Chapter 17

Tak lama kemudian, Kelvin kembali memberi laporan kepada atasannya, Darson, yang sedang duduk di kantornya dengan wajah serius.

"Bos, Leo Hustle tinggal di Australia. Dia menjalani bisnis kuliner dan telah menikah dengan warga di sana," ujar Kelvin dengan nada tegas, memastikan informasi yang dibawanya akurat.

Darson menatap Kelvin dengan mata tajam. "Bawa dia kemari apapun alasannya!" perintah Darson tanpa ragu.

Kelvin mengangguk. "Baik, Bos," jawabnya dengan penuh keyakinan.

Handphone milik Darson bergetar. Ia mengangkatnya dan melihat nama kontak yang muncul di layar: Peter, sang mertua.

"Hallo, Pa," sahut Darson dengan nada hormat.

"Darson, siang ini kita makan bersama!" ajak Peter di seberang sana, suaranya terdengar tegas namun penuh harapan.

"Sampai jumpa siang nanti," ucap Darson yang kemudian memutuskan panggilannya.

Kelvin menatap Darson dengan penasaran. "Bos, ada apa?" tanyanya.

"Peter ingin bertemu denganku. Aku yakin pasti ada hubungan dengan putrinya," jawab Darson sambil menghela napas.

"Mungkin saja Tuan Peter ingin membahas tentang hubungan Anda dan Nona Gracia," ujar Kelvin mencoba menebak.

"Zanella pasti sudah mengadu padanya," kata Darson dengan nada sinis. "Dia memiliki seorang putri yang manja dan selalu bertindak sesuai hati."

Darson kemudian beralih topik dengan nada dingin. "Bagaimana dengan wanita itu? Masih hidup?"

"Masih, Bos. Sepertinya dia sudah tidak larat," jawab Kelvin dengan nada waspada. "Herry sedang mengawasinya."

"Jangan sampai dia tewas! Biarkan dia tetap hidup. Itu akan membuatnya lebih menderita dari pada mati. Kirim dia ke rumahnya. Anggap saja hadiah besar dariku!" perintah Darson, suaranya dingin dan tanpa belas kasihan.

"Baik, Bos," jawab Kelvin sebelum meninggalkan ruangan.

Dua jam kemudian, Darson duduk bersama mertuanya, Peter, di sebuah restoran mewah. Mereka sedang makan siang dan suasana sangat hening dan serius.

Peter meletakkan garpu dan menatap Darson dengan tajam. "Kapan kamu akan melepaskan dia?" tanya Peter dengan nada mendesak.

"Tidak akan!" jawab Darson dengan yakin dan tenang, tatapannya penuh determinasi.

Peter menghela napas panjang. "Darson, Papa juga pernah muda dan berselingkuh. Yang namanya selingkuh hanyalah sementara demi kesenangan. Anggap saja kamu tertarik pada baju baru. Setelah dipakai berulang kali pasti akan bosan," ujar Peter dengan nada bijak.

"Gracia bukan baju ataupun selingkuhanku," jawab Darson tegas. "Dia hanya menjadi simpananku untuk sementara dan menjadi istriku untuk selamanya. Tidak ada batas waktu."

Peter mengangkat alisnya, terkejut dengan keteguhan Darson. "Kau serius dengan dia? Apakah kamu yakin?" tanya Peter, masih mencoba meyakinkan menantunya.

"Yakin!" jawab Darson tanpa ragu."Wanita yang akan mendampingiku adalah Gracia dan bukan Zanella."

Peter menghela napas dalam-dalam, merasa frustasi. "Darson, Papa tidak pernah ragu padamu. Zanella adalah putriku satu-satunya. Apa yang kamu lakukan padanya sangat melukai perasaannya," katanya dengan nada sedih.

Darson lalu menunjukkan beberapa lembar foto kepada Peter. "Aku menikahinya karena memandang papa dan juga percaya padanya. Tapi sayang sekali, kepercayaanku padanya disia-siakan begitu saja," katanya dengan dingin. "Lalu mana bisa lagi aku percaya padanya."

Peter terdiam melihat foto tersebut, mulutnya terkatup rapat seolah tidak mampu bersuara. Foto itu menunjukkan Zanella bersama pria lain, bukti yang tak bisa dibantah.

"Aku rasa Papa pasti mengerti apa alasannya aku memilih Gracia dan bukan Zanella," kata Darson dengan tegas. "Aku tidak suka wanita yang selingkuh. Seorang wanita jika bisa setia padaku, maka aku akan lebih setia padanya!" ucapnya sebelum beranjak dari meja makan.

Peter masih duduk di sana, matanya fokus pada foto tersebut, memikirkan dampak dari pengkhianatan putrinya.

Di mansion Darson, Gracia mengabaikan pakaian yang berserakan di ruang tamu akibat ulah Zanella. Ia sama sekali tidak peduli dan hanya mengurung diri di kamarnya, mencoba menenangkan diri.

Tak lama kemudian, Darson kembali dengan ditemani oleh anggotanya yang membawa barang-barang yang dia pesan. Zanella yang duduk di ruang tamu menyambut kepulangan suaminya dengan senyuman manis, berusaha terlihat tenang.

"Darson, kamu sudah pulang!" sambutnya dengan nada ceria yang terkesan dipaksakan.

Darson menatap tajam pada Zanella. "Kau yang melakukannya, dan kenapa membiarkan begitu saja?" tanyanya, suaranya penuh ketegangan.

"Darson, Gracia mencari masalah denganku. Aku hanya mendidiknya dan dia merajuk sehingga membuang pakaian sendiri. Jangan percaya apa yang dia katakan padamu," jelas Zanella, berusaha membela diri.

Darson menghela napas panjang. "Wanita yang aku pilih, mana mungkin aku tidak tahu sifatnya. Untuk apa kau berbohong padaku? Kau tahu kalau itu tidak berguna bagiku!" jawabnya tegas, matanya tajam menatap istrinya.

"Akhirnya kamu pulang!" ucap Gracia yang berdiri di anak tangga, suaranya terdengar lembut tapi penuh ironi. Tidak tahu sejak kapan dia berdiri di sana, memperhatikan percakapan mereka.

"Semua pesananmu ada di sini," kata Darson sambil menunjuk barang-barang yang dibawa anggotanya.

"Ternyata kamu adalah suami yang perhatian," ujar Gracia sambil menyindir Zanella, senyum sinis terlukis di wajahnya.

"Kakak, pakaian yang berserakan di sini, untukmu saja. Anggap saja sebagai hadiah dariku yang lebih muda darimu," ejek Gracia, mengambil semua barang dari tangan anggota suaminya dengan gerakan anggun namun penuh sindiran.

Zanella menahan emosinya, matanya berkobar dengan kemarahan yang ditahan.

"Darson..." ucapnya, mencoba mengadu lagi namun dihentikan oleh Darson.

"Cukup! Aku tidak mau mendengar apapun lagi!" kata Darson dengan suara tegas, mengikuti Gracia yang berjalan menuju ke kamar.

"Selalu saja perhatikan dia," gumam Zanella pelan, menahan amarahnya.

Di sisi lain kota, suara bel pintu rumah keluarga Vanessa berbunyi. Aniza, istri Thomas, bergegas membuka pintu tersebut. Ketika ia melihat ke kiri dan kanan, ia tidak menemukan siapapun di sana. Kemudian ia menunduk dan melihat sesuatu yang membuat darahnya membeku.

"Aahhh!" teriak Aniza keras, suaranya menggema di seluruh rumah, mengejutkan suaminya yang sedang duduk di ruang tamu.

"Aniza, ada apa?" tanya Thomas, bergegas menuju pintu dengan wajah penuh kekhawatiran.

Aniza terkejut melihat seorang wanita tergeletak dalam posisi telungkup dan berlumuran darah dari wajah hingga tubuhnya. Wanita yang terluka itu mengangkat kepalanya, menatap Aniza dengan mata berlinang air mata.

Setelah diperhatikan dengan seksama, Aniza mengenali wajah wanita itu, meski penuh luka dan bengkak. "Beautiful?" sebut Aniza dengan suara bergetar, tidak percaya apa yang dilihatnya. Wanita yang terluka itu adalah putrinya yang telah dikirim ke luar negeri. Kini, putrinya pulang dalam kondisi mengenaskan, wajahnya bengkak dan berlumuran darah.

Thomas berdiri di sampingnya, terdiam dalam keterkejutan, tidak mampu berkata-kata melihat kondisi anak tirinya.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

knp gak di ceraikan saja sih si Zanela

2024-10-15

0

Retno Palupi

Retno Palupi

lah kok sudah mulai balas dendam?

2024-08-22

0

Mimik Pribadi

Mimik Pribadi

Menarik,,,,,aku suka

2024-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!