"Breaking News! Nyx menyerang Kota Teralia! Apa yang dia harapkan dari kota kecil itu? Apakah dia melakukannya hanya untuk bersenang-senang?"
"Sebagian player telah berpindah server ke Gate 1 untuk menyelamatkan Teralia. Kurang lebih sejauh ini telah terkumpul 400 lebih player, apakah mereka dapat mengalahkan cheater bernama Nyx? Lantas apa respon HL.Corp tentang kejadian ini?"
"Pembaruan sistem yang sedang kami upayakan dapat memulihkan game menjadi normal. Namun karena membutuhkan waktu yang lama, kami berinisiatif menjalankan program 999 sebagai kartu as. Akan tetapi, sebuah bug muncul dan mengacaukan sistem, untuk itu, sekarang kami mengharapkan para player untuk dapat berkumpul di Teralia dan menghentikan Nyx. Kami juga sudah merilis nominal hadiahnya bagi siapapun yang berhasil mengalahkannya."
"Cuplikan video yang disampaikan oleh juru bicara HL. Corp barusan mendapatkan berbagai respon dari masyarakat, khususnya para player di VR Horizon. Tidak sedikit diantara mereka merasa muak dengan kegagalan yang terus dialami pihak pengembang, dan beralih bergabung dengan Nyx untuk menghancurkan Horizon lebih cepat."
"Sekian informasi dari kami, terimakasih telah setia menemani kami di CMDC News."
...[VR Horizon : Kebangkitan Pecundang]...
Semua pesan misterius telah selesai dibaca, Faran masih tidak mengerti, kenapa hidupnya begitu berat. Baru beberapa saat ketika dia mendapatkan sebuah kebahagiaan, hal itu dengan cepatnya sirna, berubah menjadi mimpi buruk baru.
"Apa yang sebenarnya dia inginkan dariku?" ujarnya dalam posisi berbaring, lengkap dengan VR Horizon Googles yang terpasang di kepala. "Mereka tidak dapat menemukan solusi masalah mereka sendiri, lalu kenapa aku harus ikut menanggung bebannya? Bukankah mereka salah satu perusahaan tersukses? Seharusnya mengalami kerugian hingga 13 triliun masih tidak masalah bagi mereka."
Sesaat setelah login, sebuah portal besar berwarna biru terang muncul di depan tempatnya berdiri. Bersamaan dengan sebuah pesan yang muncul di panelnya:
...[Segera masuk ke portal dan berkumpul dengan yang lain di Teralia]...
Faran menatap portal itu dengan ekspresi datar. Hatinya dipenuhi keraguan. Ia tertunduk, tangannya mengepal. "Bukankah Program 999 sudah gagal? Aku hanyalah sampah tanpa kekuatan itu," gumamnya.
...[Program 999 sebenarnya ditujukan untuk 10 orang terpilih, namun hanya kau yang berhasil mendapatkannya. Kekuatanmu adalah satu-satunya harapan kita] ...
"Kenapa harus aku? Aku ini cuma sampah," teriaknya, matanya berkilat marah. "Lagi pula siapa dirimu sebenarnya?! Kau bisa mengetahui nomor ponselku dan kau juga tidak membalas semua pesan dariku!"
...[Kenapa seorang sampah seperti dirimu rela berkorban demi seorang NPC?] ...
Pesan itu membuat Faran terdiam.
...[Kau berbeda dari yang lain, Faran. Semua perkataan buruk yang menganggapmu sampah hanyalah cerminan rasa iri mereka karena kau masih memiliki hati yang tulus] ...
...[Kau tidak perlu mengetahui siapa diriku, aku juga samasekali tidak ada niatan jahat kepadamu. Namun, Aku dapat menjamin hidupmu akan jauh lebih baik jika kau berhasil menyelamatkan VR Horizon]...
Faran terdiam lama, berusaha menenangkan pikirannya yang berkecamuk. Setelah menarik napas panjang, dia membuka mata, melihat gelombang setipis air yang berputar didepannya.
Ini bukanlah sebuah akhir, ini adalah awal dari perjalanannya. Orang-orang akan mengingat namanya, karena Pecundang telah bangkit.
Dengan langkah mantap, Faran melangkah memasuki portal tersebut. Cahaya biru menyelubungi tubuhnya, dan seketika itu juga, dirinya merasa seperti ditarik dengan kecepatan tinggi.
...[Selamat datang di Teralia]...
Setelah Faran memasuki portal, dia segera tiba di Teralia. Situasi di sana begitu kacau, kehancuran dimana-mana. Malam yang gelap diterangi oleh kobaran api dari bangunan-bangunan tinggi yang meledak hingga runtuh. Ditambah bau hangus bercampur debu yang melekat di udara, membuat setiap napas makhluk didalamnya terasa begitu berat.
Bisa juga dilihat bagaimana orang-orang berlarian dengan panik, berusaha menyelamatkan diri dari kehancuran yang melanda. Tidak hanya NPC, ratusan player juga turut meramaikan kota yang sebelumnya begitu indah.
Kini dinding benteng kota telah jebol, memberikan jalan bagi makhluk-makhluk undead yang menyerbu masuk. Tatapan mereka kosong, tubuh mereka compang-camping tidak karuan dengan kulit yang membusuk, dan beberapa dari mereka hanya terlihat seperti kerangka yang hidup, namun dibekali dengan senjata seperti pedang dan tombak. Mereka bergerak dengan gerakan lambat, merayap mendekati target mereka tanpa rasa takut.
Di tengah kekacauan ini, beberapa pemain VR Horizon sudah berusaha memberikan perlawanan. Mereka bersenjata lengkap, melawan undead dengan pedang, sihir, dan berbagai kemampuan yang mereka miliki. Namun, jumlah musuh yang tak terhitung membuat para pemain mulai kewalahan.
“Di mana Nyx?! Kita harus segera menemukannya!” teriak salah satu player. "Melawan ribuan tengkorak dan zombie hanya akan menghabiskan energi kita."
"Kau benar!" balas wanita penyihir disebelahnya. "Jika kita berhasil membunuh Nyx, semua undead pasti akan ikut mati bersamanya."
"Kalian ingin bertemu dengan Nyx?” Seketika terdengar suara menggema dari atas. Para pemain menengadah, melihat seorang gadis melayang di udara. Dia mengenakan jubah hitam dengan tongkat sihir yang dikelilingi aura berwarna hijau kehitaman di tangannya. “Pastikan kalian mengalahkan kami dulu,” ujar gadis itu tersenyum lebar seperti maniak.
“Apa yang dia bicarakan?! Siapa dia?!” salah satu dari player dibawahnya berteriak, frustrasi.
Tidak perlu menunggu lama setelah semua pasang mata tertuju pada gadis itu, beberapa player segera melancarkan serangan ke arahnya. Bola api, petir, es dan berbagai serangan sihir lainnya melesat menuju gadis tersebut. Tapi hanya dengan satu gerakan santai, dia mengayunkan tongkatnya dan membentuk perisai magis yang memantulkan semua serangan tersebut. Lalu hanya dengan satu rapalan mantra singkat, dia melontarkan serangan balik yang menghancurkan para pemain dengan mudah, membuat mereka terlempar ke segala arah.
Semua kejadian itu terekam oleh Faran, matanya mengikuti setiap player yang terlempar jauh dan mati.
...[Sambungan player ini telah terputus]...
...[Sambungan player ini telah terputus]...
...[Sambungan player ini telah terputus]...
...[...]...
Notifikasi dipanelnya seakan memenuhi layar, lantaran begitu banyak player yang mati diwaktu bersamaan.
Setelah sekian lama melayang di udara, gadis itu turun ke tanah, meletakkan tangannya di atas tanah. “Bangkitlah, pelayan-pelayan kehancuranku!” katanya diikuti dengan cahaya hijau terpancar disekitar tangannya.
Dari dalam tanah, muncul tiga makhluk yang mengerikan. Yang pertama adalah monster tinggi besar dengan perut buncit, matanya dijahit rapat dan tubuhnya penuh luka jahitan. Yang kedua adalah seorang pria kurus berambut gondrong dengan sebuah gunting berkarat. Matanya merah melotot, bibirnya tersenyum gila. Lalu yang terakhir, adalah seekor anjing besar dengan tiga kepala, setiap kepala meneteskan liur yang dapat melelehkan zirah maupun perisai dengan mudah.
Gadis itu tertawa keras, suara tawanya menggema di seluruh kota. “Kehancuran bagi Horizon!” teriak si bocil neraka, penuh kegembiraan.
Sedangkan Faran, masih berdiri mematung di sana, menyaksikan semua kekacauan ini dengan mata terbuka lebar. "Haruskah aku menyerangnya sekarang? Kekuatan gadis itu sepertinya bukanlah tandinganku." Meskipun dia merasa dirinya sampah, dia tahu bahwa dia tidak punya pilihan lain. Dengan napas yang berat, dia menggenggam erat pedang bapuk yang selalu dia bawa.
"Tidak."
"Keluar dari game juga akan sama saja, aku muak dirundung. Setidaknya disini aku masih memiliki sebilah pedang... ,"
"dan harapan."
...[Bersambung]...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments
Kerta Wijaya
🤟
2024-07-07
1
Fendi Kurnia Anggara
up lagi thor
2024-06-16
1