Chapter 12

Darson yang kembali ke markas menerima laporan dari anggotanya.

"Bos, Leo Hustle saat ini tinggal di luar negeri. Sejak dia meninggalkan kediaman Vanessa, dia langsung pergi meninggalkan tempat ini. Sepertinya kita butuh waktu untuk mencarinya," ujar Kelvin, salah satu anggota Darson, dengan nada cemas.

Darson mengernyitkan dahi, lalu menatap Kelvin tajam. "Cari sampai dapat, bila perlu bawa dia kembali!" perintah Darson dengan suara dingin dan tegas.

"Baik, Tuan," jawab Kelvin sambil mengangguk hormat, lalu bergegas pergi.

Sementara Gracia menuju ke salah satu toko obat, pikirannya dipenuhi dengan kecemasan dan kekhawatiran.

"Kakak, aku butuh obat pencegah kehamilan," ujar Gracia dengan suara bergetar.

Pelayan toko memandangnya dengan tenang. "Silakan ditunggu, Nona," jawabnya sambil mengambil obat yang diminta.

"Mana mungkin aku harus mengandung anaknya," batin Gracia sambil menggigit bibir bawahnya. "Menjadi simpanannya saja sudah membuatku hancur dan malu. Apalagi harus hamil sebelum menikah," pikirnya dengan getir. Gracia meremas ujung tasnya

Sementara itu, Zanella kembali ke rumah orang tuanya, sebuah rumah mewah yang dijaga oleh puluhan anggota keamanan. Rumah itu selalu terasa megah dan dingin, mencerminkan kekayaan keluarganya, tapi tidak memberikan ketenangan yang ia butuhkan.

Saat masuk ke dalam, ia melihat ayahnya sedang duduk di ruang tamu, membaca koran seperti biasanya. Tanpa menunggu, Zanella mendekat dengan wajah yang penuh amarah.

"Kenapa cemberut lagi, apakah bertengkar dengan suamimu lagi?" tanya ayahnya tanpa menoleh, suaranya tenang namun penuh sindiran.

Zanella duduk dengan kasar di sebelahnya. "Pa, tolong menegur Darson, dia begitu berani membawa wanita lain ke rumah dan tinggal bersama denganku. Padahal aku masih istrinya," kata Zanella dengan suara penuh emosi.

Ayahnya menurunkan koran dan menatap putrinya dengan pandangan datar. "Zanella, dengan sikapmu seperti itu, tidak heran ketika Darson berselingkuh," jawabnya tanpa nada kasihan.

Zanella merasa sakit hati mendengar itu. "Pa, anakmu sakit hati, kenapa malah membelanya?" tanya Zanella dengan suara bergetar, matanya mulai berkaca-kaca.

Ayahnya menghela napas panjang, seakan-akan bosan dengan drama yang sering terjadi di keluarganya. "Kau harus tahu, tidak semua pria bisa tahan dengan sikapmu yang egois. Selagi dia tidak meminta cerai, biarkan saja dia bermain wanita. Bukankah papa juga sering berselingkuh sehingga menikahi mereka. Mamamu juga tidak protes. Tapi pada akhirnya papa juga menceraikan mereka semua dan hanya sisa mamamu yang di sisi papa," jawab ayahnya, seolah memberikan pelajaran hidup yang ia anggap berharga.

"Pa, kenapa malah mendukungnya?" tanya Zanella lagi, kali ini dengan suara yang lebih lemah, seakan kehilangan semangat untuk melawan.

"Zanella, yang namanya bermain itu hanya sementara. Paling hanya bertahan satu atau dua tahun saja, dan pada akhirnya Darson akan kembali padamu. Sebelum dia kembali, ubahlah sikapmu. Jangan seperti tuan putri saja!" kata ayahnya dengan nada tegas namun tenang, sebelum kembali fokus pada korannya, meninggalkan Zanella yang merasa lebih bingung dan terluka dari sebelumnya.

"Percuma saja mengadu padanya," batin Zanella, hatinya penuh kekecewaan.

Malam hari tiba. Gracia sedang menyantap makan malam di ruang makan yang sunyi. Zanella, masih dipenuhi ketidakpuasan dan amarah, menghampiri Gracia dan duduk berseberangan dengannya. Gracia mengangkat kepalanya, menatap Zanella dengan tenang.

"Katakan berapa uang yang kau minta, aku akan membayarmu," ujar Zanella dengan nada penuh kebencian.

Gracia menatapnya dengan dingin, sedikit tersenyum sinis. "Berapa yang kau sanggup untuk membayarku?" tanyanya, menantang.

"Sombong sekali! Apakah kau mengira harga dirimu sangat tinggi?" sindir Zanella, matanya berkilat dengan kemarahan.

"Aku tidak berkata seperti itu, hanya saja aku bertanya berapa yang kau sanggup bayar untuk mendapatkan suamimu kembali," jawab Gracia dengan tenang, melanjutkan makanannya seolah tidak terganggu.

Zanella mengepalkan tangannya di bawah meja, menahan diri untuk tidak meledak. "Rumah atau mobil yang kau inginkan?" tanyanya dengan suara bergetar menahan emosi.

Gracia meletakkan sendoknya, menatap Zanella langsung di mata. "Kenapa kau tidak bertanya pada suamimu? Apakah setelah aku pergi dia akan tetap setia padamu? Aku hanya khawatir dia mencariku dan membawaku kembali," kata Gracia dengan sengaja, menekan setiap kata.

"Kau bukan satu-satunya wanita yang dia kenal," ucap Zanella sambil menahan emosi yang semakin memuncak.

"Aku tahu! Jadi walaupun aku pergi, dia akan tetap mencari yang lain dan membawanya pulang ke rumah ini," jawab Gracia dengan tenang, matanya penuh dengan kepastian yang menusuk.

Zanella merasa semakin terpojok, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Sementara Gracia melanjutkan makan malamnya, suasana menjadi semakin tegang, seolah-olah setiap kata yang diucapkan adalah api yang menyulut bara di antara mereka.

"Nyonya, sebagai istri kau harus berbincang dengan suamimu. Kalaupun aku pergi, dia tetap akan mencari yang lain. Seperti yang kamu katakan, wanita di luar bukan aku satu-satunya. Jadi untuk apa kamu berusaha menyingkirkan aku," ujar Gracia sambil bangkit dari tempat duduknya dan menuju ke kamarnya.

Kata-katanya diucapkan dengan nada yang tegas namun dingin, meninggalkan Zanella dalam kebingungan dan kemarahan yang membara.

Zanella menatap punggung Gracia yang semakin menjauh. "Aku akan segera membuat Darson mengusirmu, lihat saja nanti!" gumamnya dengan penuh dendam, giginya menggeretak karena marah yang tak bisa ia lepaskan.

Jam dinding menunjukkan pukul 23.00.

Gracia telah tertidur dengan nyenyak di kamarnya yang redup diterangi lampu tidur. Namun, ketenangan itu segera terusik oleh Darson yang baru saja pulang. Ia memasuki kamar dengan langkah mantap, lalu mematikan lampu tidur yang menyala. Sehingga ruangan kamar itu gelap gulita. Selimut yang menutupi tubuh Gracia ditariknya dengan kasar dan dilempar ke lantai.

Dengan gerakan cepat, Darson melepaskan pakaiannya dan mulai mencium Gracia yang masih terlelap. Tangannya mulai memasuki bajunya dan meraba-raba kulit mulus tersebut.

Gracia yang merasakan sentuhan itu terbangun, matanya terbuka dengan kaget dan berusaha melawan.

"Hentikan! Aku mengantuk!" pinta Gracia dengan suara lemah, berusaha mendorong tubuh pria itu. Namun Darson tidak peduli, nafsunya menguasai, mencium leher Gracia dan meraba tubuh seksinya dengan kasar.

Namun, tiba-tiba pintu kamar terbuka dengan keras, "Brak!" Suara bantingan pintu mengejutkan Gracia dan pria itu.

Lampu kamar itu langsung menyala, memperlihatkan Darson yang berdiri di ambang pintu dengan wajah penuh amarah.

"Apa yang kalian lakukan?" teriak Darson dengan suara menggelegar, tatapannya menakutkan saat melihat simpanannya sedang bermesraan dengan pria lain di ranjang mereka.

"Aahhh!" teriak Gracia saat melihat Darson, baru menyadari bahwa pria yang berada di atas tubuhnya bukanlah Darson.

Keterkejutannya membuatnya tak bisa bergerak sejenak, sementara Darson melangkah masuk dengan kemarahan yang semakin membara, menciptakan ketegangan yang memuncak di dalam kamar.

Zanella yang berdiri di luar tersenyum dan berharap rencananya akan berhasil.

Tidak tahu bagaimana dengan nasib Gracia yang tanpa dia sadari didekati oleh seorang pria asing!

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

tuhh zanela Mkny berubah jgn selingkuh dana siniii

2024-10-15

0

Anisah Nisah

Anisah Nisah

aduh..
gimna y nasib Gracia ini pasti rencana zanella semoga aja darson ga percaya

2024-09-17

0

Retno Palupi

Retno Palupi

loh kan pintu hanya bisa dibuka Grace dan Darson? apa Grace lupa kunci pintu?

2024-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!