Dia mencoba mencari ponselnya untuk menghubungi sang Kakak agar cepat datang. Namun, sebelum dia menemukan ponselnya sorot matanya teralihkan pada benda yang terdapat di atas meja dekat ranjangnya.
Seketika bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman ketika melihat sebuket bunga matahari dan sebuah surat yang menyertainya. Dengan penuh semangat dan senyuman yang semakin mengembang di bibirnya, Olivia segera mencium aroma menenangkan bunga tersebut. Lalu meraih suratnya dan memulai membuka serta membacanya dengan perasaan berdebar.
Hai, sesuai janjinya! Hari ini dia kembali mengirimkan sebuket bunga dan aku ‘lah sebagai perwakilannya untuk kali ini.
Lalu perkenalkan namaku bunga matahari, bungaku terlihat sangat cantik dan indah seperti yang menerimanya. Aku akan terlihat semakin indah saat mekar, tapi yang menerima bunga dan surat ini akan terlihat semakin indah saat tersenyum. Maka teruslah tunjukan keindahanmu dengan sering tersenyum.
Senyuman Olivia pun semakin mengembang saat membaca beberapa bait surat tersebut. Senyuman yang begitu cantik, meski sepertinya Olivia tidak menyadarinya bahwa dirinya akan jauh lebih cantik saat tersenyum. Bahkan bidadari pun kalah dengan kecantikan senyumannya.
Apa kau tahu bahwa matahari akan selalu memberikan kehidupan dan kehangatan bagi bumi? Sedangkan aku, bunga matahari memberikan energi dan kesan hidup dalam ruangan serta bagi orang-orang tertentu yang tengah mengalami masalah dalam hidupnya. Makna aku juga melambangkan keberanian, kehidupan penuh semangat, dan positivitas. Jadi, teruslah bersemangat menjalani hidupmu, walau terasa begitu sulit, Olivia!
Apa kau juga tahu bahwa aku memiliki keunikan tersendiri? Uniknya, aku selalu menghadap matahari, mengikuti pergerakannya. Dari sifat unik ini, aku menjadi simbol keberanian dan ketabahan. Aku seakan mengajarkan bagaimana seseorang bisa menghadapi rintangan dan menjalani kehidupan dengan percaya diri. Percaya diri ‘lah, Olivia! Kau pasti bisa melewati semuanya.
Entah mengapa semua bunga dan surat yang dikirimkan oleh orang misterius ini selalu berhasil membuat perasaan Olivia merasa jauh lebih baik. Semua tinta yang sang pengirim torehkan seolah sangat mengerti apa yang selalu Olivia rasakan, tanpa perlu bertanya bahkan perlu bertatap muka secara langsung.
Dan apakah kau tahu mengapa kelopak bungaku tumbuh bersama membentuk satu kesatuan yang unik. Itulah mengapa bunga matahari juga melambangkan kebersamaan dan persahabatan. Sebagaimana bunga matahari yang tumbuh kuat bersama, hubungan dengan orang lain pun harus dijaga untuk tumbuh dengan baik. Artinya kau tidak pernah sendirian, Olivia! Ada banyak orang yang menyayangi, mencintai dan akan selalu menjagamu. Jadi, jangan merasa kesepian karena kau tidak akan melalui semua ini sendirian.
Seperti yang diharapkan ketika melihat matahari, bungaku juga mengajarkan kita untuk selalu berharap yang terbaik meskipun dalam situasi sulit. Mereka menggambarkan bahwa di balik awan yang gelap, ada sinar matahari yang selalu bersinar.
Dan terakhir, arti memberikan buket bungaku kepada seseorang melambangkan cinta, perhatian, dan penghargaan. Bunga matahari menjadi lambang dari rasa cinta yang tulus dan kehormatan kepada seseorang. Seperti dia yang mengirim ku padamu untuk menyampaikan bahwa dia tulus mencintaimu, tapi dia juga menghargai apapun keputusanmu. Meski harus mencintai dalam diam, tapi dia tulus mencintaimu dengan segenap hati dan hidupnya. Jadi, bisakah kau memberikan kesempatan untuk orang yang mengirim ku padamu?
Tidak perlu merasa terbebani dengan perasaanku, … Jika kau sudah siap menerima orang lain dalam hidupmu, maka saat itu dia akan muncul untuk menemui mu…
Pertanda,
~R~
Olivia tahu persis bahwa bagian terakhir surat itu berisi pengakuan cinta untuk dirinya yang artinya sang pengirim bunga dan surat itu adalah seorang pria. Jika sebelumnya dia merasa senang dengan bunga dan surat yang dikirimkan untuknya. Tapi tidak untuk kali ini, dia malah merasa sedih dan jijik pada dirinya sendiri.
Olivia yang sudah tidak suci lagi dan bahkan menjadi pemuas beberapa pria sekaligus, dia merasa sudah tidak pantas lagi untuk pria manapun. Apalagi pria baik yang selalu memberikan semangat hidup melalui bunga dan surat yang selalu dia kirim setiap harinya. Impiannya sudah sirna, pernikahan yang dia dambakan juga kini tiada lagi dan masa depan yang indah seakan sangat sulit dia gapai dengan keadaannya yang sekarang.
“Hik … Aku sudah tidak pantas untuk siapapun, apalagi untuk pria sebaik dirimu. Tolong, jangan pernah menyukaiku atau mengungkapkan perasaanmu seperti ini. Hiks … Aku ingin kau mendapatkan yang lebih baik dariku, karena aku—”
“Karena kau hanya milikku, Olivia!”
Suara yang sangat tidak asing, bahkan langsung membawa Olivia pada ingatan pada malam itu. Malam yang menghancurkan hidupnya, suara pria yang telah melecehkan dan melukai dirinya seolah tidak memiliki perasaan layaknya seorang manusia. Seketika itu juga tubuh Olivia bergetar ketakutan, pandangan matanya langsung tertuju pada asal suara itu terdengar.
“Dia kembali!” gumam Olivia di tengah ketakutannya yang luar biasa.
Arshan yang sejak tadi hanya bersembunyi dan diam-diam memperhatikan setiap ekspresi Olivia saat menerima bunga dan surat yang Ryuga tinggalkan. Akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya dengan mengenakan sebuah topeng dan bahkan mengubah suaranya. Ya, bisa dikatakan Arshan memang memiliki kelebihan memiliki dua suara yang sangat berbeda. Hal itu menguntungkan dirinya menyembunyikan diri layaknya seperti orang biasa.
Air mata semakin deras mengalir membasahi wajah cantiknya, matanya membulat sempurna ketika dia melihat pria yang telah menghancurkan hidupnya kini datang kembali disaat tidak satu orang pun berada di sisinya. Lagi-lagi dia sendirian saat pria bajingan itu datang, tidak ada yang akan melindunginya dari pria bajingan itu sama seperti malam itu.
“Arghh … Jangan mendekat! Jangan sentuh aku ….”
Olivia berteriak histeris dan juga ketakutan, berharap ada seseorang yang mendengar teriakannya dan membantunya saat itu. Tubuhnya sudah lemas karena ketakutan, hingga membuatnya terjatuh dari ranjang rumah sakit saat berniat untuk melarikan diri dari sana.
“Hahaha, kenapa kau semakin mengingatkan aku pada malam pertama kita, Olivia!” Kini Arshan sudah berdiri tepat dihadapan Olivia yang menangis dan gemetar ketakutan, “Kau kembali membuatku semakin ingin menyentuh dan menikmati tubuhmu seperti malam itu lagi.” Sambungnya seraya mencoba menyentuh wajah cantik Olivia, tapi wanita itu segera menepisnya dan berusaha menjaga jarak.
“Jangan sentuh aku … Hiks! Aku mohon jangan sentuh aku ….” Olivia kembali berteriak ketakutan.
“Berteriaklah sepuasmu, karena tidak akan ada yang mendengarnya! Seperti malam itu, aku telah membunuh mereka yang berjaga diluar ruangan ini. Kita bisa bersenang—”
Sretttt ….
Belum sempat Arshan menyelesaikan ucapnya, tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar dan sebuah belati meluncur ke arahnya dengan cepat. Dia cukup beruntung karena pada akhirnya belati itu menggores lengannya, jika saja dia terlambat menghindarinya maka belati itu mungkin tertancap dilehernya.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
◌ᷟ⑅⃝ͩ●⍣క🎸BuNdAιиɑ͜͡✦●⑅⃝ᷟ◌ͩ
Olivia selamat? apakah arhan tertangkap?
2024-07-09
1
Mulaini
Jangan-jangan si Ryuga yang datang atau anak buah Rayden atau Levi?
2024-06-14
1
Nina Nayna
ya ampun kenapa sih Olivia sendirian sihh... kali ini musuh nya lebih cerdik dari keluarga Xavier kasihan Olivia 😂😂😂
2024-06-13
1