Chapter 20

Thomas merasakan kemarahan membakar dalam dirinya. Ia menatap Darson dengan mata penuh kebencian. "Kenapa kamu bisa datang ke sini?" tanyanya, suaranya bergetar dengan emosi yang berusaha ditahannya.

Darson tersenyum sinis, tatapan matanya tajam seperti belati. "Kenapa, rumah sakit adalah tempat umum yang bisa didatangi siapa pun. Apakah kalian sedang menemani putri kalian?"

"Tuan, bagaimana Anda bisa tahu hal ini?" tanya Aniza dengan nada penuh kecurigaan.

Darson menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan. "Karena pelakunya adalah anggotaku," jawabnya dengan nada santai.

Thomas dan Aniza terkejut, nyaris tak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar. "A-apa? Kamu adalah dalang utamanya? Kenapa?" tanya Aniza, suaranya pecah oleh emosi yang memuncak.

"Alasannya sangat mudah! Aku hanya membalas apa yang kamu lakukan pada istriku sebelumnya. Kamu menjualnya seperti boneka demi putrimu. Oleh karena itu, aku rasa putrimu itu harus menerima akibat yang sama. Menemani belasan anggotaku itu sudah cukup," jawab Darson dengan senyum penuh kepuasan.

"Kau..." Thomas tak bisa menyelesaikan kalimatnya, tercekik oleh kemarahan yang mendidih di dalam dadanya.

"Apakah kau sakit hati, melihat wanita ranjangmu menjadi korban kekerasan se*su*l? Seorang pria tua yang tidak sadar diri berselingkuh dan menuduh istri sendiri berselingkuh. Mukamu benar-benar setebal tembok. Masih tidak cukup, kau juga meniduri anak tirimu. Bagaimana perasaanmu sekarang? Apakah kau masih berminat dengannya? Seorang wanita yang telah melayani lebih dari sepuluh orang. Aku juga ada rekamannya. Bagaimana kalau aku jadikan film p*rno?" tanya Darson dengan nada sengaja, tatapannya dingin dan penuh kebencian.

Aniza yang kesal melayangkan tangannya ke arah Darson, tapi tangannya langsung ditahan oleh Darson dan kemudian mendorongnya hingga terkapar di lantai.

"Wanita tidak tahu diri, hanya menjadi istri kedua sudah merasa diri sendiri adalah ratu, kalian sekeluarga sangat menjijikan sekali," ketus Darson dengan nada penuh penghinaan.

"Aku akan menuntutmu," tangis Aniza dengan suara penuh kepedihan.

"Lakukan saja! Rekaman putrimu akan disebarkan dan dinikmati jutaan orang di negara ini. Selain itu, foto kalian berdua juga akan ikut tampil. Setidaknya para penonton harus mengenal siapa keluarga artis utamanya, bukan?" jawab Darson dengan ancaman dingin yang membuat darah Thomas dan Aniza membeku.

Darson mendekati Thomas dan berkata dengan senyum sinis, "Anggap saja sebagai pelajaran untuk kalian. Kalau tidak berminat lagi, mungkin kau bisa jual tubuhnya ke rumah pelacuran. Seperti apa yang kau lakukan pada putrimu sendiri. Tapi aku harus berterima kasih karena telah menjualnya padaku. Aku sangat puas dengannya." Darson berhenti sejenak, pandangannya menelusuri wajah Thomas yang memerah karena marah. "Selain itu, Gracia telah menjadi istriku. Karena kau adalah mertuaku, maka aku memutuskan tidak membunuh anak tirimu itu," lanjut Darson

Thomas merasa darahnya mendidih, tetapi ia menahan diri untuk tidak menunjukkan kelemahannya di depan Darson. Matanya memancarkan kebencian yang dalam, tetapi ia tetap diam, hanya mendengarkan penghinaan demi penghinaan yang dilontarkan Darson.

"Darson, untuk apa kau melakukan itu pada Beautiful? Dia tidak menyinggungmu sama sekali," tanya Aniza dengan suara yang bergetar.

Darson memalingkan wajahnya dari Thomas dan menatap Aniza dengan dingin. "Aku hanya tidak suka padanya, dan juga aku ingin kamu merasakan betapa sakitnya perasaanmu ketika putrimu dilecehkan," jawabnya tanpa sedikit pun penyesalan. "Beautiful? Nama yang buruk sekali. Kau merasa dia adalah wanita tercantik? Bagiku, dia hanyalah wanita biasa yang tidak memiliki keistimewaan."

"Tahan dia!" perintah Darson kepada anggotanya dengan suara penuh otoritas.

Kelvin maju dengan cepat, menahan tangan Thomas dengan cengkeraman kuat, lalu membawa pria itu keluar dari rumah sakit. Thomas berusaha meronta-ronta, namun kekuatan Kelvin terlalu besar baginya.

Mereka melewati lorong-lorong rumah sakit yang sepi, cahaya lampu neon yang redup menambah suasana mencekam.

"Apa yang kau inginkan?" tanya Thomas dengan suara putus asa, matanya mencari-cari pertolongan di sekelilingnya.

Kelvin tetap diam, ekspresi wajahnya tak menunjukkan belas kasihan sedikit pun. Mereka terus berjalan menuju pintu keluar darurat, suara langkah kaki mereka bergema di sepanjang koridor.

"Hanya sebentar, ada sesuatu yang ingin aku ambil darimu," jawab Darson dengan senyum menyeringai, matanya berkilat-kilat dengan rencana jahat.

Thomas dibawa ke suatu tempat terpencil, di sana terlihat seorang dokter yang sedang menunggu dengan peralatan medis di atas meja.

Kelvin menahan Thomas dengan kuat sehingga ia tidak berdaya untuk melawan. Rasa takut dan kebingungan tampak jelas di wajah Thomas saat ia melihat dokter tersebut bersiap-siap.

Dokter tersebut dengan tenang mengambil beberapa sampel dari tubuh Thomas: sehelai rambut dengan akar, darah dari lengan, air liur dari pipi bagian dalam, potongan kecil kuku, dan sedikit kulit. Setiap prosedur dilakukan dengan ketelitian yang menakutkan.

"Hei! Untuk apa kalian mengambil darahku dan rambutku?" teriak Thomas, suaranya penuh kepanikan.

Darson, yang berdiri di sudut ruangan dengan senyum dingin, menjawab dengan tenang, "Hanya ingin memastikan, apakah tua bangka sepertimu adalah mertuaku atau bukan." Darson melangkah lebih dekat, menatap Thomas dengan tatapan yang menusuk.

Thomas terkejut dan mencoba meronta lebih keras, namun cengkeraman Kelvin terlalu kuat. "Apa...? Untuk apa melakukan tes DNA lagi, ibu Gracia telah berselingkuh dengan asisten kami. Aku adalah saksinya," kata Thomas dengan suara penuh kemarahan dan kebencian.

Darson hanya tersenyum lebih lebar. "Menarik. Namun, aku tidak sepenuhnya percaya pada kata-katamu, Thomas. Aku lebih percaya pada bukti ilmiah. Jadi, mari kita lihat hasilnya," jawab Darson sambil memberi isyarat kepada dokter untuk melanjutkan tugasnya.

"Kami telah menemukan asistenmu, Leo. Dia mengakui tidak ada hubungan sama sekali dengan ibu Gracia. Sementara kamu malah mengatakan Gracia adalah putrinya," ucap Darson dengan nada penuh ketidakpercayaan.

Thomas mencoba mempertahankan ketenangannya, meskipun jantungnya berdegup kencang. "Kenapa tidak mengambil sampel darahnya, untuk membuktikan apa yang aku katakan adalah benar. Bagaimana bisa kau percaya begitu saja padanya," ujar Thomas dengan nada mendesak, matanya memohon kepada Darson untuk mendengarkannya.

Darson menghela napas, lalu menjawab dengan suara penuh kepastian, "Karena apa yang kau katakan, tidak ada satu pun yang bisa dipercaya. Tidak ada manfaatnya dia berbohong pada kami. Andaikan dia melakukannya, kematian ada di depan mata," jawab Darson sambil menatap Thomas dengan tajam.

Thomas merasa semakin terpojok, kesadaran bahwa tidak ada jalan keluar dari situasi ini mulai menghantuinya. "Kenapa harus ikut campur urusan keluarga kami?" tanya Thomas dengan suara yang mulai melemah, rasa frustasi jelas terdengar dalam nada bicaranya.

Darson melangkah lebih dekat, wajahnya menunjukkan campuran kemarahan dan tekad. "Aku telah menikahi Gracia, selama ini dia menerima perlakuan yang tidak adil. Sebagai seorang suami, aku tidak bisa diam saja. Tentu aku harus membantunya mengungkapkan siapa sebenarnya ayah kandungnya," jawab Darson, suaranya penuh dengan kemarahan yang tertahan. "Kalau kau adalah ayahnya, mungkin aku harus memikirkan hukuman apa yang cocok untukmu!"

Thomas terdiam, matanya membulat dalam ketakutan saat kata-kata Darson menyerap sepenuhnya ke dalam pikirannya.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

wwohhh Darson dah nebak sih KLO yg memperkosa si beautiful itu orang' orang muuu

2024-10-15

0

Keysha Aurelie

Keysha Aurelie

tokoh Darson keren sekali ,tegas dan pemberani

2024-08-10

0

Lisa Halik

Lisa Halik

bangga sama kamu darson...thomas tunggu saja pembalasan gracia

2024-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!