Lupa Dengan Janjimu!

Darson menarik tubuh Gracia ke atas kasur dan menindihnya, nafasnya berat dan matanya penuh nafsu. Tanpa peringatan, ia mencium gadis itu dengan brutal sambil merobek pakaiannya.

"Jangan!" teriak Garcia, yang berusaha mengelak ke samping, namun usahanya sia-sia. Tangan Darson mencengkeram kuat, menahannya di tempat.

"Kau hanya akan menjadi milikku. Aku bisa melakukan apa saja yang aku mau!" ujar Darson dengan nada mengancam, sementara bibirnya turun mencium leher gadis itu.

Gracia berusaha melawan, mencoba menggunakan seluruh tenaga yang tersisa, namun tubuhnya kalah kuat dari pria itu. Teriakannya hanya terdengar seperti musik di telinga Darson yang semakin menggila.

Dengan satu tarikan kuat, Darson merobek pakaian gadis itu hingga tersisa bra dan kain tipis yang menutupi mahkotanya.

"Tidak... tolong jangan melakukannya lagi. Lepaskan aku...," jeritan Gracia terdengar serak, bercampur tangis.

Namun Darson tidak berhenti. Ia menarik bra gadis itu hingga terlepas, memperlihatkan dua gundukan besar dan kenyal yang membuatnya semakin bernafsu.

Darson semakin mengila, melumat dua gundukan besar itu dengan rakus. Tangan kanannya meremas dengan keras, berulang kali, tanpa ampun. Gracia berusaha melawan, tubuhnya menggeliat dan tangannya menolak dengan sia-sia. Ketakutan semakin mencengkeram hatinya, membuat tangisnya pecah.

"Tolong lepaskan aku!" tangisan Gracia semakin memilukan, namun bagi Darson itu hanya bumbu yang menambah kesenangan.

Dengan satu gerakan cepat, Darson melepaskan kemeja dan juga celananya, meninggalkan dirinya dalam keadaan hampir telanjang. Ia merobek kain tipis yang tersisa pada tubuh Gracia, kini gadis itu tanpa sehelai benang pun. Gracia menjerit, ketakutan merajalela dalam dirinya. Tubuhnya menggigil, namun Darson tidak peduli. Tangan-tangannya yang kuat menahan gadis itu, menyiapkan diri untuk aksi berikutnya yang lebih brutal dan mengerikan.

"Aahh!" Jerit Gracia, suaranya penuh derita. "Sakit! Tolong hentikan!" tangisannya semakin menjadi, namun Darson tidak memperdulikannya.

"Tolong hentikan!" pinta Gracia, suaranya penuh dengan kepasrahan dan ketakutan. Namun, permohonannya hanya terdengar seperti bisikan yang hilang di telinga Darson yang semakin menggila.

Tidak lama kemudian, Darson mencapai puncak kenikmatan. Dengan dorongan yang semakin cepat dan kasar, ia mengoyangkan pinggulnya tanpa henti. Setiap gerakannya penuh dengan kekuatan dan kebrutalan, menyebabkan Gracia tercekik oleh rasa sakit yang semakin menjadi-jadi.

Tidak lama kemudian, Darson menghentikan aksinya dan mengeluarkan pusakanya. Sementara Gracia yang kewalahan akhirnya tertidur pulas, tubuhnya terkulai lemah di atas kasur.

Cuaca mulai gelap, langit yang sebelumnya cerah kini berubah mendung, seolah mencerminkan suasana hati yang mencekam di dalam kamar hotel. Gracia masih belum bangun, terlelap dalam kelelahan dan rasa sakit yang menyiksanya.

Sementara itu, Darson duduk di sofa, menikmati minuman keras yang ia tuangkan dalam gelas kristal. Asap rokok mengepul dari mulutnya, memenuhi ruangan dengan bau tajam. Matanya yang dingin dan penuh kebencian menatap gadis itu yang tidur dalam posisi telungkup.

"Gracia Vanessa, ternyata kamu tidak mengenalku lagi. Keluargamu sama saja dengan dirimu yang tidak tahu malu. Jangan salahkan aku bertindak seperti itu," batin Darson, bibirnya menyunggingkan senyum sinis.

Di luar kamar hotel, dua anggota Darson sedang berbisik, mereka berdiri berjaga dengan sikap waspada.

"Baru kali ini bos bermain wanita. Selama ini hanya dengan istrinya sendiri. Kenapa harus gadis ini? Selain itu juga sampai 3 hari," bisik salah satu dari mereka dengan nada heran.

"Tidak tahu! Kita hanya ikut perintah saja. Sisanya jangan ikut campur!" jawab yang lain dengan nada tegas, mencoba mengakhiri percakapan yang tidak perlu.

Sementara itu, di rumah keluarga Vanessa, suasana tampak berbeda. Thomas Vanessa, beserta istrinya Aniza, dan putrinya Beautiful duduk di ruangan keluarga yang mewah. Senyum kebanggaan terpancar dari wajah Aniza saat ia memandang putrinya.

"Beautiful, uang sudah dapat. Kamu bisa pergi ke luar negeri untuk belajar. Kamu harus banggakan nama keluarga kita!" ucap Aniza dengan senyum penuh kebanggaan.

"Benar! Uang sebanyak ini tidak mudah untuk didapatkan," lanjut Thomas, suaranya penuh kepuasan.

"Tidak tahu bagaimana dengan Gracia sekarang?" tanya Beautiful dengan senyum sinis, matanya berkilat dengan rasa superioritas.

"Sekarang dia pasti sedang melayani gangster itu. Kita dapat bayaran yang tinggi. Gangster itu dapat keperawanan adikmu dan kita dapat uangnya," jawab Aniza tanpa rasa bersalah, suaranya tenang seolah yang dibicarakannya adalah hal biasa.

"Papa, terima kasih karena sudi melakukannya untukku. Aku akan bekerja dengan baik dan mengharumkan nama baik keluarga kita," ucap Beautiful dengan nada manis, penuh rasa terima kasih yang tulus meskipun dasarnya adalah pengkhianatan.

"Tidak apa-apa! Gracia mirip dengan ibunya. Sama-sama pelacur. Masa depan kita hanya mengandalkanmu. Sementara anak itu, aku tidak pernah mengakuinya," ujar Thomas dengan nada dingin, penuh kebencian yang terpendam lama.

Senyum puas menghiasi wajah mereka, sementara di tempat lain, Gracia merasakan penderitaan yang tak terbayangkan, menjadi korban dari ambisi dan ketamakan keluarganya sendiri.

Di sisi lain, Darson keluar dari kamar hotel, dua anggotanya menyapa dengan hormat. Mereka berdiri tegak, siap menerima perintah.

"Selidiki kemana saja Gracia Vanessa selama ini! Cari tahu siapa saja di keluarganya, apa saja yang dia lakukan, dan dengan siapa dia bergaul!" perintah Darson dengan nada tegas dan dingin, matanya menunjukkan keseriusan yang menakutkan.

"Baik, Bos," jawab mereka serentak, menundukkan kepala dengan penuh hormat sebelum bergerak cepat untuk menjalankan tugas mereka.

Darson kembali ke kamarnya, langkahnya berat dan penuh determinasi. Ia berdiri di samping Gracia yang masih belum sadarkan diri.

Pandangannya tajam menatap gadis itu, matanya dipenuhi kebencian yang mendalam. tidak tahu pasti apa sebabnya ia begitu membenci gadis itu, namun rasa bencinya tak dapat ia kendalikan.

Ia kemudian menarik selimut yang menutupi tubuh Gracia, menyingkirkannya dengan gerakan kasar. Tanpa ragu, ia melepaskan jubah tidurnya, membiarkan dirinya tanpa sehelai benang pun. Gracia yang masih dalam kondisi tidak sadar dan telungkup, tubuhnya dengan mudah ia balikkan menjadi posisi berbaring.

Darson membuka pangkalan paha gadis itu dengan kekuatan, membuat Gracia tampak rentan dan tak berdaya. Dengan tanpa ampun, ia melakukan penyatuan dengan gadis itu, dorongannya keras dan brutal.

Ia bergerak maju mundur tanpa henti, setiap gerakannya penuh kekerasan dan nafsu yang mengerikan. Karena merasakan sentuhan dan perih yang tak tertahankan, Gracia terbangun dan merintih kesakitan.

"Jangan!" ucapnya dengan suara serak, matanya yang penuh ketakutan melihat pria itu yang sedang berada di atas tubuhnya. Tubuhnya lemas, terasa seperti dicabik-cabik dari dalam.

"Gracia Vanessa, ingat dengan wajahku. Jangan kau melupakannya. Aku akan menghantui hidupmu!" kecam Darson, suaranya penuh dengan kemarahan dan ancaman.

Wajah Gracia yang pucat semakin memucat, matanya kehilangan cahaya dan tubuhnya tak berdaya. Akhirnya, rasa sakit yang tak tertahankan membuatnya kembali tidak sadarkan diri, tenggelam dalam kegelapan yang menutupi kesadarannya.

Setelah tiga hari penuh penderitaan, Darson melempar sejumlah uang ke wajah Gracia yang duduk di atas kasur dengan wajah pucat. Selain melayani nafsu pria itu, ia juga tidak menelan makanan apapun.

Siang itu, tubuhnya hanya ditutupi selimut tebal dan tanpa pakaian."Aku bukan pelacur," teriak Gracia dengan marah sambil membuang uang itu kembali ke wajah Darson. "Kau adalah pria brengsek!"

Darson tersenyum sinis, tatapannya penuh ejekan. "Wanita memang suka berpura-pura. Keluargamu sama sepertimu, hanya suka pada uang. Mereka menjual tubuhmu. Apa bedanya dirimu dengan mereka?"

"Kau tidak mengenalku," balas Gracia dengan suara bergetar menahan amarah. "Jangan menuduhku sembarangan. Aku tidak butuh uangmu. Bawa pergi untuk membeli peti mati untuk dirimu sendiri," teriaknya kesal.

Darson mendekat, mencubit dagu Gracia dengan erat. "Dengar baik-baik! Aku akan mendatangimu kapanpun aku mau. Ibu tirimu itu mata duitan. Tubuhmu ini sangat berguna bagiku. Setelah aku bosan, aku akan menjualnya kepada pelangganku," kecam Darson dengan suara rendah dan dingin.

Gracia merasa hatinya hancur, namun ia tidak menunjukkan kelemahannya. Ia hanya menatap Darson dengan penuh kebencian, tekadnya semakin kuat untuk melawan nasib buruk yang menimpanya.

"Kau adalah bajingan!" ketus Gracia dengan mata berkaca-kaca.

"Apakah kau sudah lupa dengan janjimu? Apa yang kau alami sekarang adalah balasan dari kebohonganmu," ujar Darson.

"Aku tidak mengerti apa yang kau katakan, Janji apa maksudmu? kau adalah pria terkutuk," ketus Gracia.

***

Hai, teman-teman! jangan lupa mampir untuk memberi dukungan. harap komentar ketika ada kesalahan dalam penulisan🙏🙏🙏

Terpopuler

Comments

Sariahbb Sataihh

Sariahbb Sataihh

son2 kejem bngt nyiksa Garcia.yg nata duitan kan baoak sm ibu tiri serta sodara tirinya .knpa yg jd sasaran kebencian nya sm garcia.dasar stresss.ini lg sosara tiri jahat kasih salah nama beautiful...terbalik

2025-01-17

0

Sariahbb Sataihh

Sariahbb Sataihh

semoga garcia bs cpt kabur dan jngn kembali ke tmpt ibu tiri yg menjual nya ke darson

2025-01-17

0

Sariahbb Sataihh

Sariahbb Sataihh

kasian bngt hidupmu garcia.semoga ada dewa penolong mu

2025-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!