Darson Membawa Gracia ke Rumahnya

"Baiklah, aku setuju. Tapi aku ada permintaan," jawab Gracia, suaranya mengandung getaran yang sulit disembunyikan, menunjukkan campuran emosi antara ketakutan dan determinasi.

"Katakan saja, apa permintaanmu!" kata Darson dengan nada tegas, matanya menatap lurus ke arah Gracia, mencari tanda-tanda kelemahan atau ketidakpastian.

"Carikan Leo, dia adalah asisten rumah tangga keluarga Vanessa. Dia tiba-tiba berhenti dan pergi begitu saja!" kata Gracia, suaranya sedikit bergetar saat mengucapkan nama Leo, seolah-olah harapan terakhirnya tergantung pada informasi itu.

Darson mengernyitkan dahi, memperhatikan raut wajah Gracia yang penuh dengan ketegangan dan harap. "Alasannya?" tanyanya dengan rasa ingin tahu yang jelas.

"Thomas memberitahuku bahwa paman Leo adalah ayah kandungku. Aku harus memastikannya," jawab Gracia dengan mata yang berkaca-kaca, mengingat pengkhianatan yang dirasakannya dari seseorang yang dia anggap keluarga.

Darson tersenyum licik, matanya berkilat dengan rencana yang tersembunyi. "Aku bersedia membantumu, asalkan kamu menjadi simpananku dan melawan Zanella. Semua kebutuhanmu adalah tanggung jawabku. Ke mana pun kamu pergi akan dilindungi oleh anak buahku," ujarnya.

Gracia hanya terdiam, merasakan beban keputusan yang harus diambil. Dalam hatinya, luka yang diberikan oleh Thomas masih terasa segar dan menyakitkan, seolah-olah pisau yang baru saja menusuknya.

"Aku akan bangkit, walau harus menggunakan cara menjijikkan ini. Menjadi simpanan sama saja telah merusak hidupku dan hidup orang lain. Ke depannya, aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Namun, saat ini, yang paling penting adalah mencari jawaban yang aku inginkan dan membalas semua perbuatan mereka terhadapku," batin Gracia, menggenggam tangan erat di pangkuannya, mencoba menahan air mata yang hampir tumpah.

Darson yang beranjak dari kamar pasien, memberi perintah pada anggotanya dengan suara tegas dan tidak bisa ditawar. "Sediakan semua kebutuhan Gracia hari ini juga. Dia akan tinggal di kamarku. Dan ganti kunci kamar. Hanya aku dan Gracia yang memiliki kunci. Ingat! Jangan sampai ada yang kurang!"

Para anggotanya segera menundukkan kepala, menyadari betapa pentingnya perintah tersebut. "Baik, Bos," jawab mereka serempak, tanpa ragu sedikit pun. Mereka tahu betapa seriusnya Darson dalam menjaga keamanan dan kenyamanan Gracia.

Mansion Vanessa.

Suasana ruangan itu terlihat mencekam. Aniza terdiam dan menahan kesal. Ia menatap putrinya dan juga Thomas dengan mata tajam, penuh dengan kemarahan yang tertahan.

"Sejak kapan kalian menjalin hubungan?" tanya Aniza dengan suara dingin.

Beautiful menunduk sesaat sebelum akhirnya memberanikan diri menjawab, "Sudah dua tahun."

Aniza merasakan dadanya bergejolak. "Masih berani kau menjawabnya! Apakah kau tidak tahu malu," bentaknya sambil bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri putrinya dengan langkah tegas.

Thomas, yang merasa bersalah namun tetap mempertahankan sikap tenangnya, berdiri dari sofa.

"Sudahlah, Aniza! Walau bagaimanapun Beautiful adalah anakmu juga. Untuk apa kau memarahinya lagi?"

"Diam! Kau masih berani bicara seperti itu padaku! Kau sudah tahu kalau dia adalah anakku. Kenapa kau begitu berani menyentuhnya?" Aniza berteriak dengan emosi yang semakin membara.

"Kami bersama hanya karena saling membutuhkan, Beautiful sudah dewasa sementara aku juga butuh kesenangan. Jadi apa salahnya?" jawab Thomas tanpa rasa bersalah.

"Kesenangan? Lalu bagaimana denganku? Aku adalah istrimu. Apakah kau merasa tidak ada salahnya dengan perbuatanmu?" Aniza merasa hatinya hancur mendengar pengakuan suaminya.

"Aniza, Aku hanya memberi apa yang dia butuhkan. Kamu tetap istriku, aku juga butuh kepuasan," jelas Thomas dengan nada tenang yang justru membuat Aniza semakin marah.

"Usiamu sudah tua dan masih tidak tahu malu, kepuasan? Apakah kepuasan yang aku berikan tidak cukup?" bentak Aniza dengan suara yang mulai bergetar.

Thomas menghela napas, "Aniza, Aku hanya merasa sangat menikmatinya saat bersama Beautiful."

"Kau adalah pria bejat," kata Aniza dengan ketus.

"Beautiful, mulai hari ini kau pergi ke luar negeri. Jangan kembali lagi!" perintah Aniza dengan tegas, suaranya tak lagi bisa menyembunyikan luka dan kekecewaan.

Beautiful menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca. "Ma, aku harus tinggal di mana kalau di sana?"

Aniza mendengus. "Kenapa, kau tidak mau karena tidak bisa berpisah dengan pria tidak tahu malu ini?"

"Bukan!" jawab Beautiful cepat. "Kalau tahu begitu, kenapa aku tidak pergi dengan Darson saja?"

Aniza mendengus sinis. "Masalahnya adalah bukan kamu yang dia suka, Gracia yang dia pilih."

Beautiful meradang. "Aku lebih cantik darinya, kenapa dia yang dipilih?"

"Kau merasa dirimu paling cantik? Menggoda ayah tiri sendiri masih saja tidak tahu malu," bentak Aniza dengan suara yang penuh dengan penghinaan.

"Aku akan sediakan tiket untukmu besok, dan kau harus pergi besok," ujar Aniza dengan tegas, suaranya tak bisa ditawar lagi.

Beautiful yang kesal melangkah pergi dengan cepat, meninggalkan ruangan dengan wajah penuh amarah dan air mata yang tertahan. Pintu berderak tertutup di belakangnya, menandakan kepergiannya yang penuh kekecewaan.

Thomas menatap pintu yang tertutup, pikirannya berputar-putar. "Kalau dia pergi, kelak siapa yang bisa aku cari? Tubuhnya begitu bagus. Sayang sekali kalau dia pergi," batinnya dengan penuh penyesalan dan keinginan yang tidak terpuaskan.

Keesokan harinya.

Gracia berdiri di depan cermin, menganti pakaiannya dengan perlahan. Setiap gerakan terasa berat, namun tekadnya untuk meninggalkan rumah sakit sudah bulat.

Dia menatap bayangannya di cermin, mencoba mengumpulkan kekuatan.

Pintu kamar pasien terbuka, dan Darson melangkah masuk dengan langkah cepat. "Apa yang kamu lakukan?" tanyanya, nada khawatir terdengar jelas.

Gracia menoleh, wajahnya menunjukkan keteguhan. "Aku tidak ingin tinggal lama di sini. Lagi pula, aku masih hidup," jawabnya dengan tegas, suaranya tidak menunjukkan keraguan.

Darson menghela napas, menyadari bahwa tidak ada gunanya membujuknya lebih lama. "Baiklah, kalau ini yang kamu mau," jawabnya sambil mengangguk.

Darson membawa Gracia ke rumahnya, berjalan melalui pintu depan dengan langkah mantap. Zanella yang tengah duduk di ruang tamu, langsung berdiri dan menatap Gracia dengan pandangan tajam, hampir tidak percaya bahwa suaminya bisa membawa wanita lain pulang ke rumah mereka.

"Siapa dia?" tanya Zanella dengan tatapan sinis dan menahan emosi yang membara di dalam dadanya.

Darson menatap Zanella tanpa ragu. "Namanya adalah Gracia. Dia adalah kekasihku. Mulai hari ini Gracia akan tinggal di sini. Jangan mencari masalah dengannya!" jawabnya dengan tegas, suaranya menggema di ruangan itu.

Zanella meradang, suaranya bergetar karena marah. "Kau membawa selingkuhanmu ke rumah ini? Aku adalah istrimu dan masih hidup. Dia berasal dari kelab malam mana? Apakah pel*cur kelas kakap atau kelas bawah?" tanyanya dengan nada penuh hinaan.

Tanpa peringatan, sebuah tamparan keras mendarat di wajah Zanella. Tamparan yang dilakukan oleh Gracia tanpa kata-kata, membuat suasana semakin mencekam.

Zanella terdiam sejenak, terkejut oleh tindakan yang tak terduga itu.Gracia menatap Zanella dengan tatapan dingin. "Kalaupun aku adalah pelacur, setidaknya aku dibayar mahal oleh suamimu," ujarnya dengan nada mengejek, tidak menunjukkan sedikit pun rasa takut atau malu.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

akhirnya terbongkar juga kebusukan Grace dan sang suami 😆😆😆😆

2024-10-15

0

Nurlela Aritonang

Nurlela Aritonang

mantap Gres , balaskan sakit hatimu pada siapa saja yg menghinamu.

2024-09-05

1

Retno Palupi

Retno Palupi

bagus Grace 😁😂😂

2024-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Memuaskanku
2 Kesucian Yang di Renggut
3 Lupa Dengan Janjimu!
4 Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5 Diusir
6 Kedatangan Darson
7 Gracia Mengakhiri Hidupnya
8 Tawaran Darson
9 Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10 Setiap Hari Menginginkanmu
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Menikah Besok!
15 Permintaan Gracia
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Gracia Yang Kesal
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102 Promo Novel
103 Promo novel
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Memuaskanku
2
Kesucian Yang di Renggut
3
Lupa Dengan Janjimu!
4
Des*h4n Dari Kamar Kakak Gracia
5
Diusir
6
Kedatangan Darson
7
Gracia Mengakhiri Hidupnya
8
Tawaran Darson
9
Darson Membawa Gracia ke Rumahnya
10
Setiap Hari Menginginkanmu
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Menikah Besok!
15
Permintaan Gracia
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Gracia Yang Kesal
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Promo Novel Menikah Dengan Ceo Lumpuh
102
Promo Novel
103
Promo novel

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!