Brak!!
Sela menutup pintu dengan erat,kaki nya begitu terasa lemas dan terduduk di depan pintu.ia teringat akan masa lalunya saat ia kecil.ia menangis mencoba meluapkan semua kekesalan nya.
Flasback
"Kak andrew tunggu!" Teriak gadis kecil berlari mencoba mengejar anak laki laki yang berjalan dengan cepat meninggalkan langkah gadis itu dibelakangnya.
"Sela, Berhenti mengikutiku!," pekik andrew kecil mempercepat langkahnya, raut wajahnya seperti sedang kesal dan jengkel terhadap sela.
"Kak andrew jangan tinggalin aku," sela berusaha mempercepat langkahnya.ia menangis tersedu sedu mengingat tidak ada siapa pun yang menyayanginya ataupun peduli padanya termasuk andrew.
Sejenak andrew berhenti dari langkahnya membuat sela lega karena akhirnya andrew tidak mungkin meninggalkannya.
"Akhirnya kakak berhenti juga," napasnya tersengal sengal berdiri dibelakang andrew. Andrew memutarkan tubuhnya ia melihat tatapan andrew penuh amarah.ia tahu seharusnya ia tidak mencoba mencari perhatian dari andrew.andrew mendorong sela kecil hingga tersungkur ke tanah membuat sela kesakitan namun ia sangat terkejut dan mencoba menahan kesakitan nya.
"Jangan memanggil ku kakak! Kau adalah pembunuh yang membunuh ibu, jadi kau bukanlah adik ku jangan pernah memanggil ku begitu!," teriakan itu berhasil membuat sela sakit hati pada perkataan kakaknya.mungkin benar jika ia tidak seharusnya lahir kedunia ini.andrew meninggal kan sela yang menangis atas perkataannya itu.
Semenjak hari itu sela tidak perna lagi menampakan dirinya didepan andrew.dulu saat kecil sela selalu mencari perhatian andrew karena menurutnya andrew bukan lah orang yang jahat.jadi sela selalu mengikuti andrew kemana pun andrew pergi.dia selalu merengek kepada andrew namun ia selalu mendapat hinaan sebagai balasannya.namun sekarang ia tak ingin bertemu andrew lagi setelah kejadian itu.
Dilain tempat..
Andrew telah ditiba didepan kediaman greas.ia turun dari kereta kudanya melangkah masuk kedalam kastil.beberapa pelayan yang melihatnya terkejut dan memberi hormat pada tuan muda keluarga greas.langkah nya dipercepat menyusuri lorong kastil yang terlihat gelap dan sunyi.lion yang sedang berjalan didepan nya,kaget dan matanya membulat ia tidak menyangka bahwa kakaknya sudah pulang.ia terseyum lebar.
"Kakak,kapan kakak kemari," sapa lion memeluk saudaranya dengan perasaan senang.namun lion melihat wajah sang kakak menjadi kesal ketika melihatnya.
"Lion,ada yang ingin kukatakan padamu," tatapan nya tajam melihat lion seakan akan lion melihat sesosok yang asing didepan nya.hatinya begitu berdetak kencang wajahnya menjadi pucat pasih seakan akan andrew telah mengetahui kesalahan lion.
Lion memang lah orang yang onar,dia suka berjudi dikasino.bahkan ia menipu nona nona bangsawan demi mendapatkan apa yang ia inginkan.dia juga berhutang pada seorang marques untuk berjudi.dia berpikir mungkin andrew mengetahui kebiasaan nya yang buruk itu.
"Kita bisa bicarakan nanti saja kak, ayo kita temui ayah dulu, dia akan senang karena kakak telah pulang," senyum canggung lion terlukis diwajahnya,ia sangat takut jika kakak nya marah karena sekarang beliau terlihat seakan akan ingin mengamuk pada lion.
"Lion! Jangan mengabaikan perkataanku," tukas sang kakak dengan perasaan kesal membuat lion terkejut.
"Ikuti aku," lanjut sang kakak dan lion yang mengekor andrew.hatinya bertanya tanya bagaimana jika sang kakak marah dan tahu tentang perbuatan nya itu bahkan belum lama ini ia menyembunyikan kasus penggelapan uang.
Namun lion terlihat pasrah dan terus mengikuti kakak hingga masuk kedalam kamar lion.
"Apa yang ingin kakak bicarakan padaku?" Tanya lion dengan keringat yang bercucuran didahinya.
"Ini tentang sela,"
Lion terkejut mendengar perkataan kakaknya, ia tidak perna berpikir kakaknya akan membicarakan sela karena sejak kecil andrew selalu mengabaikan keberadaan sela yang seakan akan tidak perna ada baginya.
"Kenapa dengan anak itu?" Ucap lion dengan malas.lion memang begitu membenci sela ditambah sela tidak menepati janjinya untuk memberikan permata bliars pada nya.
"Kenapa kau mengganggunya?". Andrew menatap serius dengan perasaan kesal kepada lion.
" aku tidak mengganggu nya, dia lah yang mengingkari janjinya. "
"janji apa yang kau buat dengan nya? . " tanya Andrew mendekati lion dengan penasaran.
deg
jantung lion berdetak lebih kencang, ia tak ingin kakak nya mengetahui nya namun bagaimana pun ia tetap akan mengatakannya. ia percaya bahwa kakaknya akan mendukung nya seperti dulu.
"aku menyuruh nya mengambil permata bliars tapi ia mengingkari janjinya. membuat ku sangat kesal kak. "
andrew mengernyitkan dahinya dan matanya membulat seakan akan ia tidak menyangka bahwa lion menginginkan permata yang seharusnya milik keluarga quers.
Brak!!
andrew meninju dinding kamar lion membuat suara itu menggema di kastil. perasaan takut semakin kuat dirasakan lion. ia menelan ludahnya. ia tidak bisa melakukan apa pun sekarang disaat kakaknya yang sedang marah didepannya.
"kakak, kenapa kakak marah, seharusnya kakak mendukung ku agar kita bisa menguasai wilayah quers, "
lion sedikit bingung pada perubahan yang dialami oleh kakaknya itu. ia tidak pernah seperti ini, ia selalu mendukung lion dan tidak pernah marah pada lion saat mengganggu sela. namun hari ini sangat lah berbeda seperti bukan dirinya.
"kau seharusnya sadar posisimu lion, Duke bukanlah tandingan mu, " gertak andrew menatap tajam pada lion.
"ada apa dengan mu kak, kau tidak pernah seperti ini sebelum nya, "
andrew diam sejenak saat mendengar pertanyaan adiknya itu. ia tidak bisa mengatakan yang sebenarnya, ia takut mungkin count greas atau ayahnya bisa marah padanya dan ia tidak bisa mendapat dukungan lagi oleh ayahnya dan mungkin akan diasingkan ke wilayah lain.
"kau tidak perlu tahu, aku peringatkan padamu jangan membuat masalah lagi. aku akan mengawasi mu. "
Glek
lion menelan ludah dengan kasar melihat kakaknya pergi dari kamarnya.
arghhh
lion melemparkan barang nya yang berada diatas meja ke sembarang arah. matanya penuh kemarahan dan napas turun naik. seperti orang yang kerasukan, ia mengamuk sejadi jadi mungkin dikamar nya.
"lihat saja sela! aku tidak akan diam saja, " pekiknya menggema diseluruh sudut kastil. Kemarahan kini menyelimuti dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 33 Episodes
Comments