“Saya juga bersedia menikahi anda! Jadi, pilihlah diantara kami dan kami tidak akan pernah menolaknya. Siapapun yang anda pilih nantinya, kami pastikan akan membuat anda kebahagiaan anda kembali lagi seperti dulu. Karena kami tahu bahwa permintaan maaf tidak akan cukup untuk kegagalan kami dalam melindungi anda dan yang lainnya.” Matt pun tidak mau diam saja.
“Hai, apa maksud kalian?” sentak Ryuga yang langsung menyadari arah pembicaraan yang bermaksud akan menikahi Olivia untuk menutupi semua aib yang terjadi, “Jika ada yang harus bertanggung jawab dengan Dr. Olivia, maka salah satu keluarga utama Xavier yang harus menikahinya!” lanjutnya penuh penekanan.
“Namun, kejadian ini terjadi di wilayah kekuasaan keluarga Zaen Der, Ryuga! Jadi, Jack memang yang paling tepat untuk bertanggung jawab padanya,” sela Levi yang juga menghargai keputusan Jack dan sebagai pemimpin keluarga Zaen Der, dia juga tidak luput untuk bertanggung jawab.
“Akan tetapi, keterlibatan keluarga Xavier dalam kejadian ini juga sangat besar, Levi! Lebih baik biarkan Dr. Olivia yang memberikan keputusan,” ujar Luca yang langsung menyadari baik kedua orang kepercayaan, Max dan Matt maupun adiknya sendiri juga diam-diam menyukai Dokter cantik itu.
“Haish, kalian semua ini!” sentak Rayden pada Luca dan yang lainnya, “Kita semua datang ke sini untuk meminta maaf dan berterima kasih kepada Dr. Olivia, bukan berlomba-lomba untuk melamarnya.” Imbuhnya.
“Jika kalian memang menyukainya, maka lamar ‘lah nanti saja setelah permintaan maaf dan terima kasih kita di terima. Jangan lupakan sediakan cincinnya lebih dahulu sebelum datang melamarnya,” sambung Rayden yang juga menyadari bahwa putranya sendiri juga tertarik pada Olivia.
“Sudah! Kalian semua sebaiknya diam sekarang, biarkan aku dan Zhia saja yang bicara. Jika dibiarkan kalian semakin bicara melantur saja,” sentak Rayden yang menyuruh yang lainnya untuk diam.
Keluarga Jansen pun diam-diam tersenyum dengan tingkah keluarga mafia yang ternyata sangat absurd itu. Tapi begitu baik hingga tidak begitu saja lepas tanggung jawab dari orang-orang yang tidak sengaja menjadi korban dalam perselisihan mereka. Berbeda dengan Olivia yang malah kembali ketakutan karena diperebutkan seperti itu.
“Jangan takut, Olivia!” Zhia pun perlahan ikut mendekati Olivia, “Mereka seperti itu karena ingin mengembalikan senyumanmu dan kebahagiaanmu. Kau boleh memikirkannya lebih dahulu, menerima salah satu dari mereka ataupun menolak semuanya jangan dijadikan beban di hatimu ‘yah?” lanjut Zhia yang tersenyum lembut seraya menggenggam tangannya dengan lembut.
“Maaf, kami semua baru bisa datang untuk menjenguk keadaanmu dan meminta maaf serta berterima kasih kepadamu. Kami sangat malu, jika datang menemui mu sebelum menangkap dan menghukum semua orang yang telah menyakitimu seperti ini,” ucap Zhia dengan raut wajah yang jelas penuh dengan penyesalan, “Karena kami kau jadi harus mengalami hal buruk ini dalam hidupmu,” imbuhnya.
“Namun, sekarang kau tenang saja! Mereka semua telah menangkap dan menghukum orang-orang itu, sehingga tidak ada lagi yang akan menyakitimu setelah ini. Dan mulai sekarang kami juga akan menjamin hidupmu, kebahagiaanmu dan semua yang berhubungan denganmu akan menjadi tanggung jawab kami semua terlepas kau bersedia menerima salah satu lamaran mereka ataupun tidak. Mulai detik ini, kau juga putriku dan bagian dari keluarga Xavier.”
Zhia berucap sangat lembut sembari membelai wajah cantik Olivia, menghapus air mata yang mengalir membasahi wajah cantik wanita malang itu, “Kau bisa memanggilku Mamah mulai sekarang! Dan kau akan memiliki dua Ibu yang akan sangat menyayangi serta melindungimu. Mmm … Mau ‘kan menjadi putriku?”
Olivia semain terisak dalam tangisnya, dia menganggukkan kepalanya seraya meminta pelukan dari Zhia. Tentu saja Zhia dengan senang hati akan memeluknya, mengelus lembut puncak kepala putri baru dan mengecupnya dengan penuh cinta. Hingga terdengar suara Olivia yang berkata, “Aku mau menjadi putrimu, Mamah Zhia! Aku mau ….”
“Syukurlah, jadi mulai sekarang jangan pernah merasa takur lagi, hmm? Karena sekarang kau sudah memiliki dua ibu yang kuat dan hebat untuk melindungi mu,” ucap Zhia seraya kembali mengecup puncak kepala Olivia.
“Benar, Sayang! Baik Mamah maupun Mamah Zhia pasti akan selalu melindungi,” imbuh Mamah Aria yang ikut memeluk putrinya.
“Kalau begitu jangan lupakan dua Papahmu ini, Olivia Sayang! Jika kau memiliki dua Mamah yang kuat dan hebat, jadi jangan lupa kalau dua Papahmu ini bisa melakukan apapun untuk kebahagiaan putrinya. Meski memetik bintang di langit, menggapai bulan dan meletakan semesta di tanganmu. Dua Papahmu ini pasti akan melakukannya dengan senang hati, jika kau memintanya,” ujar Rayden yang ikut memeluk istrinya yang masih memeluk Olivia.
“Benar, dua Papahmu ini pasti akan melakukan apapun untuk kebahagiaanmu.” Eric pun ikut memeluk istri dan anaknya.
Lihatlah kebahagiaan saat ini, mungkin inilah yang dinamakan terang setelah badai menerpa. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan akan selalu ada kemudahan, setelah kesedihan akan ada kebahagiaan dan sesudah kehilangan akan mendapatkan jauh yang lebih baik dari apa yang telah hilang. Maka jangan pernah sekalipun menyerah dalam menjalani hidup sesulit apapun hidupmu, bahkan mengakhiri hidup tidak akan membuatmu lebih bahagia dan malah menyisakan penyesalan.
“Entah mengapa aku merasa telah mendapatkan restu dari orang tua maupun calon mertua,” celetuk Ryuga tanpa sadar, karena terbawa suasana melihat pemandangan yang begitu indah itu.
“KAU MENYUKAI DR. OLIVIA, RYU?”
Rayga dan Regis serentak berseru terkejut, setelah mendengar apa yang Ryuga katakan. Sontak, semua orang pun langsung menatap ketiganya, termasuk Olivia sendiri yang menatap langsung mata Ryuga membuat pria itu salah tingkah dibuatnya. Bahkan wajah dan telinganya sudah sangat memerah karena menahan malu, sungguh dia kini menyesal memiliki adik kembar kurang ajar seperti Rayga dan Regis.
“Kalian masih bertanya? Bukankah sudah sangat jelas jawabannya dengan melihat wajah dan telinganya yang sudah memerah karena malu ketahuan diam-diam menyukai Dr. Olivia.”
Ditambah lagi godaan kakak sulung yang tidak punya akhlak, siapa lagi kalau bukan Luca.
Tunggu? Sejak kapan Luca suka menggoda adiknya, bukankah sejak kecil dia terkenal kulkas sepuluh pintu. Ingat, semua orang bisa berubah, apalagi setelah menikah dan memiliki anak. Dunianya tidak sendiri lagi, ada pasangan dan anak yang juga harus dia utamakan.
“Hai, siapa yang tidak akan jatuh cinta dengan Dokter cantik dan baik hati seperti Dr. Olivia, kecuali pria itu sudah memiliki istri yang lebih cantik dan menggoda. Iya ‘kan, Sayang?” Dan bertambah lagi Kakak iparnya yang bicara tanpa filter, bahkan sempat-sempatnya menggoda istrinya sendiri. siapa lagi kalau bukan Levi.
“Kami tidak ‘tuh?” ujar Rayga dan Regis serentak dengan wajah polosnya.
“Berarti mata kalian berdua buta!” sentak Ryuga, Jack, Matt dan Max serentak pula.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
🅴🆉🆁🅰
lagi terharunya dengan moment Olivia mendapatkan dukungan dr semua orang malah dibuat ngakak dengan ke absuran reygan dan regis🤣
2024-11-17
0
ligia .lukman
wkwkkkkkk....bisa2nya kelakuan 3R absurd keluar saat suasana lg haru /Chuckle//Grin/
2025-03-25
0
Ari Ani
kesedihan diselingi candaan...👍👍👍
2024-09-21
0