Chapter 11

Gracia sedang sibuk menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri di dapur ketika Zanella masuk dengan langkah pasti. Zanella mengamati makanan yang sedang disiapkan oleh Gracia, wanita simpanan suaminya, dengan tatapan penuh ketidakpuasan.

"Siapa yang mengatakan kau layak menggunakan dapur ini?" tanya Zanella dengan nada dingin.

Gracia mengangkat alis dan menjawab dengan tenang sambil mengangkat mie buatannya ke piring. "Di luar tidak ada peraturan yang tertulis aku tidak boleh menggunakannya," katanya, membagi mie tersebut ke dua piring kosong.

Zanella mendekat dengan wajah marah, matanya menyala penuh kemarahan. "Wanita simpanan hanya untuk sementara. Tidak lama lagi setelah suamiku bosan, kau akan segera dibuang."

Gracia tersenyum tipis, tatapannya tenang namun penuh arti. "Mungkin benar, tapi untuk sekarang, aku tetap ada di sini," jawabnya, membawa piring-piring mie ke meja.

"Lagipula, siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan?"

Zanella semakin mendekat, menatap Gracia dengan penuh kemarahan yang tertahan. "Jangan terlalu percaya diri, Dunia ini tidak seindah yang kau bayangkan. Simpanan dihargai saat masih berguna. Setelah tidak berguna maka hanya akan dibuang."

Gracia mengangkat alisnya lagi, menantang. "Begitu juga dengan kehidupan pernikahan yang penuh dengan kebohongan dan pengkhianatan, bukan?"Kata-kata Gracia menusuk hati Zanella, menambah ketegangan di antara mereka.

Zanella menatap Gracia dengan tatapan penuh kebencian, sementara Gracia hanya tersenyum sinis, tampak puas dengan ucapannya yang menusuk.

"Apa yang kau tahu tentang kami? Jangan lupa, bagaimana pun aku adalah istri sahnya. Selamanya tidak akan berubah," kata Zanella dengan suara bergetar, berusaha mempertahankan martabatnya.

Gracia tertawa kecil, menyilangkan tangan di dada. "Sayang sekali, statusmu sama sekali tidak dihargai. Sepertinya Darson tidak menyukai barang yang telah diusik oleh orang lain," sindirnya dengan nada meremehkan.

Zanella mengernyitkan alis, matanya menyala dengan kemarahan. "Barang yang diusik? Apa maksudmu, jalang?" tanyanya tajam.

"Statusku adalah simpanan," jawab Gracia tanpa malu, "Tapi aku lebih dihargai di sini. Lalu apa artinya sebagai istrinya? Nyonya, jalani saja hidup kita dengan cara masing-masing. Karena aku sudah tinggal di sini. Kita bisa menjadi kakak adik yang akur," ujarnya dengan nada sinis.

Zanella mendengus jijik. "Wanita tidak malu sepertimu, tidak layak dianggap adik," ketusnya sebelum merebut dua piring makanan di meja dan membuangnya ke tong sampah dengan gerakan cepat.

Gracia terkejut dan marah. "Kenapa membuang makananku?" tanyanya, suaranya penuh kemarahan.

"Karena makanan yang kamu sediakan kotor sepertimu," balas Zanella tajam. "Seorang pelacur seperti sampah yang busuk."

Gracia mendekat, matanya menatap Zanella dengan penuh kebencian. "Lalu apa bedanya denganmu? Bukankah tubuhmu ini lebih menjijikan? Sudah menikah tapi tidur dengan pria lain," katanya sambil mengejek.

Tiba-tiba, suara berat terdengar dari anak tangga. "Ada apa dengan kalian, masih pagi sudah ribut," suara Darson memecah ketegangan. Ia berdiri di anak tangga, menatap kedua wanita itu dengan pandangan tidak senang.

"Gracia, mana sarapanku? Bukankah aku memintamu menyediakannya untukku," tanya Darson dengan nada tegas.

"Tanya saja pada istrimu, dia membuang sarapan kita ke tong sampah," jawab Gracia, suaranya terdengar penuh provokasi.

Zanella berbalik menghadap suaminya, berusaha tersenyum meski hatinya panas. "Darson, aku akan menyediakannya untukmu, masakan orang asing tidak sehat dan tidak bersih," katanya dengan nada menyindir, berharap mendapatkan dukungan dari suaminya.

Gracia tertawa kecil, mendekat pada Darson. "Walau aku orang asing, wanita ditiduri suamimu adalah aku," katanya dengan nada menggoda. "Apakah kamu tahu aku melayaninya berulang kali sehingga kewalahan? Suamimu ini sangat rakus sekali."

Darson berdiri diam di sana, melirik tajam ke arah simpanannya itu, wajahnya tampak merah dan tidak senang.

"Gracia Vanessa, apakah kau sadar dengan ucapanmu?" tanya Darson dengan matanya memicing tajam ke arah wanita simpanannya.

"Sadar! Kenapa harus malu? Aku tidak salah bicara. Istrimu ada di sini. Tapi kenapa aku yang kau incar? Apakah istrimu tidak sanggup dengan keserakahanmu? Aku bahkan melayanimu 3 hari 3 malam. Semalam saja aku sampai sakit pinggang. Jangan terlalu kejam pada istrimu. Sangat kasihan kalau kamu mengabaikannya," sindir Gracia sambil melirik Zanella dengan pandangan meremehkan.

Zanella tidak bisa lagi menahan emosinya. "Apa kau bisa diam," bentaknya sambil mengangkat tangannya, berniat menampar Gracia. Darson dengan cepat menangkap pergelangan tangan istrinya, menahannya dengan erat.

Zanella mencoba melepaskan diri, tetapi cengkeraman Darson terlalu kuat.

"Apa kau sudah cukup? Kalau kau yang mulai dulu, kenapa harus mengamuk? Ke depannya apapun yang dimasak Gracia, jangan membuang makanannya lagi!" kata Darson dengan nada dingin dan tegas.

Zanella merasakan air matanya mulai mengalir, tapi dia tetap berusaha mempertahankan martabatnya. "Kenapa selalu membelanya? Aku adalah istrimu! Aku juga bisa melahirkan anak untukmu!" ujarnya dengan suara bergetar.

Darson menatap Zanella tanpa sedikitpun menunjukkan simpati. "Kalau aku ingin memiliki anak, Gracia akan melahirkan untukku," jawabnya dengan tegas.

Gracia yang awalnya tampak tenang, tiba-tiba menunjukkan ekspresi terkejut dan marah. Tatapannya menjadi tajam, menusuk ke arah Darson. "Aku tidak pernah ingin melahirkan anak untuk pria yang bukan suamiku," pikirnya, namun dia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya diam dan menatap Darson dengan penuh kebencian.

Zanella merasakan hatinya semakin hancur mendengar kata-kata suaminya. Pandangannya beralih dari Darson ke Gracia yang tampak semakin puas dengan situasi ini.

"Kenapa harus dia?" tanya Zanella, suaranya bergetar menahan amarah dan kesedihan.

Darson menatap Zanella dengan tatapan dingin. "Karena aku tidak berminat denganmu. Aku hanya tidak ingin menyentuh wanita yang melayani banyak pria," jawabnya tanpa ragu, kata-katanya menusuk seperti pisau.

Zanella terkejut mendengar tuduhan itu. "Kau menuduhku hanya karena wanita ini," bantahnya dengan suara penuh ketegangan.

Darson menghela napas, jelas tidak ingin memperpanjang pembicaraan. "Zanella, aku tidak peduli kau ingin tidur dengan pria mana. Yang jelas kau tidak bisa mengusik kehidupanku!" katanya dengan nada penuh ketegasan.

Zanella merasa darahnya mendidih, namun dia hanya bisa menatap Darson dan Gracia dengan penuh kebencian. Darson kemudian merangkul pinggang Gracia dan melangkah keluar dari rumah mereka tanpa sedikitpun rasa bersalah.

"Gracia, mari kita makan di luar!" ajaknya dengan nada santai, seakan tidak ada yang terjadi.

Zanella hanya bisa menahan emosinya, air matanya hampir tumpah melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain. Dia merasa begitu tak berdaya dan terhina.

Tiba-tiba, seorang pria yang telah menghabiskan waktu semalam dengannya muncul di hadapannya. "Nyonya," sapanya dengan suara rendah, matanya menatap Zanella dengan penuh arti.

Zanella menatap pria itu dengan pandangan penuh misteri. "Lakukan sesuatu untukku!" perintahnya, suaranya penuh dengan rencana tersembunyi.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

kita lihat nantiii yaa

2024-10-15

0

Retno Palupi

Retno Palupi

penasaran sama pria nya zanella

2024-08-22

0

Bu Kus

Bu Kus

wah Gracia harus hati hati nih ada tambah musuh lg semoga Darso tahu kelicikan istri dan perkerjanya

2024-07-07

3

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!