Cinta?

Tersedaknya Zifa bukan berarti harus menjawab iya jika cinta bukan? Kata cinta begitu riskan untuk di sampaikan pada lawan jenis. Zifa yang belum pernah mencintai siapapun itu jadi harus menyampaikan apa tentang Sulaiman.

" Jawab dong kak!!!" seru adiknya dengan semangat.

" Apa sih dek!? Gak ada itu cinta. Memangnya adek tahu cinta?" tanya Balik Zifa pada adiknya.

" Cinta apa ya mik? Hehe ... Adek suka sih kak sama adek ketua Osis di sekolah," jawabnya membuat Zifa geleng - geleng kepala. Umi dan Abinya hanya terkekeh menanggapi hal itu.

Obrolan - obrolan itu untuk menjalin sebuah kedekatan keluarga. Zifa pun berangkat kerja membawa serta adeknya yang cantik itu ke sekolahnya.

Sesampainya di depan sekolah ...

" Sekolah yang bener udah tinggal beberapa bulan lagi dek!" seru Zifa dengan serius. Dia mau melihat adeknya pun sukses. Nampak adik Zifa itu manggut - manggut.

Setelah melihat adiknya itu masuk ke dalam sekolah Zifa langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit. Hari ini dia belum sempat lihat jadwalnya semoga tidak ada yang urgent. Sesampainya di rumah sakit tepatnya di parkiran nampak Diandra sudah bersindekap menunggu mobil zifa terparkir. Wajahnya tampak garang lain dari hari biasanya.

" Ada apa? Kenapa mukamu jadi serem gitu sih Di!??" goda Zifa.

" Bisa ya kamu bercanda setelah gak ngebalas pesan aku," jawab Di dengan kesal.

" Ya ... Ampun anak orok aku lagi sibuk kemarin. Apaan sih jangan manja deh!" seru Zifa sengaja menggoda dia. Diandra mulai mentowel lengan Zifa karena kesal.

" Kenapa bisa sama kanebo sih Zi??!! Garang banget lagi orangnya zif. Ayolah nemu di mana orang kek dia," omel di.

Namun Zifa terus saja berjalan tanpa memikirkan omelan Diandra. Diandra di buat kesal karena di cueki oleh sahabatnya ini. Devano yang melihat itu jadi geleng kepala 180 drajat.

Tunanganmu itu siapa sih Di?!! Kok ya kamu cinta banget sama Zifa. Astaga semoga kamu tidak kelainan. Bahaya kan Di kalau kamu cinta sama sahabatmu itu .

Seharian ini zifa sungguh sibuk. Dia tidak sempat istirahat. Saat dia istirahat ada pasien IGD. Pasien kecelakaan di rute perjalanan dekat rumah sakit. Zifa dan Diandra berlarian ke ruang itu. Mata Zifa melongo tatkala melihat pemuda yang dia kenal berlumur darah. Lututnya lemas sekali.

Itu Sulaiman kenapa?

Sulaiman menatap Zifa yang termenung dan Diandra sudah masuk ke dalam untuk memberi pertolongan pada pasien. Seketika Sulaiman menegur calon istrinya itu.

" Ada apa? Kenapa bengong? Ada pasien di dalam," ujar Sulaiman. Zifa kemudian terkejut saat sulaiman memegang lengannya itu.

" Kamu baik - baik saja," jawab Zifa. Sulaiman mengangguk dan memegang Zifa.

" Masuklah akan ku tunggu di sini. Aku baik - baik saja jangan khawatir," ucap Sulaiman meyakinkan dia. Zifa paham dan segera masuk tanpa menunggu lama sekali.

Sesampainya di dalam dia segera membantu Diandra. Diandra menoleh dan menatao sahabatnya itu tumben melambat.

Darimana saja sih beib!? Cepat sedikit.

Diandra mengkode Zifa. Gadis itu mengangguk dan kembali fokus pada tugasnya. Selama 1 jam mereka membantu pasien ini dengan menjahit luka - lukanya.

Ceklek!

Pintu terbuka dengan raut wajah lelah keduanya. Ada Devano yang menunggu dia dengan sekotak makan siang. Devano langsung membawa diandra pergi. Sedang Zifa melihat tangan Sulaiman di perban.

" Siapa yang mengobati lukamu???" tanya Zifa dengan menatap perban itu.

" bang Devan ... Ini makan siangmu! Kata bang Devan kalian melewatkan makan siang di tengah jadwal padat sekali.

" Iya. Terima kasih ... " menerimanya dan mengajak sulaiman ke ruangannya.

Zifa tak sungkan mengajak calon suaminya ke ruangan karena dia tak mau orang melihat tontonan dirinya dan sulaiman.

" Makanlah aku suapi !!!" seru Zifa menyodorkan sendok ke mulut Sulaiman.

" Ini jatah makanmu Zifa," jawab Sulaiman.

" Makanlah ... Setelah Jam makan siangku. Praktekku hari ini selesai. Akan aku antar ke batalyon setelah ini," ucap Zifa. Tanpa banyak kata Zifa memberikan surat keterangan istirahat agar Sulaiman bisa istirahat untuk proses pemulihan. Sambil menyuapinya dengan telaten.

" Cukup! Makanlah ... Kamu juga butuh energi," ucap Sulaiman pada Zifa.

Hari ini ekstreme sekali. Gadis itu membahayakan dirinya dan orang lain. Semoga saja dia selamat! Apa yang ada dalam benaknya itu sehingga melakukan percobaan bunuh diri di jalan raya.

Terpopuler

Comments

Anis Mawati

Anis Mawati

diandra dpart sebrlumnya kyaknya udah di kasih tau sm zifa klo mau djodohin,ko masih nanya trus

2025-02-17

0

Dia Amalia

Dia Amalia

lanjt thor

2024-06-20

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!