Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar

“Apakah aku terlihat ingin melarangmu mendekati adikku? Aku bahkan belum mengatakan apapun bagaimana bisa kau menyimpulkan bahwa aku tidak akan merestui kalian karena kau berasal dari keluarga Xavier?” cecar Oliver seraya tersenyum melihat kegugupan yang terlihat jelas di wajah Ryuga.

“Aku malah merasa sangat lega sekaligus senang setelah mengetahui bahwa kau yang telah membuat adikku perlahan mulai bangkit kembali dengan bunga dan surat yang kau kirimkan setiap hari. Terima kasih karena sudah menyukai adikku dan bersedia menerima dirinya yang seperti ini sekarang,” ucap Oliver dengan tulus, karena bagaimana pun juga adiknya sudah tidak suci lagi karena kejadian malam itu.

“Tidak! Aku yang seharusnya berterima kasih, karena sudah mengizinkan aku untuk mendekati adikmu. Setelah permasalahan keluargaku yang tanpa sengaja membuat adikmu menjadi korban, bahkan ribuan permintaan maaf tidak akan bisa mengembalikan keadaan adikmu seperti semula,” ujar Ryuga yang masih saja merasa bahwa apa yang terjadi pada Olivia karena permasalahan keluarganya.

“Jangan membahasnya lagi! Mungkin saja adikku yang tidak beruntung sehingga kejadian itu menimpanya.” Oliver tidak ingin terus membahas hal yang sudah terlanjut menimpa adiknya, “Jika kau memang menyukai adikku, maka dapatkan saja hatinya dan buat dia hidup lebih bahagia bersamamu.”

“Baik aku maupun kedua orang tuaku tidak pernah sekalipun menyalahkan keluarga kalian atas apa yang menimpa Olivia. Kalian sudah mau meminta maaf dan bertanggung jawab atas hidupnya saja, kami sudah sangat berterima kasih. Apalagi orang tuamu malah menganggap Olivia sebagai putrinya sendiri dan begitu memanjakannya,” imbuh Oliver yang ternyata begitu lapang menerima keadaan yang menimpa Olivia.

Bukan karena dia tidak menyayangi adiknya, begitu juga orang tuanya. Akan tetapi, karena mereka sadar bahwa takdir hidup yang Tuhan rencana tidak akan selalu sesuai keinginan manusia.

“Hmm, aku pasti akan membahagiakannya apapun yang terjadi. Aku akan menjaga dan melindunginya dengan segenap jiwa dan ragaku,” ucap Ryuga yang berjanji pada calon kakak iparnya sekaligus dirinya sendiri, “Dan sekarang aku baru mengerti, mengapa Olivia lebih mirip seorang malaikat di bandingkan manusia biasa. Karena dia memiliki Kakak yang sangat baik dan orang tua yang juga begitu baik.” Lanjutnya.

“Jika aku benar-benar bisa memiliki adikmu itu, maka aku menjadi pria yang paling beruntung karena mendapatkan seorang malaikat yang begitu cantik dan baik hati,” sambungnya penuh kesungguhan.

“Hahaha, aku tidak menyangka bahwa Tuan muda Ryuga yang selalu terkesan seperti gunung es ternyata sangat bucin kalau sudah jatuh cinta pada seseorang. Bahkan sikapmu barusan sangat bertolak belakang dengan karaktermu yang selalu kau tunjukkan pada orang lain. Adikku pasti sangat beruntung bisa memiliki suami sepertimu,” goda Oliver yang berhasil membuat Ryuga tersipu malu karena seketika dia membayangkan menjadi suami Olivia sungguhan.

“Bukankah kau akan menemui Olivia? Masuklah, mungkin saat ini dia sedang tertidur karena tadi telah meminum obatnya. Dan orang tuaku sepertinya akan datang terlambat, jadi kau bisa menemaninya lebih lama dari biasanya,” ujar Oliver yang berhenti menggoda calon adik iparnya yang sudah salting brutal hanya karena membayangkan menikah dengan adiknya.

“Terima kasih, Calon Kakak Ipar!” ucap Ryuga yang membuat Oliver sampai membulatkan kedua bola matanya, karena terlalu terkejut mendengar panggilan baru dari Ryuga.

“Calon Kakak Ipar?” ulang Oliver seraya menaikan salah satu alisnya.

“Hmm, karena mulai sekarang aku benar-benar akan mengejar cinta adikmu dan menjadikan dia satu-satunya wanita dalam hidupku yang akan melahirkan anak-anakku serta menjadi teman masa tuaku nanti,” terang Ryuga dengan wajah yang sudah sangat memerah karena menahan malu mengatakan semua itu dengan penuh percaya diri.

“Hahaha, baiklah calon Adik Ipar-ku! Aku akan menunggu lamaranmu untuk adikku dan melihat perkataanmu barusan menjadi kenyataan atau tidak. Berjuanglah untuk mendapatkan hati adikku itu,” ujar Oliver yang semakin menggoda Ryuga dan juga menyemangatinya untuk mengejar cinta Olivia.

...****************...

Setelah pembicaraan itu, Oliver pun pamit pergi untuk memeriksa pasiennya yang lain. Sedangkan Ryuga pun masuk ke dalam ruang rawat Olivia dan seperti biasa dia akan melihat wajah cantik Olivia yang tengah tertidur karena efek obat yang diminumnya. Meski sering kali Ryuga melihat Olivia mengerutkan kening seakan tidurnya tidak pernah nyenyak. Mungkin dalam mimpinya Olivia masih saja mengingat kejadian keji yang dialaminya, sehingga dalam tidurnya pun merasa tidak nyaman.

“Cepatlah sembuh, Olivia! Kembali ‘lah tersenyum seperti dulu, karena senyumanmu secerah bunga matahari yang aku bawa hari ini. Dan cepatlah bangkit dari keterpurukan mu ini, karena aku ingin kembali melihat Olivia yang begitu bersemangat menyelamatkan para pasiennya. Dan izinkan aku untuk menjadi obat untuk luka hatimu, menjadi pria satu-satunya dalam hidupmu dan ayah dari anak-anak kita nantinya,” ungkap Ryuga seraya menggenggam tangan Olivia dan mengecupnya berulang kali.

“Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu lagi. Mereka yang berani mengusikmu, maka harus berhadapan denganku lebih dulu. Akan aku buat siapapun yang berani melukai malaikat cantikku lagi, maka hanya kematian yang akan menjadi akhir baginya,” sambung Ryuga yang tidak akan membiarkan Olivia terluka lagi.

Drrtt … Drrrt ….

Lagi-lagi ponsel Ryuga terus berdering, padahal dia sudah mengabaikannya berulang kali. Dia hanya ingin menyempatkan waktunya sedikit lebih lama untuk menemani Olivia, tapi kenapa saudara kembarnya itu terus mengganggunya. Dengan kesal Ryuga mengambil ponsel di saku jaketnya dan cukup terkejut saat melihat nama sang kakak sulung tertera sebagai nama sang pemanggil.

“Ha-halo, Kak Luca!” sapa Ryuga yang langsung menerima sambungan telepon tersebut.

“Kau dimana? Cepat ke markas sekarang, karena kami menemukan pelaku lainnya dalam penyelidikan! Cepat datang dalam waktu sepuluh menit, kalau tidak kau akan mendapat akibatnya dariku!” sentak Luca yang terdengar sangat kesal di sana.

“Ouh, aku pergi ke markas sekarang juga, Kak!” ujar Ryuga yang kini panik mendengar ancaman dari Kakak sulungnya.

“Ingat, hanya sepuluh menit, Ryuga!” Luca kembali menegaskan batas waktunya dan setelah itu langsung memutuskan panggilan tersebut secara sepihak.

“Aish, apakah Rayga dan Regis mengadu pada Kak Luca bahwa aku tiba-tiba menghilang dari markas? Sudahnya yang terpenting sekarang aku harus datang kesana tepat waktu,” gumam Ryuga.

“Maaf, ternyata aku tidak bisa menemanimu terlalu lama. Aku harus pergi sekarang, semoga kali ini kau juga menyukai bunga dan suratnya.”

Ryuga tidak lupa berpamitan seraya mengecup kening Olivia yang kembali berkerut karena mimpi buruknya, setelahnya Ryuga langsung meninggalkan ruangan itu dengan tergesa-gesa.

Saat itu, Ryuga bahkan tidak menyadari bahwa Arshan sebenarnya tidak meninggalkan area tempat Olivia dirawat. Arshan bahkan mendengar semua pembicaraan Ryuga dengan Oliver dengan raut wajah yang sulit diartikan.

Bersambung, .....

Terpopuler

Comments

🅴🆉🆁🅰

🅴🆉🆁🅰

gawat itu kalo arshan sampi masuk ke ruangan Olivia karena tidak ada orang yang menjaganya

2024-11-17

0

Kalsum

Kalsum

aduh kenapa gk ada yg jaga dr olivia si

2025-02-11

0

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ

adduuuh.... jangan lengah lagi menjaga Olivia..

2024-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2 Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3 Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4 Bab 04. Malam Tragis
5 Bab 05. Trauma Mendalam
6 Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7 Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8 Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9 Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10 Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11 Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12 Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13 Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14 Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15 Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16 Bab 16. Kecerdikan Arshan
17 Bab 17. Dia Kembali!
18 Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19 Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20 Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21 Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22 Bab 22. Harus Dirahasiakan
23 Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24 Bab 24. Mulai Terungkap
25 Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26 Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27 Bab 27. Semakin Kepikiran
28 Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29 Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30 Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31 Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32 Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33 Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34 Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35 Bab 35. Masuk Jebakan
36 Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37 Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38 Bab 38. PreWedding
39 Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40 Bab 40. Hari Pernikahan
41 Bab 41. Beruntungnya Olivia
42 Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43 Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44 Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45 Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46 Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47 Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48 Bab 48. Waktunya Menggila
49 Bab 49. Menggilanya Ryuga
50 Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51 Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52 Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53 Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54 Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55 Bab 55. Harus Tetap Menikah
56 Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57 Bab 57. Tidak Bisa Lari
58 Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59 Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60 Bab 60. Hari Pernikahan
61 Bab 61. Resmi Menikah
62 Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63 Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64 Bab 64. Harus Melepaskan
65 Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66 Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67 Bab 67. Honeymoon Bersama
68 Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69 Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70 Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71 Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72 Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73 Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74 Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75 Bab 75. Waktunya Kembali
76 Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77 Bab 77. Keputusan Alicia
78 Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79 Bab 79. Alasan Harus Menikah
80 Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81 Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82 Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83 Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84 Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85 Bab 85. Berita Pernikahan
86 Bab 86. The Greatest Wedding
87 Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88 Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89 Bab 89. Baru Peringatan
90 Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91 Bab 90. Waktunya Berpesta
92 Bab 92. Rencana Penculikan
93 Bab 93. Quality Time Para Istri
94 Bab 94. Penculikan
95 Bab 95. Quality Time Para Suami
96 Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97 Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98 Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99 Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100 Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101 PROMO NEW NOVEL AUTHOR
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Bab 01. Cinta Pertama Dan Pandangan Pertama
2
Bab 02. Membayangkan Masa Depan Indah
3
Bab 03. Ternyata Tak Sesuai Bayangan
4
Bab 04. Malam Tragis
5
Bab 05. Trauma Mendalam
6
Bab 06. Hancurnya Sang Pujaan Hati
7
Bab 07. Bunga Dan Sebuah Surat
8
Bab 08. Pembalasan Dendam Untuk Olivia
9
Bab 09. Permintaan Maaf & Terima Kasih Keluarga Xavier
10
Bab 10. Malah Berlomba-lomba Melamar
11
Bab 11. Munculnya Pelaku Sebenarnya
12
Bab 12. Cinta Atau Obsesi?
13
Bab 13. Pertemuan Ryuga Dengan Arshan
14
Bab 14. Mendapat Restu Calon Kakak Ipar
15
Bab 15. Masih Ada Pelaku Lainnya
16
Bab 16. Kecerdikan Arshan
17
Bab 17. Dia Kembali!
18
Bab 18. Trio Bocil Mematikan
19
Bab 19. Hanya Sebuah Dugaan
20
Bab 20. Masih Ada Komplotannya
21
Bab 21. Obsesi Gila Arshan
22
Bab 22. Harus Dirahasiakan
23
Bab 23. Permintaan Mamah Zhia
24
Bab 24. Mulai Terungkap
25
Bab 25. Masih Terasa Abu-abu
26
Bab 26. Munculnya Kembali Ingatan Masa Lalu
27
Bab 27. Semakin Kepikiran
28
Bab 28. Selalu Gagal Mengatakannya
29
Bab 29. Pengakuan Ryuga & Restu Keluarga
30
Bab 30. Akhirnya Ketahuan Juga
31
Bab 31. Lamaran Yang Ditolak
32
Bab 32. Berusaha Menyakinkan
33
Bab 33. Akhirnya Setuju Menikah
34
Bab 34. Bersemangat Menyusun Jebakan
35
Bab 35. Masuk Jebakan
36
Bab 36. Anakmu Adalah Anakku, Anak Kita!
37
Bab 37. Pernikahan Impian Olivia
38
Bab 38. PreWedding
39
Bab 39. Malam Sebelum Pernikahan
40
Bab 40. Hari Pernikahan
41
Bab 41. Beruntungnya Olivia
42
Bab 42. Akhirnya Sah Menikah
43
Bab 43. Renand Menjadi Penentu
44
Bab 44. Penampilan Special Idol KW
45
Bab 45. Malam Setelah Pernikahan
46
Bab 46. Menjadi Pengkhianat
47
Bab 47. Nasehat Bocah Psikopat
48
Bab 48. Waktunya Menggila
49
Bab 49. Menggilanya Ryuga
50
Bab 50. Berakhir Dengan Kematian
51
Bab 51. Ungkapan Cinta Tak Terduga
52
Bab 52. Mendadak Jadi Teman Curhat
53
Bab 53. Menjodohkan Ala Papah Rayden
54
Bab 54. Paksaan Untuk Menikah
55
Bab 55. Harus Tetap Menikah
56
Bab 56. Dibalik Rencana Ada Rencana
57
Bab 57. Tidak Bisa Lari
58
Bab 58. Persiapan Pernikahan Part. 1
59
Bab 59. Persiapan Pernikahan Part. 2
60
Bab 60. Hari Pernikahan
61
Bab 61. Resmi Menikah
62
Bab 62. Perhatian Regis Untuk Sang Istri
63
Bab 63. Ternyata Sama-sama Sakit Hati
64
Bab 64. Harus Melepaskan
65
Bab 65. Malam Pertama ReLicia
66
Bab 66. Cobaan Untuk Regis
67
Bab 67. Honeymoon Bersama
68
Bab 68. Akhirnya Berangkat Honeymoon Juga
69
Bab 69. Sebenarnya Apa Maumu?
70
Bab 70. Ciuman Yang Membuat Debaran
71
Bab 71. Tiada Hari Tanpa Berdebat
72
Bab 72. Saling Memberi Kesempatan
73
Bab 73.Akhirnya Ketahuan Dong!
74
Bab 74. Menikmati Masa Honeymoon
75
Bab 75. Waktunya Kembali
76
Bab 76. Akhirnya Kebenaran Terungkap
77
Bab 77. Keputusan Alicia
78
Bab 78. Lamaran Pernikahan Untuk Rayga
79
Bab 79. Alasan Harus Menikah
80
Bab 80. Sama Dengan Menantang Maut
81
Bab 81. Pengawal Spesial Untuk Vania
82
Bab 82. Terang-Terangan Menyerang
83
Bab 83. Setuju Untuk Menikah
84
Bab 84. Kebahagiaan x Kemarahan
85
Bab 85. Berita Pernikahan
86
Bab 86. The Greatest Wedding
87
Bab 87. Sudah Tidak Jomblo Lagi
88
Bab 88. Jangan Membangunkan Iblis Xavier
89
Bab 89. Baru Peringatan
90
Bab 91. Hadirnya Kabar Bahagia
91
Bab 90. Waktunya Berpesta
92
Bab 92. Rencana Penculikan
93
Bab 93. Quality Time Para Istri
94
Bab 94. Penculikan
95
Bab 95. Quality Time Para Suami
96
Bab 96. Salah Memilih Target Penculikan
97
Bab 97. Akhirnya Memilih Berdamai
98
Bab 98. Pernikahan (Mantan) Trio Jomblo
99
Bab 99. Kalau Jodoh Pasti Disatukan
100
Bab 100. Delapan Tahun Kemudian
101
PROMO NEW NOVEL AUTHOR

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!