Seorang wanita muda terlihat sedang menunggu di luar ruang perawatan intensif di sebuah rumah sakit yang terletak di Kota Shanghai. Matanya terlihat lelah dan penuh kekhawatiran.
"Suster, bagaimana kondisi ibu saya?" tanya wanita itu kepada seorang suster yang sedang berjalan menghampirinya.
"Nona Sahara, Ibu Anda dalam kondisi kritis. Dia menderita pneumonia berat yang diperparah oleh komplikasi diabetes. Kami juga sedang melakukan yang terbaik, tapi kami membutuhkan biaya tambahan untuk perawatan lebih lanjut," balas suster itu. Kedua matanya terlihat jelas jika dirinya sebenarnya juga tidak tega mengatakan ini pada wanita didepannya.
Sahara, pemilik akun Nyx, kini merasakan dunia seakan runtuh porak-poranda. "Berapa biayanya, suster?" bibirnya bergetar setiap kali dia membuka mulutnya. Ingin menangis, tentu saja, bahkan matanya terlihat bengkak lantaran air matanya terus mengucur sepanjang hari.
Suster itu mengeluarkan selembar kertas dari clipboard-nya, menatap Sahara dengan tatapan penuh empati, dia tahu hal ini akan begitu sulit bagi Sahara. "Kami membutuhkan setidaknya 200.000 Yuan untuk perawatan intensif, yang mencakup ventilator, obat-obatan khusus, dan beberapa prosedur medis lainnya. Kebijakan rumah sakit di sini cukup ketat, terutama bagi pasien internasional. Saya sarankan Anda segera mengurus pembayaran ini agar perawatan bisa dilanjutkan."
"200.000 Yuan?"
"Saya tahu ini jumlah yang besar, tapi tanpa perawatan intensif, kondisi Ibu Anda bisa semakin memburuk. Kami juga perlu melakukan serangkaian tes tambahan untuk memastikan tidak ada komplikasi lain yang tersembunyi."
Sahara hanya bisa mengangguk, matanya masih terpaku pada sosok ibunya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit, dibantu oleh berbagai alat medis. Ibunya, seorang TKI yang bekerja keras di Shanghai untuk menghidupi keluarganya setelah suaminya meninggal dalam kecelakaan tragis, kini terbaring tak berdaya.
"Baik, saya akan segera mencari cara untuk membayar biaya tersebut," jawab Sahara, suaranya tegas meski hatinya penuh dengan kecemasan. Dia mendekat ke tempat tidur ibunya, menggenggam tangan yang dingin itu dengan lembut. "Maafkan aku, Bu. Aku akan melakukan apa saja untuk menyelamatkanmu," bisiknya, air mata mengalir tidak dapat dibendung.
Setelah semuanya selesai, Sahara melangkah keluar dari rumah sakit, udara malam Shanghai yang dingin seketika menyelimuti tubuhnya. Sorotan warna-warni yang dipancarkan melalui papan iklan besar didekatnya menciptakan suasana yang kontras dengan hatinya yang gundah.
Dia berhenti sejenak, ketika sebuah secara tidak sengaja kertas melekat dibawah sepatunya. Setelah dilihat-lihat, itu adalah sebuah koran yang berisi tentang kemenangan Blitz yang barusaja menjuarai turnamen musiman di VR Horizon.
"Dia menjadi juara karena aku sengaja mengalah, apakah orang itu tidak malu?" gumam wanita itu dengan lirih. Kenangan saat-saat dia mengalah muncul kembali di pikirannya, bagaimana dia sengaja membiarkan Blitz memukulnya hingga jatuh, demi sebuah perjanjian sinting dengan pria gendut itu.
Tak lama kemudian, sebuah mobil sedan mewah berhenti di depannya. Pintu belakang terbuka dan pria gendut itu duduk di dalam dengan senyuman super genit menghiasi wajahnya. "Nyx, masuklah, maksudku... wanita cantik yang disana, kau pemilik akun Nyx, bukan?"
Wanita itu menjawab dengan mengangguk tanpa ekspresi. "Panggil aku Sahara. Bukankah aku sudah memberitahu nama asliku sebelumnya?" Ia segera masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah pria itu.
"Ha ha ha, maaf, aku benar-benar sudah pikun."
Mesin berderu, mobil melaju kencang membelah jalanan di Kota Shanghai. Sekarang sudah lewat jam 10 malam, namun kondisi disana masih terbilang sangat ramai.
Setidaknya mereka baru meluncur 5 menit yang lalu, si gendut, CEO dari LH.Corp sudah tidak dapat menahan nafsunya lebih lama. Pria itu segera mendekat, tangannya mulai meraba paha Nyx dengan cara yang tidak senonoh.
"Kau benar-benar luar biasa, sayang. Aku sudah tak sabar menunggu malam kita berdua," ucap pria itu sambil tertawa kecil, penuh dengan senyuman genit yang menjijikkan. "Aku juga sudah menyiapkan beberapa bonus, khusus untukmu, jika kita melakukan itu sekarang."
Sahara menahan perasaannya, wajahnya tetap datar. "Sesuai perjanjian, kita akan melakukannya di kamar Anda," ujarnya tegas.
Pria gendut itu cemberut sebentar, tapi senyumnya segera kembali. "Baiklah, baiklah. Kau benar. Namun alangkah baiknya jika kita rayakan dulu momen spesial kita, minumlah ini." Dia mengeluarkan sebotol minuman keras dari minibar mobil dan menuangkannya ke dalam gelas kristal, lalu menyerahkannya kepada wanita disebelahnya.
Sahara tentu saja menerima gelas itu, menatap isinya dengan tatapan kosong. Dia tahu bahwa ini adalah bagian dari perjanjian yang harus dilakukannya demi ibunya.
Mobil terus melaju melalui jalan-jalan kota Shanghai, menuju hotel mewah milik pria itu.
...[VR Horizon : Kebangkitan Pecundang]...
"Jadi kalian belum mengetahui alasan Nyx yang sengaja menyerah di turnamen itu?" Faran mengernyitkan dahi, mencoba menyusun semua informasi yang baru saja diterimanya.
Mildred hanya menggeleng pelan. "Setidaknya, beberapa hari setelah dia mengalah, dia sempat menghilang dari Horizon."
"Maksudmu, dia tidak log in?"
"Dia masih bermain, hanya saja mengasingkan diri dari player lain, termasuk guild dan teman-temannya dulu," balas Mildred.
Mereka berempat masih berkumpul dimalam yang sama. Mereka duduk bersama diruangan itu, Hamon dan Mildred duduk disofa, Faran duduk dikursi, sedangkan Oda duduk paling jauh didekat jendela.
Semuanya masih terasa abu-abu bagi Faran. Namun setidaknya dia mulai mengerti alasan dibalik kemunculan Nyx di Horizon. "Jadi apakah Nyx sedang bekerja dengan seseorang? Alasan dirinya menyerah di turnamen adalah hal yang aneh bagiku, karena kalian tahu sendiri, hadiahnya bahkan mencapai miliaran rupiah."
Mildred hanya terdiam, lalu menoleh ke makhluk besar disampingnya, Hamon benar-benar membuat sofa itu tampak begitu kecil.
"Ya," jawab Hamon akhirnya.
"Apa kalian tahu dia bekerja untuk siapa?" tanya Faran lagi.
"Belum, setidaknya kami masih mencaritahu tentang itu," balas Hamon. "Namun menurut kami, berita tentang kematian mantan CEO HL.Corp bulan Maret lalu berkaitan dengan Nyx."
"Siapa?" Faran begitu terkejut mendengar masalah ini menjalar hingga ke dunia nyata. "CEO bernama Zhang Wei?"
"Bukan."
"Lalu siapa?"
"Yang meninggal adalah Han Wei, sedangkan Zhang Wei adalah anaknya, yang kini mewarisi jabatan ayahnya."
Keadaan seketika menjadi dingin. Perapian dengan api yang berkobar didalamnya seakan tidak mampu menghangatkan diri Faran. Apalagi, dia tahu ini hanyalah sebuah game. Game yang dapat membuat dirinya berkeringat dengan detak jantung yang berdegup begitu kencang.
Disaat yang sama, suara langkah kaki mulai terdengar ditengah keheningan mereka. "Nyx yang telah membunuh Han Wei," ujar Oda tanpa basa-basi, dia berdiri dihadapan Faran dengan tangan dilipat didepan dada.
"Tapi itu belum valid, Oda," timpal Mildred. "Ini bukan kasus sembarangan karena Han Wei meninggal dikamarnya karena terkena serangan jantung."
Oda hanya diam, tidak membalas sanggahan dari rekannya.
"Lalu mengenai tentang kami," lanjut Mildred. "Guardians Angels adalah sebuah tim yang dibentuk untuk melindungimu sebagai Subjek terakhir yang memiliki potensi mengeluarkan kekuatan dari Program999."
"Itu juga alasan kenapa kami menolongmu waktu itu."
Seandainya hal ini terjadi di dunia nyata, perkataan wanita itu terdengar begitu indah. Pemikiran seperti itu tentu saja pasti akan terbesit dibenaknya. "Aku mengerti," ujar Faran. "Lalu apa yang harus aku lakukan agar dapat mengeluarkan kekuatanku lagi?"
Mendengarnya, Hamon lantas berdiri, lalu berkata dengan tegas. "Berlatih keras dan bertarung langsung, adalah satu-satunya cara."
"Kau memiliki potensi besar, Faran. Tapi potensi itu hanya akan berkembang jika kau siap menghadapi tantangan dan musuh yang ada di depanmu, ini mungkin tidak akan semudah saat Program999 masih berjalan dengan normal," Mildred menambahkan.
Faran merasa beban tanggung jawab yang besar di pundaknya. "Baik, aku siap. Tapi bagaimana dengan Nyx? Apa rencana kita terhadapnya?"
Oda, yang paling jarang membuka mulutnya, akhirnya kembali angkat bicara. "Kita akan mencari tahu lebih banyak tentang hubungannya dengan Han Wei dan mengungkap rahasia di balik cheat yang dia gunakan. Namun yang terpenting, kita harus melindungimu dan memastikan kau bisa menguasai kekuatanmu."
"Untuk itu, siapkan dirimu untuk melawan siapapun yang akan muncul dihadapanmu. Heksa hanya merupakan salah satu pengikutnya yang paling lemah, kemenangan barusan bukanlah hal yang patut kita banggakan. Kau harus selalu siap kapan pun dan dimanapun, Faran."
"Program999 adalah harapan terakhir VR Horizon."
...[Bersambung]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Kerta Wijaya
🤟
2024-07-07
1
Cassandra🌙
2x 😑
2024-06-23
1
Cassandra🌙
murah itu
2024-06-23
1