Srettt … Ujung belati itu berhasil menyayat urat nadi di leher Ryan. Dan ketika tubuh itu sudah ambruk ke tanah, Ryuga langsung menancapkan salah satu belatinya pada bagian intim milik Ryan. Mengambil sebuah jerigen berisi bensin dan menyiramkannya ke seluruh tubuh Ryan yang masih bisa bernapas, lalu segera melemparkan sebuah korek api yang sudah dia nyalakan.
“Sayang sekali aku tidak bisa membawa kepala bajingan sepertimu di hadapannya. Daripada mengotori lingkungan sekitar, lebih baik kau menjadi abu saja,” ujar Ryuga yang menatap tubuh yang mulai dilahap api itu.
Awalnya Ryuga berniat ingin memperlihatkan kepada Olivia bahwa dia telah membalaskan dendamnya dengan membawa kepala Ryan, tapi dia mengurungkan niat tersebut karena tidak ingin membuat Olivia semakin trauma dengan aksinya itu.
Sontak kejadian itu membuat Frank sangat terkejut dan tidak fokus dengan pertarungannya dengan Rayden. Sampai tiba-tiba Rayden sudah berdiri di belakangnya tanpa Frank sadari dan berkata, “Kenapa kau hanya menatap temanmu seperti itu? Haruskah aku membantumu untuk segera menyusulnya ke neraka?”
“Urggh ….”
Belum sempat Frank mengatakan sesuatu, Rayden langsung menusukkan pedangnya pada bagian dada Frank. Kemudian mendorong pedangnya dengan kuat, hingga Frank terus berjalan mundur dan pada saat tiba di tempat kobaran api yang tengah melahap tubuh Ryan. Rayden langsung menarik kembali pedangnya yang membuat tubuh Frank ambruk dan terjatuh ikut terbakar bersama tubuh Ryan.
“Sial, mereka mati terlalu mudah!” umpat Rayden yang sebenarnya belum puas melampiaskan kemarahannya.
Tidak hanya Rayden, Ryuga dan Rayga saja yang menggila. Jangan pertanyakan ataupun meragukan kekuatan Trio Somplak ketika sedang menggila dalam medan pertarungan. Jangankan musuh, setan saja mungkin bisa mati lagi ketika terkena serangan yang dilancarkan mereka.
Betapa menggila Felix dengan belati panjangnya, Will dengan tongkat besinya dan Jaydon dengan tangan kosongnya yang dalam sekali pukulan akan membuat orang tersebut seketika jatuh tak sadarkan diri.
Mungkin pukulan kedua bisa membuat musuhnya amnesia dan pukulan ketiga akan langsung pindah alam. Begitu juga dengan pasangan ketua mafia kita, Levi dan Lucia beserta kedua putri kembarnya Shea dan Zhea yang ikut menggila dalam pertarungan itu.
Selepas pertarungan besar itu usai, Triple R mendapatkan fakta bahwa ada banyak pihak pemerintahan dan pengusaha lain yang terlibat dengan bisnis illegal dengan Dimitri. Bahkan ada beberapa yang terlibat dalam kecelakaan yang di alami oleh Noland, Kakek Roman dan Julia. Sehingga Triple R yang mengambil alih kasus tersebut.
...****************...
Namun, sebelum mereka menangkap orang-orang yang telah terlibat. Seluruh keluarga besar Xavier dan anggota klan BlackSky mendatangi ruangan dimana Olivia masih menjalani perawatannya. Terutama Jack, Matt dan Max yang saat itu tidak bisa melindunginya, meski mereka berada di tempat kejadian.
Hanya keluarga inti saja yang masuk ke dalam kamar rawat VVIP yang sepadan dengan satu apartemen mewah. Karena mengalami trauma terhadap laki-laki asing, Olivia pun terus bersembunyi di balik tubuh Oliver dan Papahnya. Rayden dan yang lainnya pun dibuat maklum, karena bagaimana pun juga Olivia telah mengalami kejadian buruk yang membuatnya trauma.
“Dr. Olivia, terima kasih sudah bersedia merawat dua orang yang paling berarti dalam hidupku selama 13 tahun lamanya. Berkat perawatan mu selama itu, mereka akhirnya bisa bangun dari komanya dan berkumpul kembali bersama kami walau hanya sebentar,” ucap Lucia dengan setulus hatinya.
“Kau dokter hebat yang memiliki hati yang sangat tulus dan baik, karena itulah aku selalu mempercayakan mereka dalam perawatanmu selama aku tidak ada. Maaf, kau jadi mengalami semua hal buruk ini. Aku sungguh menyesal, Olivia! Andai saja waktu bisa aku putar kembali, pastikan kau tidak akan mengalami semua ini. Aku sungguh minta, Olivia!”
Lucia mencoba berjalan mendekati Olivia dan menggenggam tangannya. Dan siapa sangka Olivia tidak menolaknya ataupun bersikap histeris seperti biasanya.
Dia malah menggenggam balik tangan Lucia seraya berkata, “Bukan salahmu atau siapapun, Dr. Lucia! Seseorang memberitahuku melalui surat yang dia kirimkan untukku, bahwa tidak ada yang bisa di salahkan dalam hal buruk yang terjadi pada setiap orang termasuk diriku. Karena baik kau maupun aku juga tidak ingin hal ini terjadi, bukan?”
Perkataan Olivia sontak mengingatkan Ryuga pada salah satu surat yang ditulisnya. Dia sungguh tidak menyangka bahwa surat-surat yang dia kirimkan secara diam-diam bisa membuat Olivia jauh lebih baik dan sedikit demi sedikit bisa mengatasi rasa traumanya. Diam-diam Ryuga tersenyum menatap sang pujaan hatinya penuh rasa kagum dan cinta.
“Dia melaluinya dengan baik! Aku tahu kau bukan wanita yang cantik dan baik hati, tapi kau juga wanita yang kuat. Terima kasih karena sudah melalui hari-harinya dengan baik, meski sangat sulit untuk melaluinya,” ucap Ryuga dalam hatinya dengan senyuman yang semakin merekah di bibirnya.
Rayga dan Regis yang berada di sebelah kanan dan kirinya, tentu saja menyadari tingkah aneh dari saudara kembar tertua mereka itu. Regis yang sangat penasaran dengan apa yang membuatnya tersenyum sontak saja langsung bertanya dengan berbisik, “Hai, apa yang membuatmu sampai tersenyum seperti itu? Aku lihat tidak ada hal menarik ataupun membahagiakan di sini, lalu kenapa kau terus tersenyum?”
“Tidak ada! Sebaiknya kau diam saja jangan membuat keributan,” jawab Ryuga dengan dingin dan penuh penegasan.
“Cih, dasar gila!” gumam Regis yang sedikit kesal dengan jawaban Ryuga.
“Apa yang kalian berdua ributkan ‘sih?” tanya Rayga yang jadi terganggu, tapi dia bertanya dengan suara berbisik.
“Ini ‘nih! Kakakmu gila, dia dari tadi senyam senyum sendiri seperti orang gila yang sering kita jumpai di jalanan,” jawab Regis dengan nada ketusnya, meski suaranya pelan.
“Kakakku juga Kakakmu, Bodoh! Sudahlah, jangan membuat keributan dan kau juga jangan bertingkah seperti orang gila,” ujar Rayga yang akhirnya memarahi keduanya.
“Ouhya, benar juga ‘yah!” ujar Regis dengan tidak sadar dirinya.
“Kalian bertiga diam!” sentak Zhia yang membuat ketiganya langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
Kembali fokus pada Olivia yang masih berbicara dengan Lucia bahwa dia perlahan sudah mulai menerima takdirnya yang seperti ini. Hingga tiba-tiba Jack berkata, “Maafkan aku yang tidak bisa melindungi siapapun malam itu, meski aku berada di sana termasuk dirimu Dr. Olivia. Mungkin ribuan kata maaf tidak akan pernah cukup untuk mengampuni kegagalanku dalam menjalankan tugas melindungi kalian. Jika anda bersedia, maka mulai sekarang aku siap bertanggung jawab penuh atas anda, Dr. Olivia.”
“Benar, Dr. Olivia! Kata maaf tidak akan cukup untuk kegagalan kami, karena itulah aku juga akan bersedia bertanggung jawab kepada hidup anda,” imbuh Max yang juga bersedia bertanggung jawab atas Olivia jika wanita itu menginginkannya.
Bersambung, ....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 101 Episodes
Comments
Kalsum
waaaah diam2 para pengawal suka sm dr olivia
2025-02-10
0
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
ini triple R dimana pun ribut Mulu,nggak lihat sikon apa 😅 Ryuga sedang kasmaran wajar kalo dia senyum2 sendiri 🤭😂
2024-07-15
1
𝐀⃝🥀senjaHIATᴳ𝐑᭄⒋ⷨ͢⚤🤎🍉
buseet kenapa semuanya mau bertanggung jawab atas Olivia 😅😅 kasian dong Ryuga ntar patah hati...
2024-07-15
0