Chapter 13

Gracia menampar wajah pria yang melecehkan dirinya dengan keras, suaranya menggema di seluruh ruangan kamar itu, "Plak!"

Darson menarik lengan pria itu dengan kasar sehingga pria tersebut jatuh dari kasur. Tubuhnya menghantam lantai dengan keras.

"Kau siapa? Berani sekali kau masuk ke kamarku? Apa kau sudah bosan hidup?" tanya Darson dengan nada mengancam, kemudian melayangkan pukulan ke wajah pria itu, "Bruk!"

Pria itu menjerit kesakitan, "Aahh!"

Zanella, yang menyadari bahwa rencananya telah gagal, segera beranjak dari sana dengan wajah penuh kekecewaan.

Beberapa saat kemudian, Darson duduk di sofa dengan angkuhnya, ditemani oleh beberapa anggotanya yang berdiri di belakang pria yang telah melecehkan Gracia.

"Kau adalah penyapu halaman. Siapa yang memberimu izin masuk ke kamarku?" tanya Darson dengan tatapan tajam.

"Ma-maaf, Tuan. Ini salahku. Aku hanya salah masuk kamar karena kebanyakan minum," jawab pria itu dengan suara gemetar, berusaha menghindari tatapan Darson.

"Siapa namamu dan sudah berapa lama kau di sini?" tanya Darson dengan nada dingin.

"Dua tahun, Tuan. Namaku Rico," jawabnya dengan kepala tertunduk. "Maaf, aku tidak sengaja menyentuh nona Gracia."

"Tidak sengaja? Tapi kau telah melakukannya. Apakah ada yang menyuruhmu melakukannya?" tanya Darson dengan nada curiga.

Rico terdiam sejenak, teringat ancaman yang diterimanya dari Zanella."Kalau kau berani mengkhianatiku, maka keluargamu yang akan menjadi korbannya. Aku mendengar istrimu baru melahirkan. Anak pertamamu baru 3 tahun. Kalau sampai mereka terjadi sesuatu, jangan salahkan aku. Suamiku adalah gangster. Aku juga putri gangster," kecam Zanella dalam ingatannya.

"Tidak ada! Aku melakukan kesalahan, maafkan aku, Tuan. Aku mohon maafkan aku!" ucap Rico sambil memohon, suaranya penuh kepanikan.

"Memaafkan bukan sifatku sebagai gangster. Kau masih bisa hidup, tapi kedua tanganmu yang telah menyentuhnya harus dijadikan sebagai ganti. Selain itu, kau harus segera tinggalkan tempat ini!" jawab Darson dengan tegas, tanpa sedikitpun belas kasihan.

"Tuan, tolong jangan mengambil tanganku, aku mohon!" tangis Rico dengan air mata mengalir deras. "Aku masih harus bekerja dan membiayai keluargaku. Aku mohon, Tuan!" pintanya sambil menangis penuh putus asa.

"Aku adalah seorang gangster yang tidak punya perasaan. Ketika barangku disentuh, maka aku tidak akan diam saja," ujar Darson dingin, menatap Rico tanpa sedikitpun empati.

"Bawa dia keluar! dan potong sepuluh jarinya!" perintah Darson dengan suara yang menggema di seluruh ruangan, membuat Rico semakin merintih ketakutan.

"Tuan, tolong maafkan aku! Aku akan pergi dan tidak akan muncul di sini lagi. Aku mohon padamu!" teriak Rico dengan suara penuh kepanikan.

Darson menatapnya dengan dingin. "Kau hanya ada dua pilihan, kehilangan jarimu atau katakan yang sebenarnya!" kecamnya, suaranya tajam seperti pisau.

Rico gemetar ketakutan, pikirannya dipenuhi oleh bayangan keluarganya yang berada dalam bahaya karena ancaman Zanella. "A-aku...," ucap Rico terbata-bata.

Dia berlutut, air mata mengalir di wajahnya. Dia membenturkan kepalanya ke lantai berulang kali, memohon ampun. "Tuan, maafkan aku. Aku mohon! Istriku dan dua anakku sangat membutuhkan aku!" suaranya terdengar penuh kepedihan.

Darson tetap tidak tergoyahkan. "Seret keluar dan lakukan sesuai perintahku!" katanya sambil bangkit dari sofa dengan gerakan tegas.

"Tuan, Tidak....aku mohon...," teriak Rico, suaranya putus asa saat dua pria tangguh menarik lengannya, menyeretnya keluar dari ruangan.

Di lantai dua, Gracia berdiri mengamati situasi. Matanya tertuju pada Zanella yang sedang mengamati dari kejauhan dengan tatapan mengancam.

Rico memandang Zanella beberapa kali dengan ketakutan, sambil terus memohon pada Darson.

"Jangan membuang waktuku lagi, seret keluar!" perintah Darson dengan nada memerintah yang tidak bisa dibantah.

"Siap, Bos," jawab salah satu pria itu sambil menarik lengan Rico lebih keras.

Di lantai yang sama, Gracia melangkah cepat menghampiri Zanella dengan kemarahan yang membara di matanya.

"Keterlaluan!" bentaknya sebelum melayangkan tamparan keras ke wajah Zanella, "Plak!"

Suara tamparan itu bergema, terdengar jelas oleh Darson yang berada di lantai bawah.

Zanella memegang pipinya yang memerah, matanya menyala dengan kemarahan. "Kenapa kau menamparku!" bentak Zanella dengan marah, suaranya gemetar antara kemarahan dan ketakutan.

"Tidak usah berpura-pura! Semua ini adalah rencana darimu!" jawab Gracia dengan tegas, matanya menatap tajam Zanella.

Darson, yang mendengar pertengkaran itu, memandang ke arah dua wanita tersebut. Ia memberi isyarat kepada anggotanya untuk menghentikan langkah mereka yang ingin menarik Rico keluar dari sana.

"Apa kau sudah gila? Sengaja mencari masalah denganku," kata Zanella dengan nada ketus, mencoba mempertahankan sikap dinginnya.

Gracia mendekat, matanya penuh kemarahan. "Seorang pekerja tidak akan berani masuk ke kamar majikannya. Mereka bahkan tidak pernah menginjakkan kaki ke dalam rumah karena tugas mereka hanya di luar. Bukankah ini adalah peraturan untuk pekerja di kediaman ini? Kalau bukan karena ada yang memberi perintah, mana mungkin dia tahu di mana posisi kamarku," ujar Gracia dengan nada penuh keyakinan.

Darson menatap tajam ke arah Zanella, langkahnya mantap menuju anak tangga. Ia menghampiri istrinya dengan pandangan penuh kecurigaan.

"Tidak benar! Semua ini hanya pendapatmu. Aku tahu kau sengaja ingin mengusirku dari sini. Tidak semudah itu," jawab Zanella, berusaha menyangkal dengan keras.

Namun, Gracia tidak memberi kesempatan. "Plak!" Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Zanella, membuat wanita itu terhuyung ke belakang.

"Kau berani sekali menamparku," teriak Zanella, suaranya penuh kemarahan dan ketidakpercayaan.

"Kenapa aku harus takut? Kau bahkan lebih keji dari siapapun," balas Gracia tanpa ragu.

Darson, yang sudah diliputi emosi, langsung mencengkeram leher Zanella dengan kasar. Wanita itu meronta-ronta kesakitan, sulit untuk bicara.

"Wanita jalang, apakah kau mengira aku tidak akan membunuhmu?" ujar Darson dengan nada mengancam, cengkeramannya semakin kuat.

Zanella berusaha berbicara, suaranya terputus-putus, "Le-lepaskan! Kalau aku ma...ti...kau juga tidak akan...hidup."

Darson tertawa dingin, "Karena ayahmu juga gangster? Aku juga ingin tahu, apakah dia akan membelamu setelah tahu apa yang kau lakukan selama ini." Pandangannya penuh dengan kebencian, tangannya masih mencengkeram erat leher Zanella.

"Aku... adalah putri satu-satunya. Dia akan... membunuhmu kalau... aku ma...ti," kata Zanella dengan suara terputus-putus, matanya berusaha menatap Darson dengan penuh ketakutan

Darson mencibir, "Kau tidak perlu menggunakan ayahmu untuk mengancamku," katanya dengan nada meremehkan sebelum melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat Zanella terjatuh ke lantai.

Wanita itu terkapar dan masih kesakitan pada lehernya, napasnya tersengal-sengal. Zanella berusaha mengumpulkan kekuatannya, menatap Darson dengan mata penuh luka.

"Darson, aku adalah istrimu. Mana mungkin aku melakukan hal ini. Aku juga masih sayang dengan nyawaku. Dia sengaja memprovokasi kita," kata Zanella, berusaha membela diri dengan suara yang bergetar.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

tuh Zanela gak punya otak mlh bikin rencana yang menjijikan gagal pula😅😅😅

2024-10-15

0

Retno Palupi

Retno Palupi

kasian sekali jebakan gagal

2024-08-22

1

Bu Kus

Bu Kus

ingin punya lebih uang untuk kebutuhan anak istri si perkerja sampe mau lakuin apa yang nyoyah suruh kasihan semoga aja bisa di ampunin

2024-07-07

3

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!