Khawatir

" Kenapa diam saja sedari tadi? Bukankah tadi sudah ku suruh menghabiskan sebagian makanannya??" tanya Sulaiman.

" Jangan membuatku khawatir!" serunya datar. Kali ini wajah hamble Zifa jadi nampak Flat begitu. Bagaimana mungkin dia tidak khawatir rumah sakit ini bukanlah tempat main tapi tempat orang di mana saja mereka pergi selamanya.

" Ada apa? Kenapa mengatakan hal itu? Apakah sudah ada rasa padaku," Canda Sulaiman untuk mencairkan suasana.

" Aku tidak bisa jika keluargaku atau orang terdekatku masuk dalam kondisi tidak baik di tempat ini. Bagaimana jika aku gagal menolong!? Mungkin pasien lainnya aku bisa membantu mereka secara luwes karena tugas. Tapi jika keluargaku maka aku tidak bisa segampang itu," jawab zifa sedih. Sulaiman menarik tangan Zifa.

" Cobalah tangani aku ... Jadikan aku praktek bagimu! Seorang dokter itu harus tahan meskipun itu suami atau keluarga terdekatnya. Tidak boleh lari dari kenyataan Zifa. Dokter itu sudah di sumpah. Jadi, sumpah yang dia ambil untuk masa depannya. Lebih cepat kamu adaptasi semakin baik dampaknya dalam kehidupanmu dan karirmu," nasehat Sulaiman. Pemuda tampan yany pembawaannya tenang itu sungguh menyentuh hati Zifa yang longgat sebelumnya. Ada rasa aneh di sana dalam hatinya.

Nampak jemari Zifa gemetar saat hendak membuka perban tangan Sulaiman. Pemuda itu menggelengkan kepala.

" Jika begini ... Pasienmu akan mati sia - sia! Menangani pasien jangan sampai terlambat Zifa," ujar Sang suami. Zifa mengangguk namun gerakannya melambat sekali. Hingga akhirnya Sulaiman menyentuh wajah Zifa.

" Tatap kedua mataku ... Lakukan apa yang harus kau lakukan atas penangananku," jawabnya dengan menatap zifa secara intens bahkan nampak sangatlah romantis.

Zifa nampak mulai berkeringat dingin. Sulaiman tetap bertahan agar dia bisa memahami keadaannya. Tapi nyatanya Zifa nampak menghela nafas.

Huft ... Aku bisa apa??!!! Jika dia takut pada dirinya sendiri akan berat. Apalagi saat ini kami belum halal. Aku tidak boleh melebihi batas. Ini saja lagi - lagi aku melanggar peraturan dan menjadikan putri ustadz tidak utuh.

Sulaiman melonggarkan jarak antara keduanya. Sulaiman meminum air mineral itu dan hendak pergi keluar namun ucapan Zifa menghentikan langkahnya.

" Mau kemana ... ? Kita sudah sepaham dan saling mengerti. Namun kita belum halal, aku tak bisa melebihi batas kemampuanku yang tengah mendekati dirimu. Aku bukan lelaki yang munafik pada kehidupan seseorang," ujarnya. Namun Zifa hanya tersenyum bias.

" Kita menikah lebih cepat saja supaya aku lebih tenang sedikit jika kamu terluka," jawabnya enteng. Ziva pun tak kalah atas pemikiran itu.

" What ??? menikah lebih cepat. Bercanda kamu mas ... Kita saja baru bertemu beberapa hari yang benar saja," seloroh Zifa dengan tersenyum getir menanggapinya.

" Mas??? Agaknya kamu sudah mulai menerimaku Zifa. Kamu sudah menemukan panggilan untukku," jawabnya sambil terkekeh Zifa. Namun dokter muda satu itu tak menemukan sanggahan untuk hal tersebut.

Tak berselang lama mereka memutuskan untuk pulang. Zifa dan Sulaiman menuju batalyon dimana sulaiman tinggal. Zifa ikut masuk dalam rumah dinas calon suaminya itu. Semuanya penuh dengan kesederhanaan.

" Apakah betah tinggal di sini??? Rumahmu begitu mewah tapi tempat Dinasmu masih jauh dari kata bagus dari kamar pembantu di sana," ujar Zifa. Sulaiman yang mendengar hanya tersenyum dan mengangguk setuju.

" Tapi hanya di sini aku bisa menikmati duniaku dengan benar. Jika di rumah aku tak bisa mengeksplore semua yang aku inginkan," jawabnya dengan bangga. Zifa mengangguk paham akan maksudnya. Saat hendak menoleh kakinya itu terselip pada karpet lusuh ruang tengah.

Aaaahhhhhhhhh!

Teriakan Zifa membuat Sulaiman menahan bobot tubuhnya. Zifa hampir saja kenalan dengan ubin rumah dinas ini. Keduanya begitu intens saat ini posisinya. Zifa merasakan nervous dalam dadanya yang bergejolak.

" Pulanglah! Aku takut jika terus berdekatan denganmu. Cepat pergilah ... " zifa mengangguk dan meletakkan obatnya di meja.

Huft ... Hampir saja. Ya Allah ... Amankanlah kami dari hal - hal bodoh di luar pernikahan. Batinnya mengesal.

Terpopuler

Comments

Anis Mawati

Anis Mawati

ko suami,kn blm menikah

2025-02-17

0

Susanty

Susanty

ternyata muka lempeng takut akan godaan, udah cepat halalin ajah, jangan lama² takut khilaf 🤭🤣

2024-07-12

2

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

𝑸𝒖𝒊𝒏𝒂

trnyata si kanebo kering bisa sweet jg ya 😁

2024-07-10

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!