“Tapi memburu tikus pemerintahan, bukankah sangat menyenangkan,” imbuh Jaydon yang malah tampak bersemangat.
“Dah ‘lah terserah kalian!”
Will pasrah, jika Trio somplak disatukan lagi dalam misi seperti ini. Ya, tentu saja pasrah melihat kelakuan Felix yang pasti akan berbuat berlebihan saat melakukan interogasi dan Jaydon yang selalu saja melakukan hal yang tak terduga dan sayangnya, sering sekali membuat jantungnya hampir copot. Bahkan keduanya memiliki ide yang sama, maka itu akan menjadi ide tergila yang mampu membuat Will sakit kepala.
“Baiklah, mari kita lanjutkan pembahasan selanjutnya,” ujar Luca yang bertanggung jawab memberikan arahan menggantikan Levi dan Papahnya.
...****************...
Disaat yang bersamaan Rayden, Lucia dan Levi juga tengah menempatkan beberapa orang mereka di setiap sudut rumah sakit secara diam-diam. Sebab mereka tahu bahwa pelaku yang tersisa bisa dengan baik berbaur dengan para pekerja yang lainnya, Entah itu Dokter, perawat atau bahkan karyawan yang lainnya. Mereka tidak tahu siapa yang telah diam-diam membantu musuh malam itu.
“Bagaimana dengan yang aku perintahkan padamu, Levi?” tanya Rayden saat melihat menantunya tengah berjalan menghampirinya dan Lucia.
“Sesuai yang Papah perintahkan, aku sudah menempatkan orang-orang terlatih di setiap sudut rumah sakit terutama disekitar ruang rawat Dr. Olivia. Dia akan aman mulai sekarang,” ujar Levi yang penuh percaya diri.
“Kau yakin ‘kan, Bee? Karena aku tidak ingin Dr. Olivia mengalami hal buruk lagi, bahkan kejadian sebelumnya aku masih merasa bersalah padanya. Kini bahkan kita tidak bisa menangkap pelaku sebenarnya,” ujar Lucia yang tampak begitu khawatir dengan Olivia, karena bagaimana pun juga mungkin Olivia yang akan dijadikan target lagi.
“Bukannya tidak bisa, Sayang! Tapi masih belum saja, jika bajingan itu tertangkap maka aku sendiri yang akan mengulitinya hidup-hidup.Tenang ‘lah semua pasti akan baik-baik saja,” ujar Levi menenangkan istrinya.
“Lalu bagaimana dengan identitas para dokter, perawat dan karyawan lainnya yang kau selidiki, Lucia! Apakah kau mendapatkan sebuah informasi dengan data yang mereka.” Kini Rayden menanyakan hasil tugas putrinya, mengabaikan kemesraan putri dan menantunya.
“Tidak ada yang aneh, Pah! Hanya saja, ada beberapa dokter dan perawat yang menyebarkan rumor bahwa Papah akan menikahkan Olivia dengan salah satu anak Papah yaitu Ryuga. Mereka bahkan mengatakan bahwa siang hari sebelum kejadian malam itu terjadi, banyak yang melihat Ryuga bersama dengan Olivia tengah berdebat dengan seorang pria yang sepertinya ingin memaksa Olivia pergi,” terang Lucia yang malah menceritakan tentang rumor yang tengah tersebar.
“Tunggu, bukankah semua cctv di rumah sakit ini rusak sejak siang hari? Kalau begitu kapan tepatnya pria itu datang?” sela Levi yang mulai menyadari ada sesuatu yang janggal.
“Benar, sampai sekarang kita juga tidak mengetahui siapa yang telah merusak semua cctvnya. Dan orang itu datang tepat di saat cctv seluruh rumah sakit ini tidak berfungsi, mungkin saja dia pelakunya atau kedatangannya hanya untuk pengalihan,” imbuh Rayden yang juga mulai menyadari kejanggalannya.
“Aku akan menanyakannya pada Ryuga siapa pria itu sekaligus ingin memeriksa keadaan markas,” pamit Levi yang telah mengetahui bahwa Ryuga berada di markas.
“Kalau begitu aku juga akan memeriksa siapa pria itu dari para dokter dan perawat yang mungkin mengenali orang itu.” Lucia pun juga tidak bisa tinggal diam saja dan akan mencari informasi lebih banyak lagi.
“Hmm, kalian berdua pergilah! Papah yang akan menjaga keamanan di sini,” ujar Rayden memberikan izinnya.
...****************...
Namun, siapa sangka sang pelaku ternyata lebih licik dan cerdik dari yang Rayden dan yang lainnya perkirakan. Ya, diam-diam Arshan memerintahkan beberapa perawat dan karyawan di sana untuk mengawasi setiap pergerakan Keluarga Xavier. Dia seolah sudah bisa menebak apa saja yang akan di lakukan Rayden serta yang lainnya untuk menangkapnya.
Sementara dia sendiri akan mendapatkan Olivia kembali dan setelah mengetahui bahwa keluarga Xavier tengah memburunya, Arshan pun berniat untuk membawa Olivia pergi sejauh mungkin dari wilayah kekuasaan Zaen Der maupun Xavier.
Setelah Ryuga meninggalkan ruang rawat Olivia, Arshan pun langsung masuk ke dalamnya dan melihat Olivia yang tengah terbaring dengan wajah cantiknya meski terlihat lebih kurus dan tidak terawat dari terakhir kali dia melihatnya.
“Kau tetap saja terlihat sangat cantik apapun keadaannya, Olivia!” ujar Arshan yang semakin memperhatikan wajah tertidur Olivia lebih dekat, “Lihatlah, bahkan sayatan yang aku berikan pada tubuhmu membuatmu semakin terlihat cantik. Harusnya malam itu aku mengukir inisial nama kita berdua agar tidak ada yang menginginkanmu lagi kecuali lagi,” sambungnya seraya kembali menyeringai penuh arti.
“Dengar, Olivia! Aku tidak akan siapapun memilikimu kecuali diriku karena kau memang tercipta hanya untukku sekarang,” bisiknya pada Olivia, “Aku akan melenyapkan siapapun yang berani menginginkan dirimu, tidak peduli bahkan keluarga Xavier pun. Tidak ada yang boleh memisahkan kita berdua termasuk keluargamu sendiri. Semuanya akan aku musnahkan tanpa tersisa satupun.” Lanjutnya.
“Kau dengar itu, Olivia! Aku harap kau bisa mendengar apa yang aku katakan barusan. Kau hanya milikku.” Tegasnya walau dia tahu Olivia masih berada dalam alam mimpinya.
“Wajah cantik ini! Bibir semerah buah cherry ini, mata yang selalu membuatku jatuh cinta dan bahkan tubuhmu yang nikmat. Semua ini adalah milikku, tidak akan aku biarkan ada orang yang yang bisa memilikimu, Olivia!” Arshan sudah seperti layaknya orang gila yang bicara dengan orang yang tengah tertidur.
“Sayang, tunggulah sebentar lagi! Aku akan menyusun rencana yang sangat sempurna untuk bisa membawamu pergi sangat jauh dari orang-orang yang ingin memisahkan kita.” Arshan mengungkapkan rencananya, “Kau tenang saja, aku bahkan bisa lolos dengan mudah dari pembantaian yang keluarga Xavier lakukan saat kematian Raina. Maka akan mudah bagiku membawamu pergi tanpa diketahui oleh mereka.” Imbuhnya.
“Haish, semakin aku melihat wajah cantikmu dan tubuhmu yang indah ini membuatku ingin menyentuh dan menikmatimu lagi seperti malam itu. Haruskah kita melakukannya lagi, hmm?”
Melihat Olivia yang tampak tak berdaya dengan kecantikannya, jiwa ingin memiliki Arshan kembali muncul begitu saja. Keinginan untuk menyentuh dan menyetubuhinya lagi terus bergejolak sampai dia dikejutkan dengan pergerakan Olivia yang sepertinya akan terbangun dari tidurnya. Entah refleks atau apa, tapi Arshan segera bersembunyi di dalam kamar mandi sebelum Olivia membuka matanya.
“Engh, kenapa aku sendirian? Apakah Papah dan Mamah belum sampai juga? Tapi kenapa Kak Oliver membiarkan aku sendirian di sini,” gumam Olivia sembari sedikit meregangkan tubuhnya yang merasa kaku karena terus berbaring sepanjang hari.
“Entah mengapa aku merasa ada seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan ini. Apakah itu Kak Oliver? Tidak, aku harus segera memastikannya!” Olivia tampak mulai panik.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Alexandra Juliana
Kalau Arshan tau ttng Rayna atau mungkin dia terlibat dalam kematian Rayna berarti usianya sdh matang dong..
2024-07-31
2
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
jahat banget arshan...
2024-07-09
1
L A
pastinya ....pelaku lebih licik dari keluarga Xavier .....
2024-06-27
1