Bab 20. Masih Ada Komplotannya

Bahkan Mamah Aria hampir saja tidak sadarkan diri mendengar kemalangan kembali menimpa putri satu-satunya. Zhia sendiri tidak bisa berkata apapun lagi, meski Lucia mengatakan bahwa itu masih dugaannya saja sebagai seorang dokter. Akan tetapi, Zhia tahu persis bahwa putrinya dokter terbaik di rumah sakit itu yang kemungkinan salah diagnosisnya sangat kecil dibandingkan dokter lainnya.

“Astaga, kemalangan apa lagi yang harus menimpa putriku lagi! Hiks … Tidak cukupkah dengan semua penderitaan yang dia alami saat ini,” ujar Mamah Aria disela isak tangisnya meratapi nasib buruk Olivia yang harus mengandung beni dari orang yang menghancurkan hidupnya sendiri.

“Mah, tenanglah! Oliver akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terlebih dahulu, kita berharap saja dugaan Dr. Lucia kali ini meleset,” ujar Oliver yang juga berharap bisa mengubah hasil pemeriksaan, tapi tetap saja dia tidak bisa merubah kenyataan.

“Benar, kita tunggu hasil pemeriksaannya dan berdoa mendapatkan hasil yang sesuai kita inginkan,” ujar Zhia yang sebenarnya dia sendiri ragu dugaan putrinya akan salah.

Namun, bagaimanapun semua orang membujuk Mamah Aria untuk tenang tetap saja sebagai orang ibu dia bisa membayangkan betapa hancurnya menjadi Olivia ketika mengetahui bahwa dia tengah mengandung benih hasil pelecehan yang dialaminya. Luka fisik dan mentalnya saja belum sepenuhnya pulih, kini dia malah harus dihadapkan dengan luka lainnya.

“Lakukan saja pemeriksaannya sebelum Olivia sadar, sehingga kita bisa memikirkan jalan keluar yang terbaik setelah hasil pemeriksaan itu keluar tanpa sepengetahuan Olivia,” ujar Papah Erik yang ingin memastikan kebenarannya sekaligus tidak ingin membuat putrinya mengetahui tentang pemeriksaan tersebut. Ingat, Olivia juga seorang dokter hebat akan sangat sulit membohongi hasil pemeriksaan itu kalau Olivia dalam keadaan sadar sepenuhnya.

“Baik, Pah! Oliver akan mulai melakukan pemeriksaannya sekarang,” sahut Oliver yang bergegas keluar untuk mengambil peralatan yang dia butuhkan. Sedangkan Lucia megambil sampel dari Olivia untuk dilakukan pemeriksaan lebih detail di Lab.

...****************...

Disisi lain, Rayden dan Levi masih berusaha mengejar pria bertopeng itu bahkan sampai keluar dari area rumah sakit. Seberapa jauh pria bertopeng itu berlari, Rayden dan Levi tidak akan membiarkannya lolos dengan mudah. Hingga pada akhirnya pria bertopeng itu tersudut pada sebuah gang buntu.

“Aish, sial!” umpat pria bertopeng itu yang tidak bisa lari kemanapun lagi, bahkan tubuhnya kini juga sudah terluka cukup parah tapi malah harus berhadapan dengan Rayden dan Levi.

“Mau kabur kemana lagi, Hah?” ujar Levi dengan deru napas yang tersengal-sengal.

“Bahkan sampai ke ujung neraka pun kami akan terus mengejarmu, bajingan sialan!” geram Rayden yang sama seperti Levi berusaha mengatur napasnya.

“Hahaha, kalian pikir bisa menangkapku dengan mudah, Hah?” Tiba-tiba pria bertopeng itu malah tertawa seraya kembali berkata, “Lihatlah, di belakang kalian!”

Siapa sangka tepat di belakang Rayden dan Levi sudah banyak gangster yang telah mengepung mereka dengan membawa berbagai senjata tajam. Rayden dan Levi pun semakin geram setelah menyadari mereka malah masuk ke dalam jebakan bajingan sialan itu. Namun, dengan tenang Rayden meraih ponsel di saku celananya dan menelpon pada Luca untuk meminta bantuan.

Para gangster itu pun tidak tinggal diam, mereka tidak akan membiarkan baik Rayden maupun Levi meminta bantuan kepada yang lainnya. Para gangster itu langsung menyerang Rayden dan Levi secara membabi buta, tapi hanya Levi yang nahan semua serangan itu.

“Pah, jangan sampai bajingan itu lolos apapun yang terjadi. Aku akan coba membereskan mereka, Papah fokus menangkapnya saja apapun keadaannya yang penting masih hidup,” ujar Levi disela pertarungannya.

Dor … Dor ….

Dan belum sempat Rayden memberikan jawaban, tiba-tiba dari arah bangunan tinggi yang tidak jauh dari gang tersebut, ada sekelompok penembak jitu yang menargetkan keduanya. Meski menangkap pria bertopeng itu penting, tapi keselamatan keduanya jauh lebih penting dari apapun.

Rayden dengan sigap langsung menarik Levi untuk berlindung dari peluru yang menuju ke arah mereka. Dan di saat yang bersamaan, pria bertopeng dan para gangster itu juga memanfaatkan tersebut untuk melarikan diri. Rayden pun memilih untuk melepaskan pria bertopeng itu lebih dulu, tapi tidak untuk lain kali.

“Apa kau terluka?” tanya Rayden memastikan keadaan menantunya.

“Tidak, Pah! Beruntung Papah dengan cepat menyadari keberadaan para penembak jitu itu,” ujar Levi yang merasa cukup lega karena berhasil selamat dari jebakan tersebut.

“Syukurlah, Lucia bisa mengamuk kalau kau sampai terluka,” gumam Rayden yang ternyata takut putrinya mengamuk, bukan takut karena Levi bisa mati kapan saja tadi.

“Syukurlah, Papah juga kelihatannya baik-baik saja. Bisa menggila Mamah Zhia kalau Papah sampai terluka,” balas Levi dengan tidak tahu dirinya dan sontak mendapat tatapan tajam dari Rayden.

“Sudah berani membalas perkataan Papah mertuamu rupanya ‘yah?” geram Rayden masih dengan tatapan tajamnya, tapi Levi malah mengabaikannya.

“Woy, kami berdua ada di sini!” seru Levi saat melihat kedatangan Trio somplak dengan membawa anak buah mereka. Dengan cepat mereka pun menghampiri Rayden dan Levi di tempat persembunyiannya untuk memastikan tidak ada yang terluka.

“Kenapa kalian baru datang?” Levi bertanya dengan kesal.

“Kami hampir saja menangkap bajingan kelamin itu, tapi siapa sangka dia sudah menyiapkan jebakan di sini. Beruntung Papah mertuaku yang tampan, bijaksana dan tidak sombong ini cepat menyadarinya. Jadi, kami bisa selamat dari para gangster dan penembak jitu itu,” sambungnya menjelaskan secara singkat, padat dan jelas apa yang baru saja terjadi.

Tidak lupa memuji sang Papah mertua agar semakin menjadi menantu kesayangan, tanpa dia sadar bahwa trio somplak jengah mendengarkan ocehannya.

“Masih ada kelompok Dimitri yang tersisa, itu artinya kita masih memerlukan bantuan Leonard untuk mencari tahu tentang kelompok itu,” ujar Rayden memberitahu kesimpulan yang dia dapatkan setelah kejadian tadi.

“Maksud Tuan masih ada orang-orang Evan yang ingin balas dendam pada kita?” Will memperjelas kesimpulan itu.

“Aku juga belum yakin sepenuhnya, tapi aku merasa bahwa mereka masih berhubungan dengan Evan dan kejadian yang menimpa Rayna,” jawab Rayden yang masih belum merasa yakin dengan dugaannya kali ini.

“Suruh Leonard untuk segera datang menemuiku,” perintah Rayden sembari berjalan kembali menuju rumah sakit.

“Baik, Tuan! Aku rasa dia juga belum kembali ke negaranya,” sahut Will.

“Lalu bagaimana dengan keadaan Dr. Olivia? Bajingan itu belum sempat melukainya lagi, bukan?” Rayden lalu teringat dengan Olivia yang malam karena sekarang menjadi target dari para musuhnya.

“Kami belum mendapat informasi apapun dari Triple R, Tuan! Kami langsung menyusul anda begitu sampai di rumah sakit,” jawab Will lagi.

“Bukankah ini aneh? Kenapa mereka malah menargetkan Dr. Olivia? Apakah Dr. Olivia mengetahui sesuatu tentang mereka?” celetuk Felix yang sedari tadi diam ternyata tengah mempertanyakan hal itu.

Bersambung, ....

Terpopuler

Comments

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

ikutan bingung

2024-07-11

0

Niar@weLLio

Niar@weLLio

kalau masih ada sisa anak buah Evan berarti mereka semua musuh besar keluarga Xavier yang ingin balas dendam.Duh jadi tambah penasaran bacanya

2024-07-06

1

L A

L A

makanya perlu ada hukuman maximal, klo perlu kebiri utk pelaku perkosaan
Karena efek traumatis yg dialami korban sangat tidak mudah ditangani

2024-06-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2 Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3 Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4 Bab 04. Malam Tragis
5 Bab 05. Trauma Mendalam
6 Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7 Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8 Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9 Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10 Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11 Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12 Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13 Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14 Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15 Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16 Bab 16. Kecerdikan Arshan
17 Bab 17. Dia Kembali!
18 Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19 Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20 Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21 Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22 Bab 22. Harus Dirahasiakan
23 Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24 Bab 24. Mulai Terungkap
25 Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26 Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27 Bab 27. Semakin Kepikiran
28 Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29 Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30 Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31 Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32 Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33 Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34 Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35 Bab 35. Masuk Jebakan
36 Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37 Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38 Bab 38. PreWedding
39 Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40 Bab 40. Hari Pernikahan
41 Bab 41. Beruntungnya Olivia
42 Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43 Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44 Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45 Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46 Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47 Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48 Bab 48. Waktunya Menggila
49 Bab 49. Menggilanya Ryuga
50 Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51 Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52 Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53 Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54 Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55 Bab 55. Harus Tetap Menikah
56 Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57 Bab 57. Tidak Bisa Lari
58 Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59 Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60 Bab 60. Hari Pernikahan
61 Bab 61. Resmi Menikah
62 Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63 Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64 Bab 64. Harus Melepaskan
65 Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66 Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67 Bab 67. Honeymoon Bersama
68 Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69 Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70 Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71 Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72 Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73 Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74 Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75 Bab 75. Waktunya Kembali
76 Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77 Bab 77. Keputusan Alicia
78 Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79 Bab 79. Alasan Harus Menikah
80 Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81 Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82 Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83 Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84 Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85 Bab 85. Berita Pernikahan
86 Bab 86. The Greatest Wedding
87 Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88 Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89 Bab 89. Baru Peringatan
90 Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91 Bab 90. Waktunya Berpesta
92 Bab 92. Rencana Penculikan
93 Bab 93. Quality Time Para Istri
94 Bab 94. Penculikan
95 Bab 95. Quality Time Para Suami
96 Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97 Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98 Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99 Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100 Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101 PROMO NEW NOVEL AUTHOR
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2
Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3
Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4
Bab 04. Malam Tragis
5
Bab 05. Trauma Mendalam
6
Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7
Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8
Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9
Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10
Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11
Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12
Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13
Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14
Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15
Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16
Bab 16. Kecerdikan Arshan
17
Bab 17. Dia Kembali!
18
Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19
Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20
Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21
Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22
Bab 22. Harus Dirahasiakan
23
Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24
Bab 24. Mulai Terungkap
25
Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26
Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27
Bab 27. Semakin Kepikiran
28
Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29
Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30
Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31
Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32
Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33
Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34
Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35
Bab 35. Masuk Jebakan
36
Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37
Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38
Bab 38. PreWedding
39
Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40
Bab 40. Hari Pernikahan
41
Bab 41. Beruntungnya Olivia
42
Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43
Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44
Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45
Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46
Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47
Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48
Bab 48. Waktunya Menggila
49
Bab 49. Menggilanya Ryuga
50
Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51
Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52
Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53
Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54
Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55
Bab 55. Harus Tetap Menikah
56
Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57
Bab 57. Tidak Bisa Lari
58
Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59
Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60
Bab 60. Hari Pernikahan
61
Bab 61. Resmi Menikah
62
Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63
Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64
Bab 64. Harus Melepaskan
65
Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66
Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67
Bab 67. Honeymoon Bersama
68
Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69
Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70
Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71
Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72
Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73
Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74
Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75
Bab 75. Waktunya Kembali
76
Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77
Bab 77. Keputusan Alicia
78
Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79
Bab 79. Alasan Harus Menikah
80
Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81
Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82
Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83
Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84
Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85
Bab 85. Berita Pernikahan
86
Bab 86. The Greatest Wedding
87
Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88
Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89
Bab 89. Baru Peringatan
90
Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91
Bab 90. Waktunya Berpesta
92
Bab 92. Rencana Penculikan
93
Bab 93. Quality Time Para Istri
94
Bab 94. Penculikan
95
Bab 95. Quality Time Para Suami
96
Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97
Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98
Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99
Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100
Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101
PROMO NEW NOVEL AUTHOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!