Menikah Besok!

"Siapa yang berbohong aku bukannya tidak tahu, Zanella, lebih baik jaga sikapmu. Jangan sampai terulang lagi!" kecam Darson dengan tatapan tajam, wajahnya memerah dengan amarah yang tertahan.

"Seret dia keluar, pukul sebanyak 20 kali, dan usir!" Perintah Darson pada anggotanya tanpa ragu.

"Siap, Bos," jawab anggotanya serentak yang menyeret Rico keluad dari sana.

"Terima kasih, Bos!" ucap Rico yang merasa sedikit lega, setidaknya sepuluh jarinya masih aman meski hatinya masih berdebar-debar.

Darson kemudian menarik tangan Gracia dengan kasar dan membawanya menuju kamar. Ia menutup pintu dengan keras dan menguncinya dari dalam, menciptakan suasana yang semakin mencekam.

"Aku tidak ingin tinggal di sini. Setelah malam ini, tidak tahu rencana apa lagi yang akan dilakukan istrimu," ujar Gracia dengan nada putus asa.

"Bukankah kau bisa mengatasinya? Untuk apa harus takut?" tanya Darson sambil melepaskan dasi dan jasnya dengan gerakan yang tegas. Tatapannya tetap tajam, seolah menembus jiwanya.

"Darson, aku tidak ingin menjadi korban dalam rumah tangga kalian. Jangan melibatkan aku!" jawab Gracia dengan suara yang bergetar.

"Hari ini kau kemana saja?" tanya Darson, menyelidik.

"Jalan-jalan! Untuk apa kau bertanya?" tanya Gracia dengan defensif.

"Keluarkan!" perintah Darson dengan nada memerintah.

"Keluarkan apa?" tanya Gracia dengan heran, mengernyitkan dahinya.

Darson dengan cepat menghampiri meja di samping kasur, mengambil tas wanita itu, dan tanpa ampun menuangkan semua isi dalamnya ke atas ranjang.

"Hei, apa yang kau lakukan? Kenapa bongkar tas aku?" tanya Gracia dengan kesal, mencoba merebut barang-barangnya.

Darson menemukan sebuah kotak obat dan mengangkatnya tinggi-tinggi. "Obat untuk pencegah kehamilan? Berani sekali kau membelinya diam-diam," ujarnya dengan tatapan penuh kemarahan.

"Apakah aku harus begitu bodoh hamil anakmu? Kamu bukan suamiku dan hanya pria selingkuhan," jawab Gracia dengan kesal, matanya berkobar marah.

Darson mencubit dagunya dengan erat, menyebabkan Gracia meringis kesakitan.

"Lepaskan!" pinta Gracia dengan suara penuh penderitaan.

"Apa kau sudah lupa, kalau aku akan membayarmu? Berani sekali kau menolak permintaanku!" ketus Darson, mendekatkan wajahnya dengan penuh intimidasi.

"Tidak masuk akal! Kalau kau menginginkan anak, seharusnya cari wanita lain. Aku tidak ingin hamil sebelum menikah. Menjadi simpananmu saja aku sudah malu. Apalagi harus melahirkan anakmu," jawab Gracia dengan tegas, mendorong pria itu menjauh darinya, matanya berkaca-kaca dengan campuran ketakutan dan keteguhan.

"Kau tidak layak menolak permintaanku. Jangan lupa, aku akan membayarmu jumlah yang lebih banyak dari sebelumnya," kata Darson sambil membuka kancing kemejanya satu per satu, matanya tidak lepas dari Gracia yang berdiri dengan wajah memerah marah.

"Aku tidak mau! Lebih baik kamu cari yang lain saja. Kalau sampai aku harus melahirkan anakmu, aku tidak sudi. Aku belum menikah dan tidak mau memiliki anak," jawab Gracia dengan tegas, suaranya bergetar antara marah dan takut.

"Kalau hanya menikah masalahnya, kita menikah saja besok," ujar Darson dengan nada datar, seolah-olah menikah adalah solusi mudah.

"Menikah? Apakah kau sedang bercanda denganku? Menikah asal-asalan dan tanpa cinta itu tidak akan bahagia," jawab Gracia dengan kesal, matanya berkobar dengan kemarahan yang sulit ditahan.

"Cinta? Kau sendiri saja tidak mengerti cinta. Apakah kau mengira masih layak menyebut kata cinta di depanku," ujar Darson dengan dingin, melepaskan kemejanya dan melemparkannya ke lantai.

"Aku tidak akan sudi menikah dengan seorang pria yang rumah tangganya hancur berantakan. Dengan istri pertama saja kau tidak bisa mengurusnya. Aku tidak ingin menjadi mesin untuk melahirkan anakmu," jawab Gracia, bergerak cepat menghampiri pintu dengan niat meninggalkan kamar itu.

Namun, Darson dengan sigap menarik lengannya dan mendorongnya ke atas kasur dengan kasar. Tubuh Gracia terhempas ke atas kasur, membuat napasnya tercekat.

"Jangan berpikir kau bisa menolakku," ujar Darson dengan suara rendah yang berbahaya, menekan tubuh Gracia ke bawah. Ia menahan kedua tangan Gracia di atas kepala, mencium lehernya dengan penuh nafsu.

"Jangan! Aku tidak sudi!" teriak Gracia, suaranya bergetar dengan campuran ketakutan dan kemarahan.

"Malam ini aku akan membuatmu hamil," ucap Darson dengan nada penuh tekad, menahan wajah Gracia dengan erat dan mencium bibirnya dengan dalam.

Ciumannya penuh dengan dominasi dan keinginan yang memaksa, membuat Gracia merasa terjebak dalam situasi yang tidak bisa ia hindari. Sensasi bibir Darson yang kasar dan penuh gairah membuat tubuh Gracia bergetar, meskipun hatinya berontak.

Gracia mencoba melawan, tubuhnya bergerak gelisah di bawah Darson. Namun, kekuatannya tidak sebanding dengan pria itu. Darson terus menekan tubuhnya, membuat Gracia semakin terpuruk dalam perasaan ketidakberdayaan. Tekanan tangan Darson di pergelangan tangannya semakin kuat, seolah menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan Gracia pergi begitu saja.

Gracia bisa merasakan detak jantung Darson yang cepat melalui sentuhan kulit mereka, semakin membuatnya merasa tercekik oleh situasi yang mendominasi ini. Ciuman Darson semakin dalam, semakin memaksa, meninggalkan Gracia tanpa pilihan selain menerima kenyataan pahit yang harus ia hadapi malam ini.

Darson melepas pakaiannya sendiri dengan cepat, memperlihatkan tubuhnya yang berotot. Dia menekan tubuhnya ke tubuh Gracia yang kini hampir telanj4ng, merasakan panas tubuhnya. Gracia berusaha berontak, tetapi Darson lebih kuat.

Dengan satu tangan masih menahan kedua tangan Gracia di atas kepala, tangan lainnya bergerak ke pinggangnya, meraba kulit halusnya. Dia mencium leher Gracia lebih dalam, membuat wanita itu terengah-engah.

Bibir Darson berpindah ke dad*nya, mencium dan menjilat lembut, sebelum menggigit dengan pelan, menimbulkan desah4n dari Gracia yang bercampur dengan ketakutan dan gair4h yang terpendam.

Darson menghentikan ciumannya sejenak, menatap mata Gracia dengan intens. "Kau tidak akan bisa menolakku," bisiknya dengan suara serak, sebelum melanjutkan dengan mencium bibirnya dengan kasar, lidahnya memaksa masuk ke dalam mulut Gracia.

Sementara itu, tangan Darson yang bebas mulai menjelajah tubuh Gracia yang gemetar, merasakan setiap lekuk tubuhnya. Gracia mencoba melawan, tetapi tubuhnya berkhianat, mulai merespon sentuhan Darson. Rasanya seperti api yang membakar, tak terelakkan.

Tangan Darson meremas pinggul Gracia, menariknya lebih dekat. Dia bisa merasakan detak jantungnya yang cepat, mengetahui bahwa Gracia berada di ambang menyerah pada keinginan yang membara di antara mereka. Tanpa banyak bicara, Darson menundukkan kepalanya, mengambil put*ng Gracia ke dalam mulutnya, menghis4p dan menjil4t, sementara tangannya yang lain bergerak lebih rendah, semakin intim.

Gracia mengerang, tak mampu menahan campuran rasa sakit dan kenikmatan yang diberikan Darson. Suara napas berat mereka memenuhi ruangan, dan hanya ada mereka berdua, tenggelam dalam badai hasr*t yang tak tertahankan.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

tuh kan Darson 😆🤣😆🤣😆

2024-10-15

0

Retno Palupi

Retno Palupi

ntar beneran hamil Grace 😁😁😁

2024-08-22

0

Bu Kus

Bu Kus

Ha Darso dasar gila sex banget🤭😅

2024-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!