediaman,"
Tanya sela pada hans, sebelumnya ia telah mengirim surat pada Duke rayen namun sampai sekarang tidak ada balasan surat darinya. Ia mengerti jika Duke sedang sibuk sehingga tidak bisa membalas surat nya.
"Tidak nyonya, " Jawab hans, sela sudah mengira bahwa ia tidak akan mendapat balasan surat dari sang Duke. Ia sedikit merasa kecewa namun ia mengerti tentang keadaan Duke yang sedang sibuk melawan orang bar bar.
Sela melanjutkan kegiatan nya hari itu, walaupun ia merasa kecewa tidak mendapat balasan surat, namun ia mencoba mengabaikan perasaan nya itu.dengan gerakan gesit sela selesai menanam mawar putih namun tak hanya mawar putih saja ia juga menanam mawar merah di green house.
Ketika malam hari saat ia mulai tertidur pulas dikamarnya, ia bermimpi sedang berada ditengah hamparan tanah yang tandus dan penuh dengan darah ditanah. Sela mencoba menoleh kekanan dan kekiri namun ia tidak melihat apapun. Namun tiba tiba ia melihat kabut hitam didepan nya dan terlihat sesosok pria dengan postur badan yang tegap menggunakan baju zirah khas ksatria. Matanya menyipit mencoba untuk melihat wajah pria itu dan ternyata beliau adalah Duke rayen.
Ia melangkah mendekat kearah sela namun tiba-tiba.
Srek..
Seseorang menusuk tubuh Duke dari belakang dan darah Duke terciprat ke wajah sela yang membuatnya amat terkejut melihat itu.
Arghhh...
Pekik sang duches terbangun dari tidurnya dan beringsut duduk dengan raut wajah yang terkejut dan pucat pasih.Napasnya tersengal sengal dan keringat yang bercucuran diwajahnya.
"Nyonya! Anda kenapa, " Nia berlari menghampiri majikan nya yang terlihat terkejut, ia sangat khawatir pada sela dan menyeka keringat duches dengan sapu tangan.
"Nia, bantu aku bersiap siap, aku ingin keruang kerjaku, " Pinta duches membuat nia menuruti perkataan sela.
Kini ia telah duduk diruang kerjanya, sela menulis sebuah surat. Tidak ada yang tahu untuk siapa surat itu, namun sela terlihat begitu khawatir.
"Nia, tolong berikan ini pada kapten Marco untuk diberikan pada duke, " Sela memberi kan surat itu pada nia.
"T-tapi nyonya, bukankah tuan belum membalas surat anda sebelum nya,kenapa anda mengirim surat lagi."
"Aku punya alasan untuk itu, jadi berikan itu segera pada kapten Marco. " Perintah sela diikuti nia yang memberi hormat lalu pergi meninggalkan ruang kerja duches.
Sela menghembuskan napasnya dengan kasar, ia berharap kali ini Duke akan menjawab surat nya, walaupun surat itu hanya berisi tentang kabar Duke namun sela tampak ingin tahu mengenai kabar suaminya saat ini.
#selamat membaca, kami harap pembaca senang dengan novel ini dan memberi dukungan bagi author.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments