Amarah Zifa

Sesampainya di pelataran rumahnya ...

Zifa berjalan menuju ruang tamu. Dia menemukan keluarganya sedang bercengkeramah bersama. Zifa awalnya malas menyapa tapi mereka keluarga Umminya bagaimana bisa dia mengabaikan mereka hanya karena egonya yang tersakiti. Zifa tahan gejolak amarahnya itu demi Abi dan Ummi-nya.

" Ada Zifa!" Seru mereka bersama. Zifa mendekat dan menyalami mereka semua. Kecuali sepupu yang laki - laki dia tak akan mau menyentuh mereka. Mereka sudah membuat Zifa kesal dengan ucapan mereka jangan harap akan menjabat tangan mereka.

" Assalamualaikum ... Maaf Zifa terlambat! Ada pasien penting tadi," ucap Zifa.

" Baguslah jika masih mau menemui keluargamu. Duduklah kami sedang membahas pernikahanmu agar kamu tidak lagi membuat Ummi-mu kecewa karena masih tak berhijab!" seru Aunty yang membuat hati Zifa lagi - lagi terluka akan ucapannya.

" Memangnya kapan Zifa kabur dari perencanaan pernikahan??? Zifa memang tidak sempat hadir dalam acara keluarga bukan lari. Oh, iya Abi ... Jadinya Zifa harus menikah dengan siapa??? Tapi harap di ketahui zifa seperti ini adanya jangan meminta hal yanh di luar realita??!!!" seru Zifa sekaligus. Dirinya lelah malah makin lelah. Abinya tahu itu tapi ini acara keluarga segala sikap harus di jaga.

El bahkan tidak tahu semenjak kapan keturunan keluarga Al Qassam ini bermulut pedas begini. Dia menatap putrinya yang sudah tampak kecewa lagi.

" Putra Kyai Manaf sayang ... Sebelum itu Abi tanya apakah Zifa memiliki calon sendiri??? Coba sampaikan pada Abi," jawab El setenang mungkin.

" Jika dia mau menerima Zifa apa adanya silahkan saja menikahkan kami. Tapi, jika dia punya syarat sebaiknya jangan menikah dengan Zifa. Semenjak hal itu di tetapkan maka Zifa akan menerima pinangan berikutnya tanpa membantah," jawab Zifa dengan menangkupkan tangan di dada kemudian beranjak pergi dari sana.

Semua orang nampak melongo dengan sikap Zifa yang seakan tak mau di berikan motivasi agar menjadi lebih baik lagi. Ummi Zifa nampak menghela nafas melihat sikap putrinya yang masih tak suka akan keluarganya.

" Putrimu masih sama Alia?! Kenapa dia tak paham maksud kami," keluh yang lainnya.

" Dia tidak melakukan hal fatal sehingga harus di sudutkan. Maaf jika saya berkata demikian tapi sudah cukup kita memaksakan kehendak pada dia. Dia sudah dewasa percayalah padanya jika suatu hari akan memahami apa yang kita pahamkan sebelumnya pada dia. Tapi cukup untuk memaksakan sesuatu," jawab El dengan sopan. Dia sudah tak ingin mendebatkan hal tersebut.

Semenjak malam itu baik Zifa maupun Umminya tidak saling berbicara lagi. Hari ini sang ayah kebetulan ada lamaran datang dari keluarga kaya namun akhlaknya baik. Abi Zifa menawari putrinya. Sebab penolakan Zifa pada putra Kyai Manaf baru sekarang dia mendapatkan lamaran lagi.

" Abi ... Boleh masuk?" tanya Sang abi dengan sopan pada putrinya.

" Masuk bi. Zifa sedang membereskan pakaian," jawab Putrinya. Abi pun berjalan mendekati putri kesayangannya itu. Karena Zifa dia memiliki gelar Abi karena Zifa dia menjadi ustadz kondang.

" Sayang ... Abi boleh katakan sesuatu padamu?!" tanya Abi dengan duduk di sebelah putrinya.

" Abi ini ... Kenapa selalu tanya begitu??? Katakan saja bi ... Zifa dengerin kok," jawab Zifa sambil tersenyum.

" Sayang ada lamaran datang untukmu!?" seru sang Abi. Sontak saja Zifa menghentikan aktivitasnya.

" Dari keluarga mana Abi?" tanya Zifa menatap Abinya dengan serius. Kali ini dia harus serius. Sebab dia telah berjanji akan hal ini.

" Dari keluarga Al Faroby," jawab Abi-nya. Zifa langsung melotot menanggapi hal itu.

" Mom ... Rasyi bi???" tanya Zifa spontan.

" Zifa ... Kenal dengan Rasyi???" tanya Abi malah tanya balik padanya.

" Kenal bi ... Zifa jadi Dokter pribadi keluarga merekA. Tapi Zifa tidak pernah bertemu putra - putranya," jawab Zifa jujur. Abinya tersenyum seketika.

Rasyi adalah sahabat El kala di sekolah jenjang menengah pertama. Rasyi kalem pembawaannya, manja, dan penyayang. Tak heran jika Rasyi menyukai putri mereka sebab Zifa gadis baik dan pedulia orang lain. Bagaimana mungkin dia tidak kenal putra Rasyi tentu saja Abi El kenal siapa pemuda itu.

" Pertanyaan ?? Apa Zifa mau menerima pinangan itu?" tanya Abinya dengan tersenyum. Zifa pun ikut tersenyum pada abinya.

" Jawabannya ... Abi tahu mana yang Zifa mau. Buktinya Abi membatalkan perjodohan sebelumnya. Sekarang Zifa harus percaya bahwa Abi adalah yang terbaik bagi Zifa heheh," tawa kecil Zifa membuat El bahagia. Sejujurnya gadis El ini anak baik hanya saja kekurangannya masalah hijab.

" Baiklah ... Menikahlah dengannya nak! Dia pemuda baik. Jika dia menasehatimu wajar dia suamimu sayang. Mana ada suami yang menjerumuskan istrinya. Yang ada suami ingin ke surga bersama istri dan keluarganya," jawab Abinya. Zifa pun memeluk abinya dengan erat.

" Abi ... Zifa tak ingin mengecewakan Abi. Apalagi Mom Rasyi itu ibu yang baik bi mana bisa Zifa tidak menerimanya," jawab Zifa sambil memeluknya dengan erat.

" Lalu kenapa tak menjawab tawarannya menikah?? Kata Rasyi kamu sudah di tawari sebuah pernikahan," tanya Abi serius juga pada Zifa.

" Bi ... Zifa pernah bertemu dengannya sekali?! Dia nampak dingin sekali. Zifa rasa dia memiliki kekasih atau mungkin calonnya sendiri. Jadi, Zifa tidak mau berfikir terlalu jauh. Hanya itu," jawab Zifa pasa akhirnya.

" Really sayang? Sudah pernah bertemu sebelumnya? Tahu wajahnya berarti ya," tanya Abinya senga memancing respon Zifa.

" Tidak bi. Dia memakai masker mana mungkin Zifa mengenalinya jika bertemu lagi," jawab Zifa jujur. Abi yang mendengarkan terkekeh.

" Berarti dia yang tahu kamu sayang. Bisa saja dia menyukaimu," jawab Abinya lagi.

" Apapun itu jika Abi bahagia akan Zifa lakukan. Hanya Abi yang memahami Zifa," jawabnya spontan tanpa berfikir apapun.

Dalam obrolan itu ternyata Ummi mendengarkan sedikit - sedikit percakapan mereka. Putrinya begitu terbuka dengan sang suami akan tetapi dengan ibunya tampaknya tidak sama sekali. Alia nampak sedih mungkin benar kata sang suami. Seharusnya kita tidak terlalu memaksakan kehendak kita. Akhirnya mereka makin jauh dengan kita. Sungguh hal itu menyedihkan sekali bagi Alia. Seharusnya Zifa dekat dengannya.

" Ummi ... Kenapa menangis??? Kakak kenapa?" tanya Si kecil Inara Hanum Rabbah. Alia menghapus air matanya.

" Ah, tidak sayang ... Kakakmu setuju menikah. Ummi jadi bahagia tapi sedih. Heheh," ujar Ummi dengan sedikit mengulas senyum.

" Ummi ... Maafkan Inara ya! Boleh gak buatin makan malam Inara laper loh Miiikkk ... Tadi di sekolah beneran sibuk bikin pengajuan padat pula jadwalnya heheh boleh ya gangguin Ummik," manja Inara pada Umminya. Segera saja sang Ummi merangkul pundak putrinya untuk ke bawah.

" Tentu saja sayang ... Ayo Ummi masakan nasi goreng spesial untuk Inara!!!!" seru Ummi pada putrinya itu. Mereka turun dengam riang namun pertanyaan Inara membuatnya rindu pada kakaknya.

" Ummik ... Abang kapan pulangnya??????" tanya Inara dengan menarik lengan Umminya.

Terpopuler

Comments

Siti Sopiah

Siti Sopiah

Ahmad Sulaiman jama'ah nya Abinya Zifa

2025-01-01

2

Dia Amalia

Dia Amalia

wahhh akhirnya berjodoh sm abg² masker😂🤣😂

2024-06-15

0

Sri Handayani

Sri Handayani

lanjut up

2024-06-11

1

lihat semua
Episodes
1 Siapa Zifa?
2 Al Faroby Family
3 Mom Rasyi
4 Amarah Zifa
5 Berdamai dengan Ummi
6 Pertemuan Calon Pengantin
7 obrolan
8 Persiapan Pernikahan
9 Satu Almamater
10 Tidak Sengaja
11 Kanebo Kering
12 Tidak Utuh
13 Cinta?
14 Khawatir
15 Mendadak??
16 Lamaran dan Akad
17 Sah
18 Kena Mental
19 Pernahkah jatuh cinta???
20 Peka
21 Teras
22 Perhatian
23 Mafaza Syakir Malik
24 Perhelatan Resepsi
25 Kembali Ke Batalyon
26 Letda A. Sulaiman A.F.
27 Kagum
28 di Ratukan
29 Paper Bag
30 Kedatangan Tamu
31 Tamu adalah Raja
32 Kocak
33 Keluarga Besar Faroby
34 Nona Polwan
35 Hatinya
36 Obat Penawar
37 Perbatasan Selatan
38 Positif
39 Izin di Kantongi
40 Narendra Kusuma Al Faroby
41 Rindu
42 Bahagia Vs Emosi
43 Menghapus Rasa Rindu
44 Ikhlas
45 Nelangsa
46 Minta Maaf
47 Perbincangan keluarga Besar
48 Mama Dokter
49 Klarifikasi
50 Se- Cemburu itu?
51 Drama Perjodohan
52 Drama 2
53 Malam itu ...
54 Prahara Hati
55 Tangisan Nara
56 Sanggahan
57 Kecewanya Abi
58 Jujur
59 Drop
60 Rumah Sakit
61 Marah
62 Ke- Ambiguan Zifa
63 Di permainkan
64 Kejelasan
65 Ahmad Now
66 Menikahlah denganku
67 Tingkah Nara
68 Kaffa
69 Rasa yang Berbeda
70 Keluarga Zakaria
71 Zayyan Life
72 Selesai
73 Urusan Hati
74 Sakit
75 Marwah Zania
76 kehidupan
77 Kasih Sayang Faroby
78 Cemburu
79 Maaf
80 Salah Paham
81 Sedikit cerita
82 Zifa - Marwah
83 Abimanyu Ahmad Sulaiman
84 Kelahiran AbiManyu
85 Aunty - Uncle
86 Perasaan
87 Kata Hati
88 Undangan
89 Hasrat Lelaki
90 Gejolak hati
91 Pernikahan
92 Suasana Pesantren
93 Bilqis El Khumairoh
94 sadar
95 PROMO - NOVEL BARU
96 pernikahan
97 Cengar - Cengir
98 Pertemuan
99 Gejolak Batin
100 Perdamaian
101 Permintaan Maaf
102 Kelahiran baby Gold
103 Makin Tua Makin Muda
104 Kenangan
105 Reoni Keluarga Part. 1
106 Reoni Part 2
107 Rindu
108 Romansa di usia matang
109 Rumah Baru
110 Rahasia Lukman
111 Masa Lalu
112 Menyesal
113 Berdiam diri
114 Bahagia Selamanya
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Siapa Zifa?
2
Al Faroby Family
3
Mom Rasyi
4
Amarah Zifa
5
Berdamai dengan Ummi
6
Pertemuan Calon Pengantin
7
obrolan
8
Persiapan Pernikahan
9
Satu Almamater
10
Tidak Sengaja
11
Kanebo Kering
12
Tidak Utuh
13
Cinta?
14
Khawatir
15
Mendadak??
16
Lamaran dan Akad
17
Sah
18
Kena Mental
19
Pernahkah jatuh cinta???
20
Peka
21
Teras
22
Perhatian
23
Mafaza Syakir Malik
24
Perhelatan Resepsi
25
Kembali Ke Batalyon
26
Letda A. Sulaiman A.F.
27
Kagum
28
di Ratukan
29
Paper Bag
30
Kedatangan Tamu
31
Tamu adalah Raja
32
Kocak
33
Keluarga Besar Faroby
34
Nona Polwan
35
Hatinya
36
Obat Penawar
37
Perbatasan Selatan
38
Positif
39
Izin di Kantongi
40
Narendra Kusuma Al Faroby
41
Rindu
42
Bahagia Vs Emosi
43
Menghapus Rasa Rindu
44
Ikhlas
45
Nelangsa
46
Minta Maaf
47
Perbincangan keluarga Besar
48
Mama Dokter
49
Klarifikasi
50
Se- Cemburu itu?
51
Drama Perjodohan
52
Drama 2
53
Malam itu ...
54
Prahara Hati
55
Tangisan Nara
56
Sanggahan
57
Kecewanya Abi
58
Jujur
59
Drop
60
Rumah Sakit
61
Marah
62
Ke- Ambiguan Zifa
63
Di permainkan
64
Kejelasan
65
Ahmad Now
66
Menikahlah denganku
67
Tingkah Nara
68
Kaffa
69
Rasa yang Berbeda
70
Keluarga Zakaria
71
Zayyan Life
72
Selesai
73
Urusan Hati
74
Sakit
75
Marwah Zania
76
kehidupan
77
Kasih Sayang Faroby
78
Cemburu
79
Maaf
80
Salah Paham
81
Sedikit cerita
82
Zifa - Marwah
83
Abimanyu Ahmad Sulaiman
84
Kelahiran AbiManyu
85
Aunty - Uncle
86
Perasaan
87
Kata Hati
88
Undangan
89
Hasrat Lelaki
90
Gejolak hati
91
Pernikahan
92
Suasana Pesantren
93
Bilqis El Khumairoh
94
sadar
95
PROMO - NOVEL BARU
96
pernikahan
97
Cengar - Cengir
98
Pertemuan
99
Gejolak Batin
100
Perdamaian
101
Permintaan Maaf
102
Kelahiran baby Gold
103
Makin Tua Makin Muda
104
Kenangan
105
Reoni Keluarga Part. 1
106
Reoni Part 2
107
Rindu
108
Romansa di usia matang
109
Rumah Baru
110
Rahasia Lukman
111
Masa Lalu
112
Menyesal
113
Berdiam diri
114
Bahagia Selamanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!