Chapter 19

"Nona, kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" tanya Leo dengan nada penuh tanya.

"Paman, maaf. Kalau saya tidak sopan. Kata papaku, Mama menjalin hubungan gelap denganmu. Oleh karena itu aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi," jawab Gracia dengan wajah serius, menatap langsung ke mata Leo.

Leo menunduk dan meneguk minumannya. Ia terdiam sejenak dan terlihat raut wajahnya yang lesu."Tuan masih saja salah paham tentang nyonya," ucap Leo pelan. "Nyonya adalah seorang istri yang baik dan setia. Tapi sayang sekali tuan sama sekali tidak menghargainya," lanjutnya dengan nada getir.

"Maksud Paman adalah, Mama tidak berselingkuh dengan Paman?" tanya Gracia, mencoba memastikan.

Leo mengangguk, "Tuan mencurigai nyonya karena pernah melihat nyonya sedang menangis di halaman rumah. Saya sebagai asisten menghampiri nyonya hanya karena mengkhawatirkan nyonya. Tidak sangka karena hanya itu menimbulkan kecurigaan berkepanjangan bagi tuan. Oleh karena itu, saya diusir!" jawab Leo dengan nada yang sarat emosi.

"Hanya melihat kalian bersama di halaman, Thomas menuduh kalian berselingkuh, dan Gracia adalah putrimu. Bukankah itu terlalu berlebihan," ucap Darson dengan nada sedikit kesal.

"Apakah tuan mengatakan kalau nona adalah putri saya?" tanya Leo penasaran, merasa bingung dengan tuduhan tersebut.

"Iya, Papaku yang egois itu selalu saja membenciku, aku tidak tahu apa alasannya. Belakangan ini dia mengusirku karena aku melawan istrinya," jawab Gracia, suaranya terdengar patah.

"Sudah berpuluhan tahun, masih saja tidak berubah. Nona, tuan sudah salah besar. Saya berani bersumpah tidak ada hubungan apapun dengan nyonya. Semua ini hanya rekayasa dari tuan. Saya rasa dia melakukannya karena telah melakukan kesalahan sejak awal," jelas Leo dengan tegas.

"Kesalahan apa?" tanya Gracia, matanya memancarkan rasa ingin tahu yang besar.

"Sebelum saya diusir, tuan berselingkuhan dengan sekretarisnya. Sejak itu tuan mulai berubah dan bersikap dingin pada nyonya. Dia selalu mengabaikan nyonya," jawab Leo, mengungkapkan kebenaran yang pahit.

"Tidak tahu malu, dia berselingkuh dengan wanita lain, tapi masih saja menyalahkan istri sendiri. Sepertinya dia sudah bosan hidup," ujar Darson dengan nada marah.

"Dia menganggap mamaku begitu rendah, ternyata karena dia yang tergila-gila pada wanita lain. Setelah mamaku meninggal... dia malah membawa seorang janda beranak satu masuk dan tinggal bersama kami. Tidak lama kemudian mereka menikah," ungkap Gracia, suaranya penuh rasa sakit.

"Janda beranak satu? Apakah wanita itu bukan sekretarisnya?" tanya Leo, mencoba menyambung benang merah dari cerita ini.

"Bukan! Tidak tahu di mana mereka berkenalan, tapi itulah yang dia lakukan. Dan yang paling memalukan adalah bahkan anak tirinya sendiri juga menjadi selingkuhannya," jawab Gracia dengan nada jijik.

Leo menggeleng-gelengkan kepalanya dan menarik napas panjang. Semua ini terlalu berat untuk diterima.

"Bagaimana kamu bisa tahu kalau Thomas berselingkuh dengan sekretarisnya?" tanya Darson pada Leo, mencoba mengumpulkan semua fakta.

"Saya pernah pergi ke perusahaan tuan, saya diminta mengantar dokumen. Mereka berada di kantor dan berpelukan," jawab Leo, mengingat momen itu dengan jelas.

"Gracia, jawaban sudah didapat, apa rencanamu? Membiarkan brengsek itu begitu saja atau aku bunuh saja dia?" tanya Darson dengan nada serius, matanya menatap tajam ke arah Gracia.

Leo terkejut mendengar pertanyaan Darson, ia merasa heran dengan hubungan Gracia dan Darson.

"Tuan, apa hubungannya Anda dengan nona?" tanya Leo penasaran.

"Aku adalah suaminya, semua yang ada hubungan dengannya. Aku akan ikut campur," jawab Darson dengan tegas.

"Paman, maaf karena menyusahkanmu datang jauh-jauh ke sini," ucap Gracia dengan segan, merasa bersalah telah menyeret Leo dalam permasalahan keluarganya.

"Nona, tidak apa-apa. Selagi bisa membersihkan nama baik nyonya. Saya tidak keberatan," jawab Leo, suaranya penuh ketulusan. Wajahnya menunjukkan kesungguhan dan keinginan kuat untuk membela kehormatan mendiang nyonya.

"Apa yang akan kamu lakukan seterusnya?" tanya Darson pada Gracia, matanya penuh perhatian dan kepedulian terhadap istrinya.

"Tidak tahu! Aku belum ada rencana," jawab Gracia dengan menunduk, suaranya terdengar lemah dan penuh kebingungan. Rasa sakit dan ketidakpastian tergambar jelas di wajahnya.

"Bersihkan nama baik ibumu," ujar Darson dengan tegas, suaranya memberi kekuatan dan dorongan.

"Dengan cara apa?" tanya Gracia, mengangkat wajahnya sedikit, menatap suaminya dengan mata yang penuh harap.

"Tes DNA mu dan Thomas," jawab Darson dengan tenang namun penuh keyakinan. "Dengan hasil laporan itu bisa membuktikan bahwa dia telah membohongimu. Setelah itu kamu bisa melakukan apa saja yang kamu inginkan. Aku akan mendukungmu dari belakang," lanjutnya, memberikan pandangan yang penuh semangat pada Gracia.

Gracia menatap suaminya dengan mata yang mulai bersinar. Ada harapan dan kekuatan baru yang tumbuh dalam dirinya.

Leo yang duduk di dekat mereka, mengangguk setuju. "Itu ide yang bagus, Nona. Dengan bukti tersebut, Nona bisa menunjukkan kebenaran dan membersihkan nama baik nyonya. Nyonya pantas mendapatkan itu," ucap Leo, suaranya penuh dengan semangat juang.

Gracia mengangguk perlahan, merasa semangatnya kembali tumbuh. "Baik, aku akan melakukan itu," katanya dengan suara yang lebih mantap.

Rumah sakit tempat Beautiful dirawat begitu sunyi, kecuali suara alat medis yang terus berdengung di kejauhan. Di dalam sebuah ruangan kecil, Thomas dan Aniza duduk tegang menunggu hasil laporan.

Tak lama kemudian, dokter masuk dengan wajah serius, membawa selembar kertas di tangannya. "Hasilnya telah keluar," ucap dokter itu sambil menatap mereka bergantian.

"Terdapat 16 pelaku yang telah melakukan kekerasan seksual terhadap pasien," lanjutnya, membaca laporan tersebut dengan nada berat.

Aniza langsung histeris mendengar ucapan dokter itu. Tubuhnya bergetar dan air mata mulai mengalir deras dari matanya. "Tidak mungkin... Tidak mungkin..." ratapnya, memegang erat tangan suaminya.

"Dengan laporan ini, Anda bisa melaporkan ke polisi. Pelakunya akan segera ditangkap karena hasil DNA mereka sudah ada," kata dokter, mencoba memberikan sedikit harapan di tengah kesedihan mereka.

"Kami akan bicarakan masalah ini setelah putri kami sadar," ujar Thomas dengan suara yang tegang. Wajahnya tampak pucat dan matanya berkilat dengan campuran emosi yang sulit ditebak.

Setelah keluar dari ruangan itu, Thomas melangkah dengan cepat, hampir berlari. Aniza mengejar suaminya dengan terburu-buru, tangannya menggenggam ujung roknya agar tidak tersandung.

"Thomas, kita harus melapor kejadian ini pada polisi," kata Aniza, suaranya penuh dengan kepanikan.

"Tidak bisa!" jawab Thomas dengan nada keras, tanpa memperlambat langkahnya.

"Kenapa tidak bisa? Bukti sudah ada, polisi hanya tinggal mencari pelakunya. Aku tidak ingin putriku menjadi korban sia-sia," kata Aniza, suaranya bergetar. Dia memegang lengan suaminya, mencoba menghentikan langkahnya.

"Aniza, kalau kita lapor polisi, sama saja media akan tahu. Setelah itu keluarga kita akan menjadi sorotan publik. Aku tidak ingin karena masalah ini mempengaruhi perusahaanku," ujar Thomas, menatap istrinya dengan pandangan dingin.

"Apa yang kau katakan? Kau takut mempengaruhi perusahaanmu?" tanya Aniza hampir tidak percaya. Matanya melebar, penuh dengan kekecewaan dan kemarahan.

"Benar! Pikirkan saja, kalau sampai kejadian ini tersebar. Harus diletakkan di mana lagi mukaku," jawab Thomas, suaranya semakin keras dan penuh dengan ketegangan.

Plak! Tamparan dari Aniza melayang ke wajah suaminya, membuat suara keras yang menggema di koridor rumah sakit. Thomas terhuyung ke belakang, memegang pipinya yang mulai memerah.

"Kau benar-benar bajingan," ucap Aniza dengan suara gemetar penuh amarah. "Yang menjadi korban adalah putriku dan juga wanita yang kau tiduri selama ini. Dan sekarang begitu mudahnya kau bicara seperti itu," ujarnya dengan kesal, matanya berkilat dengan kemarahan yang dalam.

"Luar biasa sekali!" Suara Darson tiba-tiba muncul di sana, mengejutkan mereka berdua. Ia tersenyum melihat pasangan itu sedang bertengkar, matanya menyala dengan rasa puas.

"Aku datang pada saat yang tepat," katanya sambil melangkah mendekat, mengamati wajah mereka yang penuh dengan emosi.Thomas dan Aniza menoleh ke arah Darson, kaget dengan kemunculannya.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

ku kira beneran mama Grace selingkuh sama Leo ternyata hanya salah faham

2024-10-15

0

Lisa Halik

Lisa Halik

huhuh karma aniza

2024-07-10

0

Bu Kus

Bu Kus

lanjut lg dong thro seru banget

2024-07-09

1

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!