Pertemuan Calon Pengantin

10 bulan lamanya rencana pernikahan itu di rancang. Akan tetapi baru saja bisa akan di laksanakan sebab Calon menantu Ustad El baru datang dari kedinasan.

Di kediaman Al Faroby ...

" Kamu yakin menikahi dia?! Aku tahu kriteriamu Dek!" seru kakaknya yang tertua. Kak Sindy memang agak jutek. Tapi dia tak ingin adiknya terperangkap pada pilihan yang salah. Meskipun sejatinya dokter Zifa gadis baik.

" Yakin? Tentu saja ... " jawabnya dengan serius tanpa mimik senyum. Tapi memang Sulaiman jarang tersenyum. Kak sindy nampak tersenyum kecil melihat dan mendengar jawaban adiknya itu.

Mungkin benar mungkin tidak. Sindy tidak tahu alasan adiknya menikahi dokter Zifa. Yang jelas sindy tahu bahwa adiknya tidak menyukai alias membenci gadis tidak berhijab. Tapi ya sudah ... Dia sudah menjawab iya bukan? Itu artinya terserah pilihannya saja. Toh, hal itu sudah di tawarkan padanya terlebih dahulu.

Di sebuah Restoran megah milik keluarga Zifa. Mereka bertemu kedua belah pihak. Zifa menurut saja sebab dia tak ingin mengecewakan ayahnya. Saat semua keluarga di dalam ruangan VIP zifa masih asik di kamar mandi. Bukan gugup tapi tepatnya bingung.

" Diandra .... Aku bingung," lirih Zifa.

" Bingung beib! Iya bodoh kali sayangku menolak itu kemarin kalau sekarang namanya bunuh dirilah sayang!!!!" ejek Diandra pada sahabatnya semenjak sekolah itu.

" Aku termo Di! Jangan bercanda ... Kamu tahu aku tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun sebelumnya," keluhnya.

" Ya ... Sudah kali beib. Di jawab iya ... Iya ... Udah beres. Dah sana! Jangan lama - lama ngobrol di sini lama - lama gue yang serem lihat kamu jomblo," ejeknya lagi membuat Zifa sebal tapi lebih rileks.

" Dasar otak tidak sejajar!!!" seru Zifa dan mematikan ponselnya. Dia segera keluar dari kamar mandi. Saat dia menutup pintu kamar mandi dia menyenggol seseorang karena terburu - buru.

Srreekkkkk.

" Astaga! Sorry ... Gak sengaja mas," ucapnya sambil menunduk sebagai perasaan bersalah dan meminta maaf.

" Jika berjalan ... Berjalanlah dengan benar! Jika tidak semua orang akan terjatuh saat kamu senggol," entah ejekan atau hal lainnya. Yang jelas pemuda itu mungkin setengah kesal. Tanpa banyak ba bi bu dan alasan Zifa mengangguk saja.

" Iya ... Maaf sekali lagi! Permisi ... " ucapnya dengan tanpa melihat sama sekali lawan bicaranya.

Ada senyuman khas di bibir pemuda itu. Dia suka sisi lain Zifa yang demikian. Matanya tidak jelalatan seperti perempuan pada umumnya yang menyukai dirinya.

Setidaknya dia memiliki keunggulan dalam dirinya yang membuatku tidak menyesal sudah menerima tawaran menikah dengannya.

Zifa yang sudah berada di depan pintu itu diam tak menyentuhnya. Dia gugup jelas, dia ingat betapa dinginnya sikap pemuda di balik masker waktu itu. Dia menghela nafas berat. Namun derap langkah kaki dan sapaan itu membuat Zifa sedikit terkejut.

" Jangan bengong di depan pintu! Pintu itu tidak akan terbuka sendiri kecuali jika aku membukakan pintu itu untukmu," ujarnya dengan membuka pintu yang otomatis membelakangi Zifa.

Degh.

" Kamu?!" lirihnya tanpa melanjutkan apapun sebab Zifa tak melihat wajahnya. Dia masuk neyelonong begitu saja ke dalam ruangan keluarga mereka bertemu.

Apakah dia Ahmad putra Mom Rasyi??!

Tanpa banyak bicara lagi Zifa masuk ke dalam ruangan. Astaga di dalam bukan hanya mom Rasyi dan papa Ahmad akan tetapi semua keluarganya ikut. Rasanya kaki Zifa seakan keluh hanya sekedar untuk berjalan mendekat.

" Nah, itu calon mantennya sudah datang!" seru Mom Rasyi bak ibu kandung Zifa sedangkan Ummi Alia hanya tersenyum melihat betapa sayangnya calon mertua Zifa padanya.

" Assalamualaikum ... " Sapa Zifa.

" Waalaikumsalam ... " Semua orang menjawab.

Saat Zifa hendak duduk dia mendapati keponakan calon suaminya yang beberapa bulan lalu terkena duri ikan. Dia langsung duduk di pangkuan Zifa tanpa permisi sontak saja Hal itubdi komentari oleh paman si bocah.

" Hei ... Nona kecil! Om Ahmad saja belum duduk di pangkuan tante kenapa kamu dulu yang serobot, hahahah !!!" serunya dengan tawa candaan dengan puas.

Hahahahhaha.

" Bialin ajah .... Lagian om Ahmadnya jutek palah sih! Tuh, lihat ... Olangnya lagi main hp gak peduli," sindir si kecil dengan logat cedal-nya itu. Sulaiman yang mendengar sindiran itu sontak menatap keponakannya. Sejujurnya Zifa ingin melihat namun masih was - was.

Lagi - lagi semua orang tertawa mendengarnya. Sehingga pada akhirnya mereka segera memulai acara. Baik Zifa maupun yang lainnya mulai mengikuti dengan seksama.

Assalamulaikum Wr. Wb.

Bapak Adam El Kautsar, kami dari keluarga Faroby ingin menyampaikan niat baik kepada keluarga Bapak El sekeluarga. Putra kami yang bernama Ahmad Sulaiman Al Faroby ingin meminang putri Bapak yang bernama Zifara Meisya Rabbah menjadi istrinya. Agaknya inilah yang ingin kami sampaikan. Alhamdulillah Putra kami Ahmad adalah seorang abdi negara yang insyaallah mandiri dan bertanggung jawab. Agaknya niat baik kami di tanggapi oleh keluarga bapak.

Mungkin ini yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf dan mungkin bisa di tanyakan pada Ahmad sendiri untuk sebuah keyakinan.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Penyampaian Dad Faroby mungkin tidak banyak. Akan tetapi niat baiknya itu bisa di lihat oleh Zifa. Hanya saja Zifa ingin mendengar sesuatu dari putra Paman Faroby tentang perjodohan ini. Apakah dia setuju ataukah tidak.

Setelah hal itu nampaknya Abi menerima niat baik itu dengan tangan terbuka untuk Ahmad yang notaben-nya adalah jamaah kajiannya. Sengaja Abi Zifa tak menyebutkan hal itu agar putrinya tahu sendiri siapa calon suaminya itu.

" Nak ... Sampaikan yang ingin kamu sampaikan pada keluarga calon suamimu," ujar Abi pada Zifa. Pada kesempatan ini Zifa ingin bertanya pada calon pendampingnya itu tentang perjodohan ini.

" Baiklah ... Saya Zifa mungkin semua keluarga sudah mengenal saya sebab saya adalah dokter pribadi keluarga Faroby. Sebelum membahas pernikahan agaknya saya membutuhkan pendapat dia tentang perjodohan ini," ucap Zifa. Sulaiman yang sedari tadi diam seribu bahasa kini menatap perempuan itu. Dia masih saja menduduk membuat sulaiman menggelengkan kepala.

" Ahmad ... Silahkan tanggapi apa yang di sampaikan Zifa," jawab Mom Rasyi kali ini menatap putranya. Dia tidak mau sulaiman merusak acara malam ini.

Sulaiman menghela nafas dan mulai mengatakan sepatah kata yang ingin dia sampaikan.

" Perjodohan mungkin Zaman siti nurbaya dan sekarang sudah modernisasi. Tapi di sini bukan masalah perjodohannya. Tapi siapa yang di jodohkan dengan kita. Saya mengatakan ini bukan karena ingin mempermainkan dokter Zifa. Tapi, yang paling utama saya mau melakukan perjodohan ini karena saya begitu menghormati dan menyayangi Ustadz saya yang tidak lain dan bukan Ustadz El. Agaknya dengan menikah dengan putri beliau saya mendaPatkan tiket menjadi putra beliau dan sekaligus mendapatkan putri kesayangannya hal itu merupakan suatu kehormatan bagi saya. Agaknya hanya itu yang ingin saya sampaikan. Saya Sulaiman akan memastikan putri Ustadz bahagia dan menjadikan dia perhiasan Dunia," Jawab El dengan sopan. Mata Zifa kali ini sudah memberontak ingin melihat siapa calon suaminya. Dia juga jamaah Abinya. Akhirnya mau tidak mau Zifa menatap ke arah pemuda yang sedang berdiri itu.

Dia itu bukankahh ???!!!!!

Sedang El hanya mengulas senyum sedikit sebwlum kemudian duduk. Pertemuan kelurga kali ini berjalan dengan lancar dan di terima dengan tangan terbuka pula.

Terpopuler

Comments

Mustarika

Mustarika

mf thor..kenapa pakai kata agaknya...

2024-09-11

2

Mrs ariyanto

Mrs ariyanto

panggilannya ahmad apa sulaiman thor saya kadang bingung jadi kaya 2orang

2024-08-07

1

mimma miftaria octiana

mimma miftaria octiana

d atas ada kalimat "aq termo di! "... mungkin yg dmaksud othor tremor ya?? dlm bhs medis medis tremor tu perasaan deg2an yg berlebihan smp' menyebabkan tangan/kaki bhkan bdan jg trsa bergetar.
ada byk typo dlm kalimat mungkin lbh hati2 dan teliti saat menulis agar saat dbaca pembaca tdk kesulitan memahami.
krn sbnarnya ni crtanya bagus, bagus bgt malahan kl mnrut sy , sarat nilai2 kebaikannya.
semangat berkarya othor, smoga sllu lbh baik lg tiap menulis.. semangat ya💪 mhon maaf jk komentarq menyinggung perasaan penulis dan yg lainnya🙏🙏🙏

2024-07-25

8

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!