Berdamai dengan Ummi

Cinta?

Tentu saja Zifa mencintai Ummi sepenuh hati. Perempuan yang telah memberikan kehidupan ini padanya. Perempuan yang mencurahkan kasih sayangnya kepada dirinya tatkala di tengah kesibukan menjadi dokter spesialis dan menjadi istri dari pendakwah kondang bahkan dia tidak hanya memiliki Zifa masih ada Zakir dan Inara. Egois jika dirinya masih saja mendiamkan Umminya.

Suatu siang di mana semua orang libur dari aktivitas kerja di rumah sakit dan Abi juga sedang tidak ada kajian.

" Ummik ... " Panggil Zifa pada Umminya tatkala menemani Inara menanam bunga di taman samping rumah. Ummi pun menoleh ke arah datangnya suara.

" Ya ... Mbak Zifa," jawab Ummi dengan terswnyum dan menyudahi tanam menanamnya untuk menyempatkan diri berbicara dengan putrinya.

" Mik ... Maafkan Zifa yang sudah tidak berkomunikasi dengan Ummik beberapa bulan terakhir," ucap Zifa. Ummi nampak tersenyum pada putrinya itu. Dia bahagia sekali tatkala Zifa mau menyapanya kembali setelah beberapa bulan lamanya. Tepatnya bukan tak menyapa tapi komunikasi sangat jarang.

" Mbak Zifa ... Ummi minta maaf juga ya nak jika membuat Mbak Zifa kesal, sebal atau mungkin tersinggung. Ummi bahagia saat mendengar dari Abi bahwa Mbak Zifa mau menikah dengan pinangan yang datang itu. Mbak zifa sudah yakin??" tanya Ummi serius kali ini. Zifa memeluk umminya dengan menangis. Dia rindu pada Umminya. Rindu belaian kasih sayang Ummi. Begitu pun dengan Ummi Alia dia begitu tersentuh dan bahagia tak terhingga kala Zifa mau kembali mengobrol dengannya. Abi yang melihat itu semua memberikan jempolnya untuk sang istri.

" Ummi ... Zifa rindu Ummi! Jika tentang perjodohan atau pinangan itu Ummi tahulah Abi pasti memberikan yang terbaik untuk Zifa. Ummi doakan saja Zifa agar dapat menjalani semuanya dengan baik dan gak malu - maluin Ummi sama Abi," jawabnya sambil mengusap air matanya dengan punggung tangannya.

Inara yang melihat itu jadi bahagia. Kini, Abi yang membantu Inara menanam. Mereka biarkan Ummi dan Zifa berdua saja tanpa mengganggu.

" Memangnya kakak marah sama Ummi ya bi?" tanya Inara dengan polosnya.

Di usianya yang menginjak 17 tahun harusnya inara paham bahwa ada sesuatu antara keduanya. Akan tetapi dia masih saja terlalu untuk memahami sebuah keadaan.

" Gak-lah Sayang ... Mana ada kakak marah sama Ummik. Hanya saja mereka sibuk jadi jarang bertemu kan?! Jadi, biarkan Ummi sama kakak berdua dulu Inara sama Abi. Mau gak nih Abi temenin???" tanya El pada anak ketiganya ini. Inara langsung mengangguk cepat pastinya. Hasil karya Abi itu selalu rapi dan bagus. Telaten sekali daripada Inara.

" Bi ... Abang Zakir kapan pulangnya??? Lama bener Bi cari ilmunya?! Abang itu cari Ilmu apa duit sih bi?" inara ini selalu saja menanyakan semua orang. Sifatnya yang kekanakan dan sayang pada saudaranya yang membuat dia beda dari yang lain alias terlihat manja.

" Masih belajar dek abangnya! Sudahlah nanti kita telpon ya abangmu itu. Tanyakan sendiri kenapa gak pulang - pulang," jawab Abi nya sedikit ngasal sebab dia tengah fokus menanam tumbuhan langkah.

Hari itu menjadi saksi bagaimana keluarga mereka sebenarnya bahagia dan harmonis. Namun karena ada salah paham dan miskom sehingga menyebabkan hubugan renggang antara ummi dan putrinya. Akan tetapi hal itu telah terhapuskan karena Cinta Zifa untuk sang ibu sebenarnya sedalam cinta Zifa untuk sang Abi. Kedua orang tuanya adalah orang penting dalam hidupnya.

1 tahun berlalu begitu saja ...

" Zifa ... Benar memang gosip kamu akan menikah dengan putra terakhir keluarga Al Faroby akan segera di gelar??" tanya Diandra serius sekali.

" May be No, May be Yes sayang ... Dia baru datang tadi malam. Semua keluarga menunggu jawabannya. Jadi, jika dia Yes maka kami akan menikah jika dia No tentu saja semuanya di batalkan Diandra. Why??? Kamu suka dia ... " jawab Zifa lagi - lagi di luar prediksinya.

" Bener - bener ya kamu Zif gak seriously! Sebal aku jika bicara sama kamu mentah banget," jawabnya mencebik sepanjang 10 meter hahahah.

" Iya ... Mentah! Mana mentahannya kasih sama aku??? Mumpung dompetku agak longgar nih Diandra," Goda Zifa yang akhirnya mendapat tabokan dari Diandra.

" Bukan temen loe! Udah aku basmi ... " canda Diandra padanya. Mereka pun jadi tertawa bersama.

Hahahahhahaha.

Di sisi lain ....

Kediaman Al Faroby Family

" Makanlah dulu Ahmad! Setelah ini Mom mau bicara penting," ujar Mommy pada Ahmad.

" Ya ... Mom! Wait .. Ahmad makan setelah ini berbincang," jawabnya dengan jelas tanpa basa basi layaknya pengantin malu - malu.

Saat Ahmad makan, Mom nampak melihat Foto dan spesifikasi gelar dokter Umum milik Zifa. Dia begitu kagum pada gadis itu tapi dia juga tidak mungkin memaksakan kehendak pada putranya. Dulu mungkin iya tapi sekarang dia dewasa. Usianya juga beranjak 27 tahun itu artinya sudah pantas menikah.

" Ada apa Mom ???" tanya Ahmad sambil memeluk Mom-nya penuh dengan kasih sayang.

" Masih ingat janji dengan Mom apa?" tanya Ahmad pada Mom Rasyi. Ahmad diam seribu bahasa. Nampak Ahmad menghela nafas berat.

" Memangnya mom sudah bertemu dengan dia??? Dia mau tidak? Jangan - jangan mom yang menginginkan dia," jawab Ahmad dengan jujur. Mom langsung tersenyum lebar kala Ahmad mulai menanggapi.

" Sudah Mom lamar lewat Abinya!" ujar Mom Rasyi riang sekali layaknya anak kecil. Seketika wajah Ahmad melotot sempurna.

" What Mom??? Sudah di lamar ke ayahnya? Mom tahu tidak siapa ayahnya???" kali ini Ahmad nampak resah. Mom-nya ini selalu saja memberikan kejutan yang membuatnya menghela nafas dan geleng - geleng kepala.

" Kenal dong anak Mom. Dia itu teman Mom waktu sekolah dulu. Udahlah mereka keluarga baik - baik AHMAD!!!" seru Mom Rasyi tak ingin ada penolakan dari putranya. Dia was - was sendiri.

" Jawaban Ayahnya apa?" tanya Ahmad dengan tatapan penasaran.

" Jika kamu setuju maka pernikahan akan di gelar jika tidak maka tidak di teruskan," jawab Mom jujur. Tidak mungkin tidak dia sampaikan bukan pesan mereka itu.

" Mom ... Gadis itu tidak berhijab. Ahmad ingin menikahi gadis yang menutup auratnya. Dia baik tapi Ahmad tidak suka gadis tak berhijab," jawabnya mencoba merendah agar mom -nya tak kecewa.

" Tapi dia penurut Ahmad! Kamu pasti bisa membimbing dia ke jalan yang baik bukan??? Jangan menolaknya mOm sampe bela-belain loh dia jadi Dokter keluarga kita gantiin Om Rafael. Apa iya Mom harus kecewa di saat terakhir begini yang benar saja Ahmad!!" cebik Mom-nya. Ahmad pun diam sejenak. Nampak dia berfikir sebentar.

" What??!! Sampai jadi dokter pribadi?? Demi apa Mom? Mom terlalu berlebihan menyayangi dia. Ck," jawab Ahmad seketika bahkan spontanitas. Dia pun masih tampak berfikir keras memikirkan jawaban terbaiknya.

Tak berselang lama ...

Bismillahirrohamnirrohim.

" Sampaikan saja pada ustadz El mom Ahmad menerimanya," jawabnya kemudian berjalan ke atas. Wajah berbinar momnya iti tak terelakkan lagi.

" Ahmad Sulaiman Al Faroby!!!!! Kamu kenal dengan ayahnya???" teriak Mommy membuat El geleng - geleng kepala. Mom-nya ini sungguh kekanakan.

" Dia ustadz El pengisi kajian di Batalyon," jawabnya singkat.

Mom Rasyi diam seketika. Jika begitu pasti putranya itu sering bertemu dengan Zifa jika Abinya mengisi kajian di Batalyon.

Anak itu main rahasia selama ini. Awas kamu ya dek!

Terpopuler

Comments

Dia Amalia

Dia Amalia

akhirnya ditangkap zifa🤣😂🤣

2024-06-15

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!