Diusir

Gracia diam sejenak dan kemudian mengeluarkan handphonenya. Ia merekam perbuatan terlarang itu. Dengan tangan gemetar setelah ia melihat siapa pria itu yang melakukan hubungan dengan kakak tirinya.

Gracia menggeleng-gelengkan kepalanya sambil bergumam, "Kalian memang tidak tahu malu."

Pria itu berkeringat di seluruh tubuhnya setelah melakukan aksi tak senonoh selama satu jam lamanya. Sementara Kakak Gracia berbaring dengan terlentang dan senyum puas di wajahnya.

"Bagaimana rasanya, apakah kamu puas?" tanya pria itu dengan senyum lembut sambil memainkan rambut Beautiful.

"Iya, sangat nikmat. Aku menikmatinya. Kita melakukan ini setiap malam. Apakah mereka tidak akan curiga?" tanya Beautiful. "Bagaimana kalau aku hamil?"

"Tenang saja! Bukankah kamu sudah minum obat untuk mencegah kehamilan? Jadi jangan cemas!" jawab pria itu yang bangkit dari tubuh polos wanita itu.

Gracia kemudian menuju ke kamarnya, setelah merekam adegan memalukan itu."Aku tidak menyangka, keluarga ini benar-benar kacau," batin Gracia. Ia terduduk di lantai dengan wajah lesu dan tak berdaya.

"Bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya? Kalau aku keluar, apakah aku bisa bertahan hidup? Aku tidak bisa bekerja di luar selama ini. Setidaknya aku harus mencari pekerjaan dulu sebelum keluar," gumam Gracia.

"Pria itu sudah memberiku mimpi buruk, apakah aku bisa menjalani hidupku seperti dulu," ucap Gracia.

Keesokan harinya, Darson yang berada di kantornya menerima laporan dari anak buahnya.

"Herry, bagaimana hasil penyelidikanmu?" tanya Darson.

"Bos, Gracia Vanessa jarang keluar dari rumah. Selama ini dia lebih sering di rumah. Sepertinya tidak seperti yang kita bayangkan. Hidupnya selalu diawasi ketat oleh ayahnya, Thomas Vanessa," jawab Herry.

"Katakan semua yang kamu ketahui!" titah Darson dengan nada tegas.

" Saat istrinya baru meninggal dua hari, Thomas Vanessa membawa janda beranak satu masuk ke rumahnya. setelah sebulan kemudian dia baru menikahi janda itu. Nama janda itu Aniza dan putrinya bernama Beautiful. Sejak mereka masuk ke rumah itu, sikap Thomas berubah dan lebih keras terhadap putri kandungnya, Gracia Vanessa. Belakangan ini Beautiful ingin melanjutkan pelajaran di luar negeri. Oleh karena itu Aniza menjual anak tirinya pada anda. Sekolah Gracia dihentikan oleh Thomas demi ingin membiayai anak tirinya," lanjut Herry.

"Pria tua yang tidak sadar diri, demi janda dan anak tirinya mengorbankan anak kandung sendiri," kutuk Darson dengan marah.

"Bos, sepertinya gadis itu menjalani kehidupan yang cukup pahit. Ibu tirinya menjualnya dan ayah kandungnya hanya diam saja. Artinya dia lebih memihak pada mereka daripada anak sendiri," ujar Herry dengan nada prihatin.

"Datangi rumahnya dan bawa keluar Gracia dari sana. Aku akan membawanya pulang!" ujar Darson dengan nada tegas, menatap Herry dengan mata tajam.

"Bos, kalau membawanya pulang, bukannya kakak iparnya akan mengamuk?" tanya Herry dengan ragu.

"Biarkan saja! Kehadiran Gracia akan membuatnya kesal. Lebih baik jika wanita itu bisa pergi. Suaminya membawa simpanan pulang ke rumah. Aku tidak percaya dia akan bertahan," jawab Darson, suaranya penuh tekad.

"Baik, Bos," jawab Herry dengan anggukan, lalu bergegas keluar untuk melaksanakan perintah Darson.

Sementara itu, di Mansion Vanessa, Thomas menarik Gracia keluar dari kamarnya dengan kasar. Wajah gadis itu terlihat pucat dan berkeringat dingin, menandakan betapa lemahnya dia saat ini.

"Kenapa belum sediakan sarapan? Cepat kerjakan sekarang juga!" perintah Thomas dengan kasar, matanya menyala dengan kemarahan yang tidak wajar.

"Aku tidak sehat, badanku demam," jawab Gracia lemah, suaranya hampir berbisik.

"Pa, mungkin karena dia memiliki banyak uang sehingga sudah menjadi malas," sindir Beautiful dengan senyum mengejek, menambah penderitaan Gracia.

"Kenapa bukan kamu saja yang melakukannya, kenapa harus aku dari dulu," jawab Gracia dengan suara yang lebih tegas, menatap kakak tirinya dengan keberanian yang baru ditemukan.

"Berani sekali kau menyuruh putriku melakukannya. Kau harus sadar diri siapa dirimu dan siapa putriku!" bentak Aniza, wajahnya penuh dengan kebencian yang tidak disembunyikan.

"Pergi sediakan sarapan dan jangan banyak alasan. Kau sama saja dengan ibumu yang adalah pelacur," ketus Thomas, matanya memancarkan penghinaan.

"Pelacur? Siapa yang pelacur sebenarnya?" tanya Gracia dengan tajam, matanya beralih dari ayahnya ke kakak tirinya. "Selalu tampil cantik ternyata busuk dari dalam."

"Apa yang kau katakan?" tanya Beautiful dengan kesal, wajahnya memerah karena amarah.

Thomas mendekatkan wajahnya ke Gracia, suaranya rendah dan mengancam, "Kau akan menyesal telah berbicara seperti itu, Gracia. Sekarang pergi dan lakukan apa yang aku perintahkan."

"Aku ini adalah anak kandungmu, bukan pembantu yang harus melakukan pekerjaan untuk mereka. Kenapa harus aku yang melayani mereka? Siapa mereka? Pa, Mama sejak dulu tidak bersalah padamu. Kenapa kamu selalu menganggap dirinya adalah pelacur? Apakah karena sudah ada dua wanita ini sehingga matamu sudah buta dan merendahkan Mama dan wanita yang pernah menjadi istrimu?" tanya Gracia dengan ketus, matanya berkilat marah dan penuh luka.

"Plak!" Tamparan keras dari Thomas mendarat di pipi Gracia, membuat kepalanya terpaksa menoleh ke samping.

"Kurang ajar! Kalau kau masih ingin tinggal di sini, lakukan semua perintahku!" kata Thomas dengan tegas, suaranya menggema di ruangan itu.

"Gracia, kau harus sadar diri bahwa dirimu tidak memiliki status di sini. Walau ibumu sudah mati, dia tetap pelacur di mata papamu," sindir Aniza dengan senyum sinis di wajahnya.

"Plak!" Tamparan keras dilakukan Gracia, kali ini mengenai pipi Aniza.

"Kau hanyalah seorang janda tidak tahu diri, sama seperti putrimu yang tidak tahu malu," bentak Gracia, matanya penuh dengan amarah yang tak terbendung.

"Ma...," teriak Beautiful yang melihat ibunya ditampar, wajahnya berubah pucat.

"Gracia, anak tidak tahu diri," ketus Thomas yang menampar wajah Gracia dengan keras lagi. "Plak!" Tamparan itu membuat gadis itu langsung terkapar, darah mengalir di sudut bibirnya.

"Tuan Vanessa, jangan kau mengira aku tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Menjual anak sendiri demi anak tiri. Kau benar-benar tidak tahu malu," bentak Gracia, suaranya parau tetapi penuh keberanian.

"Keluar dari sini!" bentak Thomas yang menyeret gadis itu keluar, kekuatannya yang besar membuat Gracia tidak bisa melawan.

"Kalian sekeluarga akan dapat balasannya," teriak Gracia dengan suara penuh kemarahan dan dendam saat dia ditarik keluar.

"Mama, kalau diusir, bagaimana kita bisa dapat uang lagi?" bisik Beautiful pada ibunya, wajahnya penuh kecemasan.

"Setelah dia keluar, Mama akan menghubungi pamanmu untuk menangkapnya dan jual ke Kelab Malam. Usianya masih muda dan harganya masih tinggi," jawab Aniza dengan suara rendah tetapi jelas, senyum licik menghiasi wajahnya.

Thomas, dengan napas yang masih memburu, melemparkan Gracia ke luar pintu rumah. Gadis itu jatuh tersungkur di tanah, rasa sakit di tubuhnya tidak sebanding dengan rasa sakit di hatinya.

"Keluar dan jangan pernah kembali, Aku ingin tahu berapa lama kau akan bertahan di luar. Kau akan mengemis untuk meminta makan dan tempat tinggal," teriak Thomas.

Gracia yang kesakitan dan berkata," Iya, aku akan mengemis pada mereka untuk bisa bertahan hidup. Aku juga akan memberitahu mereka bahwa aku adalah putri Thomas Vanessa yang telah dibutakan oleh n*fsu

fsu," jawab Gracia dengan menantang.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

selalu aja ayah kandung membenci anak kandung sendiri hadeeehh

2024-10-15

0

Veri Andriansah

Veri Andriansah

demi wanita 😭😭😭😭

2024-09-09

0

Retno Palupi

Retno Palupi

sadar pak itu putri kandung mu sendiri

2024-08-22

1

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!