Bab 10 - Pikiran Masing-Masing

"Bunda enggak kenapa-kenapa kok, sayang. Kebetulan tadi karena enggak bisa tidur, jadinya Bunda nonton tv di ruang tamu. Acaranya kebanyakan drama sedih jadi Bunda ikutan mewek deh. Huhu..." ucap Dokter Heni terpaksa berbohong seraya memperagakan adegan sedih usai menonton acara di televisi. Ia tak mau Aya sampai bersedih hati jika tahu duduk permasalahan yang sebenarnya.

Di kediaman rumah dinas Mayor Seno di tapal batas hanya ada dua buah televisi yakni di ruang tamu dan kamar utama saja. Dirinya ingin kedua buah hatinya fokus untuk belajar.

"Oh, begitu. Ayo bobo Bun," ajak Aya.

Dokter Heni pun merebahkan tubuhnya dan tidur di samping Aya. Keduanya tidur saling memeluk. Seakan saling takut kehilangan satu sama lain. Bahkan Aya mendusel-duselkan kepalanya pada ceruk leher Dokter Heni. Entah mengapa Aya begitu menyukai aroma Bundanya yang selalu wangi.

Dokter Heni memang selalu memakai parfum aroma stroberi musk setiap sebelum tidur malam. Aroma musk ini memang cukup khas dan memiliki daya pikat tersendiri. Terlebih jika seorang pria mengendus aroma ini dari tubuh pasangannya. Dipastikan gairahnya akan terpantik.

Ia mengelus lembut punggung Aya hingga tak lama terdengar dengkuran halus yang menandakan putri sambungnya itu sudah tertidur pulas. Dokter Heni menatap lekat-lekat wajah Aya dan membenahi anak-anak rambut yang berjatuhan lalu ia letakkan di belakang telinga.

Walaupun ia baru bertemu Aya beberapa kali, baginya gadis cantik berbulu mata lentik ini memiliki magnet tersendiri di hatinya. Ia sudah menganggap Aya seperti anak kandungnya sendiri. Walaupun Aya tak lahir dari rahimnya, tetapi Aya adalah putri yang lahir dari cinta di hatinya. Seakan ia sudah punya rasa ketergantungan bersama Aya.

Tak tahu biduk rumah tangganya dengan Seno nantinya ke depan seperti apa. Akan tetapi, ia tetap berharap tak terpisahkan kecuali maut. Walaupun seumur hidup harus tinggal satu atap tanpa cinta dengan Seno, baginya tak masalah. Selama sumber kebahagiaannya yakni Aya berada di sampingnya, itu sudah lebih dari cukup baginya.

Malam kian larut. Namun ketiga orang yang tinggal dalam satu atap ini tetapi berada di kamar yang berbeda, nyatanya belum bisa tidur dengan nyenyak.

Ya, Mayor Seno, Dokter Heni dan Aldo hingga pukul dua dini hari masih setia terjaga. Ketiganya kompak menatap langit-langit kamar. Tetapi dengan pikiran yang berbeda-beda.

"Pras, apa kabarmu? Apa kamu sudah bahagia sama Embun di sana?" batin Dokter Heni.

Entah mengapa mendadak malam ini dirinya justru merindukan sosok Pras, cinta pertamanya yang telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta.

Lalu ia berusaha pelan-pelan melepaskan pelukan Aya dari tubuhnya. Ia tak ingin gerakan tubuhnya membangunkan putri kecilnya ini. Tangannya terulur perlahan pada tas ransel miliknya yang ia letakkan di samping ranjang tempat dirinya berada saat ini. Ia membuka salah satu resletingnya dan mengeluarkan sebuah bangau pink yang terbuat dari kertas lipat di mana benda itu berada dalam sebuah botol kaca berukuran kecil.

Ia terus memandangi bangau pink pemberian mendiang Jenderal Prasetyo Pambudi padanya di waktu lampau. Hingga sekarang benda itu masih tersimpan rapi oleh Dokter Heni. Sebab, hingga detik ini di hatinya masih tersimpan cinta untuk seorang Prasetyo Pambudi sebagai cinta pertamanya yang tak lekang oleh waktu dan belum tergantikan oleh siapa pun. Bahkan mendiang suaminya yakni Wisnu yang ia nikahi karena perjodohan, juga belum mampu menggeser nama ayah kandung Bening itu di hatinya.

☘️☘️

Sedangkan di kamar Aldo, putra sulung Mayor Seno ini tengah memikirkan Dokter Heni yang tidur satu kamar dengan Aya.

"Apa pemikiranku tentangnya keliru? Aya enggak mudah dekat sama orang asing. Kenapa Aya izinkan wanita asing itu masuk, bahkan tidur di kamarnya?" gumam Aldo.

Seketika tubuhnya bergulir resah ke sana kemari mengusak sprei ranjangnya hingga nyaris kusut. Sebab, ia sangat tahu karakter adiknya. Bahkan pada ibu kandung mereka yakni Manda yang tiga tahun silam bertemu dan bertatap muka secara singkat, Aya seakan ketakutan dan memilih menyembunyikan diri pada tubuh Papanya.

Aya tak tahu perselingkuhan Manda dengan Gani secara detail karena ia masih sangat kecil. Hanya saja sikap adiknya itu memang tak dekat dengan Manda sejak dahulu. Aya memiliki sifat lebih perasa pada siapa pun. Sehingga Aya lebih terkesan diam jika bertemu Manda dan terkadang menunjukkan gestur tubuhnya bahwa ia takut.

"Besok aku harus tanya Aya lebih lanjut. Ya, aku harus menyidangnya."

Di kamar utama, Mayor Seno juga belum bisa memejamkan mata. Dirinya memikirkan seorang wanita yang baru saja berstatus sebagai istrinya, Dokter Heni.

"Maaf, jika ucapan dan sikap putraku menyakitimu." Mayor Seno hanya mampu berucap dalam hatinya saja.

Ia hanya teringat ucapan dan sikap Aldo yang menyakiti Dokter Heni. Namun tak sadar jika belum ada sehari menjadi suami, dirinya juga telah menyakiti hati istri barunya itu.

Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak.

Pepatah ini mengandung arti bahwa kesalahan atau kekurangan orang lain, walau sekecil apapun toh kelihatan jelas sekali. Namun kesalahan atau kekurangan diri sendiri, meskipun besar tidak kelihatan. Selalu merasa dirinya benar.

☘️☘️

Di sebuah kamar di apartemen yang terbilang cukup mewah, sepasang suami istri baru saja selesai dari acara berbagi keringat di atas ranjang. Acara tersebut bukan lagi disebut bercinta melainkan hanya berbagi keringat.

Sebab jika bercinta maka keduanya saling menikmati dan merasakan puncak kenikmatan. Namun faktanya saat ini yang terjadi si pria mendapatkan kenikmatan sedangkan si wanita tidak.

Kini si pria yang masih dalam kondisi polos tengah mendengkur, tergolek lemas dan tertidur pulas di atas ranjang. Sedangkan si wanita yang sudah memakai gaun tidurnya kembali, menatap tajam suami sirinya tersebut dari sofa kamar.

Batinnya tengah dongkol pada laki-laki yang usianya sudah setengah abad lebih dan beberapa tahun lagi mendekati masa pensiun, namun tak kunjung menikahinya secara resmi. Dirinya hanya berstatus sebagai istri siri tanpa anak selama pernikahan mereka yang sudah berjalan hampir lima tahun ini.

Kepuasan batin yang dahulu keduanya lakukan secara bergelora dan penuh gairah, sudah tak dirasakannya lagi. Entah mengapa semenjak perceraiannya yang lalu dengan mantan suaminya, ia tak pernah mendapatkan pelepasan serta puncak kenikmatan bercinta dengan selingkuhannya yang sudah berstatus suami sirinya.

Si prianya ini selalu menyemburkan es krim vanilanya lebih awal padahal mereka baru bermain belum ada tiga menit. Saat dirinya sedang mengejar puncak kenikmatan bercinta, seketika harus terjun bebas tatkala rahimnya terasa hangat oleh semburan benih-benih dari milik suaminya tersebut. Lalu ia ditinggal tidur dengan alasan mengantuk dan capek. Tak ada kecupan hangat maupun ucapan sayang atau terima kasih seperti dahulu.

"Dasar tua bangka! Maunya nyenengin ularnya saja tapi istrinya enggak dipikirin sudah enak apa belum. Huft !! Dasar loyo!" batinnya dongkol.

Seketika ia teringat dengan mantan suami dan kedua buah hatinya dari pernikahan sebelumnya. Lama dirinya tak berjumpa atau berkomunikasi dengan mereka terutama anak-anaknya.

"Kabarnya Aldo sudah masuk asrama Akmil di Magelang. Apa aku tengok putraku saja ke sana?"

"Siapa tahu Aldo mau memaafkanku. Setelah itu mendekati Aya dan terakhir aku bisa rujuk dengan Mas Seno. Ah, aku sudah enggak sabar pengin ngerasain lagi keper*kasaan ular Mas Seno. Beda banget sama punya tua bangka satu ini yang hobinya molor," batinnya yang tengah memikirkan sebuah rencana untuk kembali ke pangkuan mantan suami dan anak-anaknya.

Tak sadar bahwa tingkah polahnya terdahulu telah menorehkan luka mendalam bagi ketiga orang tersebut yang hingga kini masih membekas dengan jelas dan belum bisa disembuhkan.

Bersambung...

🍁🍁🍁

Terpopuler

Comments

Neno Arya

Neno Arya

enak e dewe manda ki
perempuan doyan anakonda

2025-01-01

1

Lita Pujiastuti

Lita Pujiastuti

kadang mmg rumput tetangga terlihat lebih hijau dr rumput di hlmn rmh sdri. setelah tahu ...br nyadar gk seindah bayangan ...

2025-02-18

1

guntur 1609

guntur 1609

makanya cepat kalian sadar. jangan betkubangboada masa lalu

2025-01-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2 Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3 Bab 3 - Siapkan Dirimu
4 Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5 Bab 5 - Bunda Dokter
6 Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7 Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8 Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9 Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10 Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11 Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12 Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13 Bab 13 - Semakin Penasaran
14 Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15 Bab 15 - Pertemuan Pertama
16 Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17 Bab 17 - Foto Bersama
18 Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19 Bab 19 - Awal Mula
20 Bab 20 - Rekaman Rahasia
21 Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22 Bab 22 - Pillow Talk
23 Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24 Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25 Bab 25 - Bertukar Pesan
26 Bab 26 - Perkara Jodoh
27 Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28 Bab 28 - Tidur Bertiga
29 Bab 29 - Tersesat
30 Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31 Bab 31 - Kejar Setoran
32 Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33 Bab 33 - Penolakan
34 Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35 Bab 35 - Pelantikan
36 Bab 36 - Mendadak Aneh
37 Bab 37 - Kedatangan Tamu
38 Bab 38 - Mantan Istri
39 Bab 39 - Terus Menyudutkan
40 Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41 Bab 41 - Pamer Kemesraan
42 Bab 42 - Bunda Sakit ?
43 Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44 Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45 Bab 45 - Pingsan
46 Bab 46 - Rencana Manda
47 Bab 47 - Status Pernikahan ?
48 Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49 Bab 49 - Test Pack
50 Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51 Bab 51 - Keceplosan
52 Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53 Bab 53 - Rencana Kejutan
54 Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55 Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56 Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57 Bab 57 - Kecelakaan
58 Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59 Bab 59 - Sepucuk Surat
60 Bab 60 - Penyesalan
61 Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62 Bab 62 - Kepergian Aldo
63 Bab 63 - Gelayut Mendung
64 Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65 Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66 Bab 66 - Perusak Kesenangan
67 Bab 67 - Tilik Bayi
68 Bab 68 - Putraku
69 Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70 Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71 Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72 Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73 Bab 73 - Kenyataan Pahit
74 Bab 74 - Meminta Cerai
75 Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76 Bab 76 - Menangis Bersama
77 Bab 77 - Adu Mulut
78 Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79 Bab 79 - Pelukan Hangat
80 Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81 Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82 Bab 82 - Cemburu Mode On
83 Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84 Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85 Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86 Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87 Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88 Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89 Bab 89 - Sebuah Firasat
90 Bab 90 - Karma
91 Bab 91 - Bersimbah Darah
92 Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93 Bab 93 - Permohonan Maaf
94 Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95 Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96 Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97 Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98 Bab 98 - Kejutan Manis
99 Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100 Bab 100 - Takdir Cinta
101 Bonus Chapter (TAMAT)
102 JUST INFO
103 PROMO KARYA BARU
104 PROMO KARYA BARU
105 PROMO KARYA BARU
106 PROMO NOVEL BARU
Episodes

Updated 106 Episodes

1
Bab 1 - Niat Menolong Jadi Petaka
2
Bab 2 - Luka Masa Lalu (Selingkuh)
3
Bab 3 - Siapkan Dirimu
4
Bab 4 - Puisi Untuk Ibu
5
Bab 5 - Bunda Dokter
6
Bab 6 - Kuasa Putri Mahkota Menyala
7
Bab 7 - Tamu di Larut Malam
8
Bab 8 - Anak Yang Menjadi Korban
9
Bab 9 - Bunda, Kenapa Nangis ?
10
Bab 10 - Pikiran Masing-Masing
11
Bab 11 - Empat Sehat Lima Sempurna
12
Bab 12 - Dunia Terasa Sempit
13
Bab 13 - Semakin Penasaran
14
Bab 14 - Cinta Pertama Dokter Heni
15
Bab 15 - Pertemuan Pertama
16
Bab 16 - Sebuah Penjelasan
17
Bab 17 - Foto Bersama
18
Bab 18 - Mengeluarkan Unek-unek
19
Bab 19 - Awal Mula
20
Bab 20 - Rekaman Rahasia
21
Bab 21 - Hak dan Kewajiban
22
Bab 22 - Pillow Talk
23
Bab 23 - Panas Hati dan Kedengkian
24
Bab 24 - Riuh di Pagi Hari
25
Bab 25 - Bertukar Pesan
26
Bab 26 - Perkara Jodoh
27
Bab 27 - Tentang Adik Bayi
28
Bab 28 - Tidur Bertiga
29
Bab 29 - Tersesat
30
Bab 30 - Cinta Luar Biasa
31
Bab 31 - Kejar Setoran
32
Bab 32 - Sebutan "Mandul"
33
Bab 33 - Penolakan
34
Bab 34 - Kecewa dan Amarah
35
Bab 35 - Pelantikan
36
Bab 36 - Mendadak Aneh
37
Bab 37 - Kedatangan Tamu
38
Bab 38 - Mantan Istri
39
Bab 39 - Terus Menyudutkan
40
Bab 40 - Pesona Mantan Suami
41
Bab 41 - Pamer Kemesraan
42
Bab 42 - Bunda Sakit ?
43
Bab 43 - Suara Isi Hati Aya
44
Bab 44 - Istri vs Mantan Istri
45
Bab 45 - Pingsan
46
Bab 46 - Rencana Manda
47
Bab 47 - Status Pernikahan ?
48
Bab 48 - Pentingnya Komunikasi Dalam Sebuah Pernikahan
49
Bab 49 - Test Pack
50
Bab 50 - Adik Bayi Pesanan Aya
51
Bab 51 - Keceplosan
52
Bab 52 - Hasil Pemeriksaan
53
Bab 53 - Rencana Kejutan
54
Bab 54 - Akhir Pekan Tiba
55
Bab 55 - Trauma Masa Lalu Hadir Kembali
56
Bab 56 - Hitam Pekat Luka
57
Bab 57 - Kecelakaan
58
Bab 58 - Bunda Ke Mana ?
59
Bab 59 - Sepucuk Surat
60
Bab 60 - Penyesalan
61
Bab 61 - Aku Yang Salah (Seno)
62
Bab 62 - Kepergian Aldo
63
Bab 63 - Gelayut Mendung
64
Bab 64 - Aku mencintai Istriku (Seno)
65
Bab 65 - Pergi Dari Tapal Batas
66
Bab 66 - Perusak Kesenangan
67
Bab 67 - Tilik Bayi
68
Bab 68 - Putraku
69
Bab 69 - Bicara Dari Hati Ke Hati
70
Bab 70 - Jogja "Kota Penuh Kenangan"
71
Bab 71 - Makasih Bunda (Aldo)
72
Bab 72 - Berkat Doa dan Ketulusan Cinta
73
Bab 73 - Kenyataan Pahit
74
Bab 74 - Meminta Cerai
75
Bab 75 - Di Ujung Tanduk Perceraian
76
Bab 76 - Menangis Bersama
77
Bab 77 - Adu Mulut
78
Bab 78 - Perjuangan Sang Komandan
79
Bab 79 - Pelukan Hangat
80
Bab 80 - Mas Mau Ke Mana ?
81
Bab 81 - Membersihkan Aroma Mantan
82
Bab 82 - Cemburu Mode On
83
Bab 83 - Sudah Dimaafkan
84
Bab 84 - Wujud Cinta Sang Komandan
85
Bab 85 - Temani Aku Sehari Lagi (Dokter Heni)
86
Bab 86 - Pergi Ke Rumah Sakit
87
Bab 87 - Hasil Pemeriksaan Yang Mengejutkan (Manda)
88
Bab 88 - Benar-Benar Terpuruk
89
Bab 89 - Sebuah Firasat
90
Bab 90 - Karma
91
Bab 91 - Bersimbah Darah
92
Bab 92 - Bertemu Di Rutan
93
Bab 93 - Permohonan Maaf
94
Bab 94 - Bundanya Aya Is The Best
95
Bab 95 - Kunjungan Seseorang
96
Bab 96 - Hanya Cinta Yang Bisa
97
Bab 97 - Romantis Manis (Jatuh Cinta Itu Indah)
98
Bab 98 - Kejutan Manis
99
Bab 99 - Menuju Penghujung Kisah
100
Bab 100 - Takdir Cinta
101
Bonus Chapter (TAMAT)
102
JUST INFO
103
PROMO KARYA BARU
104
PROMO KARYA BARU
105
PROMO KARYA BARU
106
PROMO NOVEL BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!