Kedatangan Darson

"Percuma aku membesarkan kamu, hanya buang-buang makananku selama ini," bentak Thomas dengan kemarahan yang meluap-luap.

Gracia bangkit, matanya menyala penuh kemarahan dan sakit hati. "Membesarkan aku? Apa yang kamu berikan padaku? Semuanya kamu berikan kepada anak tirimu yang tidak tahu malu. Kalau bukan karena kamu menginginkan sesuatu darinya, apakah mungkin kamu rela mengeluarkan sejumlah uang?" tanyanya dengan nada tajam.

Thomas mengerutkan alisnya, merasa terpojok. "Apa maksudmu?" tanyanya, meskipun dia sudah bisa menebak ke arah mana pembicaraan ini akan menuju.

Gracia menarik napas dalam-dalam, menguatkan dirinya untuk mengungkapkan kebenaran yang selama ini dia pendam. "Thomas Vanessa, tidak apa-apa kalau kau mengusirku. Kesalahan terbesar mama adalah menikah dengan pria sepertimu. Menikahi janda dan melakukan hubungan gelap dengan putrinya," katanya, suaranya bergetar namun tegas.

Thomas terbelalak kaget mendengar ucapan putrinya. Amarahnya memuncak. Dia langsung menghampiri Gracia dan menarik rambut gadis itu dengan kasar. "Jaga mulutmu baik-baik! Jangan menuduh sembarangan. Atau kalau tidak, aku akan menyerahkanmu ke polisi atau rumah sakit jiwa," kecamnya dengan suara yang penuh ancaman.

Gracia menatap Thomas dengan penuh kebencian. "Pria tua sepertimu, masih tergila-gila dengan nafsu. Istrimu sangat bodoh karena tidak tahu apa-apa. Benar-benar pasangan menjijikkan. Kalau kau ingin membunuh aku, silakan saja! Lagi pula hidupku sudah tidak ada arti!" tantangnya tanpa rasa takut.

Thomas mendorong Gracia hingga terkapar di lantai. "Lebih baik kau menjauh dari keluarga ini," bentaknya dengan penuh kebencian. "Asal kau tahu, kau bukan anak kandungku. Kau adalah hasil hubungan gelap ibumu dengan asisten rumah tangga dulu!"

Gracia terkejut dan tak percaya mendengar pengakuan Thomas. "Tidak mungkin! Tidak mungkin!" teriaknya dengan air mata mengalir di pipinya.

Thomas hanya menyeringai. "Percaya atau tidak, itu urusanmu. Leo adalah pria brengsek yang tidur dengan ibumu," katanya dengan nada meremehkan.

Gracia terisak-isak, merasa dikhianati oleh orang yang seharusnya melindunginya. "Kalau aku bukan anakmu, untuk apa membiarkan aku tinggal di sini?" tanyanya, suaranya gemetar.

Thomas menatap Gracia dengan tatapan dingin. "Karena kau harus membayar semua perbuatan ibumu yang jalang itu. Sebagai anak, kau hanya bisa menebusnya dengan tubuhmu sendiri," jawabnya tanpa belas kasihan.

Gracia memandang Thomas dengan penuh kebencian. "Thomas Vanessa, bagimu mamaku adalah pelacur, jadi siapa kamu? Bukankah sama saja. Melakukan hubungan intim setiap malam dengan anak tiri sendiri... kalian sangat menjijikkan sekali," ketusnya dengan penuh penghinaan.

Thomas menunjuk pintu dengan kasar. "Pergi dari sini! Mulai hari ini, kau tidak berhak tinggal di sini lagi," bentaknya, suaranya menggelegar di seluruh ruangan.

Gracia mengangkat dagunya dengan penuh ketegaran. "Setidaknya sebelum aku pergi, aku telah mengetahui bahwa kamu bukan ayah kandungku. Aku sangat bahagia. Aku yakin Paman Leo kalau tahu aku adalah putrinya, dia pasti akan menjadi ayah yang baik. Tidak sepertimu yang tidak berbeda dengan janda dan anaknya," katanya dengan nada penuh kebencian.

Dia kemudian melangkah pergi, air matanya mengalir deras setelah mengetahui kebenaran yang selama ini tersimpan.

"Apakah benar, Paman Leo yang dulu bekerja di sini adalah papaku? Kenapa sampai mamaku menghembuskan nafas terakhir juga tidak pernah mengungkapnya," batin Gracia, hatinya terasa hancur berkeping-keping. Dengan langkah berat.

Gracia yang tidak sehat melangkah dengan lesu dan wajahnya yang pucat. Ia menuju ke makam ibunya. Langkah kakinya terasa berat, seolah seluruh beban dunia ada di pundaknya. Sesampainya di makam, Gracia berlutut di depan nisan yang sederhana, tatapannya penuh dengan air mata dan kesedihan yang mendalam.

"Ma, apakah benar yang dikatakan Thomas, bahwa aku bukan anak kandungnya?" bisiknya dengan suara gemetar. "Kenapa mama tidak pernah menyebutnya? Lalu, di mana Paman Leo yang bekerja di rumah kita dulu? Sudah begitu lama dia pergi. Mana mungkin aku bisa menemukannya. 12 tahun sudah tidak bertemu. Aku juga tidak berniat mencari kebenaran lagi. Ma, maaf karena aku tidak bisa menjaga diriku. Aku sudah menjadi seorang wanita yang kotor. Bahkan diriku sendiri juga tidak bisa menerimanya. Apa arti hidup ini lagi?" batinnya hancur.Air matanya mengalir deras, mencerminkan kepedihan yang tak tertahankan.

"Bawa aku pergi! Kita tidak akan berpisah lagi!" ucap Gracia dengan putus asa, merasa bahwa hidupnya sudah tak berarti lagi.

Di sisi lain, Darson, bos gangster yang disegani, mendatangi kediaman Vanessa. Ia ditemani oleh beberapa anggotanya, tampak angkuh dan berwibawa. Darson duduk di sofa dengan tenang, tetapi auranya memancarkan kekuatan yang mengintimidasi.

Aniza, yang berusaha menyembunyikan ketakutannya, mencoba tersenyum walaupun hatinya berdebar kencang. "Tuan, apa yang perlu saya bantu?" tanyanya dengan sopan, suaranya sedikit bergetar.

Di sudut ruangan, Beautiful, merasa jantungnya berdetak semakin cepat saat melihat ketampanan Darson. Hatinya berdebar keras, terpesona oleh kehadiran pria itu.

Thomas, yang berusaha tetap tenang meski hatinya gelisah, mendekati Darson. "Tuan Darson, tidak tahu ada masalah apa, sehingga Anda mengunjungi kami?" tanyanya, mencoba terdengar ramah namun waspada.

Darson menatap Thomas dengan tajam, matanya menyiratkan kemarahan yang tertahan.

"Di mana Gracia?" tanyanya dengan suara rendah namun penuh ancaman, membuat suasana di ruangan itu semakin tegang.

Thomas terdiam sejenak, merasa terpojok oleh tatapan Darson. "Gracia... dia tidak ada di sini saat ini," jawabnya dengan hati-hati.

Darson mengerutkan alis, tatapannya semakin tajam. "Jangan berbohong padaku, Thomas. Aku tahu dia ada di sini," katanya dengan nada dingin, membuat semua orang di ruangan itu merasa tercekam.

Aniza yang merasa terdesak mencoba mencari cara untuk mengalihkan perhatian Darson. "Mungkin Gracia sedang pergi sebentar, Tuan. Kami bisa mencarinya untuk Anda," ujarnya dengan nada menenangkan.

Darson berdiri dari sofanya, aura kekuasaan semakin terasa. "Aku akan menunggu. Pastikan kalian menemukannya segera," katanya dengan tegas, tidak memberikan ruang untuk perdebatan.

"Tempat apa yang biasa dia kunjungi?" tanya Darson sambil memainkan cincin yang melingkar di jari telunjuknya, sebuah kebiasaan yang muncul saat ia sedang merenung. Matanya menatap lurus ke depan, namun pikirannya tampak jauh, seolah mencari jawaban di udara yang hening.

Aniza menatap Darson dengan ragu sebelum akhirnya menjawab, "Biasanya dia suka jalan-jalan bersama temannya." Suaranya terdengar pelan, hampir berbisik, seakan khawatir mengungkap lebih dari yang seharusnya.

Thomas memperhatikan gerak-gerik Darson dengan cermat. Thomas sudah lama mengenal Darson, dan bisa merasakan ada sesuatu yang lebih dalam dari sekadar pertanyaan itu.

"Tuan, apakah Gracia menyinggung Anda?" tanya Thomas hati-hati, mencoba memahami maksud di balik pertanyaan Darson.

Darson menghela napas panjang, menggenggam erat cincinnya sebelum akhirnya berbicara. "Aku ingin menebusnya," jawab Darson, suaranya terdengar tegas namun penuh emosi yang tertahan.

Kata-kata itu mengejutkan Aniza dan Thomas Mereka saling berpandangan, tak yakin bagaimana harus menanggapi.

Terpopuler

Comments

🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️

🍁Ang💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪③❣️

Darson punya kebiasaan memainkan cincin di jari telunjuk nya duhhhh kok kyk kebiasaan bang Jack Anderson ya😁😁

2024-10-15

0

Retno Palupi

Retno Palupi

maksudnya menebus apa?

2024-08-22

0

Putri Monicaazemi

Putri Monicaazemi

up banyak²thor...

2024-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!