Setiap Hari Menginginkanmu

"Baru datang sudah berani melawanku, Apakah kau tidak tahu kalau rumah ini aku adalah majikannya," bentak Zanella, suaranya bergetar dengan kemarahan. Matanya menyala, menatap Gracia dengan tajam.

Gracia hanya tersenyum sinis. "Aku tidak peduli," jawabnya dengan tenang. "Kalau aku tidak suka, aku bisa meminta Darson pindah keluar bersamaku. Jadi kalau kamu tidak suka, bisa mengusir kami." Gracia melipat tangannya di depan dada, menantang Zanella dengan tatapan dingin.

"Dasar pel*c*r," ucap Zanella dengan nada menghina, mencoba menusuk harga diri Gracia.

"Setidaknya aku adalah pel*c*r yang dibayar mahal, tidak seperti sebagian orang yang telah mel*c*rkan diri tapi malah harus membayar orang. Bukankah itu sangat menyedihkan sebagai wanita?" Gracia membalas dengan suara lembut namun penuh sindiran, menikmati saat ia melihat Zanella tersentak.

"Darson, kenapa kamu bisa bersama wanita seperti ini? Apakah dia jauh lebih baik dariku?" tanya Zanella, matanya penuh dengan kekecewaan dan marah, memohon penjelasan dari suaminya.

"Kalau kamu lebih baik dariku, mana mungkin suamimu tertarik padaku," jawab Gracia dengan nada sengaja menyakitkan, menikmati kepedihan yang terpancar di wajah Zanella.

Darson hanya menghela napas panjang, menatap kedua wanita itu dengan senyum. "Terima atau tidak, kau tetap tidak bisa menghentikanku. Berapa wanita yang aku bawa pulang, itu adalah urusanku!" katanya dengan nada dingin, matanya menatap tajam pada Zanella.

Ia kemudian memegang tangan Gracia, menariknya menuju ke kamarnya. Saat pintu terbuka, mereka melangkah masuk ke dalam. Gracia hampir tidak percaya melihat kondisi kamar mewah itu.

"Kamarnya seluas satu apartemen," batin Gracia, matanya mengelilingi ruangan yang luas dengan dekorasi elegan.

"Semua pakaianmu sudah disediakan di kamar itu, dan kunci kamar ini hanya kita berdua yang memilikinya," kata Darson sambil memberikan kunci itu kepada Gracia. "Dan jangan lupa setiap keluar dari kamar ingat dikunci!"

"Kenapa harus dikunci terus?" tanya Gracia, alisnya mengernyit.

"Aku tidak suka ada yang mengusik barang kamarku," jawab Darson yang melepaskan jasnya, meletakkannya dengan rapi di gantungan.

"Istrimu sangat membenciku, ke depannya hidupku pasti semakin sulit," ujar Gracia yang duduk di ujung kasur, suaranya terdengar lelah dan cemas.

"Bukankah kamu cukup berani melawannya, kenapa bisa sulit?" tanya Darson dengan senyum kecil, mendekati Gracia.

"Jangan bercanda! Aku merasa bersalah padanya, karena aku menjadi simpanan pria yang sudah beristri. Aku tidak mengerti kenapa tidak ceraikan saja dan kau bisa cari istri lain. Malah cari wanita untuk menjadi simpanan," jawab Gracia, menatap Darson dengan penuh pertanyaan. "Lagi pula kamu yang mengatakan, kalau aku bisa melawannya. Bahkan harus lebih kuat darinya."

Darson mencubit dagu Gracia dan berkata, "Aku suka caramu, bukan hanya melawannya. Kamu juga bisa menamparnya kalau dia bersifat keterlaluan."

"Apakah kamu tidak risih melihat dua wanita bertengkar terus?" tanya Gracia menepis tangan pria itu dengan lembut.

"Aku malah berharap kamu bisa mengusirnya," jawab Darson dengan senyum sinis.

"Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu. Kalau saja dia menyakitiku aku pasti tidak akan diam saja," jawab Gracia, nadanya penuh dengan tekad.

"Baik, aku suka wanita yang tidak mudah ditindas. Sepertinya masa lalumu membuatmu menjadi wanita kuat," ucap Darson, matanya menyala dengan campuran kekaguman dan keinginan saat ia mendorong Gracia ke kasur.

"Apa yang kau lakukan? Ini masih siang," kata Gracia yang berbaring, merasa Darson berada di atasnya dengan berat tubuhnya yang menekan.

"Tolong layani aku," ujar Darson, mendekatkan wajahnya ke arah Gracia dan mencium bibirnya dengan penuh h*sr*t. Ciuman itu kuat dan menuntut, membuat Gracia terengah-engah.

Darson mulai membuka pakaiannya dengan cekatan, kemudian menarik pakaian Gracia hingga keduanya tanpa sehelai benang pun. Meskipun merasa tidak nyaman, Gracia hanya bisa pasrah.

Darson menelusuri lehernya dengan ciuman panas, meninggalkan jejak kemerahan di kulitnya. Tangannya menggenggam dada Gracia, memainkannya dengan cara yang membuat Gracia harus menggigit bibir untuk menahan suara.

"Kenapa tubuhmu selalu membuatku menginginkannya," bisik Darson dengan suara serak, jari-jarinya menjelajah lebih jauh. Meskipun pikirannya memberontak, tubuh Gracia merespons secara naluriah.

Darson semakin intens dalam ciumannya, tangannya terus menjelajah tubuh Gracia. Setiap sentuhan dan ciuman membawa sensasi bertentangan dalam diri Gracia. Tubuhnya bereaksi meskipun pikirannya menolak.

Darson menarik tubuh Gracia lebih dekat, dan melakukan penyatuan. Setiap gerakan Darson terasa mendalam, membuat Gracia terombang-ambing dalam lautan emosi yang kacau.

"Gracia," bisik Darson di telinganya, suaranya serak dan penuh gairah. "Kamu milikku."

Sementara itu, di kamar lain, Zanella sedang bersama seorang pria yang selalu siap melayani setiap kali dipanggil. Setiap kali Zanella menginginkannya, pria itu akan dibayar untuk memuaskan majikannya.

Pria itu berbaring pasrah, menyentuh dua gunung Zanella yang terguncang mengikuti gerakan tubuhnya. Setiap gerakan Zanella semakin cepat dan kuat, membawa mereka berdua menuju puncak kenikmatan.

Pria itu menikmati setiap detik, setiap gerakan Zanella, merasakan kenikmatan luar biasa dari hubungan ini. Tangannya menjelajah tubuh Zanella, membantu wanita itu mengatur ritme gerakannya, menikmati harmoni yang penuh g*ir*h.

Di kamar lain, Darson masih menikmati tubuh Gracia, belum mengakhiri aksinya. Setiap gerakan semakin mendalam dan menuntut.

"Hentikan, aku perih," pinta Gracia dengan suara lemah, mencoba menghentikan Darson yang terus bergerak.

"Darson, tolong... terlalu sakit," erang Gracia, mencoba meredakan intensitas yang diberikan pria itu.

Dengan satu gerakan kuat, Darson mencapai puncak lagi, tubuhnya menegang dan menggetar hebat. Gracia merasakan gelombang kenikmatan yang membingungkan, tubuhnya juga mencapai puncak dalam waktu yang bersamaan.

Mereka berdua terengah-engah, napas mereka bercampur dalam kehangatan yang intens.

"Setiap hari aku menginginkanmu," bisik Darson.

Terpopuler

Comments

Sariahbb Sataihh

Sariahbb Sataihh

gk bs dipelanin apa sih darson kasian bngt garcia udh teriak sakit perih msh dihajar aja trs.sonek nganga jd lebar tuh.tega kejem bener gk pnya hati

2025-01-18

0

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

makin seru nih pertarungan sengit Grace Denga istri sah Darson 🤪🤪🤪

2024-10-15

0

Roslina Bangun

Roslina Bangun

mantap...lanjut

2024-09-10

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!