Lamaran dan Akad

" Mas Ahmad ... Tidakkah ini terlalu buru - buru? Perkenalan di antara kita baru saja di mulai. Kamu pun baru datang dari tempat bertugas. Kita perlu mengenal satu sama lain," ujar Zifa di taman rumahnya itu. Sengaja Ahmad atau Sulaiman menemuinya demi mengetahui apa yang di pikirkan oleh Zifa.

" Apakah kamu tidak setuju?!" tanya Sulaiman malah singkat.

" Bukan tidak setuju. Terlalu mendadak bagiku Mas ... " penuh penekanan. Zifa tampak menghela nafas berat. " Aku belum menyiapkan diriku agar pantas bersanding denganmu dan keluargamu," lanjutnya. Kini Sulaiman sedang tak ingin berdebat. Dia hanya ingin menjaga kehormatan Zifa. Dia laki - laki normal yang kadang - kadang juga terbawa suasana.

" Jika aku mengajak menikah maka jawabanku itu serius. Namun jika kamu tidak setuju kamu boleh menolaknya dokter Zifa. Aku beri waktu malam ini untuk memikirkannya. Berilah jawaban aku besok shubuh ... Jika kamu menolak pernikahan ini aku akan menyampaikan baik - baik pada keluarga kita," jawaban Ahmad tegas dan tenang. Tanpa banyak kata dia pergi dari sana. Zifa termangu seketika dan dia juga belum membalas ucapan pemuda itu.

Apakah dia tersinggung dengan ucapanku? Ya ... Allah apa dia salah paham? Hmmm .... Akad nikah sudah besok tapi karena ucapanku jawaban dia seperti itu. Huft ...

Zifa berjalan lemas ke arah kamar. Dia juga masih bingung akan jawabannya. Apa yang akan dia katakan pada Sulaiman keesokan harinya. Menyesal dia mengatakan keberatan jika pada akhirnya membuat dia salah paham. Menjaga suasana hati ternyata menguras emosi dan pikiran.

" Sayang ... Sulaiman mau pamit pulang! Kemarilah," panggil Abi El Pda putrinya. Namun agaknya Zifa tak mendengarnya. Dia berjalan lurua sambari melamun.

" Astaghfirullah ... Zifa!" seru Abinya dengan suara agak meninggi membuta Zifa yang melamun itu terjingkat.

Astaga!

" Sayang ... Ada apa? Kenapa melamun sambil jalan?" tanya Abinya membuaT Zifa kaget dan menetralisir perasaannya kembali.

" Ah tidak Abi ... Hanya memikirkan sesuatu saja!? Tadi Abi bilang apa???" tanya Zifa menjawab dengan tersenyum sedangkan Sulaiman hanya mengangguk kecil dan segera berdiri untuk pulang.

" Saya permisi UstadZ ... Assalamualaikum," pamit Sulaiman.

" Waalaikumsalam ... Hati - Hati Sulaiman," jawabnya dengan menatap Sulaiman pergi.

Saat Zifa berjalan masuk menuju kamarnya. Suara ayahnya mendominasi rumah. Zifa langsung menoleh saja tanpa ragu.

" Jika ada sikap Sulaiman yang membuatmu tidak nyaman katakan saja! Sulaiman memang pribadi yang pembawaannya dingin namun dia bertanggung jawab dan penyayang nak! Bicarakan baik - baik dengannya. Abi lihat dia tadi seperti menjaga jarak darimu," ujar Abinya.

" Iya bi ... Mungkin dia yang tersinggung dengan ucapan Zifa. Akan segera kami selesaikan," jawab Zifa dengan tersenyum dan di balas oleh Abinya dengan Anggukan serta beranjak pergi dari sana.

Zifa di dalam kamar merenung sejenak. Dia menatap layar ponsel di sana. Nama Ahmad terpampang apik di layar ponselnya. Dia mengirim pesan singkat.

Sudah Sampai?🤔

Lama pesan itu terkirim baru di balas 15 menit kemudian oleh pemilik ponselnya.

Baru saja sampai. Tidurlah ini sudah malam.

Apa marah padaku?☹

Tidak! Aku tidak mau terlambat bangun besok pagi. Istirahatlah dokter Zifa ini sudah larut ...

Pasti marah ... Mimik wajahmu tadi sedikit berbeda daripada sebelumnya. Maaf ... Tidak bermaksud menyinggungmu. Aku hanya mengeluarkan unek - unek dalam hatiku ini. Tentu saja aku mau menikah dengamu Mas Ahmad ... 😔

Maka besok aku akan datang bersamaa lamaranku dan akad nikah kita akan di gelar besok pagi. Sekarang istirahatlah .... Aku tidak mau pengantinku bermata panda 🐼😉.

Iya ... Baiklah yang sudah terbebas dari rasa ngambek😂

😲🤫

Sulaiman hanya mengakhiri pesan dengan mengirim emoticon. Dia tahu Zifa merasa bersalah padanya. Tapi sebenarnya sulaiman tidak tersinggung. Dia jujur tadi bahwa Zifa menolaknya akan dia selesaikan semuanya dengan baik - baik bukan karena tersinggung. Sejatinya Jika Zifa menolak itu artinya putri Ustadz El tak mempercayai dirinya menjadi calon suaminya. Bukan karena perihal tersinggung atau tidak.

Di tempat lain ...

Zifa nampak senyam senyum di kamarnya sepertu orang gila yang baru dapet mainan kesukaannya. Dia bahagia karena Sulaiman tidak marah lagi. Versi hati Zifa.

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

menunggu hari H ne 😘😘😘

2024-06-24

1

Sri Handayani

Sri Handayani

lanjutkan Thor

2024-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!