Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban

Kini kedua manusia berbeda gender sekaligus berbeda usia dengan jarak yang terbilang cukup jauh, tengah duduk saling berhadapan di kursi ruang tamu. Laksana terlihat seperti ibu dan anak. Ya, tamu yang bertandang larut malam yakni putra sulung Mayor Seno bernama Aldo Bimantara Pamungkas.

Laki-laki berusia delapan belas tahun ini, baru saja sebulan yang lalu tinggal di asrama Akademi Militer (Akmil), sekolah pendidikan T N I Angkatan Darat yang berada di Kota Magelang, Jawa Tengah. Akademi Militer berada di dalam struktur T N I AD yang berperan mencetak taruna/taruni Akmil menjadi perwira T N I AD.

Ia diterima masuk Akmil sehingga harus rela hidup berjauhan dari Papa dan adiknya. Mayor Seno bercita-cita Aldo dapat mengikuti jejaknya yakni menjadi seorang abdi negara di bidang militer. Ia sangat bersyukur Aldo lulus tes dan diterima di Akmil. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi seorang Mayor Seno.

Aldo yang mendapatkan izin khusus sejenak untuk pesiar, rela menghabiskan perjalanan panjang melalui darat dan udara demi tiba di rumah dinas ayahnya yang berada di tapal batas. Selama sembilan jam lebih perjalanan dari darat dan udara telah Aldo tempuh sehingga pukul sebelas malam lewat, dirinya sampai di rumah dinas ayahnya dengan selamat.

Aldo menatap tajam Dokter Heni, wanita yang ia tahu berstatus sebagai istri baru sang Papa. Hal ini ia ketahui dari Fatih, ajudan ayahnya, yang tanpa sengaja keceplosan saat menjemputnya tadi di bandara. Dirinya pulang karena memang Papanya yang memintakan izin. Namun Papanya tak mengatakan apa pun alasannya sampai ia disuruh pulang secara tiba-tiba.

Awalnya ia tak percaya pada ucapan Fatih yang mengatakan jika Papanya sudah menikah lagi. Bagai disambar petir di siang bolong. Setelah melihat Dokter Heni membukakan pintu untuknya, barulah ia percaya jika Papanya sudah menikah lagi.

Dikarenakan ia sangat mengenal watak Papanya. Tak akan memasukkan sembarang wanita ke dalam rumah ini. Terlebih di jam malam seperti ini yang sudah larut jika tak ada hubungan yang jelas.

"Bagaimana bisa Papaku menikah dengan Anda? Apa Anda membuka baju dengan cara murahan lantas naik ke atas ranjang dingin Papaku?" cecar Aldo dengan sorot mata tajam mirip Mayor Seno. Aldo memang duplikat sang ayah.

Jlebb...

Pertanyaan dari Aldo yang sangat tajam nan pedas, sungguh menyakitkan hati bagi yang mendengarnya. Namun Dokter Heni berusaha tetap tenang dan bersikap biasa saja sehingga tak terpengaruh apa pun. Beruntung sore tadi saat memasak di dapur, ia berbicara banyak hal dengan Mbok Jum. Sehingga ia cukup tahu mengenai permasalahan rumah tangga Mayor Seno dengan mantan istrinya, Manda.

Awalnya Mbok Jum tak memberikan informasi apa pun. Tetapi berkat kepiawaiannya serta kelembutannya, akhirnya Mbok Jum mau mengatakan semuanya.

"Kasihan Den Aldo dan Neng Aya. Mereka harus jadi korban perceraian orang tuanya. Terutama Den Aldo pernah melihat sendiri dari celah pintu kamar utama yang enggak ketutup rapat saat mereka masih tinggal di kota. Waktu itu Bu Manda berselingkuh dan sedang bercinta dengan komandan ayahnya sendiri. Bahkan Neng Aya yang masih batita sedang tidur pulas di boxnya di kamar yang sama dengan dua manusia tak punya hati itu. Den Aldo lari keluar rumah sambil menangis sepulang sekolah. Waktu itu Mbok belum jadi pembantu Bapak. Si Mbok masih kerja sebagai pembantu ibu kandung Bapak di kampung," ujar Mbok Jum di sela-sela isak tangisnya.

Aldo sempat mengalami stres dan trauma. Ia berteriak-teriak tidak jelas seperti orang yang sedang tantrum. Ia membanting semua barangnya di kamar. Ia memaki-maki Manda selaku ibu kandungnya sendiri. Bahkan Aldo menjerit dan menjambak rambutnya sendiri seperti orang sa-kau bahwa ia menyesal dilahirkan dari wanita seperti Manda yang mirip pela*cur.

Hanya demi sebuah nafsu bi*rahi semata, ibu kandungnya rela membuka kaki untuk laki-laki lain yang tidak halal. Terlebih Kolonel Gani Samudera berstatus suami orang. Sungguh menjijikkan.

Akibat perbuatan Manda tersebut sehingga mengorbankan banyak hal terutama mental anak kandungnya sendiri. Beruntung Mayor Seno bisa segera mengatasi mental Aldo pada ahlinya. Sehingga kewarasan masih menaungi putra sulungnya yang kala itu berusia 13 tahun.

"Kamu bilang, aku naik ke atas ranjang Papamu yang dingin?"

"Iya. Atau jangan-jangan Anda menjebak Papa dengan obat akhirnya kalian berdua melakukan hal itu. Ujungnya minta tanggung jawab agar Papa nikahin Anda. Benar bukan?"

"Apa untungnya buatku?" balas Dokter Heni.

Aldo terdiam mematung. Saat hendak bersuara kembali, Dokter Heni mendahuluinya.

"Apa Papamu setampan dewa di langit yang sampai-sampai aku harus berlutut dan memujanya, atau Papamu punya harta karun yang banyak sampai triliunan hingga aku melakukan hal konyol yang kamu bilang tadi? Coba sebutkan alasan yang lebih masuk akal sampai-sampai aku berakhir menikah dengan Papamu?" cecar Dokter Heni dengan tegas.

"Kadang wanita tak ingin harta atau fisik dari seorang laki-laki. Hanya untuk memuaskan naf*sunya saja seorang wanita rela buka kaki dengan mudahnya. Apalagi konon katanya Anda seorang janda. Bisa jadi Anda sudah gak tahan pengin dibelai sehingga menjebak Papaku dengan cara kotor," sarkas Aldo.

"Maaf, Aldo Bimantara Pamungkas, putra kandung dari Mayor Seno Pradipta Pamungkas yang terhormat. Saya seorang dokter. Saya punya penghasilan tetap dan juga harta yang tidak perlu saya sebutkan di sini apa saja. Jika memang ingin mendapatkan belaian dari laki-laki, saya bisa saja pesan gi*golo di luar sana untuk sekedar mendapatkan kepuasan yang kamu maksud tadi. Perlu digarisbawahi, tidak semua wanita itu sama, Nak Aldo. Jika semua wanita itu sama seperti tuduhan kamu tadi, maka dipastikan semua ibu di dunia ini hidupnya akan menjadi P S K di jalanan. Apa ibu dari teman-temanmu semuanya berprofesi sebagai P S K, tidak ada wanita yang terhormat dan baik-baik kah?"

Jlebb...

Seketika Aldo terdiam dan hanya menatap Dokter Heni dengan tatapan yang entah.

"Jangan hanya satu kesalahan seseorang, lalu kita sebagai manusia menganggap semua wanita itu sama buruknya. Apa Aya, adik kandungmu sendiri juga kamu nilai sebagai wanita murahan? Mbok Jum, mendiang nenekmu serta ibu guru di sekolah yang sudah mendidikmu dengan baik seperti sekarang ini, apa mereka juga termasuk murahan?"

Aldo semakin terpojok dan tak bisa berkata-kata membalas ucapan Dokter Heni. Namun justru di dalam hatinya saat ini terselip sebuah rasa perih tak kasat mata. Rasa bersalah pada wanita asing yang duduk di hadapannya sekarang ini. Namun bibirnya kelu untuk sekedar minta maaf.

"Mengenai sebab antara aku dengan Papamu sampai menikah, sebaiknya nanti kamu tanyakan langsung pada beliau jika pulang. Ucapan Papamu pasti lebih kamu dengar dan percayai ketimbang saya yang murahan ini," ucap Dokter Heni seraya berdiri dan berpamitan untuk masuk ke kamar Aya.

Matanya sudah semakin berembun dan dadanya terasa sesak. Dirinya memilih menyudahi pembicaraan yang ia yakini tidak akan selesai dalam waktu singkat. Dirinya memilih mengalah dan masuk ke dalam kamar Aya.

Tes...

Tes...

Tes...

Buliran air mata mulai menetes di wajahnya saat berjalan menuju ke kamar Aya. Ketika ia sudah menutup dan mengunci pintu kamar Aya dengan rapat, tubuhnya seketika merosot ke lantai. Ia menangis tergugu dengan suara tertahan.

Walaupun ia paham akan kondisi Aldo, namun dirinya hanya manusia biasa yang juga punya perasaan. Tak menyangka akan dihina sebagai wanita murahan oleh salah satu anak sambungnya.

Tanpa keduanya sadari, ada seseorang yang berdiri dengan tangan bergetar seraya menggenggam erat pintu utama yang ia buka sedikit. Langkah kakinya terhenti dan tak jadi masuk saat samar-samar telinganya mendengar pembicaraan empat mata antara Dokter Heni dan Aldo.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

loh ceritanya aldo kan jadi dokter kejiwaan juga. sama seperti Heni. ni knp jadi angkatan

2025-01-30

1

guntur 1609

guntur 1609

hahaha kalian lawan Heni sidoketr kejiwaan. habis lah kalian

2025-01-30

1

Siti Sopiah

Siti Sopiah

nampak best ceritanya thor.ok tbc

2025-01-12

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2 Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3 Bab 3 - Siapkan Dirimu
4 Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5 Bab 5 - Bunda Dokter
6 Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7 Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8 Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9 Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10 Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11 Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12 Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13 Bab 13 - Semakin Penasaran
14 Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15 Bab 15 - Pertemuan Pertama
16 Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17 Bab 17 - Foto Bersama
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19 Bab 19 - Awal Mula
20 Bab 20 - Rekaman Rahasia
21 Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22 Bab 22 - Pillow Talk
23 Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24 Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25 Bab 25 - Bertukar Pesan
26 Bab 26 - Perkara Jodoh
27 Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28 Bab 28 - Tidur Bertiga
29 Bab 29 - Tersesat
30 Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31 Bab 31 - Kejar Setoran
32 Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33 Bab 33 - Penolakan
34 Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35 Bab 35 - Pelantikan
36 Bab 36 - Mendadak Aneh
37 Bab 37 - Kedatangan Tamu
38 Bab 38 - Mantan Istri
39 Bab 39 - Terus Menyudutkan
40 Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41 Bab 41 - Pamer Kemesraan
42 Bab 42 - Bunda Sakit ?
43 Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44 Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45 Bab 45 - Pingsan
46 Bab 46 - Rencana Manda
47 Bab 47 - Status Pernikahan ?
48 Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49 Bab 49 - Test Pack
50 Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51 Bab 51 - Keceplosan
52 Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53 Bab 53 - Rencana Kejutan
54 Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55 Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56 Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57 Bab 57 - Kecelakaan
58 Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59 Bab 59 - Sepucuk Surat
60 Bab 60 - Penyesalan
61 Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62 Bab 62 - Kepergian Aldo
63 Bab 63 - Gelayut Mendung
64 Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65 Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66 Bab 66 - Perusak Kesenangan
67 Bab 67 - Tilik Bayi
68 Bab 68 - Putraku
69 Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70 Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71 Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72 Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73 Bab 73 - Kenyataan Pahit
74 Bab 74 - Meminta Cerai
75 Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76 Bab 76 - Menangis Bersama
77 Bab 77 - Adu Mulut
78 Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79 Bab 79 - Pelukan Hangat
80 Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81 Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82 Bab 82 - Cemburu Mode On
83 Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84 Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85 Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86 Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87 Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88 Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89 Bab 89 - Sebuah Firasat
90 Bab 90 - Karma
91 Bab 91 - Bersimbah Darah
92 Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93 Bab 93 - Permohonan Maaf
94 Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95 Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96 Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97 Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98 Bab 98 - Kejutan Manis
99 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100 Bab 100 - Takdir Cinta
101 Bonus Chapter (TAMAT)
102 JUST INFO
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO KARYA BARU
106 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2
Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3
Bab 3 - Siapkan Dirimu
4
Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5
Bab 5 - Bunda Dokter
6
Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7
Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8
Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9
Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10
Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11
Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12
Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13
Bab 13 - Semakin Penasaran
14
Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15
Bab 15 - Pertemuan Pertama
16
Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17
Bab 17 - Foto Bersama
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19
Bab 19 - Awal Mula
20
Bab 20 - Rekaman Rahasia
21
Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22
Bab 22 - Pillow Talk
23
Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24
Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25
Bab 25 - Bertukar Pesan
26
Bab 26 - Perkara Jodoh
27
Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28
Bab 28 - Tidur Bertiga
29
Bab 29 - Tersesat
30
Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31
Bab 31 - Kejar Setoran
32
Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33
Bab 33 - Penolakan
34
Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35
Bab 35 - Pelantikan
36
Bab 36 - Mendadak Aneh
37
Bab 37 - Kedatangan Tamu
38
Bab 38 - Mantan Istri
39
Bab 39 - Terus Menyudutkan
40
Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41
Bab 41 - Pamer Kemesraan
42
Bab 42 - Bunda Sakit ?
43
Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44
Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45
Bab 45 - Pingsan
46
Bab 46 - Rencana Manda
47
Bab 47 - Status Pernikahan ?
48
Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49
Bab 49 - Test Pack
50
Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51
Bab 51 - Keceplosan
52
Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53
Bab 53 - Rencana Kejutan
54
Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55
Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56
Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57
Bab 57 - Kecelakaan
58
Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59
Bab 59 - Sepucuk Surat
60
Bab 60 - Penyesalan
61
Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62
Bab 62 - Kepergian Aldo
63
Bab 63 - Gelayut Mendung
64
Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65
Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66
Bab 66 - Perusak Kesenangan
67
Bab 67 - Tilik Bayi
68
Bab 68 - Putraku
69
Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70
Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71
Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72
Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73
Bab 73 - Kenyataan Pahit
74
Bab 74 - Meminta Cerai
75
Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76
Bab 76 - Menangis Bersama
77
Bab 77 - Adu Mulut
78
Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79
Bab 79 - Pelukan Hangat
80
Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81
Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82
Bab 82 - Cemburu Mode On
83
Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84
Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85
Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86
Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87
Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88
Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89
Bab 89 - Sebuah Firasat
90
Bab 90 - Karma
91
Bab 91 - Bersimbah Darah
92
Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93
Bab 93 - Permohonan Maaf
94
Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95
Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96
Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97
Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98
Bab 98 - Kejutan Manis
99
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100
Bab 100 - Takdir Cinta
101
Bonus Chapter (TAMAT)
102
JUST INFO
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO KARYA BARU
106
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!