Kena Mental

Ceklek!

" Hai ... Bang Ahmad!" sapa Gadis manis berhijab di hadapannya. Dia tersenyum sambil membawa nampan berisikan Nasi lengkap beserta minumannya.

" Oh ... Adik. Masuklah!" jawab Ahmad sedikit garuk kepala. Pasalnya adik Zifa ini sungguh bikin Ahmad kikuk. Bukan apa - apa sebab dirinya baru saja melakukan aksi apalah itu. Berasa kayak di kuliti sama ini anak.

" Bang Ahmad ... Mana kakak?!? Kok gak ada," tanyanya dengan heboh. Bukan heboh sih tapi suaranya aja yang agak gimana gitu.

" Ah ... Eh itu ... Dia ... " Ahmad jadi gugup. Inara membuat Ahmad salting sendiri. Bukan karena Ahmad kena Ipar adalah maut loh hehhehe. Lebih tepatnya Ahmad malu sendiri. Ranjang mereka nampak sedikit berantakan ada kebaya teronggok di ranjang.

Semoga Inara tak menanyakan Kebaya di ranjang ini. Ahmad bodohnya kamu!

Saat Inara hendak berdiri bersamaan dengan itu pintu kamar mandi terbuka. Kakaknya keluar dengan mengenakan kaos dan rok panjang. Inara mengerutkan alisnya.

" Kak Zifa .... Why??? Lehernya kok banyak merah - merah gitu??? Alergi gak sih? Habis makan apa? Bukannya belum sarapan sedari pagi karena gugup???" pertanyaan Inara itu membuat Zifa melongo dan menutup lehernya. Sedangkan Ahmad malah menutup matanya.

Ahmad ... Ahmad! Adik iparmu ini udah nge-grape kalian sebegininya. Astaga .... Aku lupa memberi tahu Zifa jika bagian atas dadanya telah aku tandai.

Zifa yang terlanjur malu sekalian saja berbohong. Kena mental gak sih manten baru itu. Hahahha. Habislah sudah riwayat Zifa dan Ahmad jika Inara memberi tahu Abi dan Ummi. Nanti terkesan buru - buru. Kala itu Zifa melihat Ummi lewat bersama sepupu Zifa.

" Ummi!!! Kakak Zifa ada alergi ... Lehernya merah semua," teriaknya membuat Ahmad semakin menenggelamkan wajahnya ke bawah. Zifa langsung melongo dan tersenyum kikuk. Ummi yang mendengar jadi tersenyum.

" Ngapain sih In kamu ke kamar mereka ganggu saja .... Udah ayo keluar!!!!" ajak sepupu Zifa. Inara polos itu malah merajuk.

" Tapi kasihan kakak Loh!!!! Pasti itu gatal ... " rengek Inara. Sepupu Zifa paham betul apa itu karena dia sudah menikah.

" Biarkan saja ada suaminya ... Nanti juga sembuh sendiri! Ayooo ... " ajaknya pergi dari sana. ummi tak berkata apapun hanya tersenyum san menutupkan pintunya.

Ahmad dan Zifa saling menatap mereka menghela nafas bersama. Ahmad mendekati Zifa serta mengecup keningnya.

" Maafkan aku ... " ucap Ahmad.

Hahahahhahahahahah.

Mereka berdua akhirnya tertawa bersama mengingat tingkah inara itu. Sungguh membuatnya lucu dan nampak terlalu polos. Ahmad pun mengajak Zifa makan terlebih dahulu.

" Aku suapi ... Setelah ini istirahat saja," ucapnya lagi. Zifa masih saja terkekeh mengingat kejadian baru saja. Namun dia membuka mulut kala Ahmad menyuapinya.

Di sisi lain ...

" Bagaimana bisa Ahmad menikah dengan perempuan lain papa?!!! Bukankah papa sudah memintanya menikah denganku," Rengek Aisyah sepulang dari Yaman. Gadis itu tengah memantaskan diri untuk ahmad. Sebab Ahmad menginginkan perempuan yang berdedikasi tinggi pada agamanya.

" Itu perjodohan nak! Ahmad tidak bisa menolak mamanya! Ahmad begitu menyayangi ibunya itu," jawab papa Aisyah. Selaku Mayor di kesatuan distrik tempat Ahmad bertugas.

" Lalu bagaimana denganku pa? Yang tengah berusaha menjadi pantas untuknya selama ini," sesal Aisyah dengan nada kesal.

" Lupakan dia Aisyah! Jodoh itu Allah yang atur," jawab sang papa.

" Gak bisa dong pa! Kan kami kenal duluan. Perempuan itu datang karena perjodohan sedangkan Aisyah sudah lama bersama Ahmad dan mengenalnya," protes Aisyah.

" Lalu mau bagaimana??? Toh, ahmad sudah menjagamu dengan baik tanpa kurang satu apapun. Jadi, tugasnya sudah selesai. Sudah sana!" seru sang papa pada putrinya. Sudah cukup dia merepotkan Ahmad atas putrinya itu. Sifat kekanakan Aisyah membuat Ahmad tidak berniat untuk meminang Aisyah.

Obrolan di kamar pengantin itu nampak serius. Mereka saling meluruskan kaki dan mengobrol berdua. Semoga kali ini tak ada yang mengganggu.

" Apakah tidak memiliki kekasih???" tanya Zifa sekali lagi.

" Tidak! Bagaimana mungkin aku memiliki kekasih di kala tugasku menanti. Aku begitu sibuk dokter Zifa," jawabnya sambil tersenyum.

" Lalu kenapa menerimaku? Abi bilang kamu menyukai gadis berhijab yang tidak pernah membuka hijabnya. Sedangkan aku jelas tak berhijab bukan sengaja membuka hijab," ucap Zifa.

" Aku tidak tahu dokter Zifa ... Saat melihatmu pertama kali aku suka meskipun tidak begitu respek karena kamu tak berhijab. Tapi tatkala aku menyentuhmu tanpa sengaja aku bertekad apapun yang terjadi dan bagaimana kamu saat itu aku akan tetap menikahimu," jawab Ahmad dengan tersenyum.

" Apakah tidak mencintaiku???!!!" tanya Zifa kali ini. Ahmad menatap istrinya dengan intens.

( Hayo Loh!!!! cinta gak tuh mas Ahmad???? Masa udah nge - grap istrinya masih bilang gak cinta???? Kira - kira cinta gak?)

Terpopuler

Comments

Anis Mawati

Anis Mawati

wahhh aisyah bibit pelakor nih

2025-02-17

0

Nurhayati Nia

Nurhayati Nia

hayooo lhoo apa jawaban nya mas ahmad???

2025-01-11

0

Dia Amalia

Dia Amalia

cinta lh pasti hingap dihati mas Ahmad😘😘
wah Asiyah ulat jd ulat daun dirmh tangga zifa end mas Ahmad 🤣😂🤣🤣

2024-06-25

2

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!