Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia

Grace menepis tangan Darson dengan kasar, matanya menyala dengan kemarahan. "Aku tidak berhutang padamu, apalagi mengenalmu. Apakah kamu sudah buta?" bentaknya dengan nada tinggi yang memecah keheningan.

Darson tersenyum sinis. "Cukup keras! Aku akan mendatangimu kalau aku merindukanmu," ucapnya sebelum beranjak pergi, meninggalkan Grace yang hancur dan putus asa. Air mata mengalir deras di pipinya, rasa kecewa dan kehancuran memenuhi hatinya.

"Menjijikkan! Apa gunanya aku hidup kalau aku sudah dinodai," gumam Grace pelan, seolah berbicara pada dirinya sendiri. Hatinya terasa hampa, seakan-akan dunia runtuh di sekelilingnya.

Di sisi lain, Zanella, istri Darson, tengah larut dalam n*fsu dengan seorang pria tampan berpostur tinggi. Pria itu menggerakkan pinggulnya dengan cepat, menekan pinggang Zanella dengan penuh g4ir*h. Des*h*n Zanella semakin keras, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh pria tersebut.

"Nyonya, Anda sangat pintar merawat diri," puji pria itu sambil melanjutkan gerakannya dengan cepat, mencapai puncak kenikmatan bersama Zanella.

"Tentu saja! Obat yang aku gunakan bukan murah harganya. Bagaimana rasanya?" tanya Zanella yang kewalahan setelah bertempur selama dua jam penuh g*irah.

"Nikmat sekali dan sangat sempit, sangat luar biasa. Bahkan wanita lain juga kalah dari Anda," jawab pria itu dengan senyum penuh kepuasan.

"Lanjutkan! Aku belum puas! Setiap kali aku depresi memikirkan sikap suamiku, aku butuh hiburan. Lakukan sekali lagi. Aku akan membayarmu lebih!" pinta Zanella dengan nada memohon, matanya kembali terpejam menikmati sentuhan pria bayaran itu.

Pria itu mulai menggerakkan tubuhnya maju mundur di atas tubuh Zanella, ritmenya semakin intens dan penuh gair*h. Setiap gerakan mereka semakin menguat, memenuhi ruangan dengan des*h*n dan rintihan nikmat.

Zanella menggigit bibirnya, merasakan setiap denyut kenikmatan yang merambat di seluruh tubuhnya. Pria itu terus melanjutkan, memastikan setiap detik yang mereka habiskan bersama penuh dengan sensasi yang memabukkan, menghilangkan semua rasa sakit dan kekecewaan yang selama ini dirasakan Zanella.

Satu jam kemudian.Zanella, yang telah mendapatkan kepuasan dari layanan pria itu, duduk di tepi ranjang sambil menyerahkan sejumlah uang.

"Lain kali aku akan menghubungimu lagi," katanya dengan senyum puas.

"Terima kasih, Nyonya," ucap pria itu dengan menunduk hormat sebelum pergi.

Saat pria itu pergi, Zanella tersenyum puas. "Darson, kau bisa beli wanita lain, aku juga bisa beli pria lain. Aku bahkan sangat menikmatinya," gumamnya dengan nada dingin.

Mansion Vanessa

Di mansion Vanessa, Gracia kembali dalam kondisi berantakan. Rambut panjangnya kusut, dan wajahnya pucat. Ia berjalan dengan tertatih-tatih menuju ruang keluarga, hatinya semakin hancur saat melihat keluarganya berkumpul tanpa mempedulikannya. Tidak ada satu pun yang peduli padanya.

"Selama tiga hari aku tidak pulang, papa kandungku sendiri tidak mencariku dan malah bersenang-senang dengan istri dan anak tirinya," batin Gracia penuh kepedihan.

Gracia kemudian melangkah masuk ke ruangan itu dan menghampiri mereka dengan tatapan penuh kecewa.

"Pa," serunya, suaranya bergetar menahan emosi.

Thomas, Aniza, dan Beautiful menatap Gracia dengan sinis, tanpa sedikit pun rasa simpati.

"Hm...," jawab Thomas dengan dingin.

"Beritahu aku, apakah kamu menjualku kepada pria itu?" tanya Gracia sambil menahan tangis.

"Iya, kakakmu butuh biaya untuk belajar di luar negeri. Jadi kita butuh uang," jawab Aniza dengan senyum sinis.

"Bibi, kenapa kamu begitu tega menjual diriku kepada pria brengsek itu? Kalau butuh uang, kenapa tidak meminta dengan papa saja? Kenapa harus menjual aku kepada orang lain? Aku bukan barang yang bisa diperjualbelikan," bentak Gracia, suaranya penuh kepedihan.

Thomas bangkit dari sofa dan melayangkan tamparannya ke wajah putrinya. "Plak!"

"Kenapa menamparku? Aku yang dijual oleh dia, kenapa aku yang disalahkan?" tanya Gracia dengan mata berair.

"Tidak tahu diri! Apa bedanya dirimu dengan ibumu yang sudah mati itu? Kalian sama-sama hanya pelacur, bahkan lebih hina dari pelacur," bentak Thomas dengan amarah.

"Mamaku bukan pelacur! Jangan menghinanya," teriak Gracia, emosinya memuncak.

"Berani sekali kau berteriak, ha? Seharusnya kau berterima kasih karena masih bisa tinggal di rumah mewah ini. Tinggal dan makan gratis. Apakah kau mengira akan ada yang menyambutmu di luar sana?" seru Thomas dengan mata berapi-api.

"Aku tinggal di sini sebagai pembantu sejak kecil, bukan sebagai putrimu. Setelah mamaku meninggal dua hari, Papa langsung membawa mereka masuk ke dalam rumah ini. Selama ini mama tidak pernah mengkhianatimu. Tapi kamu yang mengkhianatinya. Demi janda ini, kau menyakiti mamaku sampai harus meninggal karena sakit. Dan sekarang istrimu ini menjual putrimu sendiri, kau malah diam saja. Kamu memang bukan seorang yang layak dianggap sebagai orang tua," jawab Gracia dengan suara penuh luka.

Thomas terdiam, tetapi kebenciannya tidak mereda. "Keluar dari rumah ini jika kau merasa tidak dihargai," ujarnya dengan nada memerintah.

Gracia menatap ayahnya dengan air mata mengalir, menyadari bahwa tidak ada tempat baginya di rumah ini. "Aku akan pergi, dan aku bersumpah, suatu hari nanti kau akan menyesal telah mengabaikan dan menyakitiku," katanya dengan tegas sebelum berbalik dan pergi ke kamarnya.

Gracia yang kembali ke kamarnya segera menuju kamar mandi. Dengan tangan gemetar, ia melepaskan semua pakaiannya dan menyalakan shower. Air dingin menyentuh kulitnya, dan tangisannya pecah.

Ia menggosok tubuhnya dengan keras, mencoba menghapus setiap sentuhan pria itu dari kulitnya."Kotor sekali, sangat kotor. Menjijikan," tangisnya terisak, air mata bercampur dengan air shower yang mengalir.

Setiap kenangan menyakitkan dari sentuhan pria itu kembali menghantui pikirannya.

"Kalian semua manusia iblis," gumam Gracia penuh kebencian. "Apa alasannya papa bisa mencintai janda itu? Apa kelebihannya sehingga papaku yang sudah buta tergila-gila padanya?"

Air mata terus mengalir, namun dalam hati Gracia mulai menguatkan tekadnya. Ia tahu ia harus bangkit dan melawan semua ketidakadilan yang ia alami.

Mansion Darson

Sementara itu, di mansion Darson, Darson duduk santai di ruang kerjanya, tenggelam dalam koran yang sedang dibacanya.

Zanella, istrinya, melihat kesempatan untuk mendekati suaminya. Ia mengenakan dress tidur yang sangat pendek dan terbuka di bagian atas, memperlihatkan belahan dadanya yang besar dan putih mulus.

"Darson, sudah malam. Kenapa masih belum tidur?" sapanya, melangkah mendekati suaminya dengan langkah yang sengaja dibuat menggoda.

Zanella memiliki paras yang cantik bak bidadari. Kecantikannya melebihi Gracia, yang menjadi korban kekejaman suaminya itu. Tubuhnya yang langsing selalu mampu membuat pria bayaran tergila-gila padanya.

"Jangan mengabaikan aku! Kita adalah suami istri," ujar Zanella, melepaskan pakaiannya perlahan. Setelah dress terlepas, terlihat tubuhnya yang polos tanpa balutan apapun.

Namun, Darson masih fokus membaca korannya, seolah tidak terpengaruh oleh godaan istrinya.

"Apakah isi koran ini lebih menarik dariku? Tatap aku, Darson! Biarkan aku membuatmu melayang," goda Zanella. Ia merebut koran dari tangan suaminya dan melemparkannya ke arah lain.

Ia langsung memeluk suaminya dan tersenyum menggoda.

Darson menatapnya dengan pandangan dingin. "Apakah kau sedang menggodaku dengan cara yang sama kau gunakan untuk mengoda pria lain?" tanyanya dengan senyum sinis.

"Apa yang kamu katakan? Mana mungkin aku mengoda pria lain," jawab Zanella, mencoba terdengar tulus. "Kamu sudah lama tidak merasakannya."

Darson tersenyum dingin. "Aku sudah tidak berminat padamu, Zanella. Karena aku telah menemukan seseorang yang akan selalu menjadi teman ranjangku. Apakah perlu aku kenalkan padamu?" tanyanya dengan senyum yang membuat Zanella merinding.

Wajah Zanella memucat. "Apa maksudmu, Darson? Siapa wanita itu?" tanyanya, suaranya bergetar menahan rasa takut dan cemburu.

Darson berdiri, menatap istrinya dengan tatapan tajam. "Dia seseorang yang bisa memberiku lebih dari sekadar tubuh. Dia bisa memberiku kebebasan dan kepuasan yang tidak pernah bisa kau berikan. yang penting adalah dia bersih dan berbeda dengan tubuhmu yang telah disentuh oleh puluhan pria.Jadi, Zanella, jika kau ingin tetap berada di rumah ini, belajarlah untuk menerima kenyataan bahwa kau tidak lagi menjadi pusat duniamu," ucapnya dingin sebelum meninggalkan ruangan.

Zanella terdiam, hatinya hancur. Ia menyadari bahwa posisinya sebagai istri tidak lagi berharga di mata suaminya. Dengan air mata yang mulai menggenang, ia berdiri di sana, merasakan betapa rapuh dan tidak berdayanya dirinya di hadapan suaminya yang kejam.

Jam dinding menunjukan pukul 01.00.

Malam itu terasa sunyi di Mansion Vanessa, kecuali suara hembusan angin yang sesekali terdengar dari luar.

Gracia yang masih belum memejamkan matanya, merasa gelisah. Pikirannya terus menerawang, ia sulit sekali untuk tidur. Dengan perasaan tidak tenang, ia memutuskan untuk keluar dari kamar dan berjalan-jalan di koridor panjang yang dihiasi dengan lukisan-lukisan keluarga.

Saat ia melewati kamar kakaknya, tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.

"Aaah!" Sebuah des*h*n terdengar jelas dari dalam kamar.

Gracia dikejutkan dengan suara tersebut dan berbagai pertanyaan langsung muncul di dalam pikirannya. "Ada apa dengan kakak?" gumam Gracia, wajahnya menyiratkan kebingungan.

Des*h*n tersebut terdengar begitu aneh dan menggugah rasa penasarannya. Suara desahan keluar dari mulut Beautiful, kakaknya, seolah sedang menikmati kesenangan yang mendalam di dalam kamar itu. Gracia merasa ada sesuatu yang tidak biasa. Dengan hati-hati, ia mendekati pintu kamar yang tidak terkunci itu.

Rasa penasarannya semakin kuat dan ia memutuskan untuk mengintip ke dalam.Gracia membuka pintu kamar itu perlahan-lahan, agar tidak menimbulkan suara yang mencurigakan. Saat pintu terbuka sedikit, matanya terbelalak melihat pemandangan di depannya.

Kakaknya, Beautiful, terlihat tanpa pakaian, berbaring di tempat tidur. Di atas tubuhnya, seorang pria yang juga telanjang bergerak maju mundur, tenggelam dalam aktivitas yang penuh gairah.

Kedua insan tersebut mengerang nikmat seolah lupa mereka berada di mana. Gracia merasakan campuran antara syok dan rasa tidak percaya. Pemandangan ini terlalu mengejutkan untuknya. Tubuhnya seketika terasa kaku, dan ia tidak tahu harus berbuat apa. Hanya bisa berdiri di sana, menyaksikan pemandangan yang seharusnya tidak pernah ia lihat.

"Siapa pria itu?" batin Gracia

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

zanela balas dendam nih ceritanya sama Darson 😆😆😆😆😆

2024-10-15

0

Yunix Pratama

Yunix Pratama

knp masih ttp tinggal di rmh itu, ktnya mau pergi...🤦

2024-09-01

0

Retno Palupi

Retno Palupi

mungkin kah itu papahmu?

2024-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!