Bab 13 - Semakin Penasaran

Seno dan Riko saat ini sudah pergi dari komplek rumah dinas. Kini keduanya telah duduk di sebuah gazebo tepatnya di cafe sederhana area perkebunan. Tempat ini cukup sepi jika di siang hari. Hanya terlihat beberapa orang pengunjung saja dan sangat cocok untuk berbicara empat mata. Namun bila malam hari terutama akhir pekan, lokasi ini cukup ramai dikunjungi.

"Jadi, Dokter Heni itu istri baru kamu?" tanya Riko membuka obrolan.

"Hem," jawab Seno.

"Ngomong-ngomong kenapa kamu mendadak datang ke sini enggak kasih kabar dulu? Biasanya juga kasih kabar minimal kirim W A,"

"Pengin ngebuktikan saja," jawab Riko apa adanya.

"Ngebuktiin apa?"

"Siapa yang mulai duluan kirim chat tes ombak kemarin? Pamer kalau habis melepas masa duda lapuknya. Tapi aku yakin tuh t0rpedo punyamu juga masih belum diasah lagi buat unjuk kebolehan di atas arena ring tinju cinta yang panas membara," ledek Riko seraya melirik dengan kode mata pada senjata masa depan yang ada di bawah perut Seno dan tengah bersembunyi dibalik celananya.

Di mana ia juga memiliki senjata krusial yang sama. Walaupun dari segi panjang, bentuk dan kekuatan pastinya ia tak mau disamakan persis dengan milik Seno. Dominan para lelaki akan menganggap bahwa dirinya jauh lebih gagah perkasa serta lebih expert daripada laki-laki lain untuk bidang yang satu itu. You know what I mean.^^

"Dasar kuyak !!" pekik Seno seraya otomatis tangannya mengambil dan melemparkan kepalan tisu yang ada di atas meja hingga terbang melayang ke arah wajah Riko. Namun berhasil ditangkap oleh ajudan setia mendiang Wakapolri yang satu ini yang memang dikenal tangkas.

"Haha..." gelak tawa Riko membuat suasana semakin riuh di gazebo yang mereka tempati.

"Dasar duda lapuk! Otak isinya mesyum saja. Huft !!" gerutu Seno.

"Kamu mesyum sama istrimu enggak apa-apa, Bro. Sudah halal. Dibolak-balik mesra kayak sate di atas kasur juga pahala kok. Daripada mesyum sama istri orang, kan bukan Seno banget gitu loh. Bener enggak?

Seno pun hanya terdiam mendengarkan celotehan Riko, sahabatnya.

Akhirnya Riko menodong cerita lengkap dari Seno mengenai pernikahan itu bisa terjadi. Dan mengalir lah cerita dari Seno tentang kejadian yang pada akhirnya membuat ia dan Dokter Heni terpaksa menikah.

"Wah, belum apa-apa sudah dapat yang enak-enak nih. Sayang banget kamu enggak sadar waktu itu. Kalau pas sadar seratus persen pasti bringas. Maklum sudah lama karatan. Takutnya tuh senjata mendadak linglung. Lupa sama peta buat masuk ke dalam tol bebas hambatan yang enggak ada lampunya sama sekali tapi nikmat. Haha..." ledek Riko.

"Kalau aku sadar, ya enggak mungkin lakuin hal itu sama dia."

"Mulut bisa berkata tidak tapi hati berkata iya. Nah loh, enggak bahaya ta?"

"Terus saja ledekin. Nanti kalau kamu nikah lagi, gantian aku ledekin kamu sampai pingsan."

"Habisnya, punya bini cantik kok dianggurin. Mau bagaimana pun kalian berdua bisa akhirnya bersatu, ya semua sudah takdir dari Tuhan. Syukuri dan nikmati hidupmu, Bro. Buat apa masih mikirin masa lalu. Orang yang pernah kamu cintai di masa lalu juga sudah enggak mikirin kamu dan anak-anak pastinya. Dia sudah move on. Masa kamu masih diam di tempat sih!"

Ya, Riko sengaja menyindir Seno yang menurutnya masih gagal move on dari Manda. Sebagai sahabat, ia tahu Seno sudah tidak mencintai Amanda Zianida. Hanya saja membiarkan diri tergerus dengan kenangan pahit di masa lalu juga tentunya tidak baik. Terlebih ada Aya yang masih kecil dan butuh kasih sayang dari seorang ibu.

Beda dengan dirinya yang duda karena ditinggal istri yang meninggal dunia. Putrinya kini sudah berusia 17 tahun. Banyak wanita yang mendekatinya namun putrinya tersebut yang menolak. Alhasil tentunya ia tidak akan menikah lagi jika calon istrinya tak mendapat restu dari putrinya.

"Tadi aku lihat kamu sempat berbicara cukup lama sama dia di depan rumahku. Apa kamu punya hubungan khusus dengannya di masa lalu? Mantan kekasih mungkin,"

"Dia siapa?" tanya Riko sengaja. Padahal ia tahu yang dimaksud oleh Seno adalah Dokter Heni.

"Ya, kamu pasti tahu lah dia itu siapa yang aku maksud."

"Dia itu punya nama, Mayor Seno Pradipta Pamungkas. Bahkan dia itu punya status dalam hidupmu loh sekarang ini. Walaupun kamu masih enggak rela dia menyandang status itu," sindir Riko.

"Heni, istriku. Puas?" jawab Seno setengah berteriak pada Riko dengan wajah yang sudah bertekuk-tekuk.

"Haha... puas banget," jawab Riko seraya tertawa.

"Terus jadinya, apa betul kamu kenal istriku di masa lalu?"

"Iya. Tapi dia bukan mantan pacarku. Teman juga bukan," jawab Riko apa adanya.

"Lalu, kalian berdua kenal di mana? Kapan kenalnya?" tanya Seno yang tanpa sadar dirinya semakin didera rasa penasaran hingga mencecar Riko dan ingin segera tahu jawabannya.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Lita Pujiastuti

Lita Pujiastuti

jawab aja Riko...dia mantan wakapolri....biar dia insecure ..tryt dia tak sehebat mantn dr. Heni ...🤭

2025-02-18

1

Titik Martiyah

Titik Martiyah

mulai penasaran dan cemburu seno nya..../Joyful//Joyful/

2024-12-23

1

guntur 1609

guntur 1609

kau fikir Heni janda kaleng2 seno

2025-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2 Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3 Bab 3 - Siapkan Dirimu
4 Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5 Bab 5 - Bunda Dokter
6 Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7 Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8 Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9 Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10 Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11 Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12 Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13 Bab 13 - Semakin Penasaran
14 Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15 Bab 15 - Pertemuan Pertama
16 Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17 Bab 17 - Foto Bersama
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19 Bab 19 - Awal Mula
20 Bab 20 - Rekaman Rahasia
21 Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22 Bab 22 - Pillow Talk
23 Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24 Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25 Bab 25 - Bertukar Pesan
26 Bab 26 - Perkara Jodoh
27 Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28 Bab 28 - Tidur Bertiga
29 Bab 29 - Tersesat
30 Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31 Bab 31 - Kejar Setoran
32 Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33 Bab 33 - Penolakan
34 Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35 Bab 35 - Pelantikan
36 Bab 36 - Mendadak Aneh
37 Bab 37 - Kedatangan Tamu
38 Bab 38 - Mantan Istri
39 Bab 39 - Terus Menyudutkan
40 Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41 Bab 41 - Pamer Kemesraan
42 Bab 42 - Bunda Sakit ?
43 Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44 Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45 Bab 45 - Pingsan
46 Bab 46 - Rencana Manda
47 Bab 47 - Status Pernikahan ?
48 Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49 Bab 49 - Test Pack
50 Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51 Bab 51 - Keceplosan
52 Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53 Bab 53 - Rencana Kejutan
54 Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55 Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56 Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57 Bab 57 - Kecelakaan
58 Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59 Bab 59 - Sepucuk Surat
60 Bab 60 - Penyesalan
61 Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62 Bab 62 - Kepergian Aldo
63 Bab 63 - Gelayut Mendung
64 Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65 Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66 Bab 66 - Perusak Kesenangan
67 Bab 67 - Tilik Bayi
68 Bab 68 - Putraku
69 Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70 Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71 Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72 Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73 Bab 73 - Kenyataan Pahit
74 Bab 74 - Meminta Cerai
75 Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76 Bab 76 - Menangis Bersama
77 Bab 77 - Adu Mulut
78 Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79 Bab 79 - Pelukan Hangat
80 Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81 Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82 Bab 82 - Cemburu Mode On
83 Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84 Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85 Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86 Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87 Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88 Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89 Bab 89 - Sebuah Firasat
90 Bab 90 - Karma
91 Bab 91 - Bersimbah Darah
92 Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93 Bab 93 - Permohonan Maaf
94 Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95 Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96 Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97 Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98 Bab 98 - Kejutan Manis
99 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100 Bab 100 - Takdir Cinta
101 Bonus Chapter (TAMAT)
102 JUST INFO
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO KARYA BARU
106 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2
Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3
Bab 3 - Siapkan Dirimu
4
Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5
Bab 5 - Bunda Dokter
6
Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7
Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8
Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9
Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10
Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11
Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12
Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13
Bab 13 - Semakin Penasaran
14
Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15
Bab 15 - Pertemuan Pertama
16
Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17
Bab 17 - Foto Bersama
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19
Bab 19 - Awal Mula
20
Bab 20 - Rekaman Rahasia
21
Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22
Bab 22 - Pillow Talk
23
Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24
Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25
Bab 25 - Bertukar Pesan
26
Bab 26 - Perkara Jodoh
27
Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28
Bab 28 - Tidur Bertiga
29
Bab 29 - Tersesat
30
Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31
Bab 31 - Kejar Setoran
32
Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33
Bab 33 - Penolakan
34
Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35
Bab 35 - Pelantikan
36
Bab 36 - Mendadak Aneh
37
Bab 37 - Kedatangan Tamu
38
Bab 38 - Mantan Istri
39
Bab 39 - Terus Menyudutkan
40
Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41
Bab 41 - Pamer Kemesraan
42
Bab 42 - Bunda Sakit ?
43
Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44
Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45
Bab 45 - Pingsan
46
Bab 46 - Rencana Manda
47
Bab 47 - Status Pernikahan ?
48
Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49
Bab 49 - Test Pack
50
Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51
Bab 51 - Keceplosan
52
Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53
Bab 53 - Rencana Kejutan
54
Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55
Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56
Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57
Bab 57 - Kecelakaan
58
Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59
Bab 59 - Sepucuk Surat
60
Bab 60 - Penyesalan
61
Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62
Bab 62 - Kepergian Aldo
63
Bab 63 - Gelayut Mendung
64
Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65
Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66
Bab 66 - Perusak Kesenangan
67
Bab 67 - Tilik Bayi
68
Bab 68 - Putraku
69
Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70
Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71
Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72
Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73
Bab 73 - Kenyataan Pahit
74
Bab 74 - Meminta Cerai
75
Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76
Bab 76 - Menangis Bersama
77
Bab 77 - Adu Mulut
78
Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79
Bab 79 - Pelukan Hangat
80
Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81
Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82
Bab 82 - Cemburu Mode On
83
Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84
Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85
Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86
Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87
Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88
Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89
Bab 89 - Sebuah Firasat
90
Bab 90 - Karma
91
Bab 91 - Bersimbah Darah
92
Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93
Bab 93 - Permohonan Maaf
94
Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95
Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96
Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97
Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98
Bab 98 - Kejutan Manis
99
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100
Bab 100 - Takdir Cinta
101
Bonus Chapter (TAMAT)
102
JUST INFO
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO KARYA BARU
106
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!