Mom Rasyi

" Tante ... Zifa harus segera pulang," ucapnya menghentikan langkah wanita patuh baya itu. Wanita itu menatap Zifa lekat.

" Tidak ingatkah padaku Dokter Zifa??? Tante adalah ibu malang malam itu yang kamu tolong," ujarnya membuat Zifa terdiam sejenak.

Zifa memutar kembali ingatannya. Dia bedah satu persatu memory-nya. Dia mengingat wajah ibu ini mirip seseorang yang pernah dia bantu.

" Apakah Mom Rasyi?" tanya Zifa pada akhirnya. Tanpa basa basi dan rasa sungkan Ibu 5 anak itu memeluk Zifa penuh rasa rindu.

" Alhamdulillah ingat ... " jawabnya sambil memeluk Zifa.

" Jangan terkejut dokter Mom memang begitu apalagi kamu jadi dokter keluarga kami karena mom memohon pada pihak rumah sakit. Kamu sudah di anggap anak ke enamnya," sahut perempuan cantik yang mengenakan hijab senada dengan bajunya. Zifa tersenyum kikuk tapi dia harus mencari tahu sesuatu.

" Mom Rasyi? Tapi menempatkan Zifa di sini tidak menjegal siapapun kan? Sebab Zifa masih terbilang baru," tanya Zifa dengan serius.

" Seriuslah sayang .... Mana mungkin mom begitu. Mom tahu jika dokter kami sudah purna maka aku meminta kamu yang jadi penggantinya. Mom pernah melihatmu di daftar dokter muda heheheh. Makan dulu setelah itu boleh pulang," ucap mom Rasyi yang meladeni-nya sendiri tanpa meminta pembantu.

" Mom ... Jangan begini tidak enak! Duduklah Zifa ambil sendiri," jawab Zifa dengan memegang pergelangan tangan Mom.

" Ah, tidak nak! Harusnya anak itu yang melayanimu sekarang. Hah ... Dia malah nugas setahun lamanya," gerutu Mom Rasyi. Semua orang geleng - geleng kepala tak percaya Mom - nya begitu obsesi dengan Zifa.

" Mom ... Sudah! Kapan dia makan? Jangan di ajak ngobrol teruslah .... Makan saja dokter," ujar putri yang lainnya. Zifa mengangguk canggung. Dia masih baru akan tetapi keluarga ini begitu hamble.

Mereka tak bersuara lagi. Setiap orang fokus pada makanan yang ada di piring masing - masing. Zifa melirik arlojinya harusnya dia segera pulang jika tidak Ummi akan ngambek padanya seperti sebelum - sebelumnya.

" Mom ... Zifa harus segera pulang. Ada tamu di rumah jadi Ummi sudah menunggu," pamit Zifa. Nampak Mom Rasyi agak kecewa karena gadis itu hanya bertandang sebentar.

Sikap mom Rasyi membuat semua orang gemas. Semenjak kejadian malam itu mom Rasyi jadi kepo akan kehidupan Zifa. Keteledoran putranya malam itu hampir saja membuat nyawa Mom Rasyi hilang. Namun Zifa kala itu tanpa banyak berfikir membantu Mom Rasyi tanpa pamrih.

Namun Mom Rasyi membuat Janji pada putranya agar menikahi perempuan yang sudah menolongnya. Benar saja ... Setiap putranya mengenalkan calon istri Mom Rasyi selalu menolak mereka hingga akhirnya sang putra tak mengenalkan siapapun. Karena itu sangat percuma sekali.

Malam itu ....

Hujan begitu lebat. Seorang wanita paruh baya menunggu di halte bis. Entah siapa yang di tunggu. Tadi adalah pemberhentian bis terakhir namun dia tak ikut ke dalam kendaraan umum itu. Sehingga entah apa yang dia lakukan. Barang yang dia pegang berantakan ke jalanan. Sepi awalnya namun saat wanita itu mengambil barang bawaannya sampai ada salah satu mobil melintas. Bertepatan dengan hal itu Zifa yang baru selesai dari apotik melihat hal itu berteriak dan segera menarik sang ibu.

" Ibu awas!!!!" teriaknya sambil menarik ibu itu ke dalam pelukannya.

Aaaaahhhhhhhhhh!!!!

Bruuuukkkkk.

" Astaga! Apa yang terjadi ???!!!" teriak ibu itu. Zifa memeluknya di bawah guyuran hujan untuk menenangkan wanita paruh baya itu.

" Buuu .... Tidak apa - apa tenang! Semuanya baik . Ibu selamat saya juga selamat. Akan tetapi belanjaan ibu sudah berserakan di jalan tidak apa ya???!!!" ujar Zifa menenangkan.

Tanpa banyak menjawab Mom Rasyi itu memeluk Zifa dengan erat. Dia bersyukur bertemu dengan gadis baik. Tak berselang lama mobil sport berhenti di depan mereka.

" Mom ... Why??? Kenapa hujan - hujanan? Come on jangan seperti anak kecil lagi," sapa lelaki bertubuh atletis yang memakai kaos oblong celana sedengkul dan pakai sendal jepit tak lupa masker hitam dan topi kesayangannya.

" Anak kecil katamu!!! Dasar anak pecicilan ... Karena kamu telat jemput hampir saja mom di jemput maut!!!! Kenapa lama sekali???!!!!" Teriak mom Rasyi pada putranya. Putranya itu tampak menghela nafas dan membantu mom-nya berdiri.

" Maaf mom ... Baru selesai keluar dari tugas. Lain kali mom jangan keluar sendiri deh," jawabnya malah membuat momy-nya kesal.

Buuuggghhh!

" Jangan banyak bicara! Bantu gadis itu kakinya takut sakit habis bantu Mom kamu yang masih bernafas hingga detik ini," cebik Mom Rasyi sebal.

" Bisa berdiri?" tanya sang putra. Lagi - lagi mom memukulnya.

" Bantu dia bukan malah tanya!!!" seru Mommy dengan nada tinggi. Putranya itu menunduk dan menatap Zifa yang meringis. Agaknya kaki gadis itu terluka. Dengan sigap putra mom Rasyi membantunya.

" Sebentar aku akan bantu obati! Aku ambil obat P3K dulu," ujar pemuda itu. Zifa menggelengkan kepala.

" Aku baik - baik saja! Bantu ibumu saja. Aku harus pulang," jawab Zifa. Mom Rasyi memegang tangan Zifa.

" Panggil Mom Rasyi nak! Kelak semoga kita berjodoh bisa bertemu lagi," ujar Mom Rasyi sambil menangkup wajah ayu Zifa.

" Aamiin ... Sehat - sehat ya Mom! Zifa pulang dulu," jawabnya. Namun saat akan berdiri sumpah demi apa kakinya ngilu sekali.

" Ssshhhhhh .... " desisnya.

" Duduklah sebentar aku bantu meredakan keseleo-nya," jawab Putra mom Rasyi. Dia nampak memegang kaki Zifa dan membantu gadis itu.

Aaauuhhhhh!

Teriak Zifa kala kakinya di tarik. Setelahnya Zifa di bantu ke mobilnya.

" Jaga ibumu ... Tadi begitu menakutkan baginya. Semoga ibumu tidak trauma akan kejadian baru saja," ucap Zifa pada pemuda itu. Pemuda itu mengangguk dan melihat name tag di baju Zifa.

dr. Zifara Meisya R.

" Tentu," jawabnya singkat.

Mobil Zifa meninggalkan jalanan itu. Di mana menyisakan ibu dan anak di halte tersebut. Mom Rasyi dan putranya diam di tempat sejenak.

"Mom boleh mengatakan sesuatu tidak sayang?" tanya mommy-nya.

" Katakan saja mom! Kenapa harus ijin dulu Ahmad juga anak Mommy? Langsung saja bicara," jawab Ahmad dengan jelas.

" Jika bertemu dengannya lagi. Nikahilah dia nak ... Mommy udah terlanjur suka padanya," jawab Mom Rasyi membuat Ahmad tersedak ludahnya sendiri.

Uhuuk. Uhuukk. Uhuuk.

" Mom ... Pernikahan bukan bahan candaan! Mom tidak mengenalinya. Sudahlah mom kita pulang!" ajak Ahmad dengan serius kali ini.

" Jika tidak berjanji maka Mom tidak mau pulang," ambeknya itu. Ahmad yang malas berdebat akhirnya mengiyakan saja tanpa sengaja.

" Baiklah! Apa kata mom saja bagaimana baiknya," jawabnya pada titik akhir kelelahannya hari ini.

" Anak baik ... Mom sayang padamu Ahmad," ucap Mommy. Ahmad menggelengkan kepala dan mengajak pulang tanpa drama dulu.

" Kita pulang sekarang ... " ajak putranya itu dengan semangat sebab dia sudah sangat lelah sekali. Malas berdebat ujung - ujungnya mom pasti merengek.

Zifa namanya. Calon mantu Mom Rasya!

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

wiiiihhh zifa uda dilabelin sm momnya Ahmad 🤣😂🤣

2024-06-15

2

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!