Pernahkah jatuh cinta???

Belum saatnya aku mengatakan.

Ahmad hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Sejujurnya dia ingin menceritakan sesuatu namun tidak hari ini.

" Akan ku katakan hal itu di waktu dan tempat yang benar Dokter Zifa tidak hari ini. Kamu bahkan juga belum mengatakannya walau aku beberapa kali menggodamu," jawab Ahmad dengan spontan. Merona gak tuh pipi Zifa kala Ahmad mengatakan hal itu.

" A ... Aku bukan seperti itu. Tapi ... " Zifa lagi - lagi di buat gugup oleh suaminya itu.

" Sudahlah! Istirahat siang saja. Atau mau aku tinggal keluar menemui saudara - saudaramu? Biar kamu bisa istirahat," jawab Ahmad. Dia khawatir Zifa belum terbiasa ada orang lain di kamarnya.

" Di sini saja tidak perlu ke mana - mana," ucapnya kemudian merebahkan tubuhnya setelah tadi bersandar di head board.

Ahmad menatap istrinya yang sudah memejamkan mata. Tidak tahu apa yang dia rasakan saat ini tapi jujur Ahmad sangat bahagia. Tak berselang lama ponselnya itu berdering ada nama Aisyah di sana.

" Ya ... Aisyah! Ada apa?" tanya Ahmad mengangkat panggilan telponnya.

" Apa yang kamu lakukan padaku kak! Kamu tahu aku mencintaimu dan berusaha memantaskan diri menjadi istrimu. Tapi kenapa kamu menikahi perempuan lain di saat aku sedang mengambil pendidikan di Yaman," tangisan Aisyah pecah kala itu.

Zifa memang memejamkan mata tapi telinganya itu masih aktif mendengarkan. Dia mendengar suara perempuan menangis di panggilan seluler suaminya.

Siapa dia? Kenapa seperti ada suara tangisan?? Apakah dia pernah jatuh cinta sebelumnya??? Dan dia terpaksa menikahiku karena mamanya? Oleh sebab itu dia tak mau mengatakan cinta karena tidak siap??!!!

" Maafkan aku Aisyah. Sebelumnya kita memang belum terikat apapun. Aku hargai kebaikanmu untuk memantaskan diri, percayalah kamu akan menemukan jodoh yang baik pula," jawab Ahmad dengan sangat sopan dan terdengar perhatian.

" Kamu berjanji akan membantuku dan selalu ada untukku kak!" rengeknya.

" Jika aku bisa ... Akan aku bantu," jawabnya ambigu. Ahmad nampak menoleh ke arah sang istri. " Aku tidak seleluasa dulu Aisyah, mengertilah saat ini ada istri di sampingku. Kamu perempuan baik insyaallah memahaminya," lanjut Ahmad dengan penuh hati - hati. Ahmad tahu putri Mayornya ini begitu menaruh harapan besar padanya dirinya. Tapi dia tak bisa kembali seperti dulu.

Saat Ahmad masih mengobrol dengan gadis itu Zifa yang mulai risih itu akhirnya memilih bangun dan mengambil hijabnya. Dia memberikan tanda stop pada Ahmad yang akan mendekatinya.

" Lanjutkan saja! Aku keluar dulu ... " ujarnya dengan dingin. Zifa memilih keluar. Bukan sikap Zifa yang jadi perhatian Ahmad tapi dia memakai hijab saat akan keluar kamar. Itu adalah hal luar biasa. Dia benar - benar mengindahkan ucapannya.

" Harus aku tutup dulu ponselnya, istriku agak merajuk Aisyah. Maaf ... " ucap Ahmad mengakhiri panggilannya.

" Tapi .... " belum selesai Aisyah mengatakan sesuatu. Ahmad sudah salam dan menutup ponselnya itu.

Dia langsung keluar untuk menemukan istrinya. Saat Ahmad melangkah keluar dia melihat Zifa sedang di dapur mengupas buah. Nampaknya dia hendak membuat salad buah. Gadis itu sangat cantik kala berhijab.

" Kak ... Alerginya udah baikan???" inara yang nampak sayang sekali pada kakaknya itu terus saja menanyakan hal itu. Zifa memegang pipi adeknya itu.

" Udah kok Cantik ..." jawab Zifa. " Mau gak? Kakak buat salad nih," Zifa menawari adiknya salad buah. Inara melihat Ahmad di balik pintu tembok dapur yang memperhatikan kakaknya.

" Ah ... Gak deh kak! Abang Ahmad aja tuh ... Kelihatannya dia begitu tidak bisa di tinggal olehmu! Hehehe, dahhh kak ... " adiknya itu pergi dengan tertawa riang. Semua orang juga sedany di depan mempersiapkan acara besok.

" Kenapa sudah selesai? Bukankah ku katakan lanjutkan," ujar Zifa sambil membuat saos saladnya.

" Bagaimana bisa ku lanjutkan jika istriku salah paham seperti ini," jawabnya kemudian mendekati Zifa.

" Makanlah salad ini! Aku mau ke depan dulu ... " ucap zifa membuat Ahmad gemas. Dia menarik pergelangan tangan istrinya.

" Kita ke kamar ... " ajak Ahmad membawa salad buah di tangan satunya dan membawa Zifa bersamanya ke kamar. Zifa mencoba melepaskan tangannya namun cengkraman Ahmad begitu kuat.

Tap.

Tap.

Tap.

( lah .... Udah aku kasih beberapa bab hari ini semoga suka dan dukung author supaya makin semangat nulisnya dan selalu membersamai pembaca )

Terpopuler

Comments

Anis Mawati

Anis Mawati

zifa cemburu yaaaaa

2025-02-17

0

Mika Saja

Mika Saja

semangat mba Anna,,,suka SM karakter Ahmad SM El gak berubah dr bujang smpai anaknya gede

2024-06-26

1

NURHIDA MUJUR

NURHIDA MUJUR

lanjut bagus banget thor

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!