Peka

Sesampainya di kamar ...

" Kenapa? Apakah sedari tadi memang tidak tidur?" tanya Ahmad pada Zifa. Gadis itu diam saja. Ahmad berjongkok di hadapan Zifa dan menaikkan dagunya.

" Dia putri pak Mayor! Sedari kecil dia suka mengikutiku. Anaknya sangat manja," ucap Ahmad lagi.

" Dan juga mencintaimu," jawab Zifa terang - terangan. Ahmad terkekeh mendengarnya Zifa jadi menatap ke arah samping.

" Mungkin iya dia mencintaiku tapi aku tidak Dokter Zifa," jawab Ahmad dengan tersenyum dan menjawabnya dengan santai.

" Siapa yang tahu hatimu??? Kita saja baru kenal beberapa waktu lalu," jawab Zifa sudah mulai nampak tersulut emosi namun ucapannya masih dalam taraf sopan.

" Aku tidak bisa membuktikan apapun. Kita baru sehari menikah dokter Zifa aku tidak akan membuatmu mempercayaiku sepenuhnya. Tapi perlu kamu tahu dokter tidak mudah bagiku memutuskan untuk menikah karena bagiku bumi pertiwi adalah hal yang paLing utama tapi saat bertemu denganmu aku bahkan tidak banyak pertimbangan," jelas Ahmad pada sang istri. Bisa saja Ahmad membuktikan dengan berhubungan ranjang. Tapi tidak? Hal itu masih bisa di lakukan kapan saja.

" Makanlah saladnya," Zifa pun tak membahas putri Mayor itu.

" Kemarilah ... Temani aku makan! Kamu juga belum memakannya," jawab Ahmad sambil menarik tangan Zifa hingga duduk di pangkuannya.

Srrraaak!

" Eh, jangan begini ... " jawab Zifa merasa sungkan.

" Tidak masalah .... Kamu istriku posisi sedekat apapun bukan jadi masalah," ucap Ahmad sambil memegang pinggang rampingnya. Ahmad meminta Zifa menyuapinya.

" Suapi aku ya!?" pintanya sedikit manja. Jantung Zifa berasa gak aman. Loncat ke sana kemari. Dia gemetar kala menyuapi Ahmad.

" Makanlah .... Aaa ... " ujar Zifa. Ahmad jadi terkekeh.

" Kenapa termor sih sayang .... Apakah takut padaku ataukah gugup???" tawa Ahmad jadi pecah setelah Ahmad menyantapnya. Zifa hanya mengulas senyum.

Dia ini pemuda seperti apa sebenarnya??? Sikapnya kadang romantis, kadang dingin tapi kadang begitu menarik perhatian.

Zifa tak mengenal baik suaminya. Dia hanya bertemu satu kali di batalyon dan itu menurutnya. Namun saat di ingat lagi dan dia putra Mom Rasyi maka mereka bertemu 2 kali. Malam itu di mana ada pemuda bermasker yang begitu dingin. Tapi entah bagaimana dengan Ahmad. Apakah dia mengenal lebih dari ini?

" Kita ke depan ya mas? Berkumpul dengan saudara Zifa," ucapnya setelah saladnya habis. Ahmad menatapnya serius.

" Sudah bisa menghadapi omongan mereka?" tanya Ahmad seperti mengenalnya lebih dalam.

" Siapa yang bercerita? Abi???" tanya Zifa mengernyitkan alisnya. Sebab zifa belum membuka apapun tentang dirinya.

" Entahlah ... Hanya memprediksi saja," jawabnya asal ngomong.

" Bohong ... Siapa sih kamu sebenarnya??? Kok tahu jika omongan mereka agak berbeda padaku??!!!" desak Zifa pada suaminya.

" Putra Mom Rasyi - lah Dokter Zifa ... Siapa lagi?? Oh iya ... Suami kamu status baruku sayang," godanya dengam mentowel hidung Zifa. Zifa segera beranjak dari pangkuan suaminya.

" Bercanda kamu mas ... " gumam Zifa tapi masih bisa di dengar oleh Ahmad. Tanpa basa basi dan demi keromantisan pernikahannya serta mengurangi kecanggungan di antara dirinya Ahmad kembali menarik Zifa ke dalam pangkuannya. Tapi kali ini sedikit kebablasan. Bibir mereka bertemu dan berkenalan.

Cup.

Mata Zifa dan Ahmad saling melotot terkejut. Beberapa detik mereka masih dalam posisi yang tetap tak bergeming. Kemudian Zifa melepaskan kecupan singkat itu karena ada ketukan pintu lagi dari luar.

Tok. Tok. Tok.

" Maaf ... Tidak sengaja," ujar Zifa dan membenahi hijabnya dan berjalan menuju pintu kamarnya. Sedangkan Ahmad tersenyum kala Zifa nampak salting.

Manis sekali.

" Hai ... Zifa! Di panggil Ummi ke depan suaminya," ucap seseorang di balik pintu.

" Iya mbak ... Makasih," jawabnya dengan tersenyum. Saat dia pergi daj zifa menoleh ke belakang untuk mengajak suaminya.

" Mas kita turun sekarang ya ... Ummi ... " belum selesai Zifa mengatakan sesuatu. Ahmad malah memotongnya.

" Tidak di lanjutkan yang baru saja .... " Godanya kemudian pergi keluar dengan terkekeh. Zifa sudah diam mematung..

Terpopuler

Comments

Anis Mawati

Anis Mawati

zifa kn pernh cerita klo kluarga dari umminya slalu memaksa zifa,ko zifa lupa

2025-02-17

1

Lafaigh Ufaufi

Lafaigh Ufaufi

seneng liat nya punya suami yg romantis dan lemah lembut,

2024-07-29

3

Dia Amalia

Dia Amalia

semangat zifa hadapi saudara julitmu itu😏😏😏

2024-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!