Kanebo Kering

Nampak Sulaiman berjalan masuk tempat makan itu. Dia memesan Nasi pecel bunga turi. Dia melirik Zifa yang berjalan pelan masuk ke dalam. Dia sebenarnya tidak terbiasa makan di tempat seperti ini. Namun makanannya bukanlah hal baru.

" Mau pesan apa nona Dokter??! Kenapa lama sekali berjalan dari sana kemari," ujar Sulaiman.

" Entahlah ... Tatapan mereka membuatku risih lihatlah ... " lirih Zifa tanpa ingin membuat orang tersinggung. Sulaiman melirik benar saja ada beberapa pemuda menatap Zifa. Tanpa banyak kata dia memesan 1 porsi menu yang sama.

" Bu ... Saya beli sama piringnya ya! Di total saja ... Saya harus buru- buru gapapa ya ??? Mendadak kabarnya," ucap Sulaiman membuat Zifa melotot dan mencubit pinggang sulaiman.

" Kamu tidak waras ya?!!! Jangan bikin malu di tempat orang," Bisik Zifa

" Kamu ingin terus di tatap mereka di tempat ini! Sudahlah. Tugasmu memberi ruang makanan ini agar tidak tumpah," jawabnya dengan lempeng lagi.

Dasar Ya Kanebo kering!!!!

Zifa kemudian mengangguk saja. Dia diam seribu bahasa malas juga berdebat. Sejatinya dia juga risih dengan tatapan mereka.

" 80.000 ribu den ... " ucap si ibuuu. Lengkap minum dan sendok - sendoknya. Sulaiman mengeluarkan uang lembaran merah.

" Kembaliannya untuk ibu. Terima kasih ... Maaf saya terpaksa beli piring dan lainnya," ujar Sulaiman. Sang ibu penjual hanya tersenyum tingkah unik pembelinya itu.

Zifa dan Sulaiman pun pergi dari sana. Zifa menarih makanan itu di kursi penumpang dengan sejajar agar tak tumpah. Sulaiman mengarahkan mobilnya ke alun - alun kota. Dia memarkirkan mobilnya rapi dan meminta Zifa membawa piring tadi keluar. Sulaiman membawanya ke tempat nyaman yang ada di sana.

" Makanlah di sini! Setidaknya di sini lebih baik daripada tempat tadi," ucap Sulaiman padanya. Zifa mengangguk jujur perutnya keroncongan sekali.

" Aku makan dulu ... Perutku sudah sakit???!!" serunya malu - malu. Sulaiman tersenyum kecil mendengar itu.

" Makanlah ... " jawabnya kemudian.

Zifa menikmati suasana malam di alun - alun kota dengan sepiring nasi pecel bunga turi, minum air mineral. Zifa menikmati hal ini.

" Ada yang mau di beli? Banyak jajanan rakyat sebelah sana!" tawar Sulaiman. Dia bukan pelit jika tentang uang. Apapun boleh asalkan dalam batas wajar. Dia memang orang kaya tapi itu orang tuanya bukan sulaiman.

" Apa?!" tanya Zifa menatap Sulaiman.

" Entahlah ... Sepertinya anak muda menggandrungi makanan itu. Seharusnya kamu lebih paham bukankah kamu masih muda," jawab Sulaiman sekenanya.

Sebenarnya canggung jika hanya berdua seperti ini. Tapi mereka harus beradaptasi bukan untuk saling mengenal satu sama lain. Tanpa banyak kata Sulaiman pergi dari sana dengan berpesan sesuatu.

" Tunggulah di sini! Aku segera kembali ... " ucap Sulaiman. Zifa mengangguk saja menurut tanpa banyak kata.

Saat sulaiman pergi telponnya berdering dan itu dari Diandra. Zifa mengangkatnya namun belum dia bicaraa temannya itu sudah nerocos layaknya kereta api tanpa memiliki rem.

" Jahat kamu ya ZIF!!!! Kamu bilang belum memiliki kekasih!!!??? Tapi apa ... Itu kanebo kering udah bikin kamu nurut tanpa banyak perdebatan???!!! Katakan ... Aku kesal sekali karena tidak dengar darimu sendiri!!!" rengek Diandra. Zifa jadi menggelengkan kepalanya.

" Apa yang harus aku jelaskan Diandra? Kami di jodohkan. Sudah begitu saja ... Aku baru bertemu dengannya beberapa waktu lalu saat dia pulang bertugas. Kebetulan sebelumnya kami pernah bertemu di Batalyon tempatnya dinas. Karena dia jamaah Abi. Udah gitu saja menariknya dari mana???? Masih bagusan kisah kalian Di .. Udah deh jangan ribet. Besok aku bayar tagihannya yang tadi," jawab Zifa dan sekaligus terkejut kala Sulaiman datang dengan membawa siomay dan Es teh. Mirip kayak remaja sedang kasmaran.

" Belum bayar yang tadi???" tanya sulaiman.

" Eh ... Iya. Belum ... " jawab Zifa sungkan. Sulaiman yang sejatinya memiliki wajah dewasa itu membuat Zifa sungkan.

" Berikan ini pada tunangan bang Devano! Ku harap di tidak merengek - rengek padamu! Panggil apapun padaku tapi jangan samakan dengan kanebo kering!!! Terlalu jelek ... " ucap Sulaiman membuat Zifa menganga dengan ucapan itu.

" Ah, iya ... Iya ... Akan Zifa sampaikan pada Di. Makasih ... Tapi biar Zifa saja yang bayar seharian yang bayarin kamu," jawab Zifa bingung mau panggil apa.

" Bawa saja! Makanlah ini ... Setelah itu kita pulang," jawabnya menikmati Siomay hangat itu. Zifa mematikan ponsel tanpa permisi.

Diandra .... Ngapain sihhhh!!!! Pake Bilang kanebo segala. Mana si Sulaimannya pembawaannya lempeng begini? Sebenarnya dia bercanda apa gak sihhh!

" Berhenti melamun! Cepat makan keburu dingin ... " seloroh Sulaiman.

" Iya ... Terima kasih," jawabnya.

Andaikan bukan putri ustadz ... Aku benar - benar menolak lamaran ini. Aku tidak suka dia membuka rambutnya yang indah itu di depan umum. Semoga aku bisa merubah pandangannya tentang hijab.

" Apakah benar tidak memiliki kekasih?" tanya Zifa dalam keheningan keduanya.

" Tidak! Fokus pada kewajiban sebagai abdi negara. Banyak lamaran datang aku tolak," jawabnya lempeng pake banget.

" Kenapa?" Zifa mulai kepo.

" Mudah saja ... Karena mereka tak berhijab," jawabnya singkat dan tanpa beban.

" Aku juga tidak berhijab ... " jawab Zifa.

" Karena kamu memiliki nasab yang baik. Seburuk apapun maka kamu akan kembali pada nasabmu meskipun aku sendiri tidak tahu prosesnya," jawab Sulaiman.

" Ya ... Mungkin kamu benar! Apa alasan lainnya yang bisa menjadikanku istrimu??? Putra Kyai saja banyak yang mempertanyakan hijabku bagaimana? Mereka membedakan aku dengan keturunan yang lainnya. Tapi aku sungguh tak mempedulikan itu semua," jawab Zifa sedikit curhat.

" Harusnya kamu jelaskan alasanmu! Sehingga kamu bisa menikah dengan keturunan sesama putra Kyai," jawab Sulaiman. Sebab mereka memang beda nasab. Zifa keturunan Kyai sedangkan sulaiman orang biasa namun berilmu.

" Tidak perlu! Aku tidak butuh kepercayaan siapapun. Aku hanya butuh kesabaran Abi mendidikku," senyuman Sulaiman lagi - lagi terbit namun tak kentara.

" Baiklah ... Kita pulang sekarang! Abi dan ummi pasti mencari kita," Ajak Sulaiman. " Maaf ... Tadi aku benar - benar tidak sengaja," ucapnya dengan menatap hal lain.

" Benarkah?!!! Kamu mengambil sesuatu yang ku jaga untuk pertama kalinya. Mau ku timpuk tapi aku mencoba tenang," Jawab Zifa sedikit terkekeh mwnutupi kegugupannya.

" Maaf ya ... Kamu bisa lakukan apapun padaku sebagai gantinya," ujar suLaiman.

" Jangan memaksaku berhijab," jawabnya. Sulaiman hanya mengangguk saja tanpa berkomentar.

Zifara Meisya Rabbah kita lihat??!!! Setelah pernikahan kamu akan menggunakan hijab. Yakinlah bahwa kamu bisa berubah tanpa siapapun memaksa.

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

sabarmu bg ahmad meluluhkn zifa berhijab 🥰🥰
semangat thor💪💪💪

2024-06-18

4

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!